RIMBUN NEWS

Rimbunnews.com, Jakarta — Anggota Komite I DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, mendorong dilakukannya revisi terhadap Undang-Undang tentang Pertanahan karena dinilai masih memiliki paradigma yang berseberangan dengan semangat Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).

Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanahan yang berlangsung di Kompleks DPD RI, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Penrad, aturan pertanahan seharusnya menjadi turunan teknis dari UUPA atau setidaknya memiliki kedudukan yang sejajar, bukan justru bertolak belakang dalam paradigma maupun norma.

“Penyusunan RUU pertanahan tidak boleh berseberangan, berbanding terbalik dengan UU PA. Seharusnya undang-undang pertanahan itu merupakan turunan dari UU PA atau paling tidak sejajar, tapi bukan menjadi berbanding terbalik secara paradigma dan normanya,” ujar Penrad.

Ia menilai, regulasi pertanahan saat ini terlalu kuat dipengaruhi oleh rezim sertifikasi dan administrasi. Kondisi tersebut, kata dia, membuat banyak tanah masyarakat yang belum tercatat secara administratif justru dianggap sebagai tanah negara.

“Kita tahu dalam draft rancangan undang-undang pertanahan sekarang itu sangat kental rezim sertifikasinya, rezim administratif. Semua tanah yang belum ter-administrasi, yang belum tersertifikasi, itu dianggap milik negara. Itu kenapa sering terjadi konflik,” katanya.

Penrad menyebut persoalan agraria yang terjadi di Lampung merupakan gambaran dari ribuan konflik serupa yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Ia mengungkapkan, melalui Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, pihaknya menerima ratusan laporan terkait persoalan agraria dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar laporan tersebut berkaitan dengan konflik pertanahan.

“Kita di DPD RI menerima ratusan dalam dua tahun terakhir yang saya ikuti melalui BAP DPD RI. Itu semua ratusan persoalan, dan lebih dari 90 persen adalah persoalan keagrariaan atau pertanahan,” ungkapnya.

Menurut Penrad, persoalan semakin rumit ketika kawasan permukiman masyarakat yang telah ada sejak lama justru masuk dalam kategori kawasan hutan.

Ia mencontohkan sejumlah kampung yang secara historis sudah ada jauh sebelum Indonesia berdiri, namun kemudian masuk dalam kawasan hutan karena kebijakan tata ruang.

“Jangankan perkampungan, kategori kecamatan pun bisa dikatakan kawasan hutan. Kampung-kampung yang ratusan tahun sebelum republik ini ada, dibuktikan dengan situs kuburan, sumur tua dan lainnya, semuanya bisa masuk menjadi hutan,” jelas Penrad.

Akibatnya, lanjut dia, terjadi tumpang tindih kewenangan yang kemudian membuka ruang munculnya konflik antara masyarakat, pemerintah, dan korporasi.

Dalam kesempatan itu, Penrad juga menyoroti dampak regulasi turunan Undang-Undang Cipta Kerja (UU CK), khususnya terkait konsep Bank Tanah yang dinilai berpotensi menghilangkan hak masyarakat adat atas tanah ulayat.

Ia mengatakan, keberadaan Bank Tanah membuat tanah adat berpotensi hanya menjadi Hak Pengelolaan (HPL), bukan hak kepemilikan masyarakat adat.

“Misalnya masyarakat adat tidak bisa lagi memiliki tanah adat karena semua tanah itu dimasukkan ke Bank Tanah dulu kemudian didistribusikan menjadi HPL. Tidak ada istilah kepemilikan atas tanah ulayat kalau kita melihat aturan Bank Tanah itu,” ujarnya.

“Kalau pakai Bank Tanah dalam UU CK dan turunannya, tidak ada istilah masyarakat adat punya hak milik ulayat. HPL cuma, yang kapan saja bisa diambil lagi oleh pemerintah,” sambungnya.

Penrad menegaskan, revisi UU Pertanahan harus tetap menjaga prinsip yang terkandung dalam UUPA. Menurutnya, UUPA merupakan salah satu regulasi yang paling berpihak kepada rakyat.

“Yang pertama harus dijaga, UU PA agar tidak diotak-atik karena hanya itu undang-undang yang pro rakyat yang saya lihat di republik ini,” kata Penrad.

Ia menilai, pendekatan sertifikasi telah mengabaikan sejarah kepemilikan dan penguasaan tanah oleh masyarakat. Padahal, aspek sejarah tanah menjadi faktor penting dalam penyelesaian konflik agraria.

“Rezim sertifikasi ini meniadakan kesejarahan tanah atau historical tanah. Itu kenapa sangat susah menyelesaikan konflik-konflik pertanahan antara masyarakat dengan korporasi maupun dengan pemerintah,” tuturnya.

Dalam penyusunan DIM RUU Pertanahan, Penrad berharap perlindungan terhadap masyarakat adat juga harus dirumuskan secara jelas. Ia menyebut ada tiga prinsip utama yang harus masuk dalam revisi aturan tersebut.

Pertama, kata dia, adalah prinsip rekognisi atau pengakuan negara terhadap keberadaan masyarakat adat.

“Tidak perlu kita meminta administrasi kepada negara. Harus ada pengakuan dari negara karena masyarakat adat lebih dulu muncul dibanding republik ini,” ujarnya.

Kedua, perlu adanya representasi masyarakat adat dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan terkait tanah.

“Harus diakui ada representasi-representasi seperti lembaga adat, seperti Kesultanan Ternate atau masyarakat adat lainnya,” katanya.

Ketiga, menurut Penrad, harus ada kejelasan mengenai redistribusi tanah ulayat kepada masyarakat adat.

“Kalau hanya diakui kemudian ada representasi adat tapi tidak jelas redistribusi tanah ulayatnya terhadap kelompok masyarakat adat, itu sama saja. Jadi tiga basis itu harus terlihat secara eksplisit dalam penyusunan rancangan undang-undang pertanahan,” pungkas Pdt. Penrad Siagian.[]

 

Rimbunnews.com – Jakarta  – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., resmi melantik Ari Armawan, S.Kom. sebagai Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Rabu (2/9/2026), di Auditorium Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Jakarta.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi dan dukungan manajemen Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara dalam mengakselerasi berbagai program prioritas kependudukan dan pembangunan keluarga.

Sebagai Sekretaris Perwakilan, Ari Armawan mengemban peran strategis dalam memastikan dukungan administrasi dan manajemen organisasi berjalan efektif, mulai dari perencanaan dan penganggaran, pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, barang milik negara, layanan umum, hingga penguatan akuntabilitas kinerja organisasi.

Amanah tersebut juga menuntut kemampuan membangun koordinasi yang solid antarunit kerja serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra dalam mendukung keberhasilan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana di Sumatera Utara.

Di tengah transformasi Kemendukbangga/BKKBN, fungsi sekretariat memiliki posisi penting sebagai penggerak organisasi. Tata kelola yang semakin adaptif, transparan, efektif, dan berbasis hasil menjadi fondasi agar setiap program dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si., kehadiran Sekretaris Perwakilan yang baru diharapkan semakin memperkuat sinergi internal sekaligus mempercepat pencapaian target-target strategis organisasi.

Ari Armawan menyampaikan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar untuk memberikan dukungan terbaik bagi organisasi.

“Amanah ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab untuk memastikan seluruh sumber daya organisasi dapat bergerak secara efektif dalam mendukung keberhasilan program. Dengan kolaborasi, integritas, dan semangat melayani, kami siap memperkuat tata kelola Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara agar semakin solid, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ari.

Ke depan, penguatan kualitas perencanaan dan penganggaran, percepatan transformasi digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi pengelolaan aset, peningkatan kualitas pelayanan internal, serta penguatan akuntabilitas menjadi bagian penting dari agenda dukungan manajemen Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara.

Pelantikan ini sekaligus menjadi awal dari tanggung jawab baru bagi Ari Armawan untuk ikut mengawal transformasi organisasi dan memastikan setiap kebijakan serta program Kemendukbangga/BKKBN dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata di Sumatera Utara.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi seluruh jajaran, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara optimistis mampu terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan pelayanan serta program pembangunan keluarga yang semakin berkualitas.
Amanah baru, semangat baru, dan satu tujuan: memperkuat tata kelola organisasi untuk mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medsn – JNE Medan kembali menghadirkan ruang kebersamaan dan inspirasi bagi karyawan melalui kegiatan “Sharing Time bersama Ricky Harun” yang berlangsung di Masjid Al-Isra’ H. Soeprapto Soeparno, Medan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah Ricky Harun bersama Sahabat Yatim sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi bersama insan JNE Medan.

Masjid Al-Isra’ H. Soeprapto Soeparno yang berada di lantai 2 gudang operasional JNE Medan menjadi salah satu ruang kegiatan keagamaan bagi keluarga besar JNE. Masjid ini dibangun atas partisipasi karyawan JNE, agen-agen JNE di Sumatera Utara, serta para donatur dan mulai dibangun pada Agustus 2018 sebelum diresmikan pada November 2018. Nama Al-Isra memiliki makna “perjalanan”, yang selaras dengan aktivitas JNE sebagai perusahaan yang menghubungkan berbagai wilayah melalui layanan pengiriman. Sementara nama H. Soeprapto Soeparno diambil untuk mengenang pendiri JNE yang dikenal memiliki semangat kuat untuk terus menebarkan kebaikan dan nilai-nilai religius dalam kehidupan.

Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, kehadiran Ricky Harun disambut antusias oleh karyawan JNE Medan. Melalui sesi sharing, para karyawan mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan pesan, pengalaman, dan inspirasi yang diharapkan dapat memberikan energi positif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain bersilaturahmi bersama karyawan, Ricky Harun juga berkesempatan mengenal lebih dekat lingkungan JNE Medan, termasuk melihat secara langsung aktivitas operasional pengiriman paket yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ricky Harun yang dikenal sebagai seorang public figur mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir di JNE Medan serta mendapatkan pengalaman baru selama kunjungannya. “Saya merasa tempat kajian kali ini sangat tenang dan bersyukur bisa hadir di JNE Medan. Selain dapat bersilaturahmi dan berbagi cerita bersama karyawan, saya juga mendapatkan pengalaman baru dengan melihat secara langsung proses operasional paket di JNE. Semoga ke depannya bisa kembali berkunjung dan diundang lagi ke JNE,” ungkap Ricky Harun.

Bagi JNE Medan, kegiatan Sharing Time tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun engagement dan menciptakan lingkungan kerja yang positif. Kebersamaan dan ruang untuk saling berbagi diyakini dapat menjadi energi yang mendorong insan JNE untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik.

Kepala Cabang JNE Medan, Yusran, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan kehadiran Ricky Harun di lingkungan JNE Medan. “Kami tentunya sangat bangga dan senang JNE Medan dapat menjadi bagian dari rangkaian safari dakwah Ricky Harun. Kehadiran beliau menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi seluruh karyawan. Kami berharap sharing dan energi positif yang diberikan dapat menjadi inspirasi, meningkatkan semangat, serta membawa motivasi baru bagi seluruh insan JNE Medan untuk terus memberikan kontribusi terbaik,” ujar Yusran

Antusiasme karyawan terlihat sepanjang kegiatan. Suasana penuh keakraban tercipta ketika para karyawan berinteraksi dan mengikuti sesi sharing bersama Ricky Harun. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk sejenak melepas rutinitas pekerjaan, mempererat hubungan antarkaryawan, sekaligus mendapatkan perspektif dan motivasi baru.

Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat “Connecting Happiness” yang terus dihadirkan JNE dalam berbagai aktivitasnya. Bagi JNE Medan, kebahagiaan tidak hanya hadir melalui hubungan antara perusahaan dan pelanggan, tetapi juga melalui kebersamaan yang terbangun di antara seluruh insan JNE.

Melalui pertemuan, cerita, dan pengalaman yang dibagikan, JNE Medan berharap semangat positif dari kegiatan ini dapat terus dibawa dalam aktivitas sehari-hari dan menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rimbunnews.com – Sergai – Dua Pekerja Pemotong Rumput Tewas Ditabrak Dump Truk di Jalan Tol KM 52 / 800 Jalur A, Desa Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Selasa, 01 September 2026 (Sekira pukul 10.18 WIB).

Kronologinya Kecelakaan bermula saat Dump Truk Hino (B 9129 UM) yang dikemudikan Dimas Rezha Prihandana melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi. Di TKP, tiga orang petugas pemotong rumput tol menghentikan mobil operasional (Suzuki Pick Up BB 8991 FP) dan memasang 5 traffic cone serta mengeluarkan mesin babat rumput.

Saat korban Sofian dan Eka Maulana duduk berdekatan di garis putih perbatasan jalur lambat, serta Juhri duduk di area sekitarnya, Dump Truk Hino menabrak 3 traffic cone, menggilas mesin babat rumput, lalu menabrak para pekerja hingga korban terseret ke bawah kolong truk.

Pengemudi Truk, Dimas Rezha Prihandana,v31 Tahun, Pengemudi Dump Truk Hino No. Pol B 9129 UM, Alamat Dsn II Desa Tanah Merah, Kec. Galang, Kab. Deli Serdang.

Korban yang meninggal dunia 2 Orang yakni Sofian, 51 Tahun, Alamat Dusun I Desa Lengau Seprang, Kec. Tanjung Morawa dan Eka Maulana, 32 Tahun, Alamat Dsn III Desa Petangguhan, Kec. Galang. Sementara yang mengalami luka ringan – 1 Orang yaitu Juhri, 52 Tahun, Alamat Dsn VI Desa Kotasan, Kec. Galang.

Adapun barang bukti yakni 1 (Satu) Unit Dump Truk Merk Hino No. Pol B 9129 UM beserta SIM dan STNK , 1 (Satu) Unit Mobil Suzuki Pick Up No. Pol BB 8991 FP dan Mesin babat pemotong rumput dan traffic cone. Sementara kerusakan materiil diperkirakan Rp 100.000,-.

Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, S.H., M.H. Saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa dua pekerja jalan tol tersebut.

Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol KM 52/800 Jalur A wilayah Perbaungan antara satu unit dump truk dengan pejalan kaki yang merupakan petugas pemotong rumput. Petugas dari Satlantas Polres Sergai sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi para korban ke RS Melati Perbaungan. (Mabhirink Gutul )

Rimbunnews.com – Sergai – Pastikan seluruh armada operasional siap maksimal untuk pelayanan kepada masyarakat, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Herry Rakutta Sitepu, S.I.K., M.H., melakukan pengecekan inventarisasi kendaraan dinas para jajaran polres Sergai, Senin (31/8/2026).

Kegiatan digelar langsung di lapangan depan Mako polres Sergai sekira pukul 09.00 wib. Bertujuan untuk mengetahui kelayakan fisik, dan kelengkapan administrasi kendaraan dinas (Randis) yang dipergunakan oleh personil seluruhnya berfungsi dengan keadaan baik.

Adapun inventarisasi Kendaraan Dinas yang di lakukan pengecekan oleh Kapolres diantaranya ; Bag Log: R6 (2 Unit), Sat Lantas: R4 (6 Unit), R2 (5 Unit), Sat Reskrim: R4 (1 Unit), Dokkes: R4 (1 Unit), Sat Intelkam: R4 (1 Unit), R2 (1 Unit), Sat Samapta: R4 (2 Unit), R2 (7 Unit), Perahu Karet (1 Unit), Sat Binmas: R4 (1 Unit), Sat Polairud: R2 (1 Unit), Perahu Karet (1 Unit), SPKT: R4 (1 Unit), Bhabinkamtibmas: R2 (30 Unit), serta Polsek Jajaran (Kotarih, Perbaungan, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu, Sei Rampah, Dolok Masihul, Tanjung Beringin): Total R4 (4 Unit), R2 (15 Unit).

Dari hasil temuan dan catatan evaluasi terdapat kondisi fisik dan teknis yang mengalami kendala yaitu ; Kondisi truck dalmas (1002-35) mengalami kaca pecah, Mobil ambulance (5007-35) mengalami kaca dan body retak, lampu rotator bermasalah, dan Mobil satlantas (1140-35) mengalami ban gundul.

Sedangkan dari kelengkapan administrasi dan plat nomor yaitu ; Plat mobil box (1012-47) belum diganti, Mobil inventaris sat intelkam dan sat Reskrim belum terdaftar dalam berkas inventaris, dan Kendaraan bermotor R2 ber-plat 47, harus wajib diganti menjadi kode wilayah plat 35.

Kapolres Sergai AKBP Jhon Herry Rakutta Sitepu, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., mengatakan, bahwa pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada operasional dalam kondisi siap pakai guna mendukung pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Terkait adanya kerusakan fisik, ban gundul, dan penyesuaian plat nomor, agar para kasat dan Kapolsek harus segera melakukan perbaikan serta penataan ulang.

Setiap kendaraan harus memiliki penanggung jawab yang jelas (Person In Charge) dan datanya wajib diserahkan serta ditembuskan ke Bag Log polres Sergai agar pemeliharaan kendaraan bermotor terdata secara transparan dan akuntabel,” ujarnya ke media.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Ketua Tridharma, Budi Malem Smt bersama Bendahara Tridharma Komda Sumut , Setiawati Isah hadiri kegiatan Pho Tho di Cetiya Bao Gong Keadilan Semesta Jalan Manggis Indah No. 58 Titi Kuning Medan Johor Kita Medan, 01 September 2026.

Kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut bersama bendahara disambut baik oleh pengurus Cetiya Bao Gong, karena kehadiran tim dari Tridharma tersebut merupakan penghargaan besar bagi pengurus Cetiya Bao Gong untuk perkembangan rumah ibadah tersebut ke depan, kata. Bie Luan.

Pengelola Cetiya Bao Gong, Bie Luan menyampaikan, acara Pho Tho atau Sembahyang Rebutan / Cioko merupakan ritual persembahan masyarakat Tionghoa untuk mendoakan arwah leluhur serta roh-roh yang tidak memiliki keluarga, kata Bie Luan didampingi Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem.

Lebih lanjut Bie Luan mengatakan, sembahyang ini dilakukan pada bulan ketujuh penanggalan imlek atau biasanya mencapai puncak pada hari ke-15.

Karena berdasarkan kepercayaan, pada bulan ini gerbang akhirat terbuka agar para arwah dapat berkunjung ke dunia manusia, jelas Bie Luan.

Tujuan dari sembahyang ini untuk mengirimkan doa agar arwah leluhur atau roh terlantar mendapat ketenangan dan jalan menuju alam baka.

Biasanya sembahyang ini dengan menyiapkan meja berisi makanan, buah, hingga replika pakaian dan harta benda dari kertas yang kemudian dibakar sebagai simbol bekal bagi para arwah.

Di beberapa kelenteng atau vihara, ritual ini juga diisi dengan pembagian beras atau paket sembako kepada warga kurang mampu sebagai wujud amal kebajikan.

Budi Malem Smt sangat mengapresiasi kegiatan Pho Tho yang diselenggarakan Cetiya Bao Gong, karena kegiatan ini merupakan salah satu untuk melestarikan budaya Tionghoa, dimana kegiatan ini adalah ritual persembahan masyarakat Tionghoa untuk mendoakan arwah leluhur serta roh-roh yang tidak memiliki keluarga.

Budi berharap anggota PTITD-SI 67 dan MARTRISIA turut melestarikan budaya Tionghoa agar tidak punah kedepannya, kata Budi .

Kegiatan Pho Tho ini juga dilaksanakan penyaluran sembako kepada tiga puluh orang masyarakat kurang mampu dan diakhiri dengan makan bersama. (Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Mesjid Al-Muttaqin dan Bikers Subuhan di Huntab Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dikemas lebih bermakna.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, rangkaian acara juga menjadi ruang penguatan kepedulian sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Puncak kegiatan ditandai dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Ananda Siregar Founder Bumi Al’ Qur’an Siantar, Sabtu (30/8) malam.

Acara tersebut di undang Pj.Kepala Desa Hapesong Baru Akhiruddin Daulay, S. Sos diwakili Kepala Dusun masing masing di desa hapesong baru.bikers subuhan(Boby Caniago), CV. Sapujagad (Ali Marhot Siregar), Apotik Husna Farma (dr. Maya Pasaribu), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Peserta anak yatim dan serta ratusan warga Huntab sekitarnya.

Ketua Panitia Maulid Al-Muttaqin Rito Siregar dan Bikers Subuhan Boby Caniago mengatakan rangkaian kegiatan telah berlangsung Sabtu malam 30 Agustus 2026 dengan berbagai agenda yang melibatkan masyarakat sekitar wilayah huntap Desa Hapesong Baru.

Kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim dengan jumlah sebanyak 43 orang yang diberikan Bikers Subuhan, Boby Caniago, CV. Sapujagad Ali Marhot Siregar, Apotik Husna Farma, dr. Maya Pasaribu.
Kehadiran keagamaan perdana yang dilaksanakan di huntab Hapesong Baru dalam rangka pasca banjir bandang di tahun lalu.

Maka dari upaya panitia menjadikan Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 H.sebagai momentum yang memberikan manfaat demi memperkuat keimanan dan ketaqwaan bagi masyarakat.
Menurut Ali Marhot Siregar, seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki akhlak baik, kepedulian sosial, serta semangat berkontribusi bagi masyarakat.

“Tiada lain membentuk generasi-generasi muda untuk memiliki akhlak yang mulia dan terutama ikut berpartisipasi dalam program Kabupaten Tapsel menuju Tapsel yang lebih baik,” katanya.
Menurut BKM Al-Muttaqin, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai, semangat tersebut sejalan dengan pembangunan daerah yang tidak hanya mengejar pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter manusia.

“Untuk apa jalan bagus kalau tidak disertai dengan semakin bagus akhlaknya masyarakat Kabupaten Tapsel. Pembangunan yang paling penting adalah ketika orang tua merasa dihormati, anak yatim piatu ada yang merawat, orang miskin merasa diperhatikan,” ujar pengurus BKM Al-Muttaqin.
Al’ Ustadz Ananda Siregar menyampaikan tausiahnya dan sekaligus mengajak masyarakat terus memperkuat budaya saling membantu, menyayangi, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, kepedulian sosial tidak selalu harus menunggu program pemerintah, tetapi dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat terdekat.

Kepada generasi muda huntap Desa Hapesong Baru, khususnya di wilayah pasca bencana tahun lalu, Ustadz Ananda Siregar berpesan agar tidak menunggu memiliki program besar untuk melakukan kebaikan.
Hal sederhana seperti menghormati orang tua, menjaga masjid, membantu warga yang membutuhkan, serta menghindari tindakan perundungan merupakan bentuk kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tidak perlu melakukan hal-hal besar dengan program-program besar. Hormati orang tua, hormati kasepuhan, menyayangi orang fakir yang ada di sekeliling kita, jangan membully kawan, jaga masjid, bantu program-program pemberdayaan yang memberikan senyuman kepada masyarakat,” pesannya.

Al’ Ustadz Ananda Siregar berharap Masjid Al-Muttaqin dapat terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang tumbuhnya kepedulian sosial dan penguatan ekonomi masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Maulid Nabi Saw 1448 Hijiriah di huntab Hapesong Baru tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga mempererat kebersamaan warga serta mendorong lahirnya gerakan sosial dan ekonomi berbasis masyarakat. Nurdin Nasution.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – KARO — Sehari setelah Gunung Api Sinabung mengalami erupsi, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto turun langsung ke Kabupaten Karo untuk memastikan kesiapan personel dan posko dalam menghadapi perkembangan situasi kebencanaan.

Kapolda bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Naek Pamen Simanjuntak serta sejumlah pejabat utama Polda Sumut terlebih dahulu mendatangi Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (1/9/2026).

Di lokasi tersebut, Kapolda menerima pemaparan kondisi terkini Gunung Sinabung dari Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra dan paparan dari Bupati Karo.

Kapolda juga memberikan arahan kepada jajaran terkait pentingnya kesiapan personel, koordinasi lintas instansi serta pemantauan perkembangan aktivitas gunung api secara berkelanjutan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan mengatakan, kehadiran langsung Kapolda di Kabupaten Karo menjadi bagian dari upaya memastikan jajaran kepolisian siap menghadapi setiap perkembangan situasi pascaerupsi.

“Beliau ingin melihat langsung kondisi di lapangan, baik perkembangan Gunung Sinabung maupun kesiapan personel yang melaksanakan tugas di wilayah tersebut,” kata Ferry.

Menurutnya, penanganan situasi kebencanaan membutuhkan koordinasi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait. Karena itu, kesiapan personel di lapangan menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian Kapolda.

Usai meninjau Pos Pengamatan, Kapolda kemudian menuju Posko Siaga Bencana di Simpang Tiga Kicat, Kecamatan Namanteran.

Di posko tersebut, Kapolda melihat langsung aktivitas personel yang bertugas sekaligus memberikan bingkisan berupa paket Polri untuk masyarakat kepada anggota yang berjaga.

“Ini juga sebagai bentuk dukungan kepada personel yang melaksanakan tugas di lapangan. Mereka harus tetap siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam kondisi apa pun,” ujar Ferry.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk penguatan koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi pascaerupsi Gunung Sinabung.

Ferry menambahkan, jajaran Polda Sumut dan Polres Tanah Karo akan terus melakukan monitoring serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan situasi tetap aman dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

“Polri akan terus hadir bersama masyarakat dan memastikan personel tetap siap memberikan pelayanan, pengamanan dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.

Rangkaian kunjungan Kapolda Sumut berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif. Setelah meninjau posko, Kapolda bersama rombongan kembali menuju Kota Medan.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Karo – Polres Karo mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap aktivitas Gunung Sinabung.

Hindari memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Gunakan masker dan lindungi mata serta saluran pernapasan apabila terjadi hujan abu vulkanik.

Ikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang.

Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan.

CALL CENTER 110 POLRES KARO
Cepat, Mudah dan Gratis.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Belawan – Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (31/8/2026) di halaman Mako Polres Pelabuhan Belawan dan dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M., SIK.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 222,69 gram narkotika jenis sabu, 995,65 gram ganja dan 481 butir pil ekstasi dimusnahkan. Seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan dari 82 perkara narkotika yang ditangani oleh Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.

Pemusnahan turut disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Belawan, Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam di Labuhan Deli, pengacara atau kuasa hukum serta pihak Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara yang sebelumnya memastikan keaslian barang bukti narkotika tersebut.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M., SIK., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., menjelaskan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bagian dari proses penanganan perkara sekaligus bentuk transparansi dan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika.

“Pada hari ini kita melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika yang berasal dari 82 perkara yang ditangani Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 222,69 gram sabu, 995,65 gram ganja dan 481 butir pil ekstasi,” ujar AKP A.R. Riza.

Sebelum dilakukan pemusnahan, barang bukti terlebih dahulu diperiksa dan dipastikan keasliannya oleh pihak Laboratorium Forensik Polda Sumut. Setelah dinyatakan sesuai, seluruh barang bukti kemudian dimusnahkan dengan metode yang berbeda.

“Untuk narkotika jenis sabu dan pil ekstasi, pemusnahannya dilakukan dengan cara diblender hingga tidak dapat digunakan kembali, kemudian dibuang ke saluran pembuangan air. Sedangkan narkotika jenis ganja dimusnahkan dengan cara dibakar,” jelasnya.

Dari hasil kegiatan tersebut, seluruh barang bukti narkotika yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan berhasil dimusnahkan sesuai prosedur dan disaksikan oleh pihak-pihak terkait.

Kasat Narkoba menegaskan bahwa pemusnahan tersebut juga menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam proses penanganan barang bukti tindak pidana narkotika.

“Kegiatan ini merupakan bentuk transparansi dalam penanganan barang bukti sekaligus memastikan narkotika hasil pengungkapan tidak kembali beredar di masyarakat. Kami akan terus berkomitmen melakukan pemberantasan terhadap peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,” tegas AKP A.R. Riza.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing.

“Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam mengungkap jaringan maupun peredaran narkotika. Mari kita bersama menjaga lingkungan agar terbebas dari narkoba,” pungkasnya.(Mabhirink Gutul)