RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews com – Medan – Di tengah padatnya tugas sebagai penjaga keamanan negara, Personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial. Pada hari Jumat yang penuh berkah, sebanyak 20 personel melaksanakan kegiatan bersih-bersih masjid dan pembagian makanan di Masjid Nurul Iman, Jalan H. Datuk Zakaria, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi pada tanggal 23 mei 2025.

Dipimpin langsung oleh Komandan Kompi 4 Batalyon B, AKP Tahi Parulian Hutagalung, kegiatan ini dimulai dengan gotong royong membersihkan area masjid sebelum pelaksanaan Salat Jumat. Usai ibadah, personel Brimob membagikan makanan siap saji kepada para jamaah dan warga sekitar sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.

Semangat kegiatan ini semakin terasa lengkap dengan keterlibatan Bhayangkari Batalyon B yang turut mendukung melalui dapur lapangan. Mereka dengan penuh keikhlasan memasak hidangan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat, menciptakan sinergi hangat antara keluarga besar Brimob dan warga.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dan sambutan positif dari masyarakat sekitar. Banyak yang menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kontribusi Satuan Brimob Polda Sumut yang tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif membangun nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

“Kami merasa sangat terbantu dan terharu. Terima kasih kepada Brimob yang hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi juga sebagai sahabat umat,” ujar salah satu warga usai menerima makanan.

Dengan aksi nyata seperti ini, Brimob Polda Sumut terus menunjukkan wajah humanisnya, membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya terbatas pada pengamanan, tetapi juga pada pelayanan dan ketulusan dalam menjalin hubungan dengan masyarakat. ( Mabhirink Gutul)

Rimbunnews com, Jakarta – Tiga perwakilan Pengurus Pusat Forum Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia (Forum PNS RI) menemui anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Pdt. Penrad Siagian, di Kompleks Parlemen DPD RI pada Rabu, 21 Mei 2025.

Pertemuan tersebut juga diikuti secara daring oleh ratusan anggota Forum PNS RI dari 38 provinsi di Indonesia.

Forum ini menyuarakan keresahan dan aspirasi ribuan ASN yang terkendala proses mutasi akibat diberlakukannya Peraturan Menteri PANRB No. 6 Tahun 2024.

Dalam beleid tersebut, ASN yang diangkat pada tahun 2019 baru diperbolehkan mengajukan mutasi setelah minimal 10 tahun masa pengabdian.

*Patah Harapan Karena Sistem Dikunci*

Wakil Ketua Harian Forum PNS RI, Alfian Fahruddin, menyampaikan bahwa aturan baru tersebut bertentangan dengan ketentuan sebelumnya, yaitu PP No. 11 Tahun 2017.

Dalam PP tersebut membolehkan mutasi dengan masa kerja minimal 2 tahun dan maksimal 5 tahun.

Akibat perbedaan aturan itu, sistem SIASN (Sistem Informasi ASN) dikunci, membuat banyak ASN yang sudah menyelesaikan prosedur mutasi tetap tidak bisa pindah.

“Banyak yang sudah mendapat izin dari atasan, lulus assessment, dan lolos butuh, tetapi tidak bisa pindah karena SIASN dikunci. Sementara masalah keluarga dan kesehatan makin menumpuk. Ada yang keguguran, LDM (long distance marriage), dan terpaksa keluar ongkos besar untuk bolak-balik,” ujar Alfian.

“Harapan kepada pemerintah agar ada kebijakan dan kelonggaran mengenai mutasi ini, tidak berarti para ASN di tempat terpencil tidak ingin mengabdi pada negara tetapi ada sisi-sisi kemanusiaan yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah,” sambungnya.

*Keluhan Forum PNS RI*

Salah satu testimoni disampaikan oleh Fatma, ASN Kementerian Agama asal Bone, Sulawesi Selatan.

Ia telah melewati seluruh tahapan mutasi secara sah, termasuk tes talenta dan persetujuan dari Kemenag Sulsel dan Kemenag pusat.

Namun, prosesnya terhambat oleh sistem informasi yang diblokir KemenPANRB berdasarkan aturan baru tersebut.

Akibatnya, ia harus bolak-balik antara pusat dan daerah, yang menguras waktu, energi, dan membuat pekerjaannya menjadi tidak optimal.

Contoh lainnya datang dari Usfail, tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit. Ia harus menempuh inseminasi karena terpisah jauh dari pasangan.

“Biayanya sangat mahal dan prosesnya gagal. Kita harus bolak-balik ke kota di mana pasangan kami ditempatkan. Kami bukan tidak mau berjuang dan tidak adaptasi, kami sudah lakukan itu sesuai aturan, namun terkendala dengan KemenPANRB,” ujarnya.

Sementara itu, Ismail Sinaga dari Kepulauan Meranti, Riau, menyatakan bahwa sudah banyak ASN yang mengundurkan diri karena frustrasi dengan proses mutasi yang sangat sulit.

“Kondisi ini tentu jadi melemahkan pelayanan para ASN kepada publik. Kebutuhan OPD di daerah sering tidak bisa dipenuhi karena adanya aturan dari KemenPANRB dan penguncian sistem informasi ASN tersebut,” ucapnya.

*Senator Penrad: Ini Soal Kemanusiaan*

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Senator Penrad Siagian menyatakan bahwa persoalan mutasi ASN bukan hanya soal regulasi, melainkan menyangkut aspek sosial, psikologis, dan kemanusiaan.

“Jika sudah berkeluarga, idealnya ASN bisa bersama keluarganya. Negara harus menciptakan iklim kerja yang sehat dan manusiawi. Saya melihat pemerintah belum cukup jeli membaca persoalan ini. Ada problem serius pada persoalan kemanusiaan,” tegas Penrad.

Penrad menyatakan bahwa sejak awal dirinya konsisten memperjuangkan nasib ASN, termasuk tenaga honorer dan PPPK.

Ia menyoroti adanya dua paradigma besar dalam struktur ASN, yakni ASN daerah yang tidak mudah berpindah karena dibiayai oleh APBD, dan ASN pusat yang dikendalikan langsung oleh Kementerian PANRB dan BKN.

Penrad dengan tegas mengatakan bahwa kondisi ini menciptakan kerumitan dan tumpang tindih regulasi.

“Untuk mutasi antar Kabupaten dan antar provinsi sangat sulit, karena ASN yang menjadi pegawai daerah itu menjadi beban APBD. Kepindahan 1 orang itu memengaruhi keuangan daerah. Ada pendulum lain yaitu pegawai daerah kembali masuk ke pegawai pusat. Jika menjadi pegawai pusat semua, maka semua diatur 1 pintu dari nasional (kemenpanrb/BKN),” katanya.

*Siap Fasilitasi Pertemuan dengan Menteri dan Kepala BKN*

Sebagai bentuk konkret dukungan, Penrad menyarankan agar Forum PNS RI menyusun surat resmi dan berita acara audiensi.

Surat itu akan ia teruskan kepada Menteri PANRB dan Kepala BKN agar pertemuan dapat dijadwalkan.

“Saya akan kawal. Kita dorong ada pertemuan resmi dengan menteri dan kepala BKN. Yang jelas, saya sepakat dengan teman-teman: ASN harus punya ruang untuk bekerja dengan tenang tanpa mengorbankan kehidupan keluarga,” ujar Penrad.

Dalam pertemuan itu, ia juga mengungkap bahwa Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN) saat ini sedang dalam tahap pembahasan revisi, baik di DPR maupun DPD RI.

Ia menyebut, revisi ini adalah momentum penting untuk mengoreksi berbagai regulasi yang tumpang tindih dan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan kebijakan.

“Saya mendukung gerakan kawan-kawan, agar dicari solusi jalan tengah agar teman-teman ASN bisa bekerja dengan baik. Yang jelas saya bersama dengan gerakan kawan-kawan bisa bersama keluarga,” ucap Penrad Siagian.

Pertemuan Forum PNS RI dengan Senator Penrad Siagian menjadi titik terang baru dalam perjuangan panjang para ASN yang terdampak kebijakan mutasi.

Para ASN berharap, pemerintah tidak hanya memandang mereka sebagai angka dalam sistem, tetapi sebagai manusia yang memiliki keluarga, tanggung jawab, dan hak untuk hidup layak.(*)

Rimbunnews.com, Medan, Sumatera Utara

Kehebohan melanda publik Medan menyusul beredarnya informasi menyesatkan di akun TikTok atas nama Joshua Simatupang 02 .

Akun tersebut menuduh Surat daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Polrestabes Medan terhadap Arini Ruth Yuni br Siringoringo, Erika br Siringoringo, dan Nurintan br Nababan tidak benar .

Pernyataan tersebut dinilai sebagai upaya pelecehan terhadap kinerja kepolisian dan telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
Akun Joshua Simatupang 02 juga sempat membalas komentar dari netizen dengan mengatakan ” media tidak jelas” ,

Pernyataan tersebut dinilai juga sudah menjatuhkan Marwah dan martabat profesi jurnalis dan pengusaha serta pemilik media yang selama ini telah berkontribusi bersama pemerintah dalam menyajikan pemberitaan yang adil dan berimbang serta mendukung program program pemerintah dan kepolisian .

Akun tiktok Joshua Simatupang 02 mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak.  Sebelumnya, Leo Zai dari kantor hukum DRS & Partners juga memberikan pernyataan serupa di beberapa media online, mengklaim telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan menyatakan DPO tersebut palsu.

Hal ini semakin memperkeruh situasi dan menimbulkan pertanyaan besar tentang profesionalisme seorang oknum kuasa hukum yang seharusnya menjunjung tinggi hukum dan tidak menyesatkan publik dengan edukasi dan pernyataan nya .

Kuasa hukum korban, Henry Pakpahan, S.H.,  dengan tegas membantah klaim tersebut.  Dalam konferensi pers di Polrestabes Medan, didampingi korban Doris Fenita br Marpaung dan Riris br Marpaung , 23/05/2025 ,  Pakpahan menyatakan, “Akun TikTok Joshua D. Simatupang sangat menyesatkan publik. Kepolisian tidak mungkin salah dalam mengeluarkan status DPO.” Tegasnya .

Pakpahan menegaskan ” kepercayaan saya pada kinerja Polrestabes Medan sangat baik  ” terang nya

Henry Pakpahan menantang pihak yang meragukan keabsahan DPO untuk menempuh jalur hukum yang benar.  “Ambil langkah hukum, praperadilan, jangan hanya bicara di media sosial , jika memang DPO palsu kenapa pada saat konferensi pers di kantor imigrasi kemarin para DPO tidak dihadirkan, kenapa harus disembunyikan ” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan alasan ketiga tersangka disembunyikan saat konferensi pers di kantor imigrasi,  mengingatkan pentingnya menghadirkan mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pakpahan menyerukan kepada kepala kantor KPP Pratama Cilandak Jakarta Selatan tempat Arini Ruth Yuni br Siringoringo bekerja segera mengultimatum kepada pegawainya untuk menyerahkan diri kepada polisi biar segera proses hukum bisa berjalan .

Henry Pakpahan,S.H juga meminta kepada Mentri Keuangan ibu Sri Mulyani , Dirjen Pajak bapak Bimo Wijayanto , dan Kepala Kantor KPP Pratama Cilandak Jakarta Selatan mengambil sikap tegas kepada pegawainya yang tidak mematuhi hukum dan menjadi buronan kepolisian Republik Indonesia .

” kepada bapak Kapolri jenderal pol Listyo Sigit Prabowo , Kapolda Sumut Irjen pol Whisnu Hermawan februanto dan Kapolrestabes Medan Kombes pol Gideon Arif Setiawan  diminta untuk atensikan kasus ini karena diduga oknum kuasa hukum telah mencoreng institusi kepolisian dengan tidak mempercayai kinerja kepolisian dengan mengatakan bahwa DPO yang diterbitkan polisi itu palsu

Buat seluruh masyarakat Indonesia dan aparat kepolisian jika melihat dan menemukan mereka dimana saja segera menangkap dan menyerahkan ketiga DPO tersebut kepada pihak berwajib agar proses hukum dapat berjalan lancar ”  Hardiknya

Lanjut sebelum nya ,ketiga tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka pada 6 Januari 2025  lalu atas kasus penganiayaan terhadap Dor

Rimbunnews.com – Sergai – Dalam rangka program Polri Peduli dan Jumat Berkah, Polsek Teluk Mengkudu Polres Sergai menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada kaum dhuafa di Dusun II Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, pada Jumat 23 Mei 2025.

Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolsek Teluk Mengkudu, IPTU J. Butar-Butar, mewakili Kapolsek AKP Desman Manalu, S.H. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras lima kilogram, minyak makan satu liter, satu kotak teh, dan satu kilogram gula pasir.

Sebanyak tiga warga yang menerima bantuan adalah Kapsiah (93), Sabri (83), dan Indamah (77), seluruhnya merupakan warga Dusun II yang hidup dalam kondisi serba kekurangan. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dusun II, Jama Sari, menyampaikan terima kasih kepada Polsek Teluk Mengkudu dan Polres Sergai atas bantuan yang diberikan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut karena sangat berarti bagi warganya yang membutuhkan.

Sementara itu, Ps. Kasi Humas Polres Sergai IPTU Zulfan Ahmadi, S.H., M.H. membenarkan kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk hadir dan peduli terhadap masyarakat yang memerlukan uluran tangan, khususnya kaum dhuafa dan warga yang sakit menahun.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah personel Polsek Teluk Mengkudu bersama dua bhabinkamtibmas dan perangkat desa setempat. ( Mabhirink Gutul )

 

Rimbunnews.com – Medan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Polda Sumatera Utara terus menggencarkan pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan fokus utama pada penindakan aksi premanisme dan kejahatan jalanan.

Patroli KRYD yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti aksi premanisme, tindak kriminal 3C (curat, curas, dan curanmor), peredaran narkotika, kepemilikan senjata tajam ilegal, balap liar, hingga tindak kejahatan jalanan lainnya yang meresahkan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel di lapangan turut memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Para juru parkir diingatkan untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli), sementara warga diminta untuk lebih waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor. Petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas demi memastikan situasi tetap tertib dan lancar.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa patroli KRYD ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya fokus pada penindakan, tetapi juga bersifat preemtif dan preventif. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat mampu mencegah niat pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Kami mengajak masyarakat untuk melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas di sekitarnya. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan sinergi antara Polri dan masyarakat sangat penting,” tambahnya.

Dengan dilaksanakannya patroli secara rutin dan masif, diharapkan para pelaku kejahatan akan berpikir dua kali untuk melancarkan aksinya, sementara masyarakat semakin percaya terhadap upaya Polri dalam menjaga keamanan di wilayah Sumatera Utara. ( Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Deli Serdang – Tim Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia ( LAKRI ) Kabupaten Deli Serdang Gelar Audensi ke Camat Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, Jumat ( 23/05/2025).

Ketua LAKRI Kabupaten Deli Serdang, Charles Bronson Surbakti menyampaikan, diadakannya audensi ini untuk menjalin silaturahmi dan kerjasama yang baik yang baik antara LAKRI dan Camat Kutalimbaru.

Charles juga menyampaikan, LAKRI siap mendukung program kerja Kecamatan Kutalimbaru sesuai dengan arahan dan program Bupati Deli Serdang, dr. H Asri Ludin Tambunan, M.Ked (PD),Sp.PD.

Kunjungan Ketua LAKRI Kabupaten Deli Serdang, Charles Bronson Surbakti disambut baik Camat Kecamatan Kutalimbaru, Muhammad Arif Budiman Tarigan S.IP dan siap menerima tawaran kerjasama dari Ketua LAKRI Deli Serdang.

Muhammad Arif yang Beru beberapa hari dilantik sebagai Camat Kutalimbaru ini menyampaikan akan membenahi secara bertahap  semua infrastruktur untuk melayani masyarakat yang lebih baik..

Mantan Sekcam pancur batu itu juga mengatakan , yang paling terutama di benahi adalah dalan pencetakan kartu keluarga dan KTP tidak lagi ke kantor camat pancur batu agar lebih cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat, kata Arif.

Camat yang sebelumnya Sekcam Kutalimbaru ini juga menyampaikan , siap mendukung seratus hari program pemerintah kabupaten Deli Serdang , katanya mengakhiri bincanya.

Ketua LEMBAGA ANTI KORUPSI REPUBLIK INDONESIA ( LAKRI ) Deli Serdang  Charles Bronson Surbakti Berpesan Kepada Masyarakat di Deli Serdang,

Apabila Ada yang Mengatas Namakan LAKRI tanpa menujuk kan Surat Tugas Resmi,,maka itu oknum tersebut ILEGAL/PALSU. ,Mengingat banyak Oknum Mengatas Namakan Anggota  LAKRI'”,,ungkap  Charles  Bronson Surbakti. ( Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com, Depok – Para pedagang asongan maupun K5 yang selama ini mangkal di beberapa sekolah khususnya sekolah dasar di kota Depok dalam beberapa bulan ini mulai mengalami kegelisahan seputar rejeki yang mereka dapatkan . Keberadaan kantin sekolah , dalam tujuh atau enam bulan terakhir ini yang letaknya berada di dalam kompleks sekolah benar – benar mempengaruhi pendapatan para pedagang itu . Menurut salah seorang pedagang K5 yang bernama Iwan , omzetnya dalam enam atau lima bulan terakhir ini benar – benar mengalami penurunann yang drastis . Jika biasanya dia mampu meraup penjualan sekitar Rp.200.000,- atau Rp.250.000,- per harinya namun sekarang penjualannya mengalami penurunan yang sangat signifikan . ” Sekarang , boro – boro setengahnya . Mampu meraih penjualan Rp.80.000,- saja sudah syukur ” . Ujar Iwan . -Menurut pedagang macaroni yang berasal dari Cianjur itu , jika selama ini dia mampu meraih keuntungan bersih sebesar Rp.120.000,- dari total penjualannya yang biasanya mencapai Rp.250.000,- . Saat ini dia hanya mampu meraih laba bersih sekitar Rp.30.000,- bahkan kurang dari itu . ” Kalau keuntngan yang saya dapatkan hanya Rp.30.000,- sehari , sudah pasti itu tidak cukup , mas ” . Ucapnya dengan nada gundah . ” Untuk makan saya saja sehari – hari sudah menghabiskan Rp.30.000,- , belum lagi saya harus mikirin uang kontrak bulanan dan kiriman kepada anak dan istri saya di Cianjur ” . Ujarnya , menambahkan . Pedagang macaroni yang biasanya mangkal di depan SD Negeri 03 Pancoran mas , Depok ini sangat mengharapkan adanya kebijakan dari pihak sekolah agar pihak sekolah meninjau kembali kebijakan pembukaan kantin di dalam kompleks sekolah tersebut . Salah seorang pedagang K5 Lainny yang tidak bersedia disebutkan namanya dan mangkal di depan SD Negeri 03 Depok itu sangat menyayangkan kebijakan pihak sekolah yang membuka kantin di dalam kompleks sekolah tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkannya . ” Umumnya para pedagang yang mangkal di depan sekolah ini dan sekolah – sekolah lainnya adalah masyarakat ekonomi lemah yang penghidupan keluarganya bergantung dengan keberadaan siswa – siswa sekolah itu , mas . Kalau sudah begini , kami hanya bisa pasrah ” . Ungkap pedagang K5 itu . Wanita yang punya 5 orang anak dan semuanya masih bersekolah itu juga mengatakan . ” Kalau alasan pihak sekolah membuka kantin di dalam sekolah berkaitan dengan makanan sehat , kami bersedia meningkatkan kwalitas produk makanan kami dari segi kesehatan ” . Ketika kontributor Rimbun news menanyakan , apakah setelah adanya kantin di dalam kompleks sekolah itu para siswa dilarang membeli jajanan diluar sekolah oleh para guru – guru ? . Pedagang wanita yang sehari – hari berjualan es teh itu mengatakan bahwa pihak sekolah katanya memang tidak melarang . ” Tapi kami dapat kabar , banyak sekali para guru – guru yang melarang murid – muridnya untuk membeli jajanan diluar sekolah ” . Lebih jauh wanita pedagang K5 itu juga menambahkan ” Guru – guru itu melarang murid – muridnya membeli jajanan diluar karena mereka ( para guru ) banyak yang nyambi berjualan di kantin sekolah , mas . Makanan sehat itu cuma jadi alasan ” . Ketika kontributor Rimbun news menanyakan apakah sudah pernah mengadakan dialog dengan pihak sekolah , pedagang wanita itu mengatakan ” Hal itu percuma saja ”
Wanita itu juga menambahkan . ” Setiap kita tanyakan hal itu kepada pihak sekolah , semuanya serentak mengatakan tidak pernah melarang tapi kenyataannya tidak seperti itu ” . Sementara itu , keresahan yang sama juga disampaikan oleh para pedagang K5 yang biasanya mangkal di depan sekolah.
Sementara itu , keresahan yang sama juga disampaikan oleh para pedagang kecil atau K5 lainnya yang biasanya mangkal di SD – SD Negeri di seputaran kota Depok . Sebagai rakyat kecil , para pedagang itu hanya mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah tentang nasib mereka . ” Kami hanya rakyat kecil yang bodoh , mas . Kami tidak tahu kemana harus menyampaikan keluhan kami ” . Ujar salah seorang pedagang K5 yang biasanya mangkal di depan SD Negeri Anyelir kota Depok .

Mudah – mudahan walikota Depok bahkan gubernur Jawa barat , Deddy Mulyadi mendengarkan keluhan kami dan mencari solusi untuk perbaikan nasib kami ” . Ucap pedagang itu , menambahkan (Barus)

 

Rimbunnews.com  – Medan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan secara nasional Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara masif dan merata.Peluncuran Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 dilakukan bersamaan dengan Kegiatan Edukasi Keuangan dengan tema “Generasi Muda Melek Finansial, Wujudkan Masa Depan Sejahtera di Era Digital” yang digelar di Auditorium Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Kabupaten Brebes, Kamis (22/05/2025).

 

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (foto), Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Roby Setiadi, Wakil Bupati Brebes Wurja beserta pimpinan Industri Jasa Keuangan.

Kegiatan diikuti oleh lebih dari 500 mahasiswa UMUS secara tatap muka serta 2.314 mahasiswa Universitas Panca Sakti dan mahasiswa lainnya secara online. Generasi muda merupakan salah satu dari sepuluh sasaran prioritas penerima program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

 

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda.

 

“Mahasiswa dan generasi muda merupakan salah satu dari sepuluh segmen yang kita prioritaskan dalam memberikan edukasi dan literasi. Jadi adik-adikku, pelajari keuangan dengan baik, walaupun kalian jurusannya apapun, mau jadi insinyur, dokter, dan lain-lain, tetap harus mengerti tentang keuangan, karena itulah yang menjadi modal kalian untuk bisa sukses di masa yang akan datang,” kata Friderica.

 

BLK merupakan program baru OJK untuk menggencarkan pelaksanaan program peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara masif dan merata, dan kegiatan hari ini juga disiarkan secara langsung oleh seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Kantor OJK di daerah.

BLK akan berlangsung dari bulan Mei sampai dengan bulan Agustus tahun 2025, dengan rangkaian champion program antara lain Financial Literacy Series dan Financial Literacy Campaign, serta ditutup dengan pemberian Financial Literacy Award.

Wakil Ketua Komisi XI BPR RI Mohamad Hekal menyampaikan apresiasi kepada OJK yang telah menyelenggarakan kegiatan edukasi sebagai implementasi program GENCARKAN dan Bulan Literasi Keuangan.

 

Hekal menyampaikan bahwa generasi muda saat ini memiliki peluang luar biasa untuk membentuk masa depan melalui pemahaman keuangan yang lebih baik khususnya sebagai generasi yang melek teknologi.

 

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan kami, bekerja sama dengan OJK, dan semua pelaku usaha yang berizin dan benar, supaya kita akan meningkatkan literasi keuangan terhadap adik-adik semua, supaya kita bisa mengurangi kejadian-kejadian ini ke depan. Karena harapan kita, kalau adik-adik ini cerdas dalam mengelola dana, cerdas dalam mengelola penghasilan, kita juga kepingin Anda ini bisa bebas menikmati hidup,” kata Hekal.

 

Sementara itu, Bupati Brebes yang diwakili oleh Wakil Bupati Wurja menyampaikan dukungannya atas program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan OJK dan industri jasa keuangan, serta menitipkan pesan kepada para peserta untuk terus meningkatkan literasi dan kemampuan pengelolaan keuangannya.

“Kalian memiliki potensi besar dan menjadi pelopor dalam membangun masyarakat Brebes yang lebih cerdas finansial. Masa depan Brebes ada di tangan kalian.

 

Literasi keuangan yang baik, kalian tidak hanya akan mampu mengelola keuangan pribadi dengan baik, tapi juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Brebes yang lebih stabil dan berkelanjutan,” kata Wurja.

 

Rektor Universitas Muhadi Setiabudi Roby Setiadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan karena telah menjadi bagian dari mendidik generasi muda yang melek finansial.

 

“Melalui acara ini, saya berharap mahasiswa dan para peserta memperoleh wawasan keterampilan dan kesadaran baru tentang pentingnya perencanaan keuangan, pengelolaan aset, serta pemanfaatan teknologi finansial, secara cerdas dan bertanggung jawab,” kata Roby Setiadi.

 

Acara dilanjutkan dengan sesi Talkshow Keuangan bertema “Masa Depan Sejahtera dengan Perencanaan Keuangan” yang menghadirkan tiga narasumber inspiratif yaitu Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Cecep Setiawan selaku, Regional CEO Regional Office 05 BNI I Gusti Nyoman Putra selaku serta Deputi Kepala Perwakilan BEI Jawa Tengah Akhmad Nuranyanto. ( Rel)

Rimbunnews.com – Sergai – Aksi kriminal seorang residivis kembali menggemparkan warga Serdang Bedagai. S alias Rizal, 29, pria yang pernah dipenjara karena kasus pencurian, kembali berulah dengan membobol rumah warga di Dusun III, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Rizal akhirnya diringkus Unit Reskrim Polsek Pantai Cermin pada Rabu, 21 Mei 2025, di kawasan Simpang Mabar, Medan Deli, Kota Medan.

Dalam proses penangkapan, Rizal sempat melawan dan mencoba melarikan diri, sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan ke bagian kaki. Ia langsung dilarikan ke RS Sawit Indah untuk mendapatkan perawatan.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Sitepu, didampingi Kasie Humas Polres Sergai, Iptu Zulpan Ahmadi, SH, MH, Kapolsek Pantai Cermin, AKP Erwin, Kanitres. Polsek Cermin,IPDA Muhammad Zainul Khan¹beserta jajarannya, dalam konferensi pers pada Jumat (23/5/2025), menjelaskan bahwa aksi pembobolan rumah terjadi pada Senin, 21 April 2025.

Korban Erwinsyah, SH, melaporkan kejadian tersebut usai istrinya, Fitri Aprida, menemukan jendela rumah mereka dalam kondisi terbuka dan sejumlah barang berharga telah raib.

Barang-barang yang dicuri antara lain sebuah ponsel Redmi Note 13 Pro, tablet EasyTech E18, dua jam tangan, serta dompet berisi uang tunai. Kerugian ditaksir mencapai Rp7 juta.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kami menemukan bahwa tablet milik korban dijual kepada seorang saksi bernama Dedi Pardian. Dari situ, kami berhasil mengidentifikasi pelaku utama, yakni S alias Rizal,” ungkap AKBP Jhon Sitepu.

Dalam pemeriksaan, Rizal mengaku tidak beraksi sendiri. Ia dibantu dua rekannya, Ardiansyah alias Ardi, 16 dan Rafli alias Empi, 20 yang kini masih dalam pengejaran. Selain kasus di rumah Erwinsyah, ketiganya juga terlibat pencurian di rumah warga bernama Siti Fatimah pada 13 Mei 2025.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari dua lokasi kejadian, termasuk beberapa unit ponsel bermerek Vivo dan Oppo. Selain itu, diketahui bahwa Rizal juga memiliki catatan kriminal lain, yakni kasus penganiayaan berat terhadap Muhammad Syarif pada tahun 2023.

“Upaya pengejaran terhadap dua pelaku lainnya masih terus kami lakukan. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku tertangkap,” tegas Kapolres.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan lingkungan serta pengawasan terhadap mantan narapidana yang belum sepenuhnya kembali ke jalur hukum. ( Mabhirink Gutul )

 

Rimbunnews.com – Medan – Suku bunga acuan Bank Indonesia semakin kuncup. Bank Indonesia memangkas BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada 21 Mei 2025.

Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia ini mengakhiri periode penahanan suku bunga di level 5,75 persen yang telah bertahan sejak April lalu. Bersamaan dengan itu, suku bunga deposit facility dan lending facility juga turut diturunkan masing-masing menjadi 4,75 persen dan 6,25 persen.

Ada beberapa alasan mengapa bank sentral memangkas suku bunga acuan:

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo beralasan, inflasi yang tetap terkendali. Perry mengatakan, tingkat inflasi di dalam negeri cukup rendah dan masih dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Bahkan, BI memproyeksikan inflasi akhir tahun akan berada di kisaran 2,6 persen.

upiah Menguat

Alasan kedua mengapa Bank Indonesia memangkas BI rate karena stabilitas nilai tukar rupiah. Bank sentral mencatat nilai tukar rupiah saat ini stabil dan cenderung menguat. Perry menyampaikan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sepanjang Mei 2025 menguat 1,13 persen secara point to point dibandingkan posisi akhir April. Penguatan ini didukung intervensi BI melalui instrumen pasar seperti Non-Deliverable Forward (NDF), pasar spot, Domestic NDF, hingga pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

Ekonomi Butuh

StimulusBank Indonesia  juga menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi jadi alasan untuk menurunkan suku bunga. Di kuartal I 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 4,87 persen secara tahunan, nilai ini turun dari 5,02 persen di kuartal sebelumnya, “Oleh karena itu, BI juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pertimbangan inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry.

Momentum yang Tepat

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menambahkan, pemangkasan suku bunga juga didorong oleh masuknya aliran modal asing. Sepanjang Mei 2025, BI mencatat total aliran modal masuk bulan ini mencapai Rp 20,63 triliun, “Ini juga yang membuat kami percaya diri untuk menurunkan suku bunga BI rate di Rapat Dewan Gubernur bulan ini,” ucap Destry.

Keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan ini tidak sesuai dengan keinginan para ekonom. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, misalnya, sempat menyarankan agar suku bunga tetap dipertahankan.

Ekonom Teuku Riefky menyebut risiko eksternal global masih tinggi dan menilai ketahanan rupiah belum tentu berkelanjutan. “Mengingat masih adanya risiko eksternal, Bank Indonesia perlu mempertahankan BI Rate di 5,75 persen dan tetap berhati-hati sampai kondisi global menjadi lebih dapat diprediksi,” tulis ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam Laporan Seri Analisis Makroekonomi yang dirilis pada Selasa, 20 Mei 2025. ( Mabhirink Gutul)