RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews.com – Medan – Dalam momen sakral Wisuda Universitas Negeri Medan (UNIMED) periode Mei 2025, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., menyampaikan orasi ilmiah yang menggugah, bertajuk perubahan zaman, disrupsi teknologi, dan tantangan masa depan lulusan pendidikan tinggi. Di hadapan ribuan wisudawan dan tamu undangan, Guru Besar tersebut menyampaikan pesan kuat: “Tak ada kesuksesan tanpa strategi.”, disampaikannya di Gedung Auditorium Unimed (22/5/25).

Dengan gaya tutur yang lugas namun penuh makna, Prof. Syawal yang juga Ketua Senat Universitas Negeri Medan ini mengajak para lulusan untuk tidak berhenti belajar setelah menerima ijazah. “Wisuda hari ini bukanlah akhir dari belajar, melainkan awal dari proses pembelajaran yang sesungguhnya,” tegasnya.

Prof. Syawal memetakan tiga jalur utama yang mungkin dipilih lulusan yaitu: menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), bekerja di dunia industri dan perusahaan, atau merintis usaha sendiri. Ketiganya mulia, katanya, namun apapun pilihannya, semua membutuhkan kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin terdampak oleh otomasi dan kecerdasan buatan (AI).

Merujuk laporan World Economic Forum, Prof. Syawal menyampaikan bahwa 85 juta pekerjaan di dunia, termasuk Indonesia, terancam digantikan oleh otomasi. Di beberapa negara seperti Tiongkok, Thailand, hingga Malaysia, perpindahan pekerjaan ke sistem otomatis bahkan telah menyentuh angka 70% lebih. Maka, lulusan tak boleh hanya mengandalkan ijazah, tapi juga harus membekali diri dengan keterampilan digital dan karakter pembelajar sepanjang hayat, ucap Tokoh Pendidikan Nasional ini.

“Apapun latar belakang pendidikan anda, bahasa, sosial, teknik, ekonomi itu semua bisa relevan di era AI, asalkan anda mau belajar,” ujarnya. Prof. Syawal menyebutkan empat sektor unggulan yang paling potensial ke depan, seperti teknologi informasi, e-commerce, energi terbarukan, dan ekonomi kreatif.

Lebih jauh, Prof. Syawal merinci 20 jenis pekerjaan masa depan yang menuntut kompetensi digital dan strategi personal yang kuat, mulai dari data analyst, AI specialist, hingga digital marketing dan cybersecurity. Namun, menurut Prof. Syawal, memiliki keterampilan saja tidak cukup. Strategi adalah kunci membedakan lulusan biasa dan lulusan yang berhasil.

Strategi itu mencakup membangun jejaring, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengembangkan daya juang, dan memperluas cakrawala pengetahuan lintas disiplin. Prof. Syawal menekankan pentingnya diversifikasi kompetensi, bahkan bagi lulusan dari bidang non-teknis seperti bahasa dan pendidikan.

Dalam orasinya, Prof. Syawal juga memberikan inspirasi dari tokoh-tokoh dunia seperti Michael Faraday, Thomas Alva Edison, pendiri WhatsApp Jan Koum, dan pendiri Tokopedia William Tanuwijaya anak Siantar. Keempat tokoh ini menempuh jalan berbeda, namun memiliki kesamaan utama yakni semangat belajar tanpa henti dan tidak mudah menyerah.

Mengutip filsuf klasik, Prof. Syawal menutup orasinya dengan kalimat penuh makna:
“A lifelong learner is a lifelong winner.” Itulah pesan kuat bagi para wisudawan UNIMED supaya belajarlah terus, karena hanya dengan belajar, kalian akan menang menghadapi perubahan zaman, tutupnya. (Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com  – Medan – Polisi menangkap pelaku penganiayaan berinisial OS, 39 tahun, warga Jalan Bunga Herba, Medan Selayang.

Pasalnya, ia diduga melakukan penganiayaan terhadap LS, 34 tahun, Jumat (18/4/2025) lalu di warung Geprek Ngenes, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan.

Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Syawal Sitepu menjelaskan, insiden penganiayaan itu terjadi saat keduanya bertemu di lokasi. Setelah mengobrol beberapa saat, keduanya terlibat cekcok mulut.

“Saat cekcok itu, korban berdiri. Pelaku juga ikut berdiri dan hendak merangkul korban,” katanya, Kamis (22/05/2025).

Saat dirangkul, korban melepaskan rangkulan itu yang menyulut emosi pelaku. Pelaku pun memiting korban yang membuat korban merasa kesakitan.

“Korban berusaha melepaskannya dengan cara meronta-ronta. Setelah terlepas lalu korban menyelamatkan dirinya dengan cara berlari ke arah parkiran, kemudian pelaku menarik baju korban dari belakang sehingga baju yang dikenakan korban robek,” tuturnya.

Dengan kondisi baju yang terlepas itu, korban pun melarikan diri dan mendatangi Polsek Medan Tuntungan.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHPidana dengan dua tahun delapan bulan penjara,” ujarnya.

Sementara pelaku, OS menuturkan bahwa ia tidak ada melakukan pemukulan terhadap LS. Dikatakannya, ia hanya melakukan pemitingan terhadap LS karena LS melepaskan rangkulan yang diberikannya.

“Kami belum ada ngobrol apa-apa. Dia bilang jangan coba-coba intervensi saya. Saya bilang siapa yang mau mengintervensi kamu. Tiba-tiba dia berdiri. Kalau masalah katanya pemukulan, saya mati berdiri pun siap. Tidak ada saya pukul dia. Tapi biar lah Tuhan yang jawab itu semua,” jelasnya.

Pria 39 tahun itu pun mengaku telah menghaturkan permohonan maaf terhadap korban. Namun korban tetap ingin melanjutkan perkara itu ke jalur hukum.

“Saya sebetulnya tidak mau seperti ini. Saya maunya baik-baik aja. Kalau sudah begini, saya juga mau minta maaf sama rekan-rekan media sekalian. Saya sudah minta maaf sama korban. Kemarin pun saat mau buat laporan juga saya sudah minta maaf. Tapi dia tidak terima. Dia mau berlanjut. Saya sebagai manusia mau jalan yang baiknya aja sebenarnya,” jelasnya. ( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Sergai – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Serdangbedagai (Sergai) berhasil menangkap satu dari dua pelaku pencurian dengan pemberatan dalam waktu dua jam setelah laporan diterima.

PS. Kasi Humas Polres Sergai, IPTU Zulfan Ahmadi, SH, MH, menyampaikan ke awak media, Rabu,(21/5/2025), bahwa pelaku yang berhasil diamankan bernama Zulkarnain alias Z,40, warga Dusun II, Kampung Keling, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai. Sementara satu pelaku lainnya berinisial Surya alias S masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lanjutnya, penangkapan ini menindaklanjutin dari laporan Muhammad Yasir, S.Pd ,38, warga Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai, yang kehilangan satu unit mesin pembuat kopi dan satu unit mesin genset.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp 6 juta. Peristiwa ini diketahui pada Minggu, 18 Mei 2025 pukul 17.00 WIB di Dusun I, Desa Sei Rampah,” ucapnya.

Menurut keterangan korban, (Sebut IPTU Zulfan), peristiwa ini setelah mendapat informasi dari saksi Izhar Rachmadsyah bahwa peralatan dagangnya yang disimpan di dalam mobil ekspas miliknya telah hilang. Setelah memastikan kehilangan tersebut, korban langsung membuat laporan ke SPKT Polres Sergai dengan LP Nomor: LP / B / 165 / V / 2025 / SPKT / POLRES SERGAI / POLDA SUMUT.

Kemudian, tim Opsnal Sat Reskrim yang dipimpin Kanit I Pidum IPDA Ibnu Irsady, S.Tr.K melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Sekitar pukul 19.00, pelaku Zulkarnain ditangkap di Tenda Biru Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah saat hendak menjual barang hasil curian.

“Pelaku mengakui perbuatannya dan dari tangannya kita amankan satu unit mesin pembuat kopi dan satu unit mesin genset warna merah sebagai barang bukti,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan aksi pencurian bersama rekannya, Surya, yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Tersangka Zulkarnain dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4e KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara hingga tujuh tahun dan kasus ini masih dalam pengembangan dan kami terus melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya,” tegasnya.

Terakhir, IPTU Zulfan Ahmadi SH,MH, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan segala bentuk tindak kejahatan keaPolres Sergai demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. ( Mabhirink Gutul)

Rumbunnews.com – Medan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan Kanwil Ditjenpas Sumut melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 Tahun 2025. Selasa (20/5/2025). Upacara ini merupakan bagian dari momentum nasional untuk mengenang lahirnya semangat kebangsaan yang ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengobarkan semangat persatuan, kemajuan, dan gotong royong.

Bertempat di lapangan dalam Rutan Kelas I Medan upacara kali ini mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”, berlangsung khidmat. Yang diikuti oleh seluruh petugas dan warga binaan. Bertindak selaku inspektur upacara Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

“Tepat di tanggal 20 Mei 2025, kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah.” Ujar Andi.

“Dalam 150 hari pertama Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih, kami memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari Rakyat. Karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang”. Ucap Andi.

“Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama.” Tutup Andi. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Ditreskrimsus Polda Sumut menegaskan perannya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup melalui penegakan hukum terhadap tindak pidana khusus. Hal ini disampaikan Kanit 3 Subdit 3 Ditreskrimsus, AKP Dr. Rismanto J. Purba, S.H., M.H., M.K.n., dalam Dialog Interaktif Hallo Polisi di RRI Medan, Rabu (21/5/2025).

Mengangkat tema “Penegakan Hukum Ditreskrimsus Polda Sumut sebagai Bagian dari Upaya Menjaga Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan Hidup di Sumut”, AKP Rismanto menegaskan bahwa salah satu fungsi kepolisian adalah penegakan hukum guna mewujudkan ketertiban dan keamanan dalam rangka mewujudkan iklim ekonomi yang sehat dan pembangunan berkelanjutan.

“Penegakan hukum bukan hanya soal penindakan, tapi menciptakan stabilitas ekonomi dan perlindungan lingkungan,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa Ditreskrimsus menangani kasus-kasus khusus seperti korupsi, pertambangan ilegal, penyelundupan BBM dan barang ilegal, yang memerlukan keahlian teknis serta pengawasan secara konsisten.

Sepanjang 2024, Ditreskrimsus menangani 165 kasus dan menyelesaikan 118 kasus (71%). Sementara hingga Mei 2025, penyelesaian kasus mencapai 102%, termasuk kasus yang tertangani dari tahun sebelumnya.

Beberapa kasus besar yang ditangani antara lain korupsi PPPK di Mandailing Natal, Batubara dan Langkat, penyelundupan 1 ton sisik trenggiling, BBM bersubsidi, hingga barang impor ilegal seperti mangga Thailand.

“Sumut ini kampung kita. Mari kita jaga bersama. Jika melihat atau mengetahui tindak pidana, segera laporkan melalui layanan 110,” ajaknya.

AKP Rismanto juga mengingatkan bahwa pemberantasan kejahatan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tugas aparat. “Negara ini rumah kita. Kita semua punya peran membangun Sumatera Utara yang bersih, kuat, dan sejahtera,” tegasnya. ( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Karo – Polres Tanah Karo menegaskan komitmennya dalam mengawasi distribusi dan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran. Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Rasmaju Tarigan, S.H., menyampaikan bahwa setiap bentuk penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran serius yang merugikan masyarakat luas.

“Setiap liter BBM subsidi yang tidak sampai ke tangan yang berhak adalah kerugian bagi kita semua. Ini bukan sekadar soal angka dan data, tetapi menyangkut hak masyarakat kecil yang dirampas oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab,” ujar AKP Rasmaju, Selasa (21/5).

Ia menekankan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku penyalahgunaan BBM subsidi, baik individu maupun yang terorganisir. Menurutnya, kebijakan subsidi dari pemerintah harus dijaga bersama, karena ditujukan bagi rakyat yang membutuhkan—khususnya pelaku usaha kecil, petani, dan transportasi umum.

Lebih lanjut, AKP Rasmaju mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan. Ia menilai peran warga sangat penting dalam mencegah praktik penyimpangan yang dapat menghambat keadilan distribusi energi.

“Mari kita jaga bersama. Bila melihat indikasi penyelewengan, segera laporkan. Kesadaran dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh yang berhak,” katanya.

Polres Tanah Karo terus membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran terkait BBM subsidi, dan berkomitmen menjaga agar kebijakan pemerintah berpihak pada keadilan dan kesejahteraan bersama. ( Mabhirink Gutul)

Rimbunnews com – Kutalimbaru – Adanya berita viral di media Sosial tentang maraknya perjudian di Dusun II Namo Rindang Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru oleh Kapolsek Kutalimbaru AKP Idem Sitepu SH, bersama anggota serta tim media turut langsung menuju Tkp pada hari Rabu 21 Mei 2025.Pukul 14.00 wib

Personel yang hadir adalah Akp Idem Sitepu, S.H. Kapolsek Kutalimbaru, Waka polsek Kutalimbaru Iptu Syafrizal S.Sos, Iptu Maruba Sinaga Kanit Reskrim, Iptu Junius Surbakti Kanit Intelkam, Ipda Suip Saipul Kanit sepata.dan porsenil kutalimbaru.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Idem Sitepu SH. Saya menghimbau perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga agar tidak melakukan perjudian, dikarenakan perbuatan judi dapat dipidana dan dipenjara, apalagi saat ini akan menyambut Idul Adha 2025.

selanjut Kapolsek bersama perangkat desa serta masyarakat membongkar bangunan yang diduga sebagai tempat perjudian, kemudian Kapolsek Kutalimbaru juga menghimbau, mengajak bekerja sama serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat agar tidak melakukan perjudian dadu atau judi jenis apapun di dusun 2 desa suka dame kecamatan kutalimbaru.

Kadus II Namo Rindang Desa Suka Dame atas nam Edi Erison Ginting menerkan bawah telah selama sebulan tidak ada lagi tidak ada dilokasi ini tidak ada ditemukan aktifitas perjudian kosong.dan jika kemudian hari ada kegiatan judi saya laporkan ke Kapolsek Kutalimbaru. ( Mabhirink Gutul )

 

Rimbunnews.com – Jakarta –Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menyebutkan ada enam pilar ketahanan strategis yang perlu dielaborasikan, yaitu dimensi ideologi, sosial budaya, ekonomi, ekologi dan iklim, teknologi digital, dan kepemerintahan.

“Pertama, dimensi ideologi. Ketahanan ideologi berakar pada Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa. Dimensi ini merupakan fundamental dari ketahanan nasional,” kata Ace saat memberikan Orasi Kebangsaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Lemhannas RI di Ruang Dwi warna Purwa, Lemhannas RI pada Selasa (20/5).

Ace meyakini bahwa dimensi ideologi dapat berfungsi sebagai strategi kunci dalam menghadapi ancaman non-militer, seperti radikalisme, intoleransi, dan polarisasi sosial-politik yang dapat merusak tatanan bangsa.

Oleh sebab itu, membangun kesadaran kolektif dan internalisasi nilai-nilai ideologis secara berkelanjutan sangat penting untuk membangun stabilitas nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Pilar yang kedua adalah dimensi sosial dan budaya. Pada sisi sosial, pilar ini menjaga demokrasi dari polarisasi, semangat kebersamaan, dan kohesivitas sosial yang dicerminkan dalam gerakan gotong royong. Selain itu, masyarakat literatif, kritis, dan inklusif mampu menciptakan ketahanan terhadap konflik horizontal serta tekanan eksternal.

Sedangkan pada sisi budaya, pembangunan ketahanan budaya bergantung pada literasi budaya, kearifan lokal, dan identitas nasional. Ini adalah upaya mempertahankan identitas nasional di tengah arus globalisasi dan konten digital lintas negara.

“Penguatan karakter bangsa di bidang pendidikan hingga media publik menjadi bagian penting dari dimensi kebudayaan nasional,” imbuh Ace.

Pilar ketiga, dimensi ekonomi, mencakup ketahanan ekonomi inklusif dengan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses yang sama terhadap sumber daya, kesempatan, maupun manfaat pembangunan.

Pada lingkungan pelaku ekonomi, sistem perlindungan sosial yang adaptif, ekonomi digital yang merata, dan UMKM yang kuat dapat menjadi akar dari ketangguhan ekosistem ekonomi nasional sehingga tidak mudah terguncang oleh krisis finansial dan disrupsi rantai pasokan.

“Kemandirian dan daya saing bangsa melalui kebijakan hilirisasi dan industrialisasi menjadi kata kunci menghadapi guncangan ekonomi global,” ucap Ace.

Pilar keempat, dimensi ekologi dan iklim, berfokus pada pembangunan sistem kehidupan yang mampu bertahan dari perubahan iklim, seperti transisi energi bersih, mitigasi risiko bencana, dan perlindungan lingkungan hidup.

Meskipun demikian, pilar ini harus terus ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dari ancaman degradasi ekosistem, perubahan iklim, serta eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.

“Kemandirian dan daya saing bangsa melalui kebijakan hilirisasi dan industrialisasi menjadi kata kunci menghadapi guncangan ekonomi global,” kata Ace.

Kelima, dimensi teknologi digital. Pilar ini menekankan pentingnya ketahanan teknologi dengan mendorong kemandirian digital, melalui pembangunan ketahanan siber yang kuat.

Ace menuturkan bahwa Indonesia dapat memperkecil risiko dan mengubahnya menjadi peluang strategis bagi kemandirian teknologi dan pertumbuhan ekonomi digital yang unklusif dengan cara memperkuat ekosistem Artificial Inteligence (AI) dan teknologi digital dalam negeri melalui riset strategis, regulasi adaptif, serta kolaborasi lintas sektor.

“Keenam, dimensi kepemerintahan. Dimensi kepemerintahan menghadirkan birokrasi yang responsif, adaptif, dan akuntabel dalam situasi krisis serta mampu menjaga kepercayaan publik sebagai aset vital bangsa,” sebut Ace.

Pilar ini mencakup tata politik dan manajemen pemerintahan yang adaptif sebagai fondasi penting bagi terwujudnya demokrasi yang matang. Penguatan kapasitas kelembagaan, tata kelola yang responsif, sistem kepartaian politik yang kokoh, serta kepemimpinan yang visioner dan berintegritas merupakan komponen penting dari praktik demokrasi.

Jadi, dimensi kepemerintahan bukan hanya sebagai alat teknokratis, melainkan sarana untuk membangun peradaban politik yang sehat. “Hal ini memastikan bahwa Indonesia tidak hanya demokratis secara formal tetapi juga substantif, berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila, dan mampu merespons tantangan zaman secara bermartabat,” imbuh Ace.

Enam pilar tersebut berpadu dalam semangat _resilience-based development_, yaitu pembangunan yang tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi juga meningkatkan daya tahan jangka panjang.

Strategi ini merupakan komponen penting dari doktrin asta gatra atau delapan dimensi kehidupan bernegara yang implementasinya membutuhkan inovasi kebijakan, kolaborasi, sinergi, dan konvergensi antarsektor, serta pemimpin yang visioner dan inklusif.

Kegiatan Orasi Kebangsaan ini, dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI periode 2001—2005 Prof. Dr. Drs. H. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S.; Gubernur Lemhannas RI periode 2011—2016 Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, CES., DEA.; Gubernur Lemhannas RI periode 2022-2023 Andi Widjajanto; Wakil Gubernur Lemhannas RI periode 2019—2022 Marsdya TNI (Purn) Wieko Syofyan; Sekretaris Utama Lemhannas RI periode 2016—2018 Komjen Pol (Purn) Drs. Arif Wachjunadi; Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Komjen Pol (Purn) Purwadi Arianto, M.Si.; Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.I.P.; Asisten Potensi Dirgantara TNI Marsda TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M.; Keluarga Gubernur Lemhannas RI periode 2005—2011 (Alm) Prof. Dr. H. Muladi, S.H.; Wakil Gubernur Lemhannas RI petahana Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H.; Sekretaris Utama Lemhannas RI petahana Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si.; Para Deputi Lemhannas RI; serta Para Pejabat Struktural dan Fungsional Lemhannas RI. ( Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Kutalimbaru – Aksi nekad dua pria yang mencoba main belakang di kandang babi berakhir di balik jeruji besi. Satu pelaku penggelapan dan satu penadah berhasil diciduk Unit Reskrim Polsek Kutalimbaru usai menggondol pakan ternak dan tiga ekor anak babi dari sebuah peternakan di kawasan Dusun VI Nari Gunung, Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Tersangka utama berinisial JT, warga Kabanjahe, diketahui merupakan mantan karyawan di peternakan tersebut. Sementara penadahnya, HL (38), berdomisili di Dusun VI Rimbun Baru, Desa Sampecita, Kecamatan Kutalimbaru.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru Iptu Maruba Sinaga, kasus ini terungkap setelah korban, TR.T (27), warga Jalan Jamin Ginting, Medan Johor, curiga lantaran dua pekerjanya mendadak menghilang sejak Kamis pagi (24/4/2025).

“Saat dicek, ternyata 13 ekor babi dan delapan karung pakan ternak juga raib dari kandang,” ujar Iptu Maruba kepada wartawan, Sabtu malam (17/5/2025).

Merasa dicurangi, korban tak tinggal diam. Bersama saksi, ia melakukan pencarian dan berhasil menemukan salah satu pelaku pada Jumat malam (25/4/2025) pukul 22.00 WIB, lalu langsung menghubungi pihak kepolisian.

Tanpa buang waktu, tim Reskrim Polsek Kutalimbaru dipimpin pawas langsung meluncur ke lokasi dan menangkap JT. Dari pengakuan JT, barang hasil curian dijual kepada seorang penadah.

“Setelah dikembangkan, pada Jumat (9/5/2025) malam sekitar pukul 22.00 WIB, kami dapat informasi tentang keberadaan HL, si penadah. Tim kami langsung bergerak ke Desa Sampecita dan berhasil mengamankan yang bersangkutan,” ungkap Kanit Reskrim.

HL tak bisa mengelak. Di hadapan petugas, ia mengaku membeli tiga ekor anak babi dan pakan ternak dari JT. Kedua pria tersebut kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Idem Sitepu, S.H., melalui Kanit Reskrim menegaskan bahwa pihaknya tak akan mentolerir aksi kriminal di wilayah hukumnya.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak segan melapor bila mengetahui tindak pidana. Pasti kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Korban mengalami kerugian yang tidak sedikit dan telah membuat laporan resmi ke Polsek Kutalimbaru. Kini, kedua tersangka tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Kapolsek Kutalimbaru, AKP Idem Sitepu, S.H., mewakili Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, bersama Ketua Ranting Bhayangkari dan personel Polsek Kutalimbaru, melayat ke rumah duka orang tua dari Bripka D. Manullang di Jalan Luku II Gg. Sabar No. 30, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Minggu (18/5/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Waka Polsek Iptu Syafrijal, Kanit Reskrim Iptu Maruba Sinaga, Kanit Samapta Ipda Su Saipul, jajaran personel Polsek Kutalimbaru, serta Ketua Bhayangkari Polsek Kutalimbaru.

Setibanya di lokasi pada pukul 11.00 WIB, Kapolsek Kutalimbaru menyampaikan sambutan belasungkawa mewakili institusi dan keluarga besar Polsek Kutalimbaru.

“Atas nama keluarga besar Polsek Kutalimbaru, mewakili pihak keluarga dan institusi, kami sangat kehilangan sosok yang penuh kebijaksanaan dan kasih sayang. Kami datang dengan hati penuh duka dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar AKP Idem Sitepu.

Kapolsek juga menyampaikan doa agar almarhumah Kartini Boru Limbong Msa (Op. Boru Felicia) diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. (. Mabhirink Gutul )