RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews.com –  Medan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (27/10/2026) malam. Dalam kasus ini, petugas mengamankan seorang sopir truk yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi untuk mengangkut BBM jenis bio solar.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penyelidikan yang dilakukan personel Satreskrim Polrestabes Medan setelah menerima informasi masyarakat mengenai aktivitas sebuah truk yang memiliki lebih dari satu tangki bahan bakar.

Setelah melakukan penyelidikan, petugas mendapati truk jenis dump tersebut melintas di Jalan Medan–Binjai, kawasan Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.

Petugas kemudian mengamankan MR (35), warga Jalan Binjai Km 10,5, Medan, yang mengemudikan truk tersebut. Dari kendaraan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa 150 liter BBM jenis bio solar.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., mengatakan truk tersebut telah dimodifikasi dengan penambahan tangki untuk meningkatkan kapasitas angkut BBM.

“Kami amankan truk, dengan tangki yang sudah dimodifikasi, ditambah menjadi dua tangki. Sekali angkut, ini bisa setengah ton,” ungkap Calvijn.

Setelah mengamankan sopir, petugas menelusuri lokasi penjualan BBM bersubsidi tersebut. Berdasarkan keterangan MR, BBM yang diangkutnya selama ini rutin dijual ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal.

“BBM dijual ke pabrik, dengan harga lebih dari Rp.8 ribu. BBM kemudian digunakan untuk mengoperasionalkan sejumlah alat berat, termasuk jadi bahan bakar untuk menghidupkan listrik di pabrik” tambah Rafli.

Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi masih menelusuri pihak di lingkungan pabrik yang diduga berkomunikasi dengan pelaku terkait pemesanan dan pembayaran BBM. Petugas juga mendalami asal-usul BBM bersubsidi yang dijual tersebut.

“Kami sedang mengejar potensial suspect di pabrik ini, asal usul BBM juga sedang kami dalami. Kami temukan beberapa plat nomor dan barcode pembelian BBM, ini jadi petunjuk nantinya dimana BBM itu didapat pelaku. Mohom doanya, agar kami bisa ungkap secara menyeluruh,” pungkas Calvijn.

Polrestabes Medan masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat serta menelusuri jalur perolehan BBM bersubsidi tersebut.(Mabhirink Gutul)


Rimbunnews.com –  Medan – Polda Sumatera Utara mengintensifkan penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 di Simpang Indogrosir, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang dimulai dengan apel persiapan yang dipimpin Wakil Kepala Operasi Daerah (Wakaopsda) AKBP Luthfi, S.I.K. Personel kemudian melaksanakan edukasi, sosialisasi, serta penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan Operasi Patuh Toba 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara.

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian setiap pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan bukan sekadar untuk menghindari sanksi, melainkan untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar Kombes Pol Ferry di Mapolda Sumut, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel membagikan brosur dan menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengendara serta masyarakat di sekitar lokasi. Petugas juga memberikan teguran hingga melakukan penilangan terhadap pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun sasaran prioritas penindakan meliputi pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan helm berstandar SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta pengendara di bawah umur.

Penindakan juga menyasar pelanggaran berupa berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah pengaruh alkohol, penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan, serta kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan atau over dimension over loading (ODOL).

Menurut Ferry, pendekatan edukatif dan penegakan hukum perlu berjalan beriringan agar masyarakat semakin memahami risiko pelanggaran lalu lintas sekaligus terdorong untuk membangun kebiasaan berkendara yang aman.

Operasi Patuh Toba 2026 berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui operasi tersebut, Polda Sumut mengajak masyarakat untuk melengkapi kelengkapan berkendara, mematuhi rambu dan marka jalan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Polda Sumut berharap upaya edukasi dan penegakan hukum secara konsisten dapat meningkatkan disiplin pengguna jalan serta menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumatera Utara.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) memperkuat komitmen membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati sekaligus memerangi penyalahgunaan narkoba. Komitmen tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Parade Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Rabu (28/10/2026).

Dalam upacara tersebut, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, S.I.K., S.H., M.M., bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Immanuel Sidabutar dari KNPI Tapanuli Selatan.

Kapolres Tapsel saat membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup, tidak hanya sebagai catatan sejarah, tetapi juga menjadi karakter dan tindakan nyata generasi penerus bangsa.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa kemajuan Indonesia tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan, tetapi juga dari kualitas manusia, karakter, semangat pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.

“Generasi masa depan harus memiliki karakter patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik berarti mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak menyerah menghadapi kesulitan, sedangkan berempati berarti memiliki kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan yang disampaikan dalam pidato tersebut.

Pidato itu juga mengajak generasi muda agar berani bermimpi, bekerja keras, tidak mudah menyerah, serta mampu memimpin sekaligus melayani. Ilmu, karya, dan pengorbanan hendaknya menjadi bukti nyata kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Semangat tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan, menghambat potensi generasi produktif, dan mengganggu ketahanan sosial masyarakat.

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini juga diwarnai pemberian piagam penghargaan oleh Kapolres Tapanuli Selatan kepada Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., atas partisipasi dan dukungan dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., DBA, yang hadir mewakili Bupati dalam penerimaan apresiasi tersebut.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan sinergi bersama unsur kepolisian serta para pemangku kepentingan dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Upaya ini juga sejalan dengan seruan Bupati Gus Irawan Pasaribu dalam berbagai kesempatan mengenai pentingnya perang terhadap tiga ancaman sosial, yakni narkoba, judi online, dan rentenir.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, upaya membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda diharapkan semakin kuat.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, mengembangkan potensi diri, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus diwujudkan melalui kerja nyata, sikap pantang menyerah, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Pemuda juga diharapkan mampu menjadi pelopor kegiatan positif dan berperan aktif dalam mencegah berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan bangsa.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., DBA;, Ketua DPRD Tapsel H. Rahmat Nasution, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu; Sekretaris Daerah Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, S.P., M.M.; Ketua Dharma Wanita Persatuan Tapsel Ny. Ira Sofyan Adil Siregar; unsur TNI/Polri; Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan; staf ahli bupati; para asisten; pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD); aparatur sipil negara (ASN); organisasi kepemudaan; serta para pelajar.

Melalui peringatan ini, Pemkab Tapanuli Selatan berharap semangat Sumpah Pemuda terus menjadi landasan dalam membangun generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan peduli terhadap sesama, sekaligus memperkuat persatuan serta komitmen bersama mewujudkan Tapanuli Selatan yang lebih maju dan sejahtera. (Nurdin Nasution)

 

Rimbunnews.com – Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan jajaran Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat dan Sumatera Utara di Kantor Sekretariat INTI Sumut, Kompleks CBD Polonia, Medan, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat persatuan, serta merawat kebinekaan di Sumatera Utara.

Kapolda Sumut tiba di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB bersama rombongan yang terdiri atas Wakapolda Sumut, Dirbinmas Polda Sumut, Kabid Humas Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, dan Kapolrestabes Medan. Kedatangan rombongan disambut Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin, Ketua PD INTI Sumut Janlie, S.E., Ak., serta jajaran pengurus INTI dan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ketua PD INTI Sumut Janlie menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Sumut beserta rombongan. Ia menjelaskan bahwa INTI merupakan organisasi yang mengedepankan nilai kebangsaan dan pluralisme, serta tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu.

“Organisasi kami tidak hanya terdiri dari satu agama atau suku tertentu, tetapi berasal dari beragam latar belakang. Semangat kebangsaan dan pluralisme menjadi bagian penting dalam organisasi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum INTI Pusat Dr. Indra Wahidin menyampaikan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dengan Kapolda Sumut. Ia juga menjelaskan bahwa INTI didirikan pada 1999, setelah peristiwa kerusuhan 1998, dengan membawa semangat kebangsaan dan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menegaskan bahwa menjaga keamanan dan persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami memohon dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Sonny.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat kekompakan, serta melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Masyarakat diharapkan saling mengingatkan agar menggunakan helm, mematuhi marka jalan, tidak melawan arah, serta mengenakan sabuk pengaman saat berkendara.

“Polri tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” katanya.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua PC INTI Medan Syafii Salim, Ketua PC INTI Binjai Erwin, Ketua PC INTI Serdang Bedagai Budi, S.E., Ketua Perempuan INTI Sylvia Wong Fong Lan, serta para ketua organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Sumatera Utara.

Pertemuan diakhiri dengan pertukaran plakat dan cenderamata sebagai simbol silaturahmi dan penguatan hubungan antara Polda Sumut dan keluarga besar INTI.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Karo – Personel Sikum Polres Karo melaksanakan penyuluhan hukum terkait Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional kepada ibu-ibu Bhayangkari Cabang Polres Karo di Aula Pur-pur Sage Polres Karo, Senin(24/10/2026).

Kegiatan. tersebut dilaksanakan oleh AKP Ridwan Sadono, S.H., bersama Brigadir Dianita A. Br Ginting, S.H., sebagai bagian dari Program Quick Wins 8.3 Kapolri tentang penyuluhan hukum kepada masyarakat.

Dalam penyuluhan tersebut, personel Sikum Polres Karo memberikan pemahaman mengenai KUHP Nasional, termasuk sejumlah perubahan ketentuan hukum dibandingkan dengan KUHP sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum peserta agar memahami batasan serta konsekuensi hukum dari setiap perbuatan yang melanggar peraturan perundang-undangan.

Kasikum Polres Karo, AKP Ridwan Sadono, S.H., menyampaikan bahwa penyuluhan hukum merupakan langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aturan yang berlaku.

“Melalui penyuluhan ini, kami berharap ibu-ibu Bhayangkari semakin memahami KUHP Nasional, mengetahui batasan-batasan hukum, serta memahami konsekuensi dari setiap perbuatan yang bertentangan dengan hukum. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk melindungi diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya.

Ia juga berharap para peserta dapat menjadi pelopor kepatuhan hukum di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kami berharap ibu-ibu Bhayangkari dapat menjadi contoh dalam menaati peraturan perundang-undangan serta turut membantu Polri memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat. Dengan demikian, kesadaran hukum dapat tumbuh mulai dari lingkungan keluarga,” tambahnya.

Penyuluhan berakhir dalam keadaan tertib dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, Polres Karo terus menguatkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam mewujudkan masyarakat yang sadar hukum, tertib, dan aman.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnewsmcom – Karo – Tak hanya mengandalkan penindakan, Satlantas Polres Karo terus menggencarkan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Memasuki hari kedua Operasi Patuh Toba 2026, personel Satlantas menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas melalui siaran radio dan edukasi langsung kepada pengendara di wilayah Kabanjahe, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 11.25 WIB tersebut dipimpin Kasat Lantas Polres Karo IPTU Feri P. M. Sigalingging, S.H., dengan menyasar pengemudi dan masyarakat pengguna jalan di wilayah hukum Polres Karo.

Sosialisasi dilaksanakan di dua lokasi, yakni Simpang Laudah Kabanjahe dan Radio Ersena FM Kabanjahe. Melalui kedua sarana tersebut, Satlantas Polres Karo berupaya menjangkau masyarakat secara lebih luas, baik melalui media elektronik maupun komunikasi langsung di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Karo IPTU Feri P. M. Sigalingging, S.H., menyampaikan bahwa edukasi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 guna membangun budaya tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.

“Melalui kegiatan ini, kami mengimbau masyarakat agar selalu disiplin dan berhati-hati saat berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar IPTU Feri P. M. Sigalingging.

Ia menjelaskan, sosialisasi melalui Radio Ersena FM dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) kepada masyarakat. Sementara itu, edukasi di Simpang Laudah Kabanjahe dilakukan secara langsung kepada pengemudi dan pengguna jalan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diarahkan untuk menghubungi Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian, termasuk ketika menghadapi situasi darurat di jalan raya, kecelakaan lalu lintas, maupun gangguan kemacetan yang memerlukan penanganan petugas.

Menurutnya, meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai aturan dan keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku berkendara, sehingga pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan, terutama kecelakaan yang berpotensi menimbulkan korban fatal.

Satlantas Polres Karo menegaskan bahwa Operasi Patuh Toba 2026 tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakst. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Karo – Belum cukup umur? Jangan turun ke jalan untuk mengemudikan kendaraan bermotor!

Mengendarai kendaraan bukan sekadar bisa mengemudi, tetapi juga membutuhkan usia yang cukup, kematangan, dan tanggung jawab dalam berlalu lintas.

Polres Karo mengimbau para orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur dan belum memenuhi persyaratan berkendara.

KESELAMATAN TIDAK BISA DITAWAR!

Mari bersama wujudkan budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Kegiatan memperingati 100 Buddhis Tamil Nusantara berlangsung sukses dan sangat luar biasa yang dilaksanakan di Selecta, Minggu 24 Oktober 2026.

Kenapa tidak, selain dihadiri oleh Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd. dan  jajaran pemerintah Kota Medan Rico Waas , Ketua DPRD Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan MPd.B juga dihadiri dari luar negeri yakni dari Singapore , Malaysia,   India dan Srilangka.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd. menyampaikan, jaringan komunitas Buddhis Tamil Nusantara yang berpusat di Sumatera Utara Kota Medan merupakan catatan sejarah sejak Tanah Deli Sejak abad 19, sejak itu juga menjadi bukti ketangguhan komunitas dalam merawat menjadi kualitas yang luhur .

Selama seratus tahun umat Buddhis Budha telah mampu meramu Buddhis Tamil menjadikan tradisi tersendiri dengan bahasa sendiri maupun institus tanpa kehilangan jatidirinya sebagai bangsa Indonesia yang kita cintai.

Supriadi juga mengatakan, izinkan kami dari Derjen bimas Buddha melihat dengan memberikan perhatian khusus kepada Buddhis yang ada di Sumatera Utara, kata Supriadi.

Supriadi mengakui sudah dua kali  mengikuti kegiatan besar Buddhis Tamil Nusantara, yakni kegiatan Waisak bersama Buddhis Tamil dan kegiatan memperingati 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara pada hari ini, kata Supriadi.

Supriyadi menyatakan bahwa perjalanan 100 tahun bukanlah waktu yang singkat. Peringatan ini bukan sekadar merayakan usia suatu perkumpulan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu.

Supriadi juga mengatakan momentum ini menjadi sarana menghargai nilai-nilai warisan masa lalu serta mengambil pembelajaran mengenai perjuangan, kebersamaan, kesetaraan, dan pengabdian.

Ketua Permabudhi Sumut Drs Wong Chun Sen Tarigan MPd.B  yang juga Ketua DPRD Medan sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan peringatan 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara.

Wong mengatakan, keberadaan masyarakat Tamil memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah Kota Medan, termasuk perkembangan Buddhadharma di kalangan masyarakat Tamil.

Wong  menyebut, gerakan Buddhis di kalangan etnis Tamil di Medan telah berkembang sejak sekitar tahun 1930 dengan adanya bantuan dari Ayothi Das Pandithar dari India. Sekitar dua dekade kemudian, komunitas tersebut mulai membangun tempat ibadah hingga akhirnya berdiri Wihara Loka Shanti sebagai salah satu tempat ibadah umat Buddha Tamil di Kota Medan.

Wong  berharap peringatan satu abad Buddhis Tamil Nusantara tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kerukunan, persatuan, serta penghargaan terhadap sejarah dan keberagaman masyarakat Kota Medan.

Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan, setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapat perhatian, menyampaikan aspirasi, dan berkontribusi dalam pembangunan kota.

“Medan untuk Semua, semua untuk Medan. Siapa pun warga Medan, karena setiap orang penting, setiap satu manusia itu penting,” kata Rico Waas saat menghadiri Peringatan 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara .

Ia menyebut, perbedaan tidak seharusnya menciptakan sekat dalam kehidupan masyarakat. Jika dimaknai dengan baik, keberagaman justru menghadirkan keharmonisan dan keindahan.

 Rico mengibaratkan Kota Medan sebagai taman yang ditumbuhi beragam bunga dengan warna berbeda. Taman yang hanya memiliki satu jenis bunga mungkin terlihat baik, tetapi perpaduan berbagai warna menghadirkan keindahan tersendiri.

“Karena ada perbedaan tersebut, kita kaya akan kebudayaan. Kita bisa saling mengerti,” tutur Wali Kota.

Dalam kegiatan yang dihadiri antara lain oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia Supriyadi, Pembina Masyarakat (Pembimas) Buddha Sumatera Utara, Sukasdi, dan Ketua Panitia 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara, Subramaniam itu.

 Rico Waas mengatakan, masyarakat Medan telah terbiasa hidup berdampingan dengan latar belakang yang berbeda. Hal itu terlihat dari kebiasaan mengenakan pakaian adat berbagai etnis hingga merayakan hari besar keagamaan, seperti Imlek, Deepavali, Idulfitri, Iduladha, dan Natal.

Keberagaman, lanjutnya, menjadi salah satu kekhasan Medan yang patut dibanggakan. Selain suku Batak, Karo, Jawa, Minang, Nias, Aceh, dan Tionghoa, Kota Medan juga memiliki masyarakat Tamil dengan sejarah panjang yang turut membentuk identitas kota.

“Berbahagialah kita yang memiliki perbedaan ini. Marilah kita merayakan perbedaan ini. Marilah perbedaan itu menyatukan kita dan saling menghormati satu dengan yang lain,” jelasnya.

 Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia Drs. Supriyadi, M.Pd. Pembina Masyarakat (Pembimas) Buddha Sumatera Utara, Sukasdi, SE MA, Ketua Permabudhi Sumut Drs Wong Chun Sen Tarigan MPd.B  yang juga Ketua DPRD Medan, Ketua MARTRISIA Komda Sumut, Budi Malem Smt, Rames Kumar Penyelenggara Buddha Deli Serdang,  Gunawan, SE., MM Penyelenggara Buddha Kota Pematangsiantar,serta Ketua Komunikasi Buddha lainnya dan Ketua Panitia 100 Tahun Buddhis Tamil Nusantara, Subramaniam .

Selain itu juga dihadiri para Buddhis Tamil yang ada dari luar negeri yakni dari Singapore , Malaysia,   India dan Srilangka. ( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., mendorong masyarakat semakin cerdas mengelola keuangan, berani mengembangkan usaha produktif, serta memahami investasi yang legal dan rasional. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi, Business Matching, dan Edukasi Keuangan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 sekaligus meresmikan Galeri Investasi Pasar Modal di Aula Sarasi, Lantai III, Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Akses Keuangan Meningkat, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera” tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia, perbankan, dan pelaku industri jasa keuangan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, serta membuka peluang investasi yang aman dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan mengapresiasi kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang terus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa luasnya akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak terjebak dalam investasi ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan.

“Dalam berinvestasi, saya selalu menekankan dua hal, yakni logis dan legal. Kalau ada yang menawarkan keuntungan terlalu tinggi dan tidak masuk akal, masyarakat harus waspada. Setelah itu, pastikan lembaga dan produk investasinya legal serta memiliki izin dari otoritas yang berwenang,” tegasnya.

Menurut Gus Irawan, edukasi keuangan menjadi semakin penting di tengah dinamika perekonomian dan gejolak pasar modal. Masyarakat harus mampu membedakan peluang investasi yang sehat dengan penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak realistis. Karena itu, ia berharap Galeri Investasi Pasar Modal yang diresmikan tersebut tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, ASN, dan pelaku usaha.

“Jangan berhenti pada peresmian. Saya berharap galeri investasi ini benar-benar hidup, menjadi tempat belajar, menambah wawasan, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal pasar modal secara benar,” ujarnya.

Bupati juga berbagi pengalaman pribadinya di sektor perbankan dan pasar modal. Ia menekankan bahwa investasi harus dipahami secara matang, disesuaikan dengan kemampuan keuangan, serta tidak dilakukan secara spekulatif atau menggunakan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan pokok.

Ia turut mengingatkan pentingnya diversifikasi investasi atau tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen saja. Menurutnya, pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif investasi jangka panjang, tetapi masyarakat tetap harus memahami risiko dan karakteristik setiap produk sebelum mengambil keputusan.

Selain mendorong literasi investasi, Gus Irawan menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus memberikan manfaat nyata bagi sektor produktif, terutama pertanian yang menjadi tumpuan kehidupan sebagian besar masyarakat Tapanuli Selatan.

Ia menjelaskan bahwa lebih dari 70 persen masyarakat Tapsel menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Karena itu, pemerintah daerah terus mengembangkan program pertanian terintegrasi dengan peternakan, sekaligus menjembatani petani agar memperoleh pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumut.

Dalam upaya pemulihan pascabencana, Tapanuli Selatan memasuki tahun pertama rehabilitasi dan rekonstruksi pada 2026. Salah satu dukungan yang diberikan ialah fasilitas KUR dengan bunga nol persen pada tahun pertama, sehingga petani memiliki ruang lebih besar untuk memulihkan usaha dan meningkatkan produktivitas.

Pemerintah daerah juga melibatkan penyuluh pertanian lapangan sebagai penghubung antara petani dan perbankan. Selain itu, PT Tapanuli Selatan Membangun (TSM) dilibatkan sebagai off-taker untuk membantu menjamin penyerapan hasil panen jagung petani binaan.

“Petani yang sebelumnya mungkin tidak pernah membayangkan bisa mengakses pembiayaan perbankan, sekarang kita jembatani melalui penyuluh pertanian dan Bank Sumut. Kita ingin akses keuangan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama petani dan pelaku usaha produktif,” ungkapnya.

Gus Irawan juga meminta dukungan OJK dan lembaga jasa keuangan agar model pembiayaan tersebut dapat diperluas. Menurutnya, akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau, disertai pendampingan dan kepastian pasar, dapat menjadi penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan inklusi keuangan tidak cukup diukur dari banyaknya masyarakat yang terhubung dengan lembaga keuangan, tetapi juga dari kemampuan mereka memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution, menyampaikan bahwa Galeri Investasi Pasar Modal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan galeri investasi ketiga yang dibentuk di lingkungan pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Ia berharap keberadaan galeri tersebut dapat memperluas penyebaran informasi dan edukasi pasar modal, khususnya bagi pelaku UMKM, mahasiswa, pelajar, ASN, serta masyarakat umum.

Menurut Pintor, pasar modal bukan hanya milik kelompok masyarakat tertentu. Setiap orang dapat mempelajarinya dan berkesempatan menjadi investor sepanjang memahami mekanisme, ketentuan, serta risiko yang menyertainya.

Ia juga memperkenalkan aplikasi resmi BEI, IDX Mobile, sebagai sarana bagi masyarakat untuk mempelajari perkembangan pasar modal, memantau informasi pasar, dan mengenal mekanisme investasi melalui fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Pintor menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, regulator, perusahaan sekuritas, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan dunia usaha agar edukasi pasar modal dapat berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan seremonial.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Gus Irawan bersama para pemangku kepentingan juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia tentang penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa di bidang pasar modal.

Selain itu, dilakukan penyerahan KUR secara simbolis kepada sejumlah kelompok tani dan pelaku usaha. Penerima yang tercantum dalam laporan kegiatan meliputi Kelompok Tani Cinta Damai untuk komoditas jagung sebesar Rp50 juta, Kelompok Tani Suka Bersama sebesar Rp84,5 juta, serta sejumlah penerima KUR ritel dan kelompok usaha lainnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, H. Sofyan Adil Siregar, SP., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan BIK 2026 bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal yang aman, mudah, terjangkau, dan sesuai kebutuhan.

Kegiatan tersebut juga dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan penyedia pembiayaan, memberikan pemahaman tentang produk perbankan dan investasi, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, regulator, lembaga jasa keuangan, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami persyaratan pembiayaan, mengenali investasi legal, dan memanfaatkan layanan keuangan untuk mengembangkan usaha produktif.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, perwakilan OJK Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, BEI Sumatera Utara, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, jajaran PT Bank Sumut, pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat, perwakilan perbankan, pelaku UMKM, kelompok tani, mahasiswa, pelajar, serta unsur perguruan tinggi dan dunia usaha.

Dengan peresmian Galeri Investasi Pasar Modal dan penguatan akses pembiayaan tersebut, Pemkab Tapanuli Selatan berharap peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi, produktif, dan sejahtera. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com – Sergai – Menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui layanan Call Center 110, Satres Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) mengamankan tiga pria yang diduga terkait penyalahgunaan narkotika di Dusun V, Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Minggu (25/10/2026).

Ketiga pria tersebut masing-masing berinisial LS (25), RN (27), dan HS (30), yang diketahui berdomisili di Kecamatan Sei Bamban.

Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat pada Sabtu (24/10/2026), sekitar pukul 19.52 WIB, mengenai dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di sebuah rumah di Desa Sei Belutu.

Laporan tersebut diterima operator Call Center 110, kemudian diteruskan ke Satres Narkoba Polres Sergai untuk ditindaklanjuti.

Unit 1 Satres Narkoba yang dipimpin Kanit 1 IPDA Budi melakukan profiling, penyelidikan, serta pengumpulan bahan keterangan di lokasi.

Pada Minggu (25/10/2026), petugas mendatangi rumah milik LS dengan didampingi Kepala Dusun V. Di lokasi, petugas mendapati ketiga pria tersebut berada di ruang tamu.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti di dalam lemari plastik di salah satu kamar, di antaranya tiga butir pil diduga ekstasi dengan berat bruto 2,17 gram dan satu bungkus plastik klip transparan diduga berisi sabu dengan berat bruto 0,93 gram.

Selain itu, turut diamankan satu alat hisap sabu (bong), dua kaca pirex, satu mancis yang telah dirakit, serta beberapa plastik klip transparan kosong.

Ketiga pria beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Kantor Satres Narkoba Polres Sergai untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Respons Cepat Aduan Masyarakat

Dalam doorstop pers, Senin (26/10/2026), Kasi Humas Polres Sergai AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., didampingi Kasatres Narkoba AKP Erikson David, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian atas laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif membantu pemberantasan peredaran gelap narkotika dengan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110 Polres Sergai.

Dalam perkara ini, ketiga pria tersebut disangkakan melanggar Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Hingga berita ini disusun, ketiganya masih berstatus terduga. Proses pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut dilakukan oleh Satres Narkoba Polres Sergai.(Mabhirink Gutul)