RIMBUN NEWS

Rimbunnews.com – Jakarta – JNE bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) resmi meluncurkan komik Pengantar Kebahagiaan dalam sebuah acara Comic Launch yang diselenggarakan di Gramedia Jalma Melawai, Jakarta, pada Rabu (12/8). Melalui talkshow yang menghadirkan penulis Maman Suherman atau Kang Maman, illustrator Muhammad “Mice” Misrad dan Eri Palgunadi selaku SVP Marketing Group Head JNE, peluncuran komik ini menjadi ruang apresiasi bagi para kurir yang selama ini berperan penting menghubungkan penjual dan pembeli, sekaligus menghadirkan kebahagiaan melalui setiap paket yang mereka antarkan.

Komik Pengantar Kebahagiaan merupakan hasil kolaborasi antara Mice Cartoon sebagai ilustrator dan Kang Maman sebagai penulis narasi. Melalui perpaduan ilustrasi yang khas dan cerita yang hangat, komik ini mengangkat sisi kemanusiaan dari profesi kurir yang sering kali luput dari perhatian. Di tengah pesatnya perkembangan belanja daring, para kurir menjadi sosok yang berada di garis depan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, menghadirkan cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam komik ini, Mice memotret berbagai fenomena urban yang melekat dengan kehidupan para kurir melalui ilustrasi yang jenaka, autentik, dan menggelitik. Cerita tersebut kemudian diperkaya dengan narasi Kang Maman yang mengajak pembaca melihat lebih dalam makna kebaikan, empati, dan kebahagiaan yang hadir dari sebuah profesi yang kerap dianggap biasa. Kolaborasi keduanya menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca untuk lebih menghargai mereka yang setiap hari menjadi penghubung kebahagiaan bagi banyak orang.

Kang Maman mengatakan bahwa komik ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan cerita-cerita sederhana yang sering terlewatkan, namun memiliki makna besar dalam kehidupan.

“Di balik setiap paket yang tiba di tangan kita, ada manusia yang bekerja dengan dedikasi, menghadapi berbagai tantangan, dan tetap berusaha mengantarkan kebahagiaan kepada orang lain. Melalui komik ini, kami ingin mengajak pembaca melihat mereka bukan hanya sebagai pengantar barang, tetapi juga sebagai pengantar harapan dan kebahagiaan.”

Sementara itu, Mice Cartoon menjelaskan bahwa ilustrasi dalam komik ini berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat perkotaan yang sangat dekat dengan aktivitas para kurir.

“Kurir adalah bagian dari wajah kota hari ini. Mereka hadir di berbagai situasi yang akrab dengan keseharian kita. Saya mencoba menangkap momen-momen itu lewat ilustrasi yang ringan, dekat, dan semoga bisa membuat pembaca tersenyum sekaligus lebih menghargai profesi mereka.”
Sebagai perusahaan jasa pengiriman yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, JNE turut mendukung penerbitan komik ini sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi kurir sekaligus upaya menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat.

Menyambut usia JNE ke-36 tahun serta dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, JNE menghadirkan berbagai program menarik bagi pelanggan setianya. Melalui program JNE Loyalty Card (JLC), para member dapat menukarkan 81 poin untuk mendapatkan komik Pengantar Kebahagiaan beserta merchandise eksklusif mulai dari 17 Agustus 2026 hingga persediaan masih ada melalui tautan https://jlc.jne.co.id/.

Selain itu, melalui layanan Pesenan Oleh-oleh Nusantara (Pesona), JNE menghadirkan produk bundling eksklusif karya Mice Cartoon seharga Rp85.000 dengan syarat dan ketentuan berlaku mulai dari 18 Agustus 2026 hingga persediaan masih ada. JNE juga memberikan penawaran hemat ongkir untuk pembelian komik melalui link berikut https://bit.ly/KomikPengantarKebahagiaan selama periode 10 hingga 31 Agustus 2026, serta menyelenggarakan giveaway komik Pengantar Kebahagiaan pada 14 – 21 Agustus 2026 di akun instagram resmi @JNE_ID.

SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menyampaikan bahwa JNE selalu berupaya memberikan semangat “Connecting Happiness” melalui filosofi Berbagi, Memberi, dan Menyantuni. “Kehadiran komik Pengantar Kebahagiaan karya kolaborasi Mice Cartoon dan Maman Suherman ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi seni, tetapi juga wujud nyata ucapan terima kasih kepada para kurir garda terdepan yang setia mengantarkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat indonesia. Kami percaya bahwa setiap pengiriman bukan hanya tentang mengantarkan paket, tetapi juga menghubungkan cerita, harapan, dan kebahagiaan. Melalui kolaborasi bersama Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), kami berharap masyarakat dapat melihat lebih dekat dedikasi para kurir yang setiap hari menjadi bagian penting dalam kehidupan kita,” jelas Eri.

“Kami percaya bahwa setiap pengiriman bukan hanya tentang mengantarkan paket, tetapi juga menghubungkan cerita, harapan, dan kebahagiaan. Melalui kolaborasi bersama Grasindo dalam menghadirkan Pengantar Kebahagiaan, kami berharap masyarakat dapat melihat lebih dekat dedikasi para kurir yang setiap hari menjadi bagian penting dalam kehidupan kita,” ujar SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi.

Pada sesi talkshow ini, para penulis menjelajahi inspirasi yang melatarbelakangi komik ini, yakni kurir-kurir JNE dan perjalanan suka duka mereka. Peluncuran komik ini juga dirayakan dengan sesi book signing bersama Kang Maman dan Mice Cartoons yang diramaikan oleh pengunjung. Selama acara berlangsung, pengunjung mendapat kesempatan untuk berfoto di photobooth dan standing character yang disediakan.

Melalui peluncuran komik ini, JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) berharap Pengantar Kebahagiaan dapat menginspirasi masyarakat untuk melihat bahwa kebahagiaan sering kali hadir melalui hal-hal sederhana, termasuk dari mereka yang setiap hari mengantarkan paket hingga tiba di depan pintu rumah. Komik ini juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjalanan pengiriman, terdapat kisah tentang kerja keras, kepedulian, dan semangat untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Karo – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Polres Karo. Dalam waktu yang hampir bersamaan, dua personel terbaik Polres Karo berpulang ke hadirat Tuhan, meninggalkan kesedihan mendalam bagi rekan kerja, pimpinan dan keluarga yang ditinggalkan.

Sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Karo, para pejabat utama (PJU), serta pengurus Bhayangkari melaksanakan takziah ke dua rumah duka pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB.

Rombongan pertama melayat ke rumah duka Alm. AKP Jonsen Sitanggang di Aspol Tribrata Kabanjahe. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju rumah duka Alm. AIPTU Ferdinand Sembiring di Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karo menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya kedua anggota tersebut.

“Kami keluarga besar Polres Karo sangat berduka atas berpulangnya AKP Jonsen Sitanggang dan AIPTU Ferdinand Sembiring. Keduanya adalah personel yang telah mengabdikan diri dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi untuk institusi Polri serta masyarakat,” ujar AKBP Pebriandi Haloho.

Kapolres juga menyampaikan doa dan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi masa-masa sulit ini.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan penghiburan dan keteguhan hati. Kami hadir bukan hanya sebagai pimpinan dan rekan kerja, tetapi juga sebagai keluarga yang turut merasakan kehilangan ini,” tambahnya.

Kehadiran Kapolres beserta jajaran dan Bhayangkari disambut haru oleh keluarga kedua almarhum. Prosesi penghormatan berlangsung khidmat, ditandai dengan doa bersama dan penyampaian belasungkawa secara langsung kepada keluarga.

Kepergian Alm. AKP Jonsen Sitanggang dan Alm. AIPTU Ferdinand Sembiring menjadi kehilangan besar bagi Polres Karo. Dedikasi, loyalitas dan pengabdian keduanya selama bertugas akan tetap dikenang oleh seluruh personel sebagai teladan dalam menjalankan tugas kepolisian.

Keluarga besar Polres Karo berharap seluruh amal ibadah kedua almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan mendapatkan tempat terbaik sesuai dengan pengabdian yang telah mereka persembahkan bagi bangsa dan negara.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Langkat – Informasi dari masyarakat kembali menjadi pintu masuk bagi kepolisian dalam mengungkap dugaan tindak pidana narkotika di Kabupaten Langkat. Polda Sumut melalui Polsek Kuala mengamankan 11 batang tanaman yang diduga ganja dari area perladangan di Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Senin (10/8/2026).

Pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebut adanya tanaman diduga ganja tumbuh di salah satu area perladangan di Desa Garunggang. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Kuala kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi.

Kapolsek Kuala AKP Syamsul Bahri mengatakan, petugas terlebih dahulu melakukan pengintaian untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima sebelum melakukan tindakan.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan seorang pria berinisial SH (35), warga Desa Garunggang, Kecamatan Kuala. Petugas juga menemukan dan mengamankan 11 batang tanaman yang diduga ganja dan masih tumbuh di area perladangan yang diduga berkaitan dengan SH.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, SH mengakui menanam tanaman tersebut di area perladangannya. Ia juga mengaku masih menyimpan daun ganja kering di dalam sebuah goni plastik yang berada di sebuah gubuk.

Petugas kemudian mengamankan SH beserta barang bukti ke Polsek Kuala untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut. Selanjutnya, perkara tersebut dilimpahkan kepada Satresnarkoba Polres Langkat guna menjalani proses penyidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., melalui PS Kasi Humas IPTU M.R. Siregar, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti secara serius sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika,” ujar IPTU M.R. Siregar.

Menurutnya, keberhasilan pengungkapan tersebut tidak terlepas dari kepedulian masyarakat yang berani menyampaikan informasi kepada kepolisian.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polres Langkat dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif di tengah masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan program Polisi Langkat Garuda Ksatria, dengan semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai.”(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Batu Bara – Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran obat keras jenis ketamin di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial MF (29), warga Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.

MF diamankan pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di Dusun Merdeka, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa satu bungkus plastik teh berwarna hijau bertuliskan aksara Cina dengan merek Tie Guan Yin yang berisi ketamin dengan berat bruto 977 gram. Polisi juga mengamankan satu buah tas sandang berwarna hitam.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi obat terlarang di sebuah rumah yang juga digunakan sebagai bengkel di Dusun Merdeka, Desa Lalang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satres Narkoba Polres Batu Bara melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi. Saat berada di tempat kejadian, petugas melihat dua orang laki-laki berada di teras rumah. Salah seorang di antaranya terlihat membawa tas sandang berwarna hitam.

Ketika petugas melakukan penangkapan, pria tersebut sempat berupaya melarikan diri dan meletakkan tas yang dibawanya di atas sekat pembatas antara rumah dan bengkel. Namun, petugas berhasil mengamankannya di depan pintu rumah.

Setelah tas diperiksa, petugas menemukan satu bungkus plastik teh warna hijau merek Tie Guan Yin yang berisi ketamin dengan berat bruto 977 gram.

Dalam proses pengamanan, sempat terjadi perlawanan dari pihak keluarga tersangka. Meski demikian, petugas berhasil mengamankan MF beserta barang bukti dan membawanya ke Satres Narkoba Polres Batu Bara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas dugaan perbuatannya, MF diproses berdasarkan Pasal 435 juncto Pasal 138 Ayat (2) dan (3), subsider Pasal 436 Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Penyidik saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap asal-usul barang serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam perkara tersebut. Sementara itu, barang bukti ketamin akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa jajaran Polda Sumut bersama seluruh satuan kewilayahan akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk peredaran narkotika maupun obat-obatan berbahaya.

Menurutnya, pengungkapan kasus di Batu Bara tersebut menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam membantu kepolisian mengungkap peredaran obat terlarang.

“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku. Setiap informasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Ferry.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas peredaran narkotika maupun obat-obatan keras di lingkungan sekitarnya.

Polres Batu Bara menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika maupun obat-obatan keras yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Pengembangan terhadap perkara ini masih dilakukan guna mengungkap asal-usul barang bukti serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Karo – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karo bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan kegiatan pembagian dan pemasangan Bendera Merah Putih pada kendaraan bermotor, Rabu(12/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di depan Kantor Satlantas Polres Karo, Kabanjahe. Kegiatan dipimpin Kasat Lantas Polres Karo AKP Andita Sitepu, S.H., M.H., dengan melibatkan personel Satlantas serta unsur Dispenda/Samsat, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Karo.

Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan sekaligus membantu memasangkan Bendera Merah Putih pada kendaraan masyarakat yang melintas. Sebanyak 35 bendera dipasang pada kendaraan roda dua (R2) dan 10 bendera pada kendaraan roda empat maupun roda enam (R4/R6).

Kasat Lantas Polres Karo AKP Andita Sitepu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk turut menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI dengan memasang Bendera Merah Putih pada kendaraan sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan terhadap bangsa dan negara,” ujar AKP Andita Sitepu.

Selain menumbuhkan semangat nasionalisme, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib dan kondusif.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Delapan PAUD dan Taman Kanak-kanak di Kecamatan Angkola Sangkunur yang mengikuti Lomba Mewarnai dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 yang berlangsung di Aula Kantor Camat Angkola Sangkunur, Rabu, 12 Agustus 2026.

Panitia seksi Kesenian Ny. Rosni Rizky Gustony mengatakan lomba mewarnai tingkat PAUD/TK ini diikuti oleh 8 PAUD/TK dalam Kecamatan Angkola Sangkunur dengan jumlah 2 orang masing-masing sekolah yaitu : 1. Paud Ono Masio, nama siswa siswi 1. Zionathan Halawa (PA), 2. Tiara Anjani Zebua (PI).
2. Paud Kartini nama siswa siswi, 1. Rahmad Husen Siregar (PA), 2. Amira Ulfairan Siregar (PI)
3. Paud Cahaya Bukkas nama siswa siswi, 1. Rama Alfahri (PA), 2. Almira (PI).
4. Paud Sondang nama siswa siswi, 1. Kimico Ohito Romind (PA), 2. Octavia Cere Grace Siregar (PI).
5. Almira nama siswa siswi, 1. Kevin Simanjuntak (PA), 2. Irna Sitompul (PI).
6. Saidan nama siswa siswi, 1. Ahmad Zeyn (PA) 2. Widia (PI).
7. Nurhidayah nama siswa siswi, 1. Arbidas (PI), 2. Fadilah Hairani Harahap (PI).
8. Anakkido nama siswa siswi, 1. Alzam (PA), 2. Aslamia Rahmadani (PI).

“Total peserta yang ikut 18 orang,” kata Rosni.

Lebih lanjut, Rosni menjelaskan selain lomba mewarnai, ada kegiatan lain lomba vokal solo tingkat SMPN dan serta lomba monolog tingkat SMKN.

“Nanti siang akan dilaksanakan kegiatan penilaian dari Juri mewarnai dan diumumkan usai 17 Agustus 2026 dilapangan Serasi Sangkunur.

Ny. Rosni Rizky Gustony menambahkan, kegiatan lomba untuk tingkat PAUD/TK, SD, SMP dan SMK akan diumumkan semua dihari Senin, 17 Agustus 2026 hingga selesai. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com – Karo – Seorang pria diamankan personel Unit II Satresnarkoba Polres Karo saat berada di pinggir jalan di Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Minggu (9/8/2026) malam. Dari tangan tersangka, polisi menyita satu paket diduga narkotika jenis sabu seberat netto 4,5 gram.

Tersangka yang diamankan berinisial I.S. (38), warga Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB dalam kegiatan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Karo.

Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasatres Narkoba AKP Joni H. Pardede, S.H. menjelaskan, penangkapan berawal dari operasi yang dilakukan personel Unit II Satresnarkoba di Desa Sukanalu.

Saat berada di lokasi, petugas mencurigai seorang laki-laki dewasa yang berada di pinggir jalan. Setelah dilakukan interogasi, pria tersebut mengaku bernama I.S.

“Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap badan tersangka dan area sekitar lokasi penangkapan. Dari hasil penggeledahan ditemukan satu paket plastik klip berisi diduga narkotika jenis sabu,” ujar AKP Joni Pardede.

Selain paket sabu, polisi turut mengamankan dua unit telepon genggam Android merek OPPO warna hitam dan silver, serta satu buah jaket warna hitam yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Seluruh barang bukti bersama tersangka selanjutnya dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Karo guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

AKP Joni menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran narkotika hingga ke wilayah pedesaan sebagai bentuk komitmen Polres Karo dalam menjaga masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 ayat (1) juncto Pasal VII poin 50 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polres Karo juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Harga semen di sejumlah wilayah Sumatera Utara meningkat sekitar 25–40 persen dan disertai keterbatasan pasokan pada beberapa merek. Kondisi tersebut mendorong Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendalami struktur pasar dan rantai distribusi semen di provinsi tersebut.

Pendalaman dilakukan KPPU melalui Kantor Wilayah I dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kajian Struktur Pasar dan Distribusi Semen di Provinsi Sumatera Utara, Senin, 10 Agustus 2026. FGD diikuti oleh produsen dan distributor semen, asosiasi pelaku usaha konstruksi, Polda Sumatera Utara, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan dibuka secara daring oleh Anggota KPPU Budi Joyo Santoso. Ia menyampaikan bahwa FGD merupakan bagian dari proses pengumpulan informasi untuk memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai kondisi pasokan, distribusi, pembentukan harga, dan persaingan pada pasar semen di Sumatera Utara.

“FGD ini merupakan bagian dari proses pengumpulan bahan informasi dan data. Kegiatan ini bukan untuk mencari kesimpulan atau memberikan penilaian terhadap pelaku usaha, tetapi untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pasar semen di Sumatera Utara,” ujar Budi dikutip Selasa (11/08)2026).

FGD yang dipimpin Kepala Kanwil I KPPU Ridho Pamungkas membahas temuan awal KPPU mengenai kenaikan harga semen di sejumlah wilayah Sumatera Utara, keterbatasan pasokan beberapa merek, serta perbedaan harga produk yang sama dibandingkan dengan sejumlah wilayah lainnya.

“Berdasarkan data BPS pada Juni 2026, kelompok bangunan/konstruksi secara nasional mengalami kenaikan harga sekitar 8,68 persen, sementara kelompok transportasi meningkat sekitar 4,57 persen.

Pada saat yang sama, berdasarkan pemantauan awal KPPU, kenaikan harga semen di Sumatera Utara berada pada kisaran 25 hingga 40 persen dan disertai keterbatasan pasokan di sejumlah titik. Kenaikan biaya produksi dan logistik tentu dapat menjadi salah satu faktor. Namun, apakah kenaikan biaya tersebut cukup untuk menjelaskan kenaikan harga yang jauh lebih tinggi sekaligus keterbatasan pasokan tersebut?” ujar Ridho.

Logistik menjadi salah satu persoalan Dari hasil diskusi, belum terdapat informasi yang menunjukkan adanya gangguan produksi secara umum yang menyebabkan terhentinya pasokan semen. Namun, sejumlah pelaku usaha menyampaikan adanya kendala logistik dan distribusi, khususnya pada Mei–Juni 2026.
Kenaikan biaya BBM dan transportasi, antrean BBM, keterbatasan kontainer, serta peningkatan biaya pelayaran disebut turut memengaruhi distribusi semen dari produsen menuju pasar.

Perwakilan Indocement menyampaikan adanya kendala pengiriman semen dari Pulau Jawa ke Sumatera Utara melalui Pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan.
Sementara itu, Semen Indonesia Group (SIG) menyampaikan bahwa penjualan semen di Sumatera Utara hingga Juli 2026 meningkat sekitar 16 persen, antara lain dipengaruhi peningkatan kebutuhan untuk pemulihan pascabencana di Aceh.

SIG juga menyampaikan adanya kendala dalam meningkatkan produksi akibat keterbatasan pasokan batu bara sebagai bahan pendukung produksi.

Sementara itu, Semen Merah Putih menyampaikan bahwa gangguan mesin pabrik dan kendala distribusi akibat antrean BBM solar sempat memengaruhi harga jual.
Berbagai informasi tersebut menjadi bahan bagi KPPU untuk melihat lebih jauh hubungan antara kapasitas pasokan, kebutuhan pasar, dan ketersediaan semen di tingkat konsumen.

KPPU telusuri titik hambatan rantai pasok Ridho mengatakan, terdapat kondisi yang perlu mendapatkan perhatian. Di satu sisi, kapasitas produksi dan pasokan secara umum masih tersedia. Namun, di sisi lain, konsumen di sejumlah wilayah mengalami kesulitan memperoleh semen.

“Kalau dari sisi kapasitas produksi dan pasokan secara umum sebenarnya masih tersedia, tetapi di sisi lain konsumen mengalami kesulitan memperoleh semen, kita perlu melihat lebih jauh di titik mana terjadi bottleneck atau hambatan antara pasokan dari produsen dengan kebutuhan di pasar,” jelas Ridho.

Menurutnya, kondisi tersebut juga perlu dilihat dari perspektif persaingan antarproduk. Dalam mekanisme pasar yang kompetitif, apabila satu merek mengalami kekurangan pasokan, konsumen pada dasarnya dapat beralih ke merek lainnya. Namun, apabila berbagai merek pada saat yang sama sulit diperoleh di pasar, kondisi tersebut memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memahami apa yang terjadi pada sisi pasokan.

“Ketika satu merek mengalami kekurangan, secara teori konsumen masih dapat beralih ke merek lain. Tetapi apabila pada saat yang sama berbagai merek semen juga sulit diperoleh di pasar, kita perlu memahami apa yang sebenarnya terjadi pada sisi pasokannya,” ujar Ridho.

Ridho menegaskan, kondisi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai persoalan persaingan usaha. KPPU masih perlu memastikan apakah hambatan yang terjadi berasal dari kapasitas produksi, logistik dan transportasi, distribusi, alokasi pasokan, atau faktor lain dalam struktur pasar dan rantai pasok semen di Sumatera Utara.

Karena itu, KPPU akan mendalami struktur biaya dan pembentukan harga mulai dari produsen hingga konsumen, pola distribusi dan alokasi pasokan, serta berbagai hambatan logistik yang dapat memengaruhi harga dan ketersediaan semen.

Pendalaman juga akan dilakukan terhadap distribusi melalui jalur laut dengan melibatkan pihak terkait, termasuk pelaku distribusi, pelayaran, dan Pelindo. KPPU akan melihat antara lain kapasitas angkutan, ketersediaan kontainer, proses loading, waktu tunggu, serta komponen biaya dalam pengiriman semen ke Sumatera Utara.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah kenaikan biaya produksi dan logistik memiliki hubungan yang proporsional dengan kenaikan harga semen di pasar.

“Kalau persoalannya adalah kenaikan BBM dan biaya logistik, kita perlu melihat seberapa besar kenaikan biaya tersebut dan seberapa besar pengaruhnya terhadap harga semen. Pertanyaan berikutnya adalah mengapa dengan kondisi yang sama, harga semen di Sumatera Utara dapat lebih tinggi dibandingkan wilayah lain atau produk lain yang juga diangkut dari luar provinsi.
Ini yang masih perlu kami dalami,” ujar lRidho.

KPPU menegaskan bahwa hasil FGD belum merupakan kesimpulan akhir. Informasi yang diperoleh akan menjadi bahan untuk kajian, verifikasi data, dan pendalaman kondisi lapangan.

“FGD hari ini baru memberikan gambaran awal. KPPU masih akan menindaklanjuti informasi yang kami peroleh dengan pendalaman data dan turun langsung ke lapangan. Kami ingin memastikan apakah perbedaan harga tersebut memang sepenuhnya dapat dijelaskan oleh faktor biaya dan kondisi logistik, atau masih terdapat faktor lain dalam struktur dan rantai distribusi semen di Sumatera Utara yang perlu kami pahami,” pungkas Ridho. (Rel).

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Sampuran (air terjun) yang berada di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), memiliki potensi untuk menjadi destinasi baru wisata di wilayah tersebut.

Mendapat informasi dari masyarakat perihal adanya sampuran yang bisa jadi destinasi baru, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, usai Panen Raya Jagung di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), pada Sabtu (8/8/2026), langsung mendatangi lokasi sampuran bersama sejumlah warga.

Untuk menuju sampuran ini, hanya berjarak sekitar 200 ke 300 meter dari jalan lintas. Namun karena belum terjamah, dibutuhkan kondisi yang fit agar bisa menuruni jalan terjal setapak yang beralaskan tanah demi bisa sampai ke aliran air sampuran tersebut.

Yang membuat sampuran ini kian menarik, di sekitarnya terdapat pepohonan hijau karena dekat kawasan hutan, perkebunan hingga hamparan sawah milik warga.

Setelah melalui perjalan yang cukup menguras tenaga, Bupati Gus Irawan bersama sejumlah warganya, akhirnya tiba di air terjun tersebut. Berdiri di atas batu besar yang ada di aliran air sampuran, Gus Irawan pun menikmati dingin dan jernihnya air. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com – Deli Serdang – Sat Narkoba Polresta Deli Serdang kembali tangkap 2 pria yang diduga sebagai pengedar narkoba di Desa Sei Tuan Kec. Pantai Labu Kab. Deli Serdang. Sabtu (08/08/2026)

Kedua pelaku berinisial I alias M (30) warga Dusun IV Desa Kebun Ubi Kec.Teluk Mengkudu Kab.Serdang Bedagai dan ASN (33) warga Dusun I Desa Makmur Kec.Teluk Mengkudu Kab.Serdang Bedagai dan petugas sita barang bukti 1 bungkung plastik klip yang berisikan narkoba jenis shabu dengan berat bruto 1,14 gram dari kantong celana salah satu pria yang ditangkap.

Dalam konfirmasinya Kapolresta Deli Serdang melalui Kasat Narkoba Kompol Dr. Ferry Kusnady menerangkan bahwa penangkapan M dan ASN berawal dari keresahan masyarakat terkait dengan adanya pria yang mengedarkan narkoba jenis shabu di Desa Sei Tua Kec. Pantai Labu.

“Usai menerima informasi tentang keberadaan pelaku personil Satres Narkoba Polresta Deli Serdang langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan dan berhasil menyita barang bukti narkoba dari dalam kantong celana salah satu pelaku” ungkapnya.

Kedua pelaku mengakui atas kepemilikan narkoba tersebut selanjutnya pelaku dan barang bukti diboyong ke Mako Polresta Deli Serdang untuk dilakukan penyidikan atas kepemilikan narkoba tersebut.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan segala sesuatu yang berkaitan dengan narkoba, dengan informasi sekecil apapun kami dari Sat Narkoba akan langsung melakukan penyelidikan dan bila terbukti menyimpan atau mengedarkan akan kami tindak tegas” tutup Kasat Narkoba. (Mabhirink Gutul)