RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews.com – Karo – Unit Reskrim Polsek Berastagi mengungkap kasus pencurian tandon air milik warga di Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial DG (37) dan FE (29).

Kapolsek Berastagi AKP Dedy S. Ginting, S.H., M.H., menjelaskan, kasus pencurian tersebut diketahui pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Korban berinisial EET (32), seorang wiraswasta, kehilangan tandon air yang berada di ladangnya.

Peristiwa itu bermula ketika korban mendatangi ladangnya di kawasan Lau Sumbul, Desa Merdeka, pada Sabtu (3/10/2026). Setibanya di lokasi, korban mendapati tandon air yang sebelumnya ditutupi menggunakan tenda sudah tidak berada di tempatnya.

Korban bersama saksi kemudian melakukan pencarian di sekitar ladang, tetapi tandon tersebut tidak ditemukan. Sehari kemudian, korban kembali mengalami kehilangan tandon air di ladang yang berbeda. Merasa dirugikan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Berastagi.

Menindak lanjuti laporan itu, Kapolsek Berastagi memerintahkan Unit Reskrim melakukan penyelidikan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan satu unit mobil Toyota Kijang berwarna merah melintas pada malam hari dengan membawa tandon air di atas kendaraan tersebut.

Berdasarkan rekaman itu, petugas menelusuri kepemilikan kendaraan hingga mengarah kepada seorang warga Desa Rumah Berastagi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui mobil tersebut dikemudikan oleh anak pemiliknya, yakni DG.

Pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, Unit Reskrim Polsek Berastagi mengamankan DG di kawasan Tugu Perjuangan Berastagi. Dalam pemeriksaan, DG mengakui telah melakukan pencurian tandon air bersama FE.

Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Berastagi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Kijang berwarna merah dan satu buah tandon air.

Kapolsek Berastagi menyebutkan, kedua terduga pelaku diduga telah berulang kali melakukan pencurian di wilayah Desa Merdeka. Sementara itu, DG tidak dilakukan penahanan dalam perkara ini karena yang bersangkutan telah ditahan dalam perkara lain.

Atas perbuatannya, para terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kapolsek Berastagi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap barang-barang yang berada di ladang maupun lokasi perkebunan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com –  Karo – Menindak Lanjuti beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang personel Satresnarkoba Polres Karo memasuki lokasi tempat hiburan malam (THM) Amakot di Jalan Rakutta Brahmana, Kelurahan Lau Cimba, Kecamatan Kabanjahe, Polres Karo melakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap personel yang bersangkutan.

Pemeriksaan dilaksanakan oleh personel Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) bersama Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Karo pada Kamis (22/10/2026), sekitar pukul 11.50 WIB, setelah diketahui beredarnya video tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa urine personel tersebut negatif mengandung zat narkotika.

Waka Polres Karo Kompol Joni Sitompul, S.H, menjelaskan bahwa keberadaan personel tersebut di lokasi hiburan malam pada Selasa(13/10/2026) dini hari merupakan bagian dari pelaksanaan tugas operasional kepolisian.

Dikatakannya, personel tersebut sedang menjalankan kegiatan undercover atau penyamaran awal sebagai bagian dari persiapan sebelum pelaksanaan penggerebekan terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut didukung surat perintah tugas dan hasil pelaksanaan tugas di lapangan yang turut melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, Polres Karo bersama BNNK Karo kemudian menggelar Operasi Sarang Narkoba (OSN) di THM Amakot pada Rabu(14/10/2026) dini hari.

Dalam operasi yang dimulai sekitar pukul 01.00 WIB itu, petugas memeriksa 14 orang dewasa dan melakukan tes urine. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan enam orang positif terhadap satu atau lebih parameter zat yang diuji, sedangkan delapan orang lainnya dinyatakan negatif.

Enam orang dengan hasil positif tersebut masing-masing berinisial YT (24), KB (19), IB (45), BT (22), YT (23), dan RM (28). Hasil pemeriksaan awal menunjukkan indikasi kandungan metamfetamin (MET), amfetamin (AMP), dan/atau THC pada sampel urine mereka.

Sementara itu, delapan orang lainnya, yakni TS (31), PH (20), JN (18), JS (18), JP (20), ET (35), EGS (25), dan RYS (31), dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes urine awal.

Selanjutnya, seluruh orang yang diamankan dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Karo untuk menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Karo bersama BNNK Karo dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Melalui klarifikasi ini, Polres Karo menegaskan bahwa keberadaan personel di lokasi tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas operasional. Hasil tes urine yang dilakukan Sipropam dan Sidokkes juga menunjukkan hasil negatif terhadap zat narkotika.

Kompol Joni, juga menjelaskan komitmen Polres Karo dalam memberantas narkotika, ini dibuktikan dalam kurun periode tahun 2026 berjalan, Satresnarkoba telah mengungkap 169 kasus dengan 222 tersangka dan barang bukti sabu 337,77 gram, ganja 1.050,91 gr + 189 batang ganja, 260 butir (105,9 gram) ekstasi serta Vape Etomidate 30 buah

Polres Karo mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak serta mengedepankan informasi yang terverifikasi. Masyarakat juga diharapkan terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Karo.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com- Karo – Polres Karo mengikuti kegiatan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Tolak Narkoba secara daring melalui Zoom, Jumat (23/10/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolri dalam upaya memperkuat komitmen bersama memberantas peredaran gelap narkotika.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan di Aula Purpur Sage Mapolres Karo, dihadiri Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan mahasiswa.

Turut hadir Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan, Sekda Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M., Wakil Ketua DPRD Karo Imanuel Sembiring, Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe Paul Marpaung, S.H., M.H., Danyon 125/Simbisa Letkol Inf Hari Mughnii Nagara, S.E., M.H.I., serta Kepala BNNK Karo Kompol Sahrial, S.H., M.H.

Hadir pula Dansubdenpom Raya Kapten Cpm Sutanto Juliardi, perwakilan Moderamen GBKP Marhain Sembiring, perwakilan MUI Kabupaten Karo Ustad M. Yazid, Ketua NU Kabupaten Karo KH. Nasrullah Djamaludin, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Karo Ahmad Jhon Sikumbang, M.H., Ketua BKAG Kabupaten Karo Pdt. Andi Sastra Ginting, para pejabat utama Polres Karo, kapolsek jajaran, camat se-Kabupaten Karo, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan perwakilan mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diajak memperkuat sinergi dan menyatukan komitmen dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Deklarasi ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kepolisian dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir serta menunjukkan kepedulian terhadap upaya pemberantasan narkotika di Kabupaten Karo.

Ia menegaskan, Polres Karo akan terus berupaya memberikan pelayanan dan kinerja terbaik dalam penanganan tindak pidana narkotika, termasuk melalui langkah penegakan hukum dan upaya pencegahan di tengah masyarakat.

“Polres Karo akan terus berupaya memberikan yang terbaik dalam pemberantasan narkotika. Kami menyadari bahwa pelaksanaan tugas ini mungkin belum sempurna, tetapi kami akan terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerja,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh Polri semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, BNN, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, ia berharap sinergi lintas sektoral yang telah terjalin dapat terus diperkuat, sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap dukungan dari seluruh unsur lintas sektoral dan tentunya elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Dengan kebersamaan dan kepedulian kita semua, diharapkan Kabupaten Karo dapat semakin terbebas dari bahaya narkotika,” tutupnya. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) di perairan Sumatera Utara bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga langkah strategis untuk melindungi jutaan masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.

Dalam operasi laut gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara, petugas berhasil mengamankan 1.160 kilogram ketamin HCl dari kapal tanker MT Global 168.

Berdasarkan estimasi dalam bahan rilis operasi, barang bukti tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan ketamin. Sementara itu, nilai ekonomis barang bukti diperkirakan mencapai Rp1,856 triliun, meskipun angka tersebut masih perlu dikonfirmasi berdasarkan perhitungan resmi penyidik.

“Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa,” ujar Suyudi dalam keterangannya.

Kapolri menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan wujud nyata keseriusan negara dalam menghadapi kejahatan transnasional yang mengancam keselamatan masyarakat. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga mencegah zat berbahaya beredar dan merusak masa depan generasi penerus bangsa.

“Sebagai bentuk komitmen nyata negara dalam melindungi masyarakat dari kejahatan transnasional, pengungkapan yang kita saksikan hari ini merupakan wujud keseriusan aparat TNI, Polri, Bea Cukai, BNN, dan pemerintah daerah,” katanya.

Kapal MT Global 168 Dipantau Sebelum Dicegat

Pengungkapan kasus ini berawal dari analisis intelijen terhadap pergerakan kapal MT Global 168 yang terpantau mencurigakan di kawasan Selat Malaka hingga Laut Andaman. Tim gabungan melakukan pemantauan terhadap pergerakan kapal sebelum menyusun strategi pencegatan.

Kapolri menjelaskan, operasi tersebut dilaksanakan secara senyap melalui koordinasi lintas instansi untuk memastikan penindakan berjalan efektif.

“Langkah strategis ini diwujudkan melalui operasi gabungan atau joint operation secara senyap,” ujar Suyudi.

Pada 20 Oktober 2026, tim gabungan berhasil mencegat kapal tersebut di perairan sekitar Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Kapal kemudian dikawal menuju Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh.

Petugas menemukan 58 karung berwarna hijau yang disimpan di ruang pompa kapal. Karung tersebut berisi 1.160 bungkus ketamin HCl dengan berat masing-masing satu kilogram. Hasil pengujian laboratorium memastikan barang bukti tersebut positif mengandung ketamin HCl.

Dalam operasi itu, petugas juga mengamankan delapan awak kapal, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan. Penyidik Bareskrim Polri menetapkan seorang warga negara Taiwan berinisial YCY (42) sebagai tersangka, sedangkan tujuh awak kapal lainnya masih berstatus saksi.

Selain ketamin, petugas menyita satu unit kapal MT Global 168, 14 alat komunikasi, serta sejumlah perlengkapan kapal lainnya.

Kapolri: Tidak Ada Ruang bagi Sindikat Narkotika

Suyudi menegaskan, keberhasilan pengungkapan tersebut harus menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Menurutnya, jaringan penyelundupan dapat memanfaatkan jalur laut dan pola pengiriman lintas negara sehingga diperlukan pengawasan serta pertukaran informasi yang kuat antarlembaga.

“Kami tegaskan kembali bahwa seluruh aparat penegak hukum di Indonesia akan terus berdiri di garis terdepan untuk melindungi generasi muda dari sindikat narkotika,” tegasnya.

Kapolri juga mengapresiasi seluruh personel dan instansi yang terlibat dalam operasi gabungan tersebut. Ia menilai sinergi aparat menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak penyelundup sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat.

“Kecurigaan di lapangan dan kepedulian masyarakat merupakan mata dan telinga yang menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

“Untuk itu, mari kita rapatkan barisan dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” kata Suyudi.

Kapolri menegaskan, upaya pemberantasan narkotika akan terus diperkuat melalui penindakan terhadap jaringan pemasok, pengawasan jalur masuk, pencegahan penyalahgunaan, serta kolaborasi bersama masyarakat.

Pengungkapan 1,16 ton ketamin di Sumatera Utara menjadi bagian dari komitmen tersebut, dengan tujuan utama melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga masa depan generasi muda Indonesia.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen aparat penegak hukum untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional. Penegasan itu disampaikan setelah operasi laut gabungan berhasil mengungkap dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Sumatera Utara.

Menurut Suyudi, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah instansi dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.

“Kita memiliki semangat yang sama. Alhamdulillah, hari ini kita berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku penyelundupan yang menghancurkan generasi muda bangsa,” ujar Suyudi dalam keterangannya.

Operasi tersebut melibatkan Bareskrim Polri, BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara. Tim gabungan melakukan pemantauan terhadap pergerakan kapal MT Global 168 sebelum akhirnya mencegat kapal tersebut di perairan sekitar Tanjung Balai Asahan pada 20 Oktober 2026.

Dalam pemeriksaan di Pelabuhan Belawan, petugas menemukan 58 karung berisi 1.160 bungkus ketamin HCl dengan berat total 1.160 kilogram. Selain itu, petugas menyita kapal yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut, 14 alat komunikasi, dan sejumlah perlengkapan kapal lainnya.

Penyidik menetapkan seorang warga negara Taiwan berinisial YCY (42) sebagai tersangka. Adapun tujuh awak kapal lainnya masih berstatus saksi dan menjalani pendalaman untuk mengungkap lebih jauh dugaan keterlibatan masing-masing pihak.

Kapolri menekankan bahwa penindakan terhadap penyelundupan tidak boleh berhenti pada penyitaan barang bukti. Penyelidikan harus terus dikembangkan untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga mengendalikan pengiriman serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan yang lebih luas.

“Jangan harap ada pihak yang dapat memanfaatkan celah sejengkal pun di bumi Indonesia. Kita tidak akan pernah memberikan ruang atau berkompromi dengan para pengkhianat kemanusiaan yang berani merusak masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Suyudi menyebut nilai ekonomis barang bukti ketamin tersebut mencapai angka yang sangat besar dan menyoroti potensi dampaknya terhadap masyarakat apabila zat tersebut beredar secara ilegal.

Bahan rilis operasi gabungan sebelumnya memperkirakan nilai barang bukti mencapai Rp1,856 triliun dan menyebut potensi penyelamatan sekitar 5,8 juta jiwa. Angka tersebut perlu dipastikan kembali berdasarkan metode perhitungan resmi sebelum dijadikan klaim final dalam pemberitaan.

Kapolri juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan seluruh unsur penegak hukum dalam upaya pemberantasan narkoba. Menurutnya, sinergi diperlukan untuk menghadapi jaringan yang memanfaatkan jalur laut dan pola pengiriman lintas negara.

“Kecurigaan di lapangan dan kepedulian masyarakat merupakan mata dan telinga yang menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah peredaran narkotika, mulai dari meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar hingga mendukung langkah pencegahan dan rehabilitasi.

“Untuk itu, mari kita rapatkan barisan dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” kata Suyudi.

Kapolri menegaskan, pemberantasan narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan penindakan tegas, penguatan pencegahan, dan keterlibatan masyarakat.

Pengungkapan MT Global 168 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas instansi dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Sinergi lintas instansi melalui operasi gabungan (joint operation) berhasil mengungkap penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Pengungkapan ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi aparat penegak hukum dalam memutus jalur peredaran narkotika lintas negara.

Dalam operasi tersebut, Polda Sumatera Utara bersinergi dengan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta unsur kepolisian perairan. Kolaborasi lintas instansi ini memperkuat upaya deteksi, penindakan, dan pengawasan terhadap dugaan penyelundupan narkotika melalui jalur laut.

Barang bukti ketamin seberat 1.160 kilogram ditemukan di kapal tanker MT Global 168. Kapal tersebut kemudian dibawa ke Belawan pada 21 Oktober 2026 untuk kepentingan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Pengungkapan kasus bermula dari pemantauan intelijen terhadap pergerakan kapal yang mencurigakan di kawasan Selat Malaka dan Laut Andaman. Dugaan terputusnya sinyal Automatic Identification System (AIS) menjadi salah satu petunjuk yang ditindaklanjuti petugas hingga dilakukan penyergapan.

Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dan jajaran kepolisian di Sumatera Utara dalam menghadapi ancaman narkotika. Ia juga menyinggung data mengenai tingginya peredaran narkoba di provinsi tersebut dan mengingatkan agar kondisi itu tidak menyurutkan semangat pemberantasan.

“Kalau dilihat dari data preferensi BPS, memang Sumatera Utara ini nomor satu dalam peredaran narkoba. Tapi jangan kecil hati. Walaupun nomor satu, pengungkapannya juga paling banyak,” ujar Kapolri, seraya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Kapolda Sumut, dan Kapolrestabes Medan atas dukungan serta upaya yang dilakukan.

Kapolri menegaskan, data tersebut harus menjadi dorongan untuk memperkuat langkah penanganan narkotika secara menyeluruh, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga pencegahan sejak dari hulu.

“Jangan kita kecil hati dengan data-data seperti itu. Yang paling penting adalah langkah-langkah menghadapi narkoba ini harus terus dilakukan, mulai dari hulunya, dari pencegahannya,” tegasnya.

Menurut Kapolri, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat. Upaya tersebut perlu berjalan seiring antara pencegahan, edukasi, pengawasan, dan penindakan terhadap jaringan peredaran gelap.

Dalam pengungkapan kasus ini, Kapolri juga menegaskan bahwa barang bukti yang disita bukan sekadar capaian penegakan hukum, melainkan bagian dari upaya melindungi masyarakat dan generasi muda dari bahaya narkotika.

“Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa,” katanya.

Pengungkapan 1,16 ton ketamin tersebut mempertegas pentingnya sinergi lintas instansi dalam menghadapi kejahatan narkotika yang memanfaatkan jalur laut. Bagi Sumatera Utara, kolaborasi yang melibatkan Polda Sumut dan jajaran terkait menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk menekan peredaran narkoba, memperkuat pencegahan, serta menjaga masyarakat dari ancaman narkotika.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.co. –  Medan – Polda Sumatera Utara melaksanakan aksi penanaman pohon melalui program Green Policing bersama masyarakat Kecamatan Medan Amplas di bantaran Sungai Panglima Denai, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Jumat (23/10).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mendukung mitigasi bencana banjir melalui penghijauan di kawasan rawan bencana.

Wakil Penanggung Jawab Green Policing Polda Sumut AKBP Dr. H. Herwansyah Putra, S.H., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di halaman Mapolda Sumut.

Ia mengajak seluruh personel dan pemangku kepentingan yang terlibat untuk melaksanakan program tersebut dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan, S.IP., M.SP., mengapresiasi inisiatif Kapolda Sumut dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Menurut dia, penghijauan di bantaran sungai menjadi langkah positif mengingat kawasan tersebut pernah mengalami banjir hingga berdampak pada permukiman warga pada November 2025.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke titik-titik lain di sepanjang bantaran Sungai Panglima Denai sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Kabid Humas Polda Sumut dalam keterangannya menyampaikan bahwa program Green Policing merupakan wujud komitmen Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.

“Melalui program Green Policing, Polda Sumut ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua. Penanaman pohon ini diharapkan dapat mendukung penghijauan, menjaga kualitas lingkungan, serta menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penanaman pohon semata, tetapi akan dilanjutkan secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, program Green Policing diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan sambutan, dilanjutkan penyerahan pohon secara simbolis oleh perwakilan pejabat utama Polda Sumut kepada perwakilan masyarakat, penanaman pohon, serta foto bersama.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Polda Sumut, di antaranya Kayanma Polda Sumut, KSPKT, Kabag Dalpers Ro SDM, Wadir Reskrimsus, serta unsur Polsek Patumbak, Koramil Patumbak, Pemerintah Kecamatan Medan Amplas, dan masyarakat setempat.

Melalui program ini, Polda Sumut berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mewujudkan kawasan yang lebih hijau dan tangguh terhadap risiko bencana.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara menghadirkan inovasi KUAT WASSIDIK (Penguatan Pengawasan Penyidikan melalui Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Berbasis Kolaborasi) untuk memperkuat tata kelola pengawasan penyidikan yang transparan, responsif, dan akuntabel.

Inovasi tersebut diinisiasi oleh Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Paulus Hotman Sinaga, S.I.K., M.H., sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVI Tahun Anggaran 2026 di Pusdikmin Lemdiklat Polri.

AKBP Paulus Hotman Sinaga menjelaskan, KUAT WASSIDIK dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dalam pengawasan penyidikan, termasuk penguatan integrasi antarfungsi, percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat (dumas), serta peningkatan keterbukaan informasi bagi masyarakat pencari keadilan.

“KUAT WASSIDIK kami rancang dengan pendekatan Collaborative Governance dan Design Thinking. Fokus utamanya adalah mewujudkan pengelolaan pengaduan masyarakat yang transparan, responsif, dan akuntabel,” ujar AKBP Paulus di Medan, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, inovasi tersebut bertumpu pada empat pilar utama, yakni penguatan regulasi melalui perjanjian kerja sama (PKS) dan standar operasional prosedur (SOP) Pengawasan Terpadu, penerapan Fast Response Protocol berbasis Service Level Agreement (SLA), transparansi perkembangan perkara melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), serta pembenahan sarana pendukung pengawasan.

Pembenahan sarana tersebut meliputi penyediaan Ruang Konsultasi Dumas, pemasangan CCTV Pengawasan, dan penguatan pengawasan melekat.

Melalui KUAT WASSIDIK, pengelolaan pengaduan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi dan responsif, sekaligus memperkuat transparansi proses penyidikan serta meningkatkan akuntabilitas pelayanan kepada masyarakat.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Samosir – Memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-75 tahun 2026, Polres Samosir menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Samosir. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., menerima piagam penghargaan dari PMI atas dedikasinya dalam kegiatan kemanusiaan.

Kegiatan donor darah berlangsung pada Jumat (23/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Pelayanan Publik Polres Samosir. Pelaksanaannya melibatkan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Samosir bersama tim medis PMI Kabupaten Samosir.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., Plt. Ketua PMI Kabupaten Samosir Sinta Mauly Agnes Tamba, S.H., M.Kn., Kasi Humas Polres Samosir, personel Humas, Kasi Dokkes, tenaga kesehatan Klinik Polres Samosir, petugas PMI, serta personel Polres Samosir yang berpartisipasi sebagai pendonor.

Di sela-sela kegiatan, Plt. Ketua PMI Kabupaten Samosir Sinta Mauly Agnes Tamba menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada Kapolres Samosir. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam mendukung kegiatan kemanusiaan melalui penyelenggaraan donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-75 tahun 2026.

Plt. Kasi Humas Polres Samosir IPDA Surung Sagala menyampaikan bahwa kegiatan donor darah tersebut berhasil diikuti oleh 26 orang pendonor yang dinyatakan berhasil mendonorkan darahnya.

“Dari kegiatan ini, sebanyak 26 orang berhasil mendonorkan darah, dengan rincian golongan darah A sebanyak empat orang, golongan darah B lima orang, golongan darah AB empat orang, dan golongan darah O sebanyak 13 orang,” jelas IPDA Surung Sagala.

Menurutnya, kegiatan donor darah bukan sekadar bagian dari peringatan Hari Jadi Humas Polri, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat, khususnya pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Ia menambahkan, Polres Samosir secara rutin menjalin kerja sama dengan PMI Kabupaten Samosir dalam penyelenggaraan kegiatan donor darah setiap tahunnya. Bahkan, ketika terdapat kebutuhan darah bagi pasien di RSUD Hadrianus Sinaga, personel Polres Samosir turut berpartisipasi mendonorkan darah sesuai kebutuhan dan kondisi yang memungkinkan.

“Dalam pelaksanaan donor darah, Polres Samosir selalu bekerja sama dengan PMI Kabupaten Samosir. Setiap tahun kita melaksanakan kegiatan donor darah. Ketika ada warga yang membutuhkan darah di RSUD Hadrianus Sinaga, kita juga hadir untuk membantu melalui donor darah bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

IPDA Surung Sagala menegaskan bahwa keterlibatan personel Polres Samosir dalam kegiatan donor darah merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial dan kemanusiaan.

Melalui momentum Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Samosir berharap semangat kepedulian, solidaritas, dan gotong royong semakin tumbuh, baik di lingkungan kepolisian maupun masyarakat luas.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Polres Samosir dan PMI Kabupaten Samosir dalam mendukung ketersediaan stok darah serta membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan transfusi darah.

Dengan semangat pengabdian dan kemanusiaan, Polres Samosir menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Samosir.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., DBA, secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola POSS Cup III Legend U-35 Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola POSS Simangambat, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kamis (22/10/2026). Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan turnamen yang berlangsung selama satu bulan tersebut dan berharap kompetisi ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Penutupan turnamen yang digelar sejak 22 September hingga 22 Oktober 2026 itu menjadi penanda berakhirnya kompetisi yang tidak hanya menghadirkan persaingan antar tim, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat melalui olahraga.

Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., melalui Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, perangkat pertandingan, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung kelancaran turnamen.

“Patut kita hargai bahwa pertandingan ini berlangsung dengan sukses. Dengan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, saya secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola POSS Cup III Legend Tahun 2026. Semoga kegiatan ini membawa kebaikan bagi kita semua,” ujar Jafar saat menutup turnamen.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mendukung keberlanjutan kegiatan olahraga masyarakat seperti POSS Cup Legend. Menurutnya, turnamen semacam ini memiliki nilai lebih dari sekadar mengejar kemenangan, karena menjadi ruang membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, serta memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Dukungan tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Jafar saat membuka POSS Cup III Legend U-35 pada 22 September 2026 lalu. Kala itu, ia mengingatkan seluruh pemain agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai sarana mempererat persaudaraan, sesuai tema turnamen, “Junjung Tinggi Sportivitas, Pererat Persaudaraan; Menang dengan Sportif, Kalah Tetap Sahabat.”

Pada kesempatan pembukaan, Jafar juga menyampaikan harapan agar penyelenggaraan POSS Cup Legend dapat dipersiapkan lebih awal sehingga pemerintah daerah memiliki kesempatan untuk mengkaji dan mempersiapkan dukungan yang lebih optimal bagi pelaksanaan turnamen pada tahun berikutnya.

“Untuk tahun depan, kami berharap kegiatan ini sudah diusulkan lebih awal sehingga pemerintah dapat mempersiapkan dukungan anggaran yang lebih baik dan kegiatan ini bisa dilaksanakan lebih besar,” ujarnya saat pembukaan.

Setelah melalui rangkaian pertandingan selama sebulan, Turnamen POSS Cup III Legend 2026 menetapkan Aek Simotung A Legend sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Angkola Timur Legend, sedangkan Simaspren Legend menempati posisi ketiga.

Hasil tersebut menjadi penutup kompetisi yang mempertemukan para pemain veteran dalam semangat persaingan yang sehat. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan dan pengalaman, turnamen ini juga memberikan ruang bagi para pemain berusia 35 tahun ke atas untuk tetap aktif berolahraga sekaligus menjaga hubungan baik antarklub dan masyarakat.

Penyelenggaraan turnamen ini merupakan bagian dari inisiatif masyarakat melalui POSS Simangambat, Persatuan Organisasi Sepak Bola Simangambat dan sekitarnya, yang mengembangkan olahraga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.

Penutupan POSS Cup III Legend 2026 turut dihadiri anggota DPRD Tapanuli Selatan, Arifin Ahmad Harahap, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tapanuli Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Saipar Dolok Hole, jajaran kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat, panitia, wasit, para pemain, serta masyarakat setempat. (Nurdin Nasution)