Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, (Pemkab Tapsel), terus memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi desa melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Komitmen tersebut diwujudkan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., CA., bersama Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., DBA., Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, S.P., M.M., serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui kegiatan Tourdes (Tour Desa) ke sejumlah kecamatan, Sabtu (7/11/2026). Kunjungan lapangan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan tepat sasaran, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani serta peternak.
Dalam rangkaian kunjungan yang meliputi Kecamatan Angkola Timur, Sayur Matinggi, dan Batang Angkola tersebut, pemerintah daerah menyalurkan berbagai bantuan produktif, mulai dari benih ikan, pakan perikanan, bibit kakao, pakan ternak babi, hingga pupuk organik untuk pengembangan kelapa genjah. Tidak sekadar menyerahkan bantuan, Bupati juga melakukan evaluasi langsung terhadap perkembangan usaha masyarakat dan mendorong penguatan kapasitas kelompok tani melalui pendampingan teknis, peningkatan produksi, serta perluasan akses pemasaran. Pendekatan ini mencerminkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran anggaran, tetapi juga pada keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat.
Di Kampung Huta Baru, Desa Pargarutan Dolok, Kecamatan Angkola Timur, Gus Irawan menyaksikan panen perdana sebagian ikan mas dan nila hasil budidaya kelompok perikanan setempat. Kelompok tersebut sebelumnya menerima bantuan 10.000 ekor benih ikan, terdiri atas 8.000 ekor nila dan 2.000 ekor ikan mas, serta 60 sak pakan ikan. Dari panen awal sebagian kolam, masyarakat berhasil memperoleh sekitar 150 kilogram ikan. Perwakilan kelompok, Salman Sakti Siregar, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang dinilai telah memberikan dorongan nyata bagi pengembangan usaha perikanan dan membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Menanggapi perkembangan tersebut, Gus Irawan menegaskan bahwa Gerakan 1.000 Kolam harus diarahkan menuju kemandirian produksi, termasuk kemampuan kelompok dalam melakukan pembenihan ikan secara mandiri. Ia meminta Dinas Perikanan bersama penyuluh perikanan (PPL) memberikan pendampingan intensif serta mengkaji potensi pengembangan pusat pembenihan ikan nila di kawasan tersebut. Menurutnya, produksi perikanan Tapanuli Selatan saat ini baru mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan konsumsi masyarakat. Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya peluang pengembangan produksi sekaligus perluasan pasar, termasuk melalui kerja sama dengan penyedia bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan berlanjut di Desa Sialang, Kecamatan Sayur Matinggi. Di lokasi ini, Bupati menyerahkan bantuan pengembangan kakao kepada Kelompok Tani Sinar Tani untuk areal seluas 49 hektare, berupa 49.000 batang bibit kakao dan dukungan Hari Orang Kerja (HOK). Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Taufik Batubara, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program strategis hilirisasi perkebunan yang mencakup pengembangan komoditas kopi, kakao, dan kelapa genjah. Pada 2026, Tapanuli Selatan memperoleh dukungan pengembangan perkebunan untuk kopi seluas 730 hektare, kakao 150 hektare, dan kelapa genjah 200 hektare. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan uji coba pengembangan bawang putih seluas 10 hektare sebagai tahap awal menuju rencana perluasan hingga 150 hektare pada 2027. Gus Irawan menekankan pentingnya memastikan seluruh bantuan ditanam dan dirawat dengan baik, terlebih kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan dinilai mendukung kegiatan penanaman.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa peningkatan produksi perkebunan harus diikuti dengan strategi hilirisasi dan kepastian pasar agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar. Ia mencontohkan pengembangan Martabe Chocolate sebagai salah satu peluang pengolahan kakao lokal yang lahir dari pembinaan PT Agincourt Resources. Menurutnya, keberhasilan sektor perkebunan tidak cukup diukur dari luas lahan dan jumlah tanaman yang dikembangkan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi serta menjangkau pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan komoditas perkebunan agar sektor pertanian semakin produktif, inovatif, dan memiliki prospek usaha jangka panjang.
Sementara itu, di Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Bupati menyerahkan bantuan pakan ternak babi sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Secara keseluruhan, Tapanuli Selatan memperoleh alokasi bantuan pakan ternak sebanyak 340 ton untuk komoditas kambing, domba, dan babi. Khusus wilayah Sayur Matinggi dan sekitarnya, bantuan pakan babi mencapai 50,5 ton yang dialokasikan kepada Kelompok Tani Bintang Terang dan Raja Holong. Pada kesempatan tersebut, Gus Irawan menyampaikan bahwa bantuan merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam membantu peternak memulihkan sumber penghidupan. Ia juga mendorong pengembangan sektor peternakan secara terintegrasi, termasuk mengupayakan dukungan mesin pembuatan pakan ternak guna menekan biaya produksi. Di Desa Benteng Huraba, Kecamatan Batang Angkola, pemerintah turut menyerahkan bantuan pupuk organik sebanyak 5,5 ton untuk mendukung pengembangan kelapa genjah seluas 5 hektare dengan kebutuhan 500 batang bibit. Total nilai bantuan diperkirakan mencapai hampir Rp150 juta, termasuk dukungan bibit dan pupuk organik.
Dalam arahannya, Gus Irawan menegaskan bahwa kegiatan Tourdes direncanakan berlangsung secara berkala setiap dua minggu bersama Wakil Bupati, Sekda, dan jajaran OPD. Melalui kunjungan langsung ke desa, pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan masyarakat, mengevaluasi efektivitas program, serta mempercepat koordinasi lintas sektor. Ia juga meminta seluruh OPD aktif mencari dan memperjuangkan program bantuan dari kementerian, mengingat keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Selain itu, berbagai persoalan masyarakat, termasuk kendala pengajuan pembiayaan usaha melalui Bank Sumut, diminta untuk diinventarisasi oleh camat agar dapat dikoordinasikan dengan pihak perbankan. Bupati mengingatkan bahwa bantuan pemerintah harus menjadi stimulus menuju kemandirian, bukan menciptakan ketergantungan. Melalui penguatan produksi, hilirisasi, pendampingan, dan perluasan akses pasar, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap potensi ekonomi desa dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat agenda Tapsel Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat menuju daerah yang produktif, mandiri, dan sejahtera. )Nurdin Nasution)


