RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews.com – Sibolangit – Wujud sinergitas TNI-Polri dalam pemberantasan narkotika terus ditunjukkan di wilayah Kecamatan Sibolangit. Personel Polsek Pancur Batu bekerja sama dengan Koramil 03 Sibolangit melaksanakan kegiatan penggerebekan dan pembersihan lokasi yang diduga menjadi tempat penanaman ganja di Dusun II, Desa Ketangkuhen, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi, S.H., bersama personel Polsek Pancur Batu, personel Koramil 03 Sibolangit serta perangkat Desa Ketangkuhen.

Sebelum menuju lokasi, pada pukul 08.00 WIB, personel bersama Kepala Desa Ketangkuhen terlebih dahulu berkumpul di Kantor Desa untuk melaksanakan mapping dan menentukan lokasi yang akan dituju.

Selanjutnya, sekitar pukul 12.00 WIB, personel gabungan bersama Kepala Desa dan Kepala Dusun II Desa Ketangkuhen bergerak menuju lokasi yang berada di area perladangan.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, personel gabungan Polsek Pancur Batu bersama Koramil 03 Sibolangit dan perangkat desa menemukan beberapa batang tanaman yang diduga ganja. Selain itu, turut ditemukan daun yang diduga ganja dalam keadaan kering.

Dari hasil kegiatan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa sejumlah batang dan daun yang diduga ganja untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Selain mengamankan barang bukti, personel gabungan juga melaksanakan penertiban dan pembersihan terhadap lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat aktivitas penanaman maupun kegiatan yang berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kegiatan pembersihan dan penertiban selesai dilaksanakan sekitar pukul 18.00 WIB. Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.

Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah desa dan masyarakat dalam bersama-sama melakukan upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Sinergitas Polsek Pancur Batu bersama Koramil 03 Sibolangit diharapkan semakin memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menutup ruang bagi segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Sibolangit. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com –  Deli Serdang – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kec. STM Hulu mengakibatkan bencana tanah longsor di Dusun II Desa Tiga Juhar kec. STM HULU Kab. Deli Serdang sekira pukul 02.30 wib pada Selasa (08/9/26) pagi.

Akibat dari tanah lonngsor tersebut jembatan titi putus tidak bisa dilalui baik kendaraan roda 2 dan 4 yang mengakibatkan jalan Provinsi Sumut terputus dan jalan tersebut merupakan jalan penghubung dari Kecamatan STM Hulu – Kec STM Hilir – Kec Deli Tua.

Merespons kondisi tersebut, Polresta Deli Serdang langsung bergerak cepat melalui Polsek STM Hulu untuk membantu bahu membahu bersama perangkat Desa serta masyarakat membuat rambu rambu dan tali pembatas agar masyarakat mengetahui adanya longsor dan sekaligus mempercapat mengaktifkan jalur alternatif agar masyarakat bisa beraktifitas normal.

Dilain tempat Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si melalui Plt Kapolsek STM Hulu Iptu Ramot Tampubolon menjelaskan bahwa longsong ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi sehingga air dari irigasi dan pemukiman masyarakat meluap mengalir ke jembatan Titi Putus sehingga mengikis Tanah.

“Saat ini petugas bersama dengan masyarakat sedang berusaha mengaktifkan kembali jalur altrnatif sehingga aktifitas warga kembali normal dan kita sedang berkomunikasi dengan instansi terkai untuk bisa dilakukan perbaikan terhadap jembatan titi putus”Tegas Kapolsek. (Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Ketua Tridharma Komda Sumut , Budi Malem Smt didampingi Bendahara Tridharma Komda Sumut, Setiawati Isah bersama  pengurus Cetiya NIVASA Yen Valensia Hadiri Acara Pho Tho  di Vihara  Raja Delapan Langit Jalan Bunga Raya III Gang Saudara no. 64 Kelurahan Asam kumbang Kecamatan Medan Selayang Medan, Rabu , 08 September  2026.

Kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut bersama tim disambut hangat oleh pengelola Vihara Raja Delapan Langit , Tan Gek Hiok .

Tan Gek Hiok mengatakan, kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut merupakan penghargaan besar bagi pengurus Vihara Raja Delapan Langit untuk perkembangan rumah ibadah tersebut ke depan, kata Tan Gek Hiok.

Pengelola Vihara Raja Delapan Langit , Tan Gek Hiok menyampaikan, acara Pho Tho atau Sembahyang Rebutan / Cioko merupakan ritual persembahan masyarakat Tionghoa untuk mendoakan arwah leluhur serta roh-roh yang tidak memiliki keluarga, kata Tan Gek Hiok didampingi Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem.

Lebih lanjut Tan Gek Hiok  mengatakan, sembahyang ini dilakukan pada bulan ketujuh penanggalan imlek atau biasanya mencapai puncak pada hari ke-15.

Karena berdasarkan kepercayaan, pada bulan ini gerbang akhirat terbuka agar para arwah dapat berkunjung ke dunia manusia, jelas Tan Gek Hiok.

Tujuan dari sembahyang ini untuk mengirimkan doa agar arwah leluhur atau roh terlantar mendapat ketenangan dan jalan menuju alam baka.

Biasanya sembahyang ini dengan menyiapkan meja berisi makanan, buah, hingga replika pakaian dan harta benda dari kertas yang kemudian dibakar sebagai simbol bekal bagi para arwah.

Di beberapa kelenteng atau vihara, ritual ini juga diisi dengan pembagian beras atau paket sembako kepada warga kurang mampu sebagai wujud amal kebajikan.

Budi Malem Smt sangat mengapresiasi kegiatan Pho Tho yang diselenggarakan Vihara Raja Delapan Langit, karena kegiatan ini merupakan salah satu untuk melestarikan budaya Tionghoa, dimana kegiatan ini adalah ritual persembahan masyarakat Tionghoa untuk mendoakan arwah leluhur serta roh-roh yang tidak memiliki keluarga.

Budi berharap anggota PTITD-SI 67 dan MARTRISIA turut melestarikan budaya Tionghoa agar tidak punah kedepannya, kata Budi .

Kegiatan Pho Tho ini juga dilaksanakan penyaluran sembako kepada  masyarakat kurang mampu disekitar Vahara dan diakhiri dengan makan bersama. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com, Jakarta — Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, menyoroti banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Penrad meminta pemerintah tidak hanya bergerak ketika bencana terjadi, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor penyebab banjir yang terus berulang setiap musim hujan.

Menurutnya, banjir harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola lingkungan, sistem drainase, serta memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan.

“Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi, masyarakat kembali menjadi korban. Ini menunjukkan ada persoalan yang harus diselesaikan secara serius, bukan hanya penanganan darurat ketika banjir sudah terjadi,” ujar Penrad.

Senator asal Sumatra Utara itu menilai, persoalan banjir tidak bisa hanya disebabkan oleh faktor cuaca. Ada berbagai aspek yang harus menjadi perhatian, seperti kondisi daerah aliran sungai (DAS), berkurangnya kawasan resapan air, hingga pembangunan yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan.

“Air selalu mencari jalannya. Kalau kawasan resapan berkurang, sungai menyempit, dan tata ruang tidak dikendalikan dengan baik, maka dampaknya masyarakat yang paling merasakan,” katanya.

Penrad juga meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak, seperti Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Langkat, segera memperkuat langkah mitigasi bencana.

Langkah tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui perbaikan infrastruktur pengendali banjir, pembenahan drainase, serta penguatan sistem peringatan dini bagi masyarakat.

Anggota Komite I DPD RI ini menegaskan, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana.

“Pemerintah harus hadir memastikan warga yang terdampak mendapatkan perlindungan, bantuan, dan penanganan yang cepat. Namun lebih dari itu, pemerintah harus mencari akar persoalannya agar banjir tidak menjadi siklus yang terus berulang,” tegas Penrad.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara mencatat banjir terjadi di sejumlah wilayah akibat hujan deras. Di Kota Medan, ratusan rumah terendam, sementara di Kabupaten Langkat ribuan kepala keluarga terdampak akibat meningkatnya debit air sungai.

Penrad menilai penanganan banjir harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga masyarakat tidak terus menjadi pihak yang paling dirugikan ketika bencana hidrometeorologi terjadi.[]

 

Rimbunnews.com –  Medan – Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara menggelar Sosialisasi Pengendalian Mutu Pelayanan KB sekaligus Penguatan Komitmen Penggerakan Sistem Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026, di Hotel Santika Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti sebanyak 50 peserta serta melibatkan 33 OPD KB kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen, koordinasi, dan pemahaman lintas sektor dalam meningkatkan mutu pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR), sekaligus memperkuat sistem tata kelola alat dan obat kontrasepsi (alokon).

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Ari Armawan, S.Kom., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Ari menyampaikan bahwa peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMN Tahun 2025–2029, khususnya agenda transformasi sosial melalui tujuan pembangunan Indonesia Emas “Kesehatan untuk Semua”. Dalam mendukung agenda tersebut, diperlukan kebijakan keluarga berencana yang komprehensif, peningkatan pemahaman masyarakat, serta jaminan akses dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang merata.

“Program KB bertujuan untuk mengatur kehamilan, menjaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak, meningkatkan akses dan kualitas informasi, konseling dan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, serta sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia,” ujar Ari.

Menurut Ari, keberhasilan program KB membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dalam memastikan ketersediaan alat dan obat kontrasepsi. Ketersediaan alokon menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin pelayanan KB yang berkualitas dan berkesinambungan bagi masyarakat.

“Pelayanan yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila setiap fasilitas pelayanan kesehatan memperoleh pasokan alokon yang tepat jenis, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Karena itu, tata kelola alokon harus kita perkuat bersama,” tegasnya.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pengelolaan alokon secara terintegrasi, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan hingga pemantauan dan evaluasi. Pengelolaan yang baik diperlukan untuk menjaga ketersediaan alokon sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan KB di setiap wilayah dapat terpenuhi.

Namun, pengelolaan alokon masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain ketidakseimbangan stok antarwilayah, risiko kekosongan stok (stockout) maupun kelebihan stok (overstock), serta perlunya peningkatan pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan. Kondisi geografis Sumatera Utara yang beragam juga memerlukan sistem distribusi yang lebih adaptif agar ketersediaan alokon di fasilitas pelayanan kesehatan tetap terjaga.

Selain penguatan tata kelola alokon, pemerintah juga terus mendorong peningkatan mutu pelayanan KB. Komitmen tersebut dituangkan melalui Keputusan Bersama Empat Kementerian/Lembaga Tahun 2026 tentang Pengendalian Mutu Pelayanan KB, yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kemendukbangga/BKKBN, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Keputusan bersama tersebut menjadi panduan bagi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan pengendalian mutu pelayanan KB. Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pelayanan KB diharapkan semakin terstandar, aman, berkualitas, dan dapat diandalkan.
“Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kolaborasi, serta membangun sistem pelayanan KB yang semakin baik di Sumatera Utara,” kata Ari.

Melalui kegiatan ini, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan alokon mulai dari perencanaan kebutuhan, penyediaan, penyimpanan, pendistribusian, penggunaan dalam pelayanan kontrasepsi, pencatatan dan pelaporan hingga pemantauan dan evaluasi.

Pada akhir kegiatan, peserta melakukan pembahasan Instrumen Tata Kelola Alokon serta penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil pembahasan diharapkan dapat memperkuat kebijakan, sistem, dan penggerakan tata kelola alokon di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota serta mendukung terwujudnya pelayanan KB yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan di Sumatera Utara.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Belawan – Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar berhasil diamankan bersama dua paket sabudi wilayah Kabupaten Deli Serdang.

Pelaku berinisial W (42), warga Jalan Gotong Royong Dusun IV A Pasar 7, Desa Manunggal, diamankan pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai sering terjadinya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kawasan tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, personel Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan W yang saat itu berada di pinggir jalan.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 2,08 gram. Selain itu, turut diamankan satu plastik klip kosong, satu pipet berujung runcing, dua unit handphone masing-masing merek Vivo warna biru dan Hammer warna hitam serta uang tunai Rp40.000.

Dari hasil pemeriksaan awal, W mengakui bahwa barang bukti sabu tersebut merupakan miliknya. Pelaku juga mengaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp100.000 dari setiap gram sabu yang berhasil dijual kepada orang lain.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M., SIK., melalui Kasat Narkoba AKP A.R. Riza, SH., MH., membenarkan pengungkapan tersebut.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Hasilnya, personel berhasil mengamankan satu orang yang diduga sebagai pengedar serta menyita dua paket sabu,” ujar AKP A.R. Riza.

Kasat Narkoba menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lainnya.

“Kami akan terus melakukan pengembangan dan tidak berhenti pada satu pelaku. Setiap informasi masyarakat terkait peredaran narkotika akan kami tindak lanjuti sebagai upaya memberantas narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,” tegasnya.

Saat ini pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Karo – Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan dan transaksi narkotika, Satresnarkoba Polres Karo menggelar Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Desa Kandibata, Dusun III, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kasatresnarkoba Polres Karo AKP Joni H. Pardede, S.H., bersama Kanit II Satresnarkoba Ipda Henry Damanik, S.H., serta personel Satresnarkoba Polres Karo.

Dalam pelaksanaan GSN, petugas turut didampingi perangkat Desa Kandibata, yakni Kadus III Jerry Barus, Kadus V Hardianta Pelawi, dan Kasi Pemerintahan Eifel Sinulingga.

Petugas menyisir lokasi yang diduga menjadi barak tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika, tepatnya di kawasan perbatasan Desa Kandibata dengan Desa Sukarame. Namun, saat penggerebekan dilakukan, petugas tidak menemukan orang maupun barang bukti yang berkaitan dengan narkotika.

Meski demikian, sebagai langkah pencegahan agar lokasi tersebut tidak kembali digunakan untuk aktivitas terlarang, personel Satresnarkoba bersama perangkat desa kemudian menghancurkan dan membakar bangunan yang diduga menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika tersebut.

Kasatresnarkoba Polres Karo AKP Joni H. Pardede, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat sekaligus bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Karo.

Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasatresnarkoba AKP Joni H. Pardede, mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya memberantas peredaran narkotika. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujarnya. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu turun langsung menyambangi sejumlah desa di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (5/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat secara langsung kondisi infrastruktur dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di tingkat desa.

Dalam kunjungan itu, Bupati Tapsel didampingi Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, Sekretaris Daerah Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, Anggota DPRD Tapsel, serta beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sejumlah desa yang dikunjungi di antaranya Desa Dolok Sordang, Desa Dolok Sordang Julu Dusun Janji Lobi, Desa Pahae Aek Sagala Dusun Sigiring-giring Lombang, serta Desa Pangaribuan.

Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut masyarakat dan perangkat desa. Dalam setiap pertemuan, Bupati memberikan kesempatan kepada kepala desa, kelompok tani maupun masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama berkaitan dengan akses jalan, irigasi, pertanian dan pengembangan komoditas perkebunan.

Di Desa Dolok Sordang, salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat adalah kondisi jalan yang menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bupati mengatakan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengecek langsung sejumlah koridor jalan yang sedang maupun telah menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur tahun 2026.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan menentukan skala prioritas.
“Secara bertahap, karena kemampuan keuangan kita juga sangat terbatas,” ujar Gus Irawan.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari besarnya dampak bencana yang melanda Tapanuli Selatan pada 25 November 2025. Untuk mengembalikan kondisi daerah seperti sebelum bencana, kebutuhan penanganannya mencapai lebih dari Rp2,7 triliun.
Beban pemulihan tersebut, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya berupaya memulihkan infrastruktur yang rusak, tetapi juga secara bertahap membuka dan memperbaiki konektivitas antardesa agar mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya produksi pertanian.

Selain jalan, persoalan irigasi juga menjadi perhatian. Warga menyampaikan bahwa sumber air untuk lahan pertanian masih tersedia, namun saluran irigasi mengalami kerusakan sehingga distribusi air belum maksimal, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Bupati kemudian meminta OPD terkait untuk meninjau kondisi irigasi tersebut dan melihat kemungkinan dilakukan optimalisasi.

Menurutnya, ketersediaan irigasi sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian masyarakat.

Dalam pertemuan dengan masyarakat, Gus Irawan juga mendorong agar potensi lahan pertanian di Kecamatan Sipirok dikembangkan dengan pola tanam yang lebih produktif.

Ia menyebut integrasi sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat perekonomian masyarakat setelah terdampak bencana.

Salah satu yang didorong adalah pola tumpang sari kopi dengan jagung.
Menurutnya, tanaman kopi membutuhkan waktu cukup panjang hingga menghasilkan, sementara jagung dapat dipanen dalam waktu relatif lebih singkat. Dengan pola tersebut, petani diharapkan tetap memperoleh pendapatan sambil menunggu tanaman kopi memasuki masa produktif.
“Kalau ada tanaman jagung, sekitar empat bulan sudah ada hasilnya, sehingga lahan bisa lebih produktif,” ujarnya.

Ia meminta Dinas Pertanian Tapsel bersama kelompok tani mengkaji penerapan pola tanam tersebut di sejumlah lokasi.
“Beberapa tempat akan kita buat pola seperti itu. Intinya, harapannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam kunjungan ke Desa Dolok Sordang Julu, Dusun Janji Lobi, Bupati beserta rombongan juga meninjau program pengembangan kopi yang akan dilaksanakan kelompok tani setempat.

Program tersebut mendapat dukungan melalui penyaluran bibit kopi Arabika untuk lahan seluas sekitar 15 hektare dengan jumlah mencapai 15.000 batang atau sekitar 1.000 bibit per hektare.

 

WhatsApp Image 2026-09-06 at 13.17.00.jpeg
Kadis Pertanian menjelaskan, bibit kopi Arabika tersebut diperuntukkan bagi lahan yang memenuhi persyaratan teknis, termasuk berada pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petani diminta segera melakukan penanaman karena lahan yang telah dipersiapkan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.

Selain bantuan bibit, petani juga memperoleh dukungan biaya Hari Orang Kerja (HOK) untuk mendukung proses penanaman, termasuk persiapan lahan dan pembuatan lubang tanam.

Bupati meminta bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Ia mengingatkan kelompok tani agar terlebih dahulu menanam dan memelihara tanaman kopi dengan baik sehingga program tersebut dapat memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.

“Tidak hanya dibantu bibit, tetapi juga ada dukungan biaya kerja. Tujuannya supaya tanaman ini lebih terjamin keberhasilannya,” kata Gus Irawan.

Di Desa Pahae Aek Sagala, khususnya Dusun Sigiring-giring Lombang, Bupati kembali menekankan pentingnya pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan masyarakat Sipirok.
Pada lokasi tersebut, pemerintah menyerahkan dukungan bibit kopi kepada masyarakat melalui kelompok tani.

Bupati menyebut pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman semata. Ke depan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi dan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar.

Menurutnya, kopi Sipirok memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara serius, mulai dari budidaya, perawatan, panen hingga pengolahan.
“Kita ingin para petani kopi mendapatkan nilai tambah yang lebih baik dan lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk menjaga kualitas tanaman dan disiplin menjalankan seluruh tahapan perawatan.
“Harus betul-betul disiplin dalam melakukan semua tahapan, termasuk perawatan dan seterusnya,” pesan Gus Irawan.

Bupati menegaskan, berbagai program bantuan yang diberikan pemerintah pada akhirnya bukan sekadar pembangunan fisik maupun penyaluran bantuan, tetapi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia meminta kelompok tani menjaga komitmen agar program pengembangan kopi maupun pertanian lainnya benar-benar berhasil.

Jika program tersebut berhasil, pemerintah daerah akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengembangkan pola serupa di desa-desa lainnya.

“Kalau ini berhasil, pemerintah tentu akan semakin bersemangat untuk mengembangkan program-program serupa. Intinya adalah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau.

Ia menyebut sejumlah daerah di Indonesia mengalami kebakaran pada musim kemarau, baik kebakaran lahan maupun permukiman.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghindarkan kebakaran,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah bersama aparat akan berupaya membantu masyarakat apabila terjadi musibah, namun pencegahan tetap menjadi hal yang sangat penting.

Gis Irawan juga menyampaikan bahwa kunjungan ke sejumlah desa di Kecamatan Sipirok juga menjadi kesempatan bagi Bupati untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Gus Irawan menegaskan, pembangunan tidak dapat hanya dilihat dari sisi infrastruktur, tetapi harus memiliki dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Ujung dari pembangunan adalah kesejahteraan. Karena itu, program-program yang kita jalankan harus benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kunjungan langsung ke desa-desa tersebut, Pemkab Tapsel berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat semakin kuat, terutama dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus membangun fondasi ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com, Sukatepu— Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengungsi akibat dampak erupsi Gunung Sinabung.

Bantuan yang diserahkan sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat tersebut terdiri dari 300 buah matras, 200 paket sembako, 150 paket hygiene kit, 300 buah selimut, serta 1.000 kotak masker.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Ivan selaku Unsur Pengarah BNPB, Dr. Kheriawan selaku Kapusdiklat BNPB, Dr. Agus Wibowo selaku Direktur Sistem BNPB, Sri Wahyuni Pancasila Wati, Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumatera Utara, serta Gelora Sembiring selaku Sekretaris BPBD Kabupaten Karo.

Bupati Karo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan BNPB dan seluruh pihak dalam membantu masyarakat Kabupaten Karo yang terdampak erupsi Gunung Sinabung. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi selama berada di lokasi pengungsian.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan trauma healing oleh Tim Trauma Healing Polda Sumatera Utara, khususnya bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan psikologis dan menciptakan suasana yang lebih nyaman serta menyenangkan, sehingga anak-anak dapat mengurangi rasa takut dan trauma akibat bencana erupsi.

Pemerintah Kabupaten Karo bersama seluruh unsur terkait terus berkoordinasi dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi serta memberikan perlindungan dan pendampingan selama masa tanggap darurat.

(Kominfo)

 

Rimbunnews.com, KARO– Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menerima kunjungan silaturahmi sekaligus peninjauan lokasi pengungsian dari jajaran DPD Partai Gerindra Sumatera Utara di Posko Pengungsian Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang mengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung. Kehadiran jajaran DPD Gerindra Sumut menjadi bentuk kepedulian dan dukungan terhadap penanganan warga terdampak di tengah situasi darurat.

Bupati Karo menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Gerindra Sumut beserta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat pengungsi.

“Pemerintah Kabupaten Karo sangat mengapresiasi sinergi dan kepedulian dari DPD Partai Gerindra Sumut. Kehadiran dan bantuan ini tentu sangat berarti untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang saat ini tengah berada di posko pengungsian Desa Sukatepu,” ujar Antonius Ginting.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam penanganan masyarakat terdampak aktivitas Gunung Sinabung. Pemkab Karo terus melakukan pemantauan kondisi gunung api serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang berada di lokasi pengungsian dapat terpenuhi.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPD Partai Gerindra Sumut dipimpin Ketua DPD Gerindra Sumut sekaligus Anggota DPR RI, H. Ade Jona Prasetyo, S.H., M.H., M.M., bersama Sekretaris DPD Gerindra Sumut sekaligus Anggota DPR RI, Dr. H. Sugiat Santoso, S.E., M.S.P., Bendahara DPD Gerindra Sumut Meriyawaty Amelia Prasetio, serta sejumlah pengurus, anggota legislatif, relawan dan simpatisan.

Turut hadir Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Anggota DPRD Sumut Luhut Simanjuntak, S.E. dan Kiki Handoko Sembiring, serta Ketua Karang Taruna Provinsi Sumut Bonauli Rajagukguk, S.H. Hadir pula jajaran ketua sayap Partai Gerindra Sumut dan relawan.

Dari unsur Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Karo, kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani br Tarigan, Wakil Ketua DPRD Karo Imanuel Sembiring, S.T., serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Karo.

Selain itu, hadir Kepala Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi Medan Donal Simanjuntak, Ketua APINDO Kabupaten Karo Daulatta Ras Ginting, Camat Simpang Empat, Camat Naman Teran, Kepala Desa Kuta Tengah, Kepala Desa Sukatepu, serta masyarakat dan warga yang berada di posko pengungsian.

Pemkab Karo menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dalam menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Pemantauan kondisi di lapangan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi bagian penting dalam penanganan situasi tersebut.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, partai politik, relawan dan masyarakat, diharapkan kebutuhan warga terdampak dapat terus terpenuhi serta penanganan pengungsian berjalan secara terkoordinasi.(*).