Rimbunnews.com – Medan – Warga Perumahan Contempo Regency, Kota Medan, membantah keras tuduhan yang beredar di media sosial terkait dugaan pemberian gratifikasi kepada Ketua DPRD Kota Medan maupun Anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim, SE. Warga menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah yang keji dan tidak berdasar, Rabu (29/07/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat warga menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan di Komisi IV DPRD Kota Medan.
Dalam forum tersebut, warga menegaskan bahwa mereka justru tengah memperjuangkan hak-haknya dan merasa menjadi korban intimidasi.
Kuasa hukum warga, Tuseno, SH, MH, menegaskan tuduhan bahwa warga menghalangi proses maupun memberikan gratifikasi adalah tidak benar.
“Kami tegaskan, tuduhan kami menghalang-halangi apalagi memberikan gratifikasi itu sama sekali tidak benar dan sangat keji. Kami ini rakyat biasa yang teraniaya dan terzolimi, justru kami yang mengadukan nasib kami kepada wakil rakyat,” ujar Tuseno.
Menurutnya, langkah DPRD Kota Medan yang meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim) menunda sementara pembongkaran objek yang dipersoalkan merupakan tindakan yang wajar, mengingat perkara tersebut masih dalam proses pengaduan.
“Alangkah tidak elok jika permasalahan yang sedang diproses justru dipaksakan untuk dibongkar. Tindakan DPRD menunda itu sudah sangat wajar dan beralasan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan warga lainnya, Dedis, menyebut adanya oknum tertentu yang diduga memiliki kepentingan sehingga terkesan terburu-buru ingin melakukan pembongkaran rumah ibadah di kawasan perumahan tersebut.
Ia juga mengaku terdapat aksi intimidasi terhadap warga.
“Faktanya, ada oknum berkepentingan yang membawa preman ke komplek kami untuk menyerang dan mengintimidasi warga. Karena itulah kami meminta pertolongan kepada wakil rakyat yang kami pilih,” ungkap Dedis.
Dedis turut menyayangkan adanya penggiringan opini yang dinilai hanya menyudutkan figur tertentu di DPRD. Padahal, menurutnya, banyak anggota dewan dari berbagai fraksi yang ikut mengawal persoalan tersebut.
“Kenapa berita dipelintir? Begitu banyak wakil rakyat dari berbagai lintas partai yang membantu kami, kenapa hanya figur tertentu yang disudutkan?” katanya.
Warga berharap seluruh pihak dapat menghormati proses penyelesaian yang sedang berlangsung dan tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya agar situasi tetap kondusif.(TIM)


