RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews.com – Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak Keuskupan Agung Medan memperkuat sinergi dalam memerangi peredaran narkoba dan berbagai bentuk kejahatan sosial. Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, O.F.M. Cap., di Catholic Center Keuskupan Agung Medan, Senin (26/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung pukul 15.20 hingga 16.15 WIB itu menjadi bagian dari upaya Polda Sumut memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan lembaga keagamaan dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda Sumut hadir bersama Wakapolda Sumut, Dirintelkam, Dirbinmas, Dirlantas, Kabid Humas, Kabid Propam, Kabid Keu, dan Kapolrestabes Medan. Rombongan disambut langsung oleh Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung beserta jajaran Keuskupan Agung Medan.

Dalam sambutannya, Uskup Agung Medan menyampaikan keprihatinan atas maraknya peredaran narkoba di Sumatera Utara. Ia menegaskan kesiapan pihak gereja untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba melalui pendidikan iman dan penguatan hati nurani.

Selain narkoba, ia turut menyoroti perjudian daring dan perdagangan manusia yang berpotensi merusak kehidupan keluarga serta memicu berbagai bentuk eksploitasi.

Uskup Agung Medan juga menyampaikan keyakinannya bahwa Polri dapat terus menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi kebenaran, keberanian, dan ketulusan dalam melayani masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Uskup Agung Medan beserta jajaran. Ia menegaskan kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta meminta dukungan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Kita memiliki tugas yang sama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Niat kami adalah menebarkan kebaikan kepada masyarakat,” ujar Sonny.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga menyampaikan empat agenda utama yang ingin diperkuat bersama masyarakat, yakni menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mengajak masyarakat menolak narkoba melalui gerakan Sumatera Utara Tolak Narkoba, membentengi masyarakat dari kejahatan jalanan, serta mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.

Ia berharap jajaran Keuskupan Agung Medan dapat membantu menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba kepada umat melalui kegiatan pembinaan keagamaan dan edukasi di lingkungan gereja.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel kepolisian agar menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah dengan memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat, bukan justru mempersulit.

“Permudah urusan orang, jangan dipersulit. Tebarkan nilai-nilai kebaikan di mana pun bertugas dan bekerja. Yakinlah, setiap kebaikan akan mendapatkan balasan dari Tuhan,” pesannya.

Melalui silaturahmi tersebut, Polda Sumut berharap kolaborasi dengan Keuskupan Agung Medan semakin kuat, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkoba, mencegah kejahatan sosial, menjaga persatuan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Samosir – Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026 di Lapangan Markas Komando (Mako) Polres Samosir, Senin (26/10/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergisitas lintas instansi dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Samosir.

Apel dipimpin langsung Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., serta dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan Negeri Samosir, DPRD Kabupaten Samosir, Dinas Perhubungan, Satpol PP, jajaran pejabat utama Polres Samosir, dan personel gabungan.

Dalam amanatnya, Kapolres Samosir menyampaikan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel dan perlengkapan operasional sebelum pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026.

Operasi kepolisian di bidang lalu lintas ini mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”

“Operasi Patuh Toba 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, selamat, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Utara,” demikian penekanan Kapolres dalam amanatnya.

Operasi Patuh Toba 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan langkah edukatif, persuasif, dan humanis, yang didukung penegakan hukum melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta pemberian teguran sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres mengungkapkan bahwa berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, sepanjang 2025 tercatat 6.538 kejadian kecelakaan lalu lintas, menurun 4,6 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 6.850 kejadian.

Sementara itu, selama pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025 yang berlangsung selama 14 hari, tercatat 133 kejadian kecelakaan lalu lintas. Peristiwa tersebut mengakibatkan 31 orang meninggal dunia, 69 orang mengalami luka berat, dan 176 orang mengalami luka ringan, dengan kerugian materiil mencapai Rp740,2 juta.

Secara keseluruhan, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan 10,4 persen, dari 1.580 orang pada 2024 menjadi 1.415 orang pada 2025.

Meski menunjukkan tren penurunan, angka kecelakaan dan korban meninggal dunia masih menjadi perhatian serius. Karena itu, pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan semakin terarah, terutama pada lokasi rawan kecelakaan, titik rawan pelanggaran, serta ruas jalan yang berpotensi mengalami kemacetan.

Dalam pelaksanaan operasi, Kapolres Samosir menegaskan agar seluruh personel memberikan perhatian terhadap tujuh jenis pelanggaran prioritas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Ketujuh pelanggaran tersebut meliputi Menggunakan telepon genggam saat berkendara. Pengendara kendaraan bermotor yang masih di bawah umur. Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor. Tidak menggunakan helm berstandar SNI dan sabuk keselamatan. Berkendara dalam pengaruh alkohol atau dalam keadaan mabuk. Melawan arus lalu lintas. Melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.

Selain itu, petugas juga diminta memperhatikan pelanggaran lain, seperti pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), pelanggaran marka jalan, parkir di bahu jalan, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, penyalahgunaan sirene atau rotator, serta kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan.

Kapolres menekankan bahwa penegakan hukum harus dilaksanakan secara selektif, profesional, proporsional, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Untuk memaksimalkan hasil operasi, seluruh personel diminta melakukan deteksi dini dan pemetaan terhadap lokasi rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan. Penempatan personel harus disesuaikan dengan tingkat kerawanan serta kebutuhan di lapangan.

Kapolres juga menginstruksikan agar kegiatan preemtif dan preventif ditingkatkan melalui edukasi serta penyuluhan kepada masyarakat, komunitas pengendara roda dua dan roda empat, pelajar, pengemudi angkutan umum, hingga pengusaha angkutan barang dan logistik.

Pengaturan, penjagaan, patroli, dan pengawalan lalu lintas juga perlu dioptimalkan, khususnya pada jam sibuk, kawasan pendidikan, pusat keramaian, jalur wisata, serta ruas jalan yang rawan kecelakaan maupun kemacetan.

Dalam aspek penegakan hukum, penggunaan ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres turut mengingatkan seluruh personel agar menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat selama operasi berlangsung.

“Tidak boleh ada pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, maupun tindakan arogan dalam pelaksanaan operasi,” tegasnya dalam amanat tersebut.

Selain itu, koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait harus terus diperkuat. Sosialisasi melalui media massa dan media sosial juga perlu dioptimalkan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026.

Kapolres Samosir menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Patuh Toba 2026 tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi terutama dari meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menurunnya angka kecelakaan dan korban meninggal dunia.

Ia berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan keikhlasan, sekaligus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta menjadi teladan dalam berlalu lintas.

“Pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026 di wilayah Kabupaten Samosir diharapkan berjalan aman, tertib, lancar, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” demikian penegasan Kapolres.

Apel Gelar Pasukan turut diikuti personel Polres dan Polsek jajaran, personel TNI, petugas Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kabupaten Samosir. Rangkaian kegiatan ditandai dengan pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel dan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Samosir Kompol Manumpak Hatorangan Sitorus, S.H.; perwakilan Bupati Samosir Drs. Tunggul Sinaga; perwakilan Dandim 0210/TU Kapten Kav Edianto Simangunsong; perwakilan DPRD Kabupaten Samosir Sarhockel Martopolo Tamba; perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir Parlindungan Situmorang, S.H., M.H.; serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Plt. Kasi Humas Polres Samosir dalam keterangannya menyampaikan bahwa Operasi Patuh Toba 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan operasi akan dilaksanakan dengan pendekatan humanis guna meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus mewujudkan situasi Kamseltibcarlantas yang aman, selamat, tertib, dan lancar di Kabupaten Samosir.

Apel Gelar Pasukan berakhir pada pukul 09.40 WIB dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com –  Medan – Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan manipulasi takaran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Suka Damai, Jalan Medan–Tebing Tinggi, Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni manajer dan supervisor SPBU tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol. Irfan Rifai mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari Program Quick Wins 100 Hari Kerja Kapolri, khususnya program pemberantasan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Ini merupakan program 100 hari kerja Kapolri yang dituangkan dalam program Quick Wins nomor 8, yaitu melakukan pemberantasan terhadap BBM subsidi yang ilegal,” kata Irfan dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Senin (26/10/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan DS selaku manajer SPBU dan H selaku supervisor SPBU sebagai tersangka. DS diduga menyuruh H merusak segel mesin pompa BBM, sedangkan H diduga melakukan perusakan segel untuk mengubah takaran pengisian.

Irfan menjelaskan, kasus ini terungkap setelah tim penyidik Unit 2 Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penyelidikan bersama UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Serdang Bedagai pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat berada di lokasi, petugas mendapati H sedang membongkar mesin pompa BBM. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan segel atau locis pada tiga mesin pompa BBM dalam kondisi rusak.

Petugas kemudian melakukan pengujian takaran bersama pihak metrologi menggunakan bejana ukur. Hasilnya, volume BBM yang keluar tidak sesuai dengan angka 20 liter yang tertera pada indikator mesin.

Pada pengujian Biosolar, ditemukan kekurangan sebanyak 510 mililiter. Sementara itu, pengujian Pertalite menunjukkan kekurangan 440 mililiter dan Pertamax 460 mililiter untuk setiap pengujian dengan indikator 20 liter.

“Betul sekali, modusnya karena alat tera yang diubah sedemikian rupa. Kami menguji tiga pompa di SPBU tersebut dengan masing-masing 20 liter, baik Pertalite, Solar maupun Pertamax. Namun, BBM yang keluar tidak mencapai 20 liter,” ujar Irfan.

Menurut dia, selisih takaran tersebut berkisar hampir setengah liter untuk setiap pengujian 20 liter BBM. Penyidik masih mendalami bagaimana perubahan pada mesin pompa itu dilakukan dan bagaimana dugaan praktik tersebut dapat berlangsung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dugaan praktik perusakan segel mesin pompa BBM tersebut disebut telah berlangsung sekitar tujuh tahun.

“Dari keterangan yang disajikan dalam berita acara pemeriksaan, kegiatan ini sudah berlangsung sekitar tujuh tahun,” katanya.

Dari penghitungan sementara berdasarkan data penjualan pada totalisator SPBU dan hasil pengukuran selisih takaran oleh petugas metrologi selama Juni hingga Oktober 2026, penyidik memperkirakan keuntungan yang diduga diperoleh pelaku usaha mencapai Rp595.321.508,90.

Selisih volume BBM dalam periode tersebut terdiri atas 32.768,3 liter Biosolar, 34.681,1 liter Pertalite, dan 1.575,8 liter Pertamax.

Irfan menegaskan, angka tersebut merupakan estimasi sementara yang masih didalami penyidik. Ia juga menyebut tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perkara apabila ditemukan keterlibatan pihak lain.

“Tidak menutup kemungkinan dari dua tersangka yang di SPBU Serdang Bedagai ini akan berkembang ke tersangka lainnya. Ini masih kami dalami,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKP Marbintang menjelaskan, uang tunai sebesar Rp77.425.000 turut diamankan saat petugas melakukan penindakan di lokasi.

“Uang yang kami amankan ini ditemukan saat berada di TKP dan diduga merupakan hasil penjualan pada hari itu. Ini masih menjadi bagian dari pendalaman kami,” kata Marbintang.

Selain uang tunai, penyidik menyita satu buah tang, satu buah obeng, dokumen pendukung, rekaman CCTV dalam flash disk, tiga unit telepon genggam, serta tiga mesin pompa dispenser BBM yang telah dipasangi garis polisi.

Irfan menambahkan, penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk terkait pemeriksaan tera secara berkala. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih berupa pendalaman dan belum dapat disimpulkan.

“Kami masih mendalami kemungkinan tersebut. Mohon bersabar, karena penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf c juncto Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Penyidik masih melanjutkan pemeriksaan untuk mendalami dugaan manipulasi takaran, menghitung dampak yang ditimbulkan, serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Untuk mempererat keakraban antar sesama,  Perhimpunan Tempat Ibadat Tridharma Se-Indonesia (PTITD.SI 67)  dan Majelis Rohaniwan Tridharma Seluruh Indonesia ( MARTRISIA) gelar acara temu ramah dan silaturahmi bersama Persatuan Umat Buddha Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Permabudhi Sumut) yang dilaksanakan  di Royal Thamrin Medan, Munggu 25 Oktober 2026 berlangsung sukses dan meriah.

Kenapa tidak, selain dihadiri Pembimas Buddha Provinsi Sumatera Utara, Sukasdi SE MA juga dihadiri Ketua Permabudhi Sumut Drs Wong Chun Sen Tarigan MPd.B yang juga Ketua DPRD Medan, Anggota DPRD Medan, Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H.  juga dihadiri para Pengurus Tempat Ibadah Sumatera Utara.

Pembimas Buddha Sumatera Utara Sukasdi SE MA sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan Tridharma Komda Sumut bekerjasama dengan Permabudhi Sumut, karena melalui acara temu ramah dan silaturahmi ini kita dapat menjalin persaudaraan antar sesama umat Budha di Sumatera Utara ini, kata Sukasdi.

Lebih lanjut Sukasdi menyampaikan, seandainya majelis yang lain dapat menyelenggarakan seperti yang dilakukan Martrisia maka dapat empat bulan sekali kita merayakan silaturahmi seperti sekarang ini, kata Sukasdi.

Sukasdi berharap agar majelis Budha  dapat saling mendukung satu sama lain untuk kebersamaan, kata Sukasdi.

Drs Wong Chun Sen Tarigan SPd.B menyampaikan, momen silaturahmi antara PTITDSI, Martrisia, dan seluruh elemen masyarakat yang diprakarsai Ketua Martrisia Komda Sumut, Budi Malem Smt bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah wujud nyata dari kebersamaan dan kekuatan kita dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan, kata Wong.

“Kehadiran kita di sini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang mempererat tali persaudaraan kita,” kata Wong Chun Sen.

Sebagai bagian dari keluarga besar umat Buddha dan Tridharma, saya sangat mengapresiasi peran aktif PTITDSI dan Martrisia yang tidak pernah lelah melakukan aksi nyata di tengah masyarakat, kata Wong Chun Sen.

Wong Chun Sen juga mengatakan, kita tahu bahwa peran tempat ibadah bukan hanya sebagai tempat ritual semata, melainkan juga pusat peradaban moral, sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui momentum silaturahmi ini, saya ingin mengajak kita semua  :

Memperkuat Sinergi  terus membangun komunikasi yang harmonis antara majelis, pengurus tempat ibadah (klenteng/vihara), dan pemerintah agar program kemasyarakatan bisa berjalan selaras.

Meningkatkan kepedulian sosial : Terus tebarkan semangat welas asih melintasi sekat-sekat perbedaan dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Jangan pernah takut atau lelah untuk menanam kebajikan.

Menjaga Kerukunan: Menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas, kedamaian, dan toleransi beragama demi kemajuan daerah kita tercinta.

Saya selaku perwakilan masyarakat di DPRD Kota Medan akan selalu membuka pintu komunikasi, kolaborasi, dan siap mendukung penuh kegiatan keagamaan serta sosial yang membawa dampak positif bagi kesejahteraan umat dan warga secara luas.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan pengurus PTITDSI serta Martrisia Sumut yang  diprakarsai Budi Malem dan Hasan Kasiman yang telah memfasilitasi pertemuan yang indah ini. Semoga apa yang kita diskusikan dan lakukan hari ini membawa berkah, kebahagiaan, dan kedamaian bagi kita semua, kata Wong.

Sebelumnya Budi Malem Smt menyampaikan terimakasih kepada seluruh undangan yang telah menyempatkan hadir ke tempat ini .

Budi menyampaikan acara temu ramah dan silaturahmi ini kami lakukan untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah, pengurus majelis dan antara sesama pengurus rumah ibadah, kata Budi .

Hadir pada acara tersebut  : Budi Malem SMt Ketua  Tridharma Komda Sumut, William Leonardi Limutra ,SH.,MH Sekretaris PTITD.SI 67 & MARTRISIA KOMDA SUMUT , Ketua  Permabudhi Sumut Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, yang juga Ketua DPRD Kota  Medan, Rames Kumar Penyelenggara Buddha Deli Serdang, Bpk Sukasdi SE.MA Pembimas sumut, Gunawan, SE., MM Penyelenggara Buddha Kota Pematangsiantar, PENASEHAT PTITD.SI 67 & MARTRISIA KOMDA SUMUT Dr. Dra. Lily Tan, M.B.A., M.H, HASAN KASIMAN  PENASEHAT PTITD.SI 67 & MARTRISIA Komda Sumut. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, atas perhatian dan dukungan pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pembangunan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Pengajian Akbar BKMT Amaliyah Akbar Kecamatan Arse di Kampung Ujung Padang, Desa Nanggarjati, Kecamatan Arse, Minggu (25/10/2026).

Di hadapan jamaah pengajian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kaum ibu dari berbagai organisasi keagamaan, Bupati menegaskan bahwa pembangunan jalan merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat yang harus terus mendapat perhatian. Infrastruktur yang memadai tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga mendukung distribusi hasil pertanian, mempercepat akses pelayanan, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, atas perhatian dan pembangunan jalan di wilayah Arse. Kita berharap pembangunan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan meningkatkan perekonomian warga,” ujar Bupati.

Menurutnya, konektivitas jalan yang semakin baik akan menjadi modal penting bagi pengembangan potensi daerah. Kecamatan Arse dan kawasan sekitarnya memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang perlu didukung dengan infrastruktur memadai agar hasil produksi petani dapat diangkut dengan lebih mudah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Bupati berharap pembangunan jalan tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat, mulai dari efisiensi biaya transportasi, kelancaran distribusi hasil panen, hingga tumbuhnya kegiatan usaha produktif di pedesaan.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan sektor ekonomi masyarakat. Menurutnya, jalan yang baik akan semakin bermanfaat apabila diikuti dengan peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan perkebunan, pengolahan hasil produksi, serta perluasan akses pemasaran bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan daerah. Kolaborasi lintas pemerintahan dinilai penting agar kebutuhan infrastruktur dan pelayanan masyarakat dapat ditangani secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran.

Selain pembangunan fisik, Bupati mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat juga membutuhkan lingkungan sosial yang aman dan keluarga yang tangguh. Ia kembali menggaungkan gerakan perang terhadap tiga ancaman, yakni narkoba, judi online, dan rentenir, sekaligus mendorong upaya nyata untuk mengentaskan kemiskinan.

“Pembangunan jalan harus kita syukuri dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun, kita juga harus menjaga generasi muda dari narkoba, melindungi keluarga dari jeratan judi online dan rentenir, serta bersama-sama berupaya mengurangi kemiskinan,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, potensi pertanian dan perkebunan Tapanuli Selatan harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pengembangan komoditas unggulan, seperti kopi dan kakao, perlu didukung dengan pembinaan petani, penyediaan bibit, peningkatan produktivitas, dan akses pasar yang lebih baik.

Ia berharap masyarakat Arse dapat memanfaatkan semakin baiknya akses infrastruktur untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran hasil pertanian, dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan Pengajian Akbar BKMT Amaliyah Akbar Kecamatan Arse yang tetap berlangsung meskipun cuaca hujan. Menurutnya, semangat jamaah untuk hadir menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga kehidupan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi.

Sebelumnya, Camat Arse, Partahian Ritonga, menyampaikan bahwa kegiatan pengajian rutin di wilayahnya terus dihidupkan dengan mengedepankan kebersamaan dan semangat gotong royong. Ia juga melaporkan dampak hujan terhadap sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Arse serta memohon arahan pemerintah daerah terkait penanganan dan dukungan pembangunan.

Ketua BKMT Kabupaten Tapanuli Selatan, Rosmayanti Ritonga, turut mengapresiasi semangat jamaah dan panitia yang tetap menyelenggarakan pengajian meskipun diguyur hujan. Ia berharap kegiatan tersebut terus menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian Akbar BKMT Amaliyah Akbar Kecamatan Arse tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, jajaran pemerintah kabupaten, unsur pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus BKMT, serta jamaah dari berbagai desa dan organisasi keagamaan.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap pembangunan infrastruktur yang didukung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat semakin memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sinergi pemerintah dan partisipasi masyarakat diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Tapanuli Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan berkarakter unggul. (Nurdin Nasution)

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Parsariran memicu peningkatan debit air hingga menyebabkan banjir luapan di Dusun Setia Negara, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (23/10/2026) malam.

Bencana hidrometeorologi tersebut mengakibatkan rumah dan tempat usaha warga terendam, dengan total kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp96 juta rupiah. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, kenaikan debit Sungai Parsariran mulai terpantau sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu. Curah hujan kemudian terjadi di Kecamatan Batangtoru sekitar pukul 18.30 WIB, sebelum air sungai meluap dan memasuki permukiman penduduk sekitar pukul 19.00 WIB.

Aliran air yang masuk ke rumah dan tempat usaha warga menyebabkan kerusakan pada bangunan serta sejumlah barang milik masyarakat.

Data sementara mencatat empat warga mengalami dampak pada rumah dan tempat usaha mereka, terdiri atas rumah, rumah sekaligus warung, serta warung kopi.

Ketinggian air di dalam bangunan berkisar 40–50 sentimeter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa berdasarkan laporan awal, genangan tersebut mengakibatkan kerusakan fasilitas rumah tangga dan bangunan yang berpotensi mengganggu aktivitas serta perekonomian keluarga terdampak.

Salah seorang warga, Rahmat Harahap (64), mengalami kerusakan pada bagian dapur, tempat duduk lesehan, kamar mandi, dan sejumlah perabotan rumah tangga. Air yang merendam rumahnya hingga sekitar 50 sentimeter menyebabkan kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp35 juta.

Sementara itu, rumah sekaligus warung milik Mukhlis Nasution (58) terendam sekitar 40 sentimeter. Sejumlah fasilitas, termasuk bagian musala dan kamar mandi berbahan bangunan permanen, turut dilaporkan mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian mencapai Rp50 juta.

Personil BPBD Tapsel bersama TNI/POLRI dan Warga masyarakat melakukan pembersihan di Lokasi Banjir

Dampak serupa dialami Sabaruddin Lubis (63), seorang petani atau pekebun, yang rumahnya terendam air hingga sekitar 50 sentimeter. Selain merusak sejumlah perabotan rumah tangga, banjir menyebabkan dinding dapur berbahan papan miring dan dua lembar papan jebol, dengan perkiraan kerugian Rp8 juta.

Adapun Emmi Chairani Sihombing (56) mengalami kerusakan pada warung kopi berbahan papan dengan estimasi kerugian sekitar Rp3 juta. Jika seluruh taksiran tersebut dijumlahkan, total kerugian material sementara mencapai Rp96 juta, meskipun nilainya masih dapat berubah sesuai hasil pendataan lanjutan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, Zulkarnaen Siregar, SP, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Handi Febrial Batubara, S.Kom, melakukan peninjauan ke lokasi kejadian.

Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memantau kondisi warga, mengidentifikasi kerusakan, serta memperoleh data yang diperlukan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. Unsur Camat Batang Toru Mara Tinggi, TNI/Polri, Pj. kepala desa dan lurah se-Kecamatan Batangtoru, serta masyarakat turut hadir dalam kegiatan di lokasi terdampak. Hingga laporan awal disusun, tidak terdapat laporan korban jiwa.

Secara ilmiah, banjir luapan sungai terjadi ketika volume air yang masuk ke alur sungai meningkat melampaui kapasitas tampungnya. Intensitas dan durasi hujan, kondisi tanah, karakteristik daerah aliran sungai, perubahan tutupan lahan, serta sedimentasi dapat memengaruhi besarnya limpasan permukaan dan potensi genangan. Untuk mengurangi risiko kejadian serupa, diperlukan pemantauan kondisi sungai, penguatan sistem peringatan dini, pemeliharaan saluran drainase, serta peningkatan kesiapan evakuasi masyarakat.

Warga yang tinggal di sekitar Sungai Parsariran diimbau tetap waspada ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu, segera menjauhi tepian sungai apabila debit air meningkat, dan mengikuti informasi resmi dari petugas kebencanaan.

BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan terus mengingatkan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci untuk meminimalkan dampak bencana. Pesan yang perlu menjadi perhatian bersama ialah:

Kenali Bencana, Kurangi Risikonya. Sadar Bencana, Siaga Bencana, Tanggap Bencana, Siap untuk Selamat.” Melalui sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan TNI/POLRI, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi bencana semakin kuat sehingga keselamatan warga serta keberlangsungan mata pencaharian masyarakat di kawasan rawan banjir dapat lebih terlindungi. (Nurdin Nasution)

 

Rimbunnews.com – Medan – Polda Sumatera Utara menggelar operasi grebek sarang narkoba di Jalan Badur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Jumat (23/10/2026). Dalam operasi yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut, petugas mengamankan 15 orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Operasi tersebut melibatkan Kasubdit 2, Kasubdit 3, serta personel yang tergabung dalam kegiatan penindakan narkoba. Dari hasil pemeriksaan menggunakan alat test kit narkoba terhadap 15 orang yang diamankan, seluruhnya menunjukkan hasil positif dengan variasi kandungan zat yang terdeteksi.

Rinciannya, empat orang positif amfetamina, satu orang positif amfetamina dan THC, delapan orang positif amfetamina dan metamfetamina, satu orang positif amfetamina, metamfetamina, dan THC, serta satu orang positif amfetamina, metamfetamina, dan BZO.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa penindakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan salah satu program prioritas Kapolri yang ditindaklanjuti Kapolda Sumut melalui jajaran kepolisian.

“Penindakan narkoba merupakan program prioritas Bapak Kapolri yang langsung ditindaklanjuti oleh Bapak Kapolda Sumatera Utara melalui personel Polda Sumut bersama jajaran. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memberantas narkoba dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber peredaran, jaringan pemasok, hingga peredaran di tengah masyarakat,” ujar Kombes Ferry, Sabtu (24/10/26).

Ia menegaskan, Polda Sumut berkomitmen meningkatkan upaya pemberantasan narkoba melalui penindakan, pengungkapan jaringan peredaran, serta sinergi dengan masyarakat dan berbagai pihak terkait.

Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian mengungkap aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba.

Polda Sumut menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum secara konsisten guna menekan peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Hasil pemeriksaan awal menggunakan alat test kit tersebut menjadi bagian dari proses penanganan lebih lanjut oleh petugas. Status hukum masing-masing orang yang diamankan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Anggota DPRD Kota Medan, Eko Sitepu, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi pimpinan dan anggota DPRD Kota Medan di Gang Pelita II, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam kegiatan tersebut, historisitas Pancasila menjadi salah satu pokok pembahasan, meliputi proses kelahiran, perumusan, hingga penetapan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Pembahasan ini penting untuk mengingatkan kembali bahwa Pancasila lahir melalui proses panjang yang melibatkan pemikiran, dialog, serta kesepakatan para pendiri bangsa demi menyatukan masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan pandangan politik yang beragam.

Pancasila Lahir dari Kesepakatan Para Pendiri Bangsa

Sejarah Pancasila tidak terlepas dari perjuangan bangsa Indonesia dalam mempersiapkan kemerdekaan di tengah situasi politik dan geopolitik Perang Dunia II.

Pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) menjadi salah satu momentum penting yang membuka ruang bagi para tokoh bangsa untuk membahas dasar negara Indonesia merdeka.

Berbagai gagasan disampaikan melalui diskusi dan perdebatan yang konstruktif. Proses tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Pancasila selanjutnya ditetapkan sebagai dasar negara melalui pengesahan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diharapkan terus menjadi landasan dalam menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.

Warga Pertanyakan Implementasi Sila Kelima

Dalam sesi pembahasan, persoalan keadilan sosial menjadi perhatian warga. Ibu Sahiapni, warga Gang Pelita II, bersama Azhari dan Afrizal, mempertanyakan penerapan sila kelima Pancasila, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Pertanyaan tersebut menyoroti pentingnya memastikan bahwa nilai keadilan sosial tidak hanya menjadi prinsip yang tertulis dalam dasar negara, tetapi juga benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Keadilan sosial berkaitan dengan pemerataan kesempatan, akses terhadap pelayanan publik, pendidikan, kesejahteraan, serta perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.

Aspirasi warga tersebut menjadi pengingat bahwa penerapan Pancasila perlu diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pembinaan Wawasan Kebangsaan Harus Berdampak Nyata

Kegiatan pembinaan ideologi Pancasila diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, sekaligus menyampaikan aspirasi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Dialog antara masyarakat dan wakil rakyat juga menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat disampaikan dan menjadi bahan perhatian bagi pihak terkait.

Implementasi sila kelima Pancasila membutuhkan komitmen bersama, baik dari pemerintah, lembaga perwakilan rakyat, maupun masyarakat. Prinsip keadilan sosial harus tercermin dalam pelayanan publik, kesempatan memperoleh kesejahteraan, serta kebijakan yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman sejarah dasar negara, tetapi juga mendorong penerapan nilai-nilainya secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat.

Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan, melainkan pedoman untuk membangun Indonesia yang bersatu, demokratis, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Mabhirink Gutul)

 

Rimhunnews.com  –  mmMedan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara mendeklarasikan komitmen “Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba” dalam rangkaian konferensi pers pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) di Belawan, Jumat (23/10/2026).

Deklarasi yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., tersebut menjadi penegasan komitmen bersama untuk memperkuat pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara melalui sinergi aparat penegak hukum, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.

Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil operasi gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara. Operasi yang diawali dengan analisis intelijen dan pemantauan selama tiga bulan itu berhasil mengamankan kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan sebelum dibawa menuju Pelabuhan Belawan.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 58 karung berisi 1.160 bungkus ketamin hidroklorida dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai Rp1,856 triliun.

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan sekadar capaian penegakan hukum, melainkan langkah nyata untuk melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika. Barang bukti yang disita diperkirakan berpotensi mencegah sekitar 5,8 juta jiwa terpapar penyalahgunaan zat berbahaya.

Dalam arahannya, Kapolri juga menekankan pentingnya integritas seluruh personel Polri agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Sinergi lintas instansi, menurutnya, harus terus diperkuat untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika, termasuk jaringan internasional.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution turut menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan seluruh tim gabungan atas keberhasilan pengungkapan kasus tersebut. Ia berharap capaian ini menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan narkoba secara menyeluruh di Sumatera Utara.

Apresiasi juga disampaikan Direktur Jenderal Bea dan Cukai RI Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama. Pengungkapan tersebut dinilai sebagai bukti nyata efektivitas kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika.

Melalui deklarasi bersama tersebut, Polda Sumut bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat menegaskan tiga komitmen utama, yakni menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di seluruh wilayah Sumatera Utara, memperkuat kolaborasi melalui upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, dan rehabilitasi, serta mewujudkan Sumatera Utara yang bersih dari narkoba.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan penindakan aparat. Dukungan masyarakat, keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan menjadi bagian penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta melindungi generasi penerus bangsa.

Polda Sumut mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkotika dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat berwenang.

Melalui deklarasi “Polisi Bersama Masyarakat Sumatera Utara Menolak Narkoba”, Polda Sumut bersama Forkopimda berkomitmen memperkuat langkah pemberantasan narkotika secara berkelanjutan demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif serta mewujudkan Sumatera Utara yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Karo – Unit Reskrim Polsek Berastagi mengungkap kasus pencurian tandon air milik warga di Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial DG (37) dan FE (29).

Kapolsek Berastagi AKP Dedy S. Ginting, S.H., M.H., menjelaskan, kasus pencurian tersebut diketahui pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Korban berinisial EET (32), seorang wiraswasta, kehilangan tandon air yang berada di ladangnya.

Peristiwa itu bermula ketika korban mendatangi ladangnya di kawasan Lau Sumbul, Desa Merdeka, pada Sabtu (3/10/2026). Setibanya di lokasi, korban mendapati tandon air yang sebelumnya ditutupi menggunakan tenda sudah tidak berada di tempatnya.

Korban bersama saksi kemudian melakukan pencarian di sekitar ladang, tetapi tandon tersebut tidak ditemukan. Sehari kemudian, korban kembali mengalami kehilangan tandon air di ladang yang berbeda. Merasa dirugikan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Berastagi.

Menindak lanjuti laporan itu, Kapolsek Berastagi memerintahkan Unit Reskrim melakukan penyelidikan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan satu unit mobil Toyota Kijang berwarna merah melintas pada malam hari dengan membawa tandon air di atas kendaraan tersebut.

Berdasarkan rekaman itu, petugas menelusuri kepemilikan kendaraan hingga mengarah kepada seorang warga Desa Rumah Berastagi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui mobil tersebut dikemudikan oleh anak pemiliknya, yakni DG.

Pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, Unit Reskrim Polsek Berastagi mengamankan DG di kawasan Tugu Perjuangan Berastagi. Dalam pemeriksaan, DG mengakui telah melakukan pencurian tandon air bersama FE.

Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Berastagi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Kijang berwarna merah dan satu buah tandon air.

Kapolsek Berastagi menyebutkan, kedua terduga pelaku diduga telah berulang kali melakukan pencurian di wilayah Desa Merdeka. Sementara itu, DG tidak dilakukan penahanan dalam perkara ini karena yang bersangkutan telah ditahan dalam perkara lain.

Atas perbuatannya, para terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kapolsek Berastagi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap barang-barang yang berada di ladang maupun lokasi perkebunan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana.(Mabhirink Gutul)