Antusias Umat Budha  Sangat Tinggi Merayakan  HUT Dewa Lim Thai Se dan Lim Bie Guan  di Cetiya Long Shan Than 

oleh

Rimbunnews.com – Medan Labuhan – Antusias Umat Budha  Sangat Tinggi Merayakan HUT Dewa Lim Thai Se dan Lim Bie Guan  di Cetiya Long Shan Than  Jalan Yos Sudarso Lingkungan III Gang Pulau Bangka  no. 13-14 B Medan Labuhan.

Kenapa tidak, kegiatan tersebut berlangsung selama satu Minggu  berturut-turut yakni sejak 2 hingga 7 Nopember 2026 setiap tamu undangan atau umat yang mau melaksanakan sembahyang dilayani snack serta makan minum.

Pada kesempatan itu Ketua Tridharma Komda Sumut disampaikan Bendahara, Setiawati Isah serta pengurus Cetiya NIVASA Yen Valensia menyampaikan selamat ulang tahun Dewa Lim Thai Su , semoga kita selalu diberkati, sehat dan rezeki yang berlimpah.

Budi juga mengatakan kegiatan ini juga merupakan  bagoan dari  pelestarian budaya Tionghoa sekaligus mengingatkan kembali tentang budaya Tionghoa kepada generasinya.

Budi menghimbau kepada seluruh umat agar  menghargai perbedaan dsn menjaga toleransi, kerukunan  serta peduli kepada sesama dalam bingkai kebhinekaan Nusantara.

Baca juga  Personil Polres Sergai   Gelar Razia Pengaman Operasi Khusus Kepolisian Lilin Toba 2023

” Karena Tridharma adalah tempat belajar, toleransi dan harmonisasi, dan menjaga kerukunan dan kedamaian serta merawat etika,sila  dan budaya”, kata Budi.

Kehadiran tim Tridharma Komda Sumut tersebut disambut baik oleh pengurus Cetiya Long Shan Than , Bung Hui.

Bung Hui menjelaskan Dewa Lim Bie Guan biasa dalam bahasa Mandarin disebut Lin Bigan atau Bi Gan adalah tokoh sejarah legendaris dari akhir Dinasti Shang yang kini dipuja secara luas sebagai salah satu Dewa Rezeki (Wen Cai Shen / Dewa Harta Sipil).

 Selain dihormati sebagai dewa, beliau juga diakui secara universal sebagai leluhur agung pertama dari marga Lin atau marga Lim dalam dialek Hokkien.

Bung Hui juga menjelaskan berikut adalah sejarah dan kisah lengkap perjalanan hidup Dewa Lim Bie Guan hingga dipuja sebagai dewa Lim Bie Guan hidup sekitar abad ke-11 SM pada masa Dinasti Shang.

Baca juga  Kecelakaan Lalu Lintas di Jalinsum Sei Bamban, Lima Orang Terluka, Polres Sergai: Utamakan Keselamatan di Jalan Raya

Beliau adalah seorang pangeran, putra dari Raja Wen Ding, dan merupakan paman dari Raja Zhou (Di Xin), raja terakhir Dinasti Shang yang terkenal sangat kejam dan amoral. Karena kecerdasan dan integritasnya, Lim Bie Guan diangkat menjadi Perdana Menteri untuk membantu mengelola pemerintahan, kata Bung Hui.

Masyarakat Tionghoa memuja Lim Bie Guan sebagai Wen Cai Shen (Dewa Rezeki Sipil) berdasarkan filosofi yang mendalam:

• Keadilan Tanpa Hati: Karena wafat dengan kondisi jantungnya dikeluarkan, ia secara simbolis dianggap sebagai dewa yang “tidak memiliki hati” dalam arti konotasi positif: tidak memiliki hati yang serakah, tidak bisa berpihak, dan tidak pilih kasih.

 Pembagi Rezeki yang Adil: Masyarakat memercayai bahwa karena ia tidak memiliki pamrih atau egoisme materiil, Lim Bie Guan akan membagikan kekayaan dan rezeki kepada umat manusia secara adil dan jujur berdasarkan kebajikan masing-masing orang.

Baca juga  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Wakapolda Sumut Ajak Tingkatkan Iman dan Persatuan

Dalam altar kelenteng atau lukisan keagamaan, beliau biasanya digambarkan mengenakan jubah kebesaran menteri Dinasti Shang, berwajah bijaksana, memegang prasasti menteri atau Ruyi (tongkat giok lambang keberuntungan), serta membawa sebongkah emas sebagai simbol kemakmuran.

Bung Hui juga menjelaskan, kegiatan ritual mengundang dewa utk turut meramaikan acara ulang nya dewa Lim Thai Se dan Lim bie guan.

Pada  kegiatan tersebut juga dilakukan membakar kapal tongkang sebagai simbol persembahan atau penghormatan kepada leluhur yg udah diangkat menjadi dewa, kata Bung Hui mengakhiri. (Mabhirink Gutul)