Bupati Gus Irawan Desak Pembangunan Huntap di Tapsel dan Kawal Pembangunan SPAM 50 Liter/Detik di Batang Toru, Pastikan Huntap Siap Dihuni

oleh

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., didampingi Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, S.P., M.M., bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meninjau pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Batang Toru di Desa Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru, Minggu (8/11/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Tour Desa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk melihat langsung progres pembangunan infrastruktur dan program pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga terdampak bencana yang akan menempati hunian tetap (huntap), dapat terpenuhi.

Pembangunan SPAM IKK Batang Toru merupakan program penanganan sistem penyediaan air minum pascabencana yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara, dengan sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk berdasarkan SPMK Nomor PB.0204/AM-SatkerPCKW1/2025/4 tertanggal 23 Desember 2025, dengan masa pelaksanaan 335 hari kalender. Sementara konsultan manajemen konstruksi dipercayakan kepada PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipastikan tersedia seiring dengan penyelesaian pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.

Baca juga  Polres Tanah Karo Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Ops Lilin Toba 2024

“Harapan kita, pembangunan ini berjalan paralel. Rumah hunian tetap selesai, begitu juga infrastruktur air bersihnya. Sebab, ketika masyarakat sudah menempati huntap, kebutuhan air menjadi sesuatu yang sangat mendasar dan harus tersedia,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pembangunan SPAM tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di kawasan Huntap Napa dan Hapesong, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Batang Toru, termasuk Desa Garoga dan wilayah sekitarnya.

Berdasarkan paparan teknis, SPAM IKK Batang Toru dirancang memiliki kapasitas produksi 50 liter per detik dengan sumber air baku dari Aek Sigumuru. Sistem ini diproyeksikan melayani kawasan Huntap dan Huntara Napa, Huntap Hapesong, Desa Garoga, serta sejumlah desa dan kawasan permukiman lainnya di Kecamatan Batang Toru.

Adapun lingkup pekerjaan meliputi pembangunan intake berkapasitas 55 liter per detik, pengadaan dan pemasangan pipa transmisi dari intake menuju instalasi pengolahan air (IPA), pembangunan IPA berbahan baja berkapasitas 50 liter per detik beserta pompa dosing, blower, sistem pencucian (backwash), dan pemantauan SCADA.

Selain itu, proyek tersebut mencakup pembangunan reservoir Ground Storage Tank (GST) berkapasitas 1.000 meter kubik, pengadaan dan pemasangan jaringan distribusi utama, jaringan distribusi pembagi, jaringan pelayanan hingga sambungan rumah.

Baca juga  Satlantas Polres Karo Periksa Tas dan HP Pelajar, Cegah Tawuran dan Balap Liar

Bupati juga menyoroti sejumlah tantangan teknis di lapangan, terutama keterbatasan waktu pelaksanaan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu tahun anggaran serta kebutuhan material dan mekanisme penyediaan beton (batching plant) yang cukup ketat.

Menurutnya, berbagai kendala tersebut perlu dicarikan solusi melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, tanpa mengabaikan standar teknis, spesifikasi, dan kualitas konstruksi yang telah ditetapkan.

“Kita memahami bahwa pekerjaan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Kualitas dan kekuatan konstruksi harus tetap sesuai spesifikasi. Namun, apabila ada alternatif metode pelaksanaan yang memungkinkan pekerjaan lebih cepat, seperti penggunaan truck mixer, tentu perlu dikomunikasikan dan dikaji bersama kementerian terkait,” ujarnya.

Gus Irawan menambahkan, pengalaman dalam percepatan pembangunan program pemerintah lainnya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mencari solusi atas hambatan teknis, sehingga pekerjaan tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat sesuai target.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran pemerintah melalui pembangunan infrastruktur pascabencana harus mampu memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya bagi masyarakat yang menjadi korban bencana, tetapi juga bagi warga di sekitar kawasan pembangunan.

Baca juga  29 Peserta Terpilih Sebagai Lokus Vasitasi PKN Tingkat II Angkatan XII Tapanuli Selatan Tahun 2026

“Ini bukan sekadar bagaimana kita merespons bencana yang sudah terjadi, tetapi bagaimana mengoptimalkan kehadiran negara agar masyarakat mendapatkan manfaat yang lebih luas. Dengan kapasitas 50 liter per detik, SPAM ini diharapkan menjadi solusi pemenuhan air bersih bagi warga Batang Toru,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyinggung kebutuhan air bersih untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di Tapanuli Selatan. Untuk sementara, kebutuhan air di lokasi tersebut masih dibantu melalui mobil pemadam kebakaran. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga mendorong percepatan penyusunan Detail Engineering Design (DED) agar pembangunan sistem penyediaan air bersih permanen dapat dimulai pada tahun berikutnya.

Bupati berharap seluruh program infrastruktur pascabencana dapat diselesaikan secara terkoordinasi dan tepat sasaran. Dengan demikian, pembangunan huntap tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga didukung ketersediaan sarana dasar, terutama air bersih, sanitasi, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Peninjauan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk terus mengawal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat, demi mewujudkan pemulihan yang lebih cepat serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. (Nurdin Nasution)