RIMBUN NEWS

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengunjungi warga korban banjir bandang di hunian tetap (huntap) Hapesong Baru, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Ju’mat, (23/10/2026).

Kedatangan Kementerian PPPA juga sekaligus meresmikan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos Sapa) untuk pemulihan pascabencana yang terjadi di Tapanuli Selatan.

Tujuan pembentukan Pos Sapa oleh Kemen PPPA, khusus bagi warga korban bencana di Tapanuli Selatan, difokuskan untuk menampung berbagian persoalan perempuan dan anak. Mulai dari informasi, pengaduan, pendampingan, dan layanan perlindungan sering kali mengalami keterbatasan.

Kehadiran Pos Sapa ini diharapkan menjadi titik akses yang mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Pos ini juga diharapkan mampu menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, mengidentifikasi kebutuhan perlindungan, serta mendapatkan rujukan kepada lembaga layanan yang berwenang sesuai dengan kebutuhan korban.

“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada perempuan dan anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan atau situasi yang mengancam keselamatannya. Negara harus hadir, masyarakat harus peduli, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama,” kata Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan Kemen PPPA Ratna Oeni.

Ada lima poin penting yang disampaikan Ratna Oeni bagi warga korban bencena pada acara peresmian Pos Sapa di Huntap Hapesong Baru, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Yakni:

Identifikasi awal kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pengenalan situasi yang membutuhkan perlindungan segera.
Mekanisme penerimaan pengaduan dan respons awal yang mengutamakan keselamatan, kerahasiaan, serta kepentingan terbaik bagi korban.
Prosedur rujukan dan koordinasi dengan UPTD PPPA, fasilitas kesehatan, aparat penegak hukum, pekerja sosial, serta lembaga layanan terkait lainnya.
Prinsip penanganan yang berperspektif korban, tidak menyalahkan korban, tidak diskriminatif, dan mencegah terjadinya reviktimisasi.
Penguatan koordinasi, pencatatan, serta pemantauan tindak lanjut agar kebutuhan korban tidak berhenti pada tahap pengaduan saja.

Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten Deputi Pelayanan Perempuan korban Kekerasan dari Kementerian PP dan PA Ibu Ratna Oeni, Perwakilan Dinas PP dan PA Propinsi Sumatera Utara, Kadis PP dan PA Tapsel, Forkopincam Batang Toru, Ka. KUA Batang Toru, Ketua PKK Kecamatan Batang Toru, Kades, PKK Desa, Relawan Pos Sapa dan Masyarakat. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com – Sergai  – Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) bersama personel Polsek Perbaungan menggagalkan dugaan transaksi narkotika jenis sabu di Komplek Perumahan Adolina, Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua pria berinisial MA (47) dan SP (29). Keduanya diduga terlibat dalam rencana transaksi sabu di dekat lapangan sepak bola kawasan perumahan tersebut.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya rencana transaksi narkotika. Menindaklanjuti laporan itu, petugas yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Tony Sohendro Sipayung, S.H., bergerak menuju lokasi.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas melihat kedua pria berdiri berdekatan di samping sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam, diduga sedang menunggu seseorang.

Petugas kemudian mengamankan keduanya dan melakukan penggeledahan. Dari atas jok sepeda motor, polisi menemukan kotak rokok merek Commodore berisi satu plastik klip transparan berisi kristal putih diduga sabu, yang dibungkus plastik hitam dengan berat bruto 4,15 gram.

Selain itu, petugas turut menyita satu unit ponsel Vivo Y12 warna hitam dari MA, yang disebut digunakan untuk berkomunikasi dengan calon pembeli.

Berdasarkan hasil interogasi awal, MA mengaku sabu tersebut miliknya dan diperoleh dari seorang pria berinisial D P L alias Ade (40), yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sementara SP diduga berperan menyediakan sarana transportasi menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi BK 3181 OAB untuk mengangkut barang tersebut.

Kedua tersangka beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Sat Narkoba Polres Sergai guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kasatres Narkoba Polres Sergai AKP Erikson David, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Sergai AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., membenarkan penangkapan kedua pria tersebut.

Ia menyampaikan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama personel Polsek Perbaungan dengan Sat Res Narkoba Polres Sergai, serta dukungan informasi dari masyarakat.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.

“Mari kita bersama-sama memberantas narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa,” demikian imbauan pihak kepolisian.

Dalam perkara ini, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 dan Pasal 609. Sementara itu, D P L alias Ade masih berstatus DPO.

Barang bukti yang diamankan.

1. Satu kotak rokok Commodore berisi diduga sabu dengan berat bruto 4,15 gram.
2. Satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam, BK 3181 OAB.
3. Satu unit ponsel Vivo Y12 warna hitam.

Kasus ini masih dalam proses hukum. Dugaan keterlibatan masing-masing pihak tetap harus dibuktikan melalui proses peradilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Pancur Batu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu kembali melaksanakan tes urine bagi warga binaan sebagai upaya memperkuat pengawasan serta mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan lapas, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Pancur Batu dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba.

Pelaksanaan tes urine juga menjadi langkah deteksi dini untuk memastikan kondisi warga binaan sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan yang berjalan secara optimal.

Melalui kegiatan ini, petugas melakukan pengawasan terhadap proses pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pelaksanaan tes urine secara berkala diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan warga binaan serta memperkuat upaya pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Pancur Batu, Tribowo, menegaskan bahwa pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, kegiatan tes urine akan terus menjadi salah satu langkah pendukung dalam mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari narkoba serta memastikan program pembinaan bagi warga binaan dapat terlaksana dengan baik.

Dengan dilaksanakannya tes urine secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Pancur Batu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba serta mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, aman, dan berintegritas.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Nisel  – Satuan Reserse Narkoba Polres Nias Selatan mengamankan seorang pria berinisial T di Desa Bawodobara, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, setelah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika. Penangkapan tersebut disampaikan Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Nias Selatan pada hari yang sama sekitar pukul 12:20 wib.

Dalam penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Barang bukti yang disita meliputi 10 bungkus plastik transparan yang diduga berisi sabu, satu unit telepon genggam merek Redmi berwarna hitam, lima buah alat isap sabu atau bong, serta satu pucuk senapan angin.

Kapolres Nias Selatan menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas jual beli narkotika di Desa Bawodobara. Menindaklanjuti laporan itu, personel Satresnarkoba melakukan pendalaman dan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan seorang pria yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

“Berdasarkan laporan masyarakat, kami melakukan pendalaman terhadap informasi yang disampaikan. Dari hasil tindak lanjut tersebut, satu orang berinisial T berhasil diamankan. Sementara itu, kemungkinan keterlibatan pihak lain masih kami dalami melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka,” jelas Kapolres dalam konferensi pers.

Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa pria berinisial T tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan tiga daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara narkotika. Informasi tersebut menjadi salah satu bagian yang akan didalami lebih lanjut oleh penyidik untuk memastikan keterlibatan yang bersangkutan dalam perkara-perkara terkait.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan pemeriksaan guna mengungkap secara jelas peran pria tersebut, termasuk untuk memastikan apakah yang bersangkutan berperan sebagai bandar, pengedar, atau memiliki keterlibatan lain dalam dugaan tindak pidana narkotika tersebut.

“Untuk penerapan pasal dan penentuan peran yang bersangkutan, saat ini masih dalam proses pendalaman. Kami akan menindaklanjuti perkara ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta arahan Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika, terutama di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ia meminta masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, baik yang melibatkan pengguna maupun pihak yang diduga menjual atau mengedarkan barang terlarang tersebut.

“Kami memohon dukungan dan informasi dari seluruh masyarakat. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan narkoba di lingkungan masing-masing, silakan sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat kami tindak lanjuti. Kami berkomitmen melakukan penindakan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya Polres Nias Selatan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika. Kepolisian masih melakukan proses penyidikan untuk mendalami barang bukti, peran terduga pelaku, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. Status hukum dan peran pria berinisial T akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan serta proses hukum yang berlaku.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan –  Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Donny alias Donny Pacek di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Dua pria berinisial DAC (22) dan AAL (20) diamankan karena diduga terlibat dalam penembakan yang terjadi pada Minggu (18/10/2026) malam.

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol. Cornelis Mangarahon Simanjuntak menjelaskan, peristiwa tersebut diduga berawal dari penyerangan terhadap rumah seorang pria bernama Ferri. Setelah kejadian itu, Ferri menghubungi Donny untuk meminta bantuan.

Donny kemudian berangkat bersama sejumlah rekannya menggunakan mobil Toyota Yaris, diikuti rombongan sepeda motor. Saat melintas di Jalan Limau Mukur, Desa Bangun Rejo, kedua tersangka diduga memepet mobil korban sebelum penembakan terjadi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, DAC diduga memerintahkan AAL untuk menembak korban. AAL kemudian mengambil senjata api yang dibawa DAC dan melepaskan tembakan ke arah pengemudi mobil,” jelas Cornelis dalam konferensi pers di Polda Sumut, Kamis (22/10/2026).

Tembakan tersebut mengenai Donny hingga meninggal dunia. Seorang penumpang mobil berinisial Indra Wijaya juga mengalami luka tembak pada paha kiri.

Usai melakukan penembakan, kedua tersangka berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun, sepeda motor mereka bertabrakan dengan mobil korban hingga keduanya terjatuh dan mengalami luka-luka.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan satu pucuk pistol jenis Combat Pindad beserta amunisi, dua selongsong peluru kaliber 9 milimeter, satu unit mobil Toyota Yaris, satu sepeda motor Honda Beat Street, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 459 dan/atau Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polda Sumut masih mendalami motif, asal-usul senjata api, serta peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com –  Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A., di Kantor PW Muhammadiyah Sumut, Jalan Sisingamangaraja No. 136, Medan, Kamis (22/10/2026) sore.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumut mempererat komunikasi dan memperkuat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumatera Utara.

Kapolda Sumut tiba di lokasi sekitar pukul 15.23 WIB, didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumut, yakni Karoops, Dirpamobvit, Kabidpropam, Dirbinmas, dan Kabiddokkes. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua PW Muhammadiyah Sumut bersama jajaran pengurus.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Sumut. Ia berharap silaturahmi tersebut dapat mempererat hubungan kelembagaan, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat kerja sama antara Polri dan Muhammadiyah.

Ia juga menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan, kerukunan umat beragama, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Menurutnya, sinergi antara Muhammadiyah dan Polri perlu terus ditingkatkan, terutama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas, mencegah penyalahgunaan narkoba, menangkal intoleransi, serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan bangsa.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upayanya mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menindaklanjuti program Kapolri “Polri Bersama Masyarakat.”

“Sejak dilantik sebagai Kapolda Sumatera Utara pada 1 Oktober lalu, kami berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah,” ujar Sonny.

Kapolda berharap Muhammadiyah dapat terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga mengajak seluruh jajaran Muhammadiyah untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, intoleransi, serta berbagai persoalan sosial lainnya.

“Menjaga keamanan dan kondusivitas Sumatera Utara merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar situasi tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Kapolda Sumut menambahkan, kolaborasi antara Polri dan organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu upaya membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat pemeliharaan kamtibmas secara berkelanjutan.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat sebagai simbol silaturahmi, dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah di musala Kantor PW Muhammadiyah Sumut.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan  – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Sumatera Utara memberikan edukasi tentang keamanan digital kepada siswa SMA Negeri 8 Medan, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar agar bijak bermedia sosial serta terhindar dari berbagai ancaman kejahatan siber.

Sosialisasi yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan Kasubdit II Ditressiber Polda Sumut, AKBP Anggi Anpoliki P. Siahaan, S.H., S.I.K., M.H., sebagai pemateri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai keamanan dan etika di ruang digital.

Dalam pemaparannya, AKBP Anggi mengingatkan para siswa agar lebih waspada saat menggunakan internet dan media sosial. Para pelajar diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta menghindari tautan mencurigakan yang berpotensi menjadi sarana penipuan.

Selain itu, siswa diingatkan untuk tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks, melakukan perundungan siber (cyberbullying), maupun membagikan konten yang dapat merugikan orang lain. Setiap aktivitas di ruang digital harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab dengan memahami konsekuensi dari setiap tindakan.

Melalui edukasi ini, para pelajar diharapkan mampu membangun budaya digital yang sehat di lingkungan sekolah. Internet hendaknya dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan meraih prestasi, bukan untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Kepala SMAN 8 Medan, Eka Sri Wahyuni Purba, S.Pd., M.Si., menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Ditressiber Polda Sumut yang telah memberikan edukasi serta pembinaan langsung kepada para siswa.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas waktu serta kesempatan yang diberikan Ditressiber Polda Sumut untuk memberikan edukasi kepada anak-anak kami. Tema yang dibawakan sangat penting dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi pelajar di era digital saat ini,” ujarnya.

Ia berharap materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh peserta didik, sehingga mereka semakin bijak menggunakan media sosial, mampu menjaga keamanan diri di internet, serta terhindar dari perilaku yang merugikan.

“Semoga materi ini dapat dimengerti dan diterapkan oleh anak-anak kami dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap sinergi dan kerja sama dengan Ditressiber Polda Sumut dapat terus berlanjut melalui kegiatan edukasi lainnya demi membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, SMAN 8 Medan berharap para siswa semakin memahami pentingnya literasi digital dan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, santun, serta bertanggung jawab.

Sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan diharapkan terus diperkuat sebagai langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari ancaman kejahatan siber sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com  – Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., memperkuat sinergi dengan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, di Kantor HKBP Distrik X Medan-Aceh, Kota Medan, Kamis (22/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumut mengajak HKBP dan seluruh elemen umat beragama untuk bersama-sama menjaga persatuan, memerangi peredaran narkoba, meningkatkan kesadaran berlalu lintas, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Kapolda Sumut tiba sekitar pukul 14.30 WIB, didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumut, yakni Karoops, Dirbinmas, Dirpamobvit, Kabidpropam, dan Kabiddokkes. Kedatangan rombongan disambut Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, bersama sejumlah tokoh gereja, di antaranya Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt. Suwandi Sinambela, M.Th., Ephorus HKI Pdt. Dr. Tony Liston Hutagalung, Sekretaris Jenderal GKPS Pdt. Dr. Jan Hotner Saragih, M.Th., serta Sekretaris Umum PGI Wilayah Sumatera Utara Pdt. Ahmad Pinem, S.Th.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumut menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya membangun komunikasi, berdiskusi, sekaligus meminta dukungan tokoh agama dalam menjaga situasi keamanan di Sumatera Utara.

“Kami ingin mengajak seluruh tokoh agama dan jemaat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menolak narkoba. Peran tokoh agama sangat penting untuk mengingatkan dan membangun kesadaran masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Sonny.

Selain persoalan narkoba, Kapolda juga mengajak para pendeta dan jemaat untuk berperan aktif mencegah kejahatan jalanan dengan memanfaatkan layanan kepolisian melalui nomor darurat 110 apabila membutuhkan bantuan atau menemukan gangguan keamanan.

Kapolda turut menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran berlalu lintas di tengah masyarakat. Ia berharap pesan keselamatan berkendara dapat disampaikan secara berkelanjutan melalui kegiatan keagamaan sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya tertib berlalu lintas.

Menurutnya, Polri juga terus berupaya menghadirkan rasa aman agar masyarakat tidak takut berinteraksi dan melaporkan permasalahan kepada kepolisian.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan tidak takut kepada Polri. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menciptakan situasi yang kondusif,” tegasnya.

Kapolda juga menyampaikan rencana deklarasi bersama masyarakat Sumatera Utara untuk menolak narkoba, yang akan dilaksanakan pada kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika di Belawan.

Sementara itu, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Sumut beserta rombongan. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan gereja.

Victor menyatakan bahwa pesan yang disampaikan Kapolda Sumut akan diteruskan kepada jemaat HKBP. Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung upaya Polda Sumut, khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga kerukunan, menangkal ancaman narkoba, serta membangun kesadaran masyarakat untuk berperan aktif memelihara keamanan dan ketertiban.

Kegiatan diakhiri dengan penyematan ulos oleh Ephorus HKBP kepada Kapolda Sumut, penyerahan plakat, dan foto bersama. Seluruh rangkaian silaturahmi selesai sekitar pukul 15.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Polda Sumatera Utara mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi setelah Donny alias Donny Pacek ditembak saat mengemudikan mobil di Jalan Limau Mukur, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (18/10/2026) malam.

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol. Cornelis Mangarahon Simanjuntak menjelaskan, setelah Donny terkena tembakan, mobil yang dikemudikannya melaju tidak terkendali. Penumpang di samping korban kemudian berusaha mengambil alih kemudi.

“Setelah pengemudi terkena tembakan, kendaraan melaju semakin kencang dan sulit dikendalikan. Mobil tersebut kemudian menabrak sepeda motor yang dikendarai dua tersangka, sebelum kembali melaju dan menyenggol sejumlah warga hingga akhirnya berhenti setelah menabrak tiang listrik,” ungkap Cornelis saat konferensi pers pdi Polda Sumut, Kamis (22/10/2026).

Dua pria yang mengendarai sepeda motor tersebut diketahui berinisial DAC (22) dan AAL (20), yang kini diamankan dalam perkara dugaan pembunuhan berencana itu.

Menurut Cornelis, setelah terjatuh dari sepeda motor, kedua pria tersebut melarikan diri ke area perkebunan kelapa sawit. Petugas kemudian menemukan keduanya dalam kondisi terluka dan membawa mereka untuk mendapatkan perawatan medis.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap dugaan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan penembakan terhadap Donny. Tim Ditreskrimum Polda Sumut melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri rekaman CCTV dari sejumlah titik.

Polisi juga menemukan satu pucuk pistol jenis Combat Pindad dan dua selongsong peluru kaliber 9 milimeter di sekitar lokasi kejadian. Senjata api tersebut kini menjadi salah satu barang bukti yang didalami penyidik untuk mengungkap asal-usul dan penggunaannya.

Polda Sumut menegaskan penyidikan masih berlanjut guna melengkapi alat bukti, mendalami motif, dan memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 459 dan/atau Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., DBA., mengajak seluruh santri dan keluarga besar pondok pesantren mengambil peran aktif dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana sekaligus mendukung pembangunan melalui tiga gerakan besar, yakni perang melawan narkoba, judi online (judol), dan kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikan saat mewakili Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Lapangan SMP Negeri 1, Desa Pargarutan Tonga, Kecamatan Angkola Timur, Kamis (22/10/2026).

Upacara yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” itu diikuti sekitar 1.700 santri dari 35 pondok pesantren yang hadir dari total 44 pondok pesantren di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dalam amanatnya, Wabup Jafar menegaskan, besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Tapsel pada November 2025 menjadi tantangan bersama yang tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendirian. Dari 15 kecamatan di Tapsel, sebanyak 14 kecamatan terdampak bencana, sementara satu kecamatan lainnya tidak terdampak.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Bapak Bupati, saya mengajak seluruh santri dan pemangku kepentingan pesantren untuk bersama-sama membangun kembali Tapanuli Selatan. Kita ingin Tapsel pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” ujarnya.

Ia menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati Gus Irawan Pasaribu yang belum dapat hadir karena menjalankan tugas di luar kota.

Menurut Jafar, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur dan rumah warga, tetapi juga harus disertai penguatan ekonomi, perbaikan kualitas sumber daya manusia, serta pembentukan karakter masyarakat.

Ia memaparkan, sebelum bencana, pertumbuhan ekonomi Tapsel tercatat sekitar 5,75 persen. Setelah bencana, angka tersebut sempat turun menjadi sekitar 2 persen. Namun, melalui berbagai upaya pemulihan dan penguatan ekonomi daerah, pertumbuhan ekonomi kembali meningkat hingga mendekati capaian sebelum bencana.

“Alhamdulillah, data terakhir menunjukkan pertumbuhan ekonomi kita sudah kembali meningkat. Namun, kami tidak puas sampai di situ. Bersama Bapak Bupati, kami bertekad mendorong perekonomian Tapanuli Selatan agar tumbuh lebih tinggi lagi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jafar menegaskan tiga gerakan yang menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, yakni perang melawan narkoba, perang melawan judi online, dan perang melawan kemiskinan. Ia meminta keluarga besar pesantren menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan ketiga gerakan tersebut.

Pertama, perang melawan narkoba. Jafar menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda sehingga harus dilawan secara bersama-sama oleh pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, pesantren, keluarga, dan masyarakat.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Tapsel untuk berada di garda terdepan dalam upaya pemberantasan narkoba, termasuk mendorong terwujudnya gerakan Tapsel Bersih Narkoba.

“Saya berharap tidak ada santri yang terlibat narkoba. Kita harus menjaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak, dan memiliki masa depan. Pemerintah daerah siap bersinergi dengan BNN, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat untuk memerangi narkoba,” tegasnya.

Kedua, perang melawan judi online. Jafar mengingatkan bahwa praktik judi online semakin meresahkan karena dapat menghancurkan kondisi ekonomi keluarga, memicu konflik rumah tangga, dan menjerumuskan masyarakat ke dalam persoalan sosial yang berkepanjangan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), terdapat sekitar 20.000 warga Tapsel yang tercatat terjerat pembiayaan melalui program yang ia sebut dalam paparannya sebagai Amarta. Ia juga menyoroti data warga Kecamatan Angkola Timur yang mencapai lebih dari seribu orang.

Jafar mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap aktivitas keuangan digital sebagai sesuatu yang tidak dapat diketahui. Ia menyebut pemerintah telah meminta data terkait keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam judi online melalui Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kami tidak akan mentoleransi praktik judi online yang merusak kehidupan masyarakat. Popularitas bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana rakyat kita terlindungi dan terbebas dari jeratan judi online,” ujarnya.

Ia mengajak para pimpinan pondok pesantren, ustadz, dan santri turut mengedukasi masyarakat serta menjadi pelopor gerakan menjauhi narkoba dan judi online.

Ketiga, perang melawan kemiskinan. Menurut Jafar, pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui program pemberdayaan ekonomi yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan secara mandiri dan tidak bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

Ia menjelaskan, Pemkab Tapsel tengah mendorong berbagai program ekonomi produktif, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah untuk komoditas jagung dan kopi dengan skema bunga nol persen sesuai ketentuan program yang disiapkan pemerintah daerah bersama Bank Sumut.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan sektor pertanian, penanaman bawang putih, serta program Seribu Kolam untuk memperkuat usaha perikanan masyarakat.

Secara khusus, Jafar meminta agar pondok pesantren mendapat perhatian dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan tersebut, termasuk akses terhadap dukungan pertanian dan perikanan.

“Saya sudah meminta kepada jajaran dinas terkait agar pondok pesantren turut diprioritaskan dalam program-program pemberdayaan ekonomi. Jika ada program pertanian, bawang putih, kopi, jagung, maupun perikanan, pesantren harus diberi kesempatan untuk ikut berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki potensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif.

Selain menyampaikan tiga gerakan tersebut, Jafar membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Dalam amanat itu ditegaskan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Menteri Agama mengajak para santri melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, kemandirian, serta penguatan akhlak mulia.

Santri diharapkan tidak membatasi diri pada satu bidang, melainkan mampu tampil sebagai ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa yang berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pesantren juga didorong untuk terus memperkuat tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, tanpa meninggalkan tradisi luhur yang menjadi identitasnya.

Menutup sambutannya, Jafar kembali menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan dan pemulihan Tapsel membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar pesantren yang selama ini berperan dalam membentuk karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia berharap para santri dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan anti narkoba, menolak judi online, serta mendorong masyarakat membangun kemandirian ekonomi.

“Kami, Bupati dan Wakil Bupati, akan terus berjuang untuk kemajuan Tapanuli Selatan. Namun, kami tidak mungkin bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan peran nyata seluruh stakeholder, termasuk para pimpinan pondok pesantren dan santri,” ujarnya.

Terkait kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jafar menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memantau kualitas udara dan mengevaluasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Keputusan mengenai kemungkinan peliburan sekolah akan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara dan data dari Dinas Kesehatan.

Upacara tersebut turut dihadiri staf ahli Bupati, para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Muslimat Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta unsur terkait lainnya. (Nurdin Nasution)