RIMBUN NEWS

Rimbunnews.com – Pancur batu – Dalam upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan produktif, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi petugas. Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memantau kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran petugas akan pentingnya menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.

Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kondisi fisik petugas diharapkan dapat terpantau dengan baik sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih dini. Dengan demikian, petugas dapat menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan kesiapan dalam melaksanakan tugas secara optimal, profesional, dan penuh tanggung jawab.

Kesehatan petugas merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan suasana kerja yang kondusif di lingkungan Lapas. Petugas yang sehat dan prima diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan maupun masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Pancur Batu, Tribowo, menyampaikan bahwa kesehatan petugas harus menjadi perhatian bersama karena memiliki peran penting dalam menunjang pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

“Pemeriksaan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi dan kesejahteraan petugas. Saya berharap seluruh petugas semakin peduli terhadap kesehatan diri, menerapkan pola hidup sehat, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan tubuh yang sehat dan kondisi fisik yang prima, kita dapat menjalankan tugas dengan lebih maksimal, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Tribowo.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, disiplin, dan produktif. Oleh karena itu, seluruh petugas diharapkan dapat menjadikan kesehatan sebagai salah satu prioritas dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pancur Batu terus menunjukkan komitmennya dalam memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan petugas sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Jakarta – Pemerintah menyempurnakan ketentuan mengenai tata cara pembetulan, keberatan, pengurangan, penghapusan, dan pembatalan di bidang perpajakan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2026 (PMK-71/2026). Peraturan tersebut merupakan perubahan atas PMK Nomor 118 Tahun 2024 dan mulai berlaku sejak diundangkan pada 2 Oktober 2026.

Salah satu perubahan utama dalam PMK-71/2026 adalah penyesuaian mekanisme pembayaran utang pajak. Sebelumnya, pembayaran yang dilakukan wajib pajak diperhitungkan secara proporsional antara pokok utang pajak dan sanksi administratif. Melalui ketentuan baru ini, pembayaran akan diperhitungkan terlebih dahulu untuk melunasi pokok utang pajak. Dengan demikian, wajib pajak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban pokok perpajakannya secara lebih cepat dan memperoleh kepastian dalam penyelesaian utang pajak.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa perubahan mekanisme tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. “Melalui penyesuaian ini, pembayaran wajib pajak dapat terlebih dahulu digunakan untuk melunasi pokok utang pajak sehingga wajib pajak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban pokoknya sekaligus memanfaatkan fasilitas pengurangan atau penghapusan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Bimo.

Selain menyesuaikan mekanisme pembayaran utang pajak, PMK-71/2026 ini juga menyempurnakan jangka waktu penyampaian surat tanggapan hasil penelitian keberatan serta memperjelas ketentuan mengenai pengurangan atau penghapusan sanksi administratif. Peraturan ini juga menegaskan bahwa sanksi administratif yang timbul akibat proses keberatan, banding, maupun peninjauan kembali tidak dapat diajukan untuk pengurangan atau penghapusan melalui mekanisme yang diatur dalam ketentuan tersebut.

Bimo menegaskan penyempurnaan ketentuan ini bukan merupakan kebijakan pemutihan pajak dan tidak menghapus kewajiban untuk melunasi pokok utang pajak. Fasilitas pengurangan atau penghapusan sanksi administratif tetap diberikan dengan memperhatikan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, kebijakan ini diharapkan dapat mendorong penyelesaian kewajiban perpajakan secara lebih tertib, sekaligus menjaga keadilan bagi wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya dengan patuh.

Dari sisi fiskal, penyempurnaan kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pelunasan pokok utang pajak yang masih tertunda serta memperkuat kepatuhan sukarela wajib pajak. PMK-71/2026 ini juga memuat ketentuan peralihan untuk memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan perubahan pengaturan tersebut.
“Kami berharap penyempurnaan ini dapat membantu wajib pajak menyelesaikan kewajibannya dengan lebih baik, sekaligus mendukung terwujudnya sistem perpajakan yang semakin adil dan efektif. Kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan arus kas (cash flow resilience) wajib pajak, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sehingga dapat mendukung keberlangsungan dan perkembangan usahanya. DJP akan terus menyampaikan informasi dan memberikan pendampingan agar ketentuan ini dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh pihak,” tutup Bimo.

Ketentuan lebih lanjut mengenai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pembetulan, Keberatan, Pengurangan, Penghapusan, dan Pembatalan di Bidang Perpajakan dapat diakses dan diunduh melalui laman pajak.go.id.(Rel )

Rimbunnews.com – Jakarta – Majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan para terlapor tidak terbukti melanggar Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam perkara dugaan persekongkolan tender pengadaan geomembrane di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Putusan tersebut berkaitan dengan Perkara Nomor 09/KPPU-L/2025 mengenai dugaan persekongkolan dalam tender pengadaan barang Nomor GPHR00013A Price Agreement (PA) Geomembrane di PT PHR. Majelis Komisi menyimpulkan bahwa bukti-bukti yang diperiksa selama proses persidangan tidak cukup untuk membuktikan adanya dugaan persekongkolan tender. Dengan demikian, para terlapor dinyatakan tidak terbukti melanggar ketentuan Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999.

Putusan tersebut dibacakan pada 13 Oktober di Ruang Sidang Erwin Syahril, Kantor KPPU, Jakarta. Sidang dipimpin Eugenia Mardanugraha selaku Ketua Majelis Komisi, dengan anggota Majelis Komisi Hilman Pujana dan Mohammad Reza.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU, Deswin Nur, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut mengenai perkara tersebut akan disampaikan melalui siaran pers resmi berikutnya. Putusan ini merupakan hasil pemeriksaan Majelis Komisi terhadap dugaan pelanggaran persaingan usaha dalam proses tender pengadaan geomembrane di lingkungan PT PHR.

Dengan putusan tersebut, dugaan pelanggaran Pasal 22 UU Nomor 5 Tahun 1999 dalam perkara ini tidak terbukti berdasarkan bukti-bukti yang diperiksa Majelis Komisi. (Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., bersilaturahmi dengan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (13/10), sebagai upaya memperkuat sinergi kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di wilayah itu.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara Polda Sumatera Utara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sekaligus memastikan berbagai agenda pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan silaturahmi yang dilakukan Kapolda Sumut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk membangun hubungan kelembagaan yang kuat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Bapak Kapolda Sumut menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang berkelanjutan antara Polda Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kolaborasi ini diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta mendukung pelaksanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak terlepas dari dukungan serta kerja sama seluruh unsur pemerintahan. Karena itu, koordinasi yang baik antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam merespons berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif merupakan modal penting bagi keberlangsungan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, serta kelancaran aktivitas masyarakat di Sumatera Utara.

Polda Sumut, lanjutnya, akan terus mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya, baik dalam menjaga keamanan maupun mendukung terciptanya pelayanan publik yang optimal.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan sinergi antara Polda Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara semakin erat, sehingga pelaksanaan tugas masing-masing institusi dapat berjalan selaras dalam menjaga keamanan, mendukung pembangunan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., menegaskan komitmennya memperkuat Program Seribu Kolam sebagai langkah strategis mewujudkan swasembada ikan, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri panen ikan lele Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Simbur Magodang di Desa Sidadi II, Kecamatan Batang Angkola, Rabu (14/10/2026).

Dalam arahannya, Gus Irawan menekankan bahwa potensi perikanan Tapsel masih sangat besar dan perlu dioptimalkan agar kebutuhan ikan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri. Menurutnya, Program Seribu Kolam bukan sekadar pembangunan sarana budidaya, melainkan gerakan ekonomi produktif yang harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Program Seribu Kolam itu sebenarnya merupakan upaya mewujudkan swasembada ikan. Pasarnya masih terbuka luas. Karena itu, program ini harus terus berjalan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Gus Irawan menjelaskan, produksi ikan Tapsel terus menunjukkan perkembangan. Jika sebelumnya produksi baru sekitar 7.500 ton per tahun, kini telah meningkat menjadi sekitar 8.700 ton. Meski demikian, angka tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang diperkirakan mencapai 15.000 ton per tahun.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi peluang bagi pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar. Hasil budidaya diharapkan dapat memasok kebutuhan rumah tangga, rumah makan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau kebutuhan ikan masyarakat masih lebih besar daripada produksi kita, berarti peluang pasarnya masih sangat terbuka. Inilah yang harus kita manfaatkan untuk meningkatkan pendapatan pembudidaya dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan program tersebut terlihat dari perkembangan usaha Rahman Tahir, Ketua Pokdakan Simbur Magodang. Dalam laporannya, Rahman menyampaikan bahwa pada 23 Juli 2026 lalu kelompoknya menerima bantuan 15.000 benih ikan lele. Dari penebaran tersebut, kelompok telah memanen sekitar 560 kilogram, dengan tambahan panen pada kegiatan tersebut sekitar 200 kilogram dan sisa hasil budidaya diperkirakan sekitar 150 kilogram.

Dengan demikian, total hasil panen diperkirakan mendekati 1 ton, meskipun masih di bawah target awal sebesar 1,3 ton. Kendala cuaca dan tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir diduga memicu penyakit ikan sehingga memengaruhi hasil produksi.

Rahman mengungkapkan, usaha budidaya ikan yang telah ditekuninya selama enam tahun itu baru mulai beroperasi lebih optimal dalam dua tahun terakhir terakhir semenjak adanya program seribu kolam. Ia juga pernah mengalami dampak banjir bandang sebanyak dua kali.

Sebelum menerima dukungan pemerintah, ia hanya memiliki dua kolam. Melalui bantuan program pemerintah, jumlah kolam yang dikelolanya kini bertambah menjadi delapan kolam.

Hasil usaha tersebut juga mulai memberikan dampak ekonomi. Rahman menyebutkan, hasil budidayanya telah membantu menopang kebutuhan keluarga, bahkan menjadi salah satu sumber penghidupan yang memungkinkan dirinya memiliki rumah dan memenuhi kebutuhan lainnya.

Dari hasil panen sebelumnya, kelompok juga telah mampu membeli kembali sekitar 10.000 benih ikan untuk melanjutkan siklus produksi secara mandiri.

“Atas dukungan Bapak Bupati, kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi perkembangan usaha kami. Kami siap terus mendukung Program Seribu Kolam agar budidaya ikan di Tapsel semakin maju,” ujar Rahman.

Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Syaiful AP Nasution, dalam laporannya menjelaskan bahwa Pokdakan Simbur Magodang merupakan salah satu kelompok yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Seribu Kolam.

Menurutnya, selain bantuan 15.000 benih, kelompok juga menggunakan sekitar 45 sak pakan dengan total berat kurang lebih 1,2 ton. Hasil panen yang telah dicapai menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan berpotensi menjadi sumber penghasilan berkelanjutan apabila dikelola dengan baik.

Ia mencontohkan Rahman Tahir sebagai pembudidaya yang mampu mengembangkan usaha secara bertahap. Salah satu upayanya ialah memanfaatkan pakan alternatif untuk menekan biaya produksi, mengingat harga pakan pabrikan masih menjadi tantangan utama bagi pembudidaya ikan.

Syaiful juga melaporkan bahwa optimalisasi kolam dan pengembangan kolam bundar terus dilakukan. Pada 2026, terdapat 110 kolam yang dioptimalkan serta sekitar 40 kolam bundar yang dikembangkan. Dengan capaian sebelumnya, jumlah kolam yang terdata telah melampaui 1.100 unit.

Ke depan, Dinas Perikanan akan mendorong percepatan produksi agar hasil budidaya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk untuk memasok dapur MBG, rumah makan, serta mendukung kemandirian pangan di desa dan kecamatan.

Menanggapi kebutuhan pengembangan usaha kelompok, Gus Irawan meminta agar potensi dan usulan masyarakat terus diinventarisasi. Pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan melalui perencanaan dan penganggaran sesuai prioritas serta kemampuan keuangan daerah.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga mengingatkan bahwa pengembangan sektor produktif seperti perikanan menjadi semakin penting di tengah tantangan fiskal daerah dan kebutuhan pemulihan pascabencana.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, transfer pemerintah pusat ke Tapsel diperkirakan kembali berkurang sekitar Rp115 miliar pada tahun depan. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pengurangan anggaran pada periode sebelumnya, tekanan fiskal tersebut menuntut pemerintah daerah lebih cermat menentukan prioritas pembangunan.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memperjuangkan dukungan bagi program strategis, khususnya sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

“Pembangunan tidak harus selalu berupa infrastruktur fisik. Bantuan benih, pengembangan budidaya, dan dukungan bagi masyarakat untuk meningkatkan produksi juga merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sektor pertanian dan perikanan harus tetap menjadi prioritas karena memiliki keterkaitan langsung dengan mata pencaharian masyarakat, ketahanan pangan, serta pemulihan ekonomi Tapsel pascabencana.

Gus Irawan juga menyoroti dampak perubahan pola cuaca dan kerusakan lingkungan yang meningkatkan risiko banjir. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan mengantisipasi risiko bencana agar usaha masyarakat tidak terus-menerus mengalami kerugian.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sidadi II, Panyahatan Hasibuan, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terhadap pengembangan budidaya ikan melalui Program Seribu Kolam.

Ia berharap program tersebut terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaatnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengusulkan pembangunan jalan usaha tani di sepanjang aliran sungai Sidadi untuk mempermudah akses masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan mengangkut hasil usaha.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Irawan mendorong kelompok pembudidaya untuk terus meningkatkan produktivitas, menjaga keberlanjutan usaha, serta memanfaatkan peluang pasar yang tersedia.

Kegiatan panen ikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Batang Angkola, Kepala Desa Sidadi II, jajaran Dinas Perikanan Tapsel, kepala )idang dan penyuluh perikanan lapangan (PPL), tokoh masyarakat, serta pengurus dan anggota Pokdakan Simbur Magodang. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com – Sergai – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Lintas Medan–Tebing Tinggi, tepatnya di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Insiden tersebut mengakibatkan sopir angkutan umum KUPM, Nixson Maju P. Sianturi (46), meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RS Melati Perbaungan. Sementara itu, sembilan orang lainnya mengalami luka-luka, terdiri dari dua pengemudi truk dan tujuh penumpang angkot.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika angkot KUPM bernomor polisi BK 1152 UE yang dikemudikan Nixson melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Setibanya di lokasi kejadian, angkot tersebut diduga kurang konsentrasi dan kurang berhati-hati saat hendak mendahului truk tangki di depannya dari sebelah kanan.

Karena ruang untuk mendahului tidak mencukupi, bagian depan kanan angkot bertabrakan dengan bagian depan kanan truk Fuso bernomor polisi B 9987 XQ yang datang dari arah berlawanan, yakni Medan menuju Tebing Tinggi.

Sesaat kemudian, truk Hino Dutro bernomor polisi BK 8004 GB yang berada di belakang truk Fuso menabrak bagian belakang kendaraan tersebut. Tabrakan beruntun pun tidak terhindarkan.

Akibat kejadian itu, angkot KUPM mengalami kerusakan parah pada bagian depan. Truk Fuso mengalami kerusakan ringan di bagian depan kanan, sedangkan truk Hino Dutro mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Sembilan korban luka-luka masing-masing adalah Dedi Fransiska (45), pengemudi truk Fuso; Amri Lubis (55), pengemudi truk Hino Dutro; serta tujuh penumpang angkot KUPM, yakni M. Alel (47), Muhammad Denis Diandra (19), Chindy Vera Wibowo (32), Tiara Andriani Pasaribu (21), Nabila Peronika (20), Julkarnain (57), dan Azemi Akmal (24).
Seluruh korban luka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Gokma W. Silitonga, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Sergai AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., membenarkan peristiwa kecelakaan beruntun tersebut saat memberikan keterangan di Mapolres Sergai, Rabu (14/10/2026).

Ia menyampaikan bahwa Unit Gakkum Satlantas Polres Sergai telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mendata para korban.

Barang bukti yang diamankan meliputi satu unit angkot KUPM BK 1152 UE, satu unit truk Fuso B 9987 XQ, satu unit truk Hino Dutro BK 8004 GB, serta surat-surat kendaraan berupa STNK dan SIM yang ditemukan di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara yang melintas di jalur utama Medan–Tebing Tinggi, agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas.

Pengendara juga diminta meningkatkan konsentrasi serta memastikan kondisi jalan dan jarak aman sebelum mendahului kendaraan lain, terlebih saat cuaca gerimis dan permukaan jalan licin.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa tindakan mendahului tanpa ruang yang cukup dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lainnya. ( Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. mengajak Nahdlatul Ulama (NU) dan seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) guna mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di Sumatera Utara.

Ajakan tersebut disampaikan Sonny saat bersilaturahmi dengan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara Dr. K.H. Marahalim Harahap, M.Hum., beserta jajaran pengurus di Kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batang Hari Nomor 92, Medan, Rabu (14/10/2026).

“Menjaga Sumatera Utara tidak bisa menjadi tanggung jawab satu institusi saja. Semua elemen masyarakat harus saling mendukung dan bersinergi untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Irjen Pol Sonny Irawan dalam pertemuan tersebut.

Kapolda Sumut mengatakan, silaturahmi itu merupakan bagian dari komitmen Polda Sumut untuk membangun komunikasi yang baik dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diterimanya sebagai Kapolda Sumut sejak 1 Oktober 2026. Menurut dia, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari kuasa Allah SWT serta dukungan berbagai pihak, termasuk para ulama dan tokoh agama.

“Kedatangan kami merupakan bentuk kepedulian, kecintaan, dan keseriusan untuk membangun hubungan yang baik dengan Nahdlatul Ulama, khususnya dalam melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat,” katanya.

Irjen Pol Sonny Irawan menilai, Sumatera Utara memiliki peran strategis sebagai salah satu wilayah yang mencerminkan keberagaman Indonesia. Karena itu, diperlukan kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan yang harmonis.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengharapkan dukungan, doa, dan nasihat dari para ulama agar jajaran Polda Sumut dapat menjalankan tugas secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami memohon dukungan dan doa dari para ulama dalam menjalankan tugas. Semoga amanah ini dapat kami laksanakan dengan baik dan menjadi ladang ibadah bagi seluruh personel Polri,” ujarnya.

Ia turut menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai pengabdian dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurut Irjen Pol Sonny Irawan, setiap profesi memiliki nilai ibadah apabila dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan niat yang baik.

Irjen Pol Sonny Irawan juga menggarisbawahi kesamaan semangat antara tugas kepolisian dan peran ulama dalam mengajak masyarakat kepada kebaikan serta mencegah kemungkaran.

“Sebagaimana yang disampaikan Bapak Kapolri, tugas polisi dan ulama memiliki semangat yang sama, yakni amar makruf nahi mungkar, meskipun dengan peran dan cara yang berbeda,” katanya.

Ia menambahkan, setiap persoalan di tengah masyarakat perlu dihadapi melalui komunikasi, kebersamaan, dan upaya penyelesaian yang mengedepankan kepentingan bersama.

Sementara itu, Ketua PWNU Sumut Dr. K.H. Marahalim Harahap bersama jajaran pengurus menyambut silaturahmi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara kepolisian dan organisasi keagamaan.

Pertemuan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polda Sumut dan PWNU Sumut, sekaligus memperkuat kontribusi bersama dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Utara.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnewd.com – Tapanuli Selatan –
Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Jafar Syahbuddin Ritonga, mengajak masyarakat memperkuat kemandirian ekonomi pascabencana melalui pengembangan sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan administrasi kependudukan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Barat di Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, Rabu, 14 Oktober 2026.

Menyampaikan arahan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemulihan Tapsel setelah bencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur dan permukiman, tetapi juga harus diikuti penguatan ekonomi keluarga agar masyarakat semakin mandiri dan sejahtera.

“Melalui program yang telah disiapkan pemerintah, kita ingin masyarakat semakin mandiri secara ekonomi. Pemerintah menyiapkan program dan dukungan, tetapi keberhasilannya membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Mari kita pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” ujarnya.

Menurut Jafar, pemerintah daerah terus mendorong sejumlah program produktif berbasis potensi lokal, di antaranya Program Seribu Kolam, pengembangan seribu hektare jagung, serta pengembangan kopi yang diarahkan untuk memperluas sumber penghasilan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Jafar menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pertanian, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, pendampingan, hingga akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah dengan skema bunga 0 persen untuk sektor usaha yang memenuhi ketentuan program.

Ia mencontohkan, budidaya jagung memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik. Berdasarkan perhitungan yang disampaikannya, usaha jagung pada lahan satu hektare berpotensi menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp20 juta, meskipun hasil aktual bergantung pada produktivitas, biaya produksi, dan harga jual.

“Kalau masyarakat memiliki lahan, mari manfaatkan untuk kegiatan produktif. Pemerintah berupaya menyiapkan bibit, pupuk, alat pendukung, dan pendampingan. Yang kami harapkan adalah kemauan dan keaktifan masyarakat untuk bersama-sama membangun perekonomian,” katanya.

Selain jagung, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan komoditas kopi. Jafar menyebutkan, pihaknya merencanakan penyediaan 50.000 batang bibit kopi pada 2027. Masyarakat diharapkan mulai menyiapkan lahan agar program tersebut dapat berjalan optimal, disertai pendampingan teknis dari penyuluh pertanian.

Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan kopi menjadi salah satu peluang untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki kesesuaian lahan dan kondisi agroklimat untuk budidaya komoditas tersebut.

Jafar menekankan, berbagai program ekonomi itu diharapkan menjadi alternatif usaha yang produktif bagi masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman informal berbunga tinggi.

Ia mengajak alim ulama, tokoh masyarakat, dan organisasi keagamaan ikut memberikan edukasi kepada warga agar lebih bijak dalam mengelola keuangan serta memilih sumber pembiayaan usaha.

“Jangan sampai masyarakat terjebak dalam persoalan pinjaman yang justru memberatkan kehidupan keluarga. Mari kita manfaatkan peluang usaha yang ada dan membangun kemandirian ekonomi bersama-sama,” pesannya.

Selain sektor ekonomi, Wakil Bupati turut menyampaikan rencana pemerintah daerah memfasilitasi program isbat nikah bagi pasangan yang telah menikah secara agama, tetapi belum memiliki pencatatan perkawinan resmi.

Menurutnya, kepemilikan dokumen perkawinan sangat penting untuk memberikan kepastian hukum dan membantu masyarakat memenuhi persyaratan administrasi dalam mengakses berbagai layanan publik, termasuk program bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, program isbat nikah telah mulai dilaksanakan di dua kecamatan. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Agama agar pasangan yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti proses penetapan dan memperoleh dokumen perkawinan sesuai prosedur.

Jafar menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan agar biaya fasilitasi program tersebut dapat digratiskan pada 2027 melalui penganggaran APBD.

“Kami sedang mengupayakan agar pada 2027 program isbat nikah ini dapat digratiskan. Karena itu, masyarakat yang belum memiliki buku nikah diharapkan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar dapat didata serta mengikuti proses sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia meminta camat, kepala desa, lurah dan perangkat terkait aktif mendata warga yang membutuhkan layanan tersebut sehingga pelaksanaannya tepat sasaran.

Jafar juga mengapresiasi peran BKMT sebagai wadah pembinaan keagamaan, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Ia mendorong agar semangat kebersamaan dalam pengajian turut diwujudkan melalui kegiatan yang mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan ekonomi.

Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan pengajian serupa dapat dikembangkan untuk kaum bapak, sehingga pembinaan keagamaan dan penyampaian informasi mengenai program pemerintah dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, alim ulama, dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus membangun masyarakat yang lebih tangguh.

Ia juga menyambut baik aspirasi yang disampaikan tokoh masyarakat Desa Panobasan dan meminta pemerintah kecamatan serta perangkat daerah terkait menindaklanjutinya sesuai kewenangan, kebutuhan, dan kemampuan anggaran.

Ketua BKMT Kabupaten Tapanuli Selatan, Rosmayanti Ritonga, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut. Ia berharap Bupati beserta seluruh jajaran pemerintah daerah senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas membangun Tapanuli Selatan.

Rosmayanti juga mengajak seluruh organisasi Islam untuk terus menjaga kolaborasi, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kekompakan melalui kegiatan keagamaan.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Panobasan, Zulham Efendi, menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati dan seluruh undangan yang telah hadir. Ia berharap pengajian tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Desa Panobasan, Marahalim Pane, mengingatkan jamaah agar ilmu dan nasihat yang diperoleh dalam pengajian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak kaum bapak mendukung kegiatan pengajian sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Ketua BKMT Desa Panobasan, Siti Langga Siregar, turut menyampaikan harapan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan dan rahmat sehingga dapat terus berkumpul dalam kegiatan yang mempererat ukhuwah Islamiyah.

Pengajian Akbar BKMT Kecamatan Angkola Barat tersebut diisi tausiyah agama oleh Al-Ustaz Misran Siregar. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa iman merupakan bekal utama manusia dalam menjalani kehidupan dan menghadapi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Ia menyampaikan bahwa harta, jabatan, dan pangkat pada akhirnya akan ditinggalkan, sedangkan iman dan amal menjadi hal mendasar yang harus dipersiapkan setiap manusia.

Ustazd Misran juga mengajak jamaah memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah dan memperbanyak amal saleh. Ia mengingatkan bahwa penyesalan dapat datang ketika seseorang telah meninggal dunia dan tidak lagi memiliki kesempatan untuk kembali memperbaiki amalnya di dunia.

Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan pengajian sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Tapanuli Selatan Ibnussalam Harahap, sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Tapsel, Camat Angkola Barat M. Tohir Pasaribu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Angkola Barat, Ketua UPZ Angkola Barat, perwakilan Muslimat NU Angkola Barat, pengurus BKMT kecamatan dan desa, alim ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah BKMT Kecamatan Angkola Barat. (Nurdin Nasution)

Rimbunnewsmcom- Medan – Satresnarkoba Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba. Kali ini, petugas berhasil menggagalkan upaya pengiriman 24 kilogram sabu, dari Aceh menuju Palembang. Aksi kejar – kejaran di Jalinsum kawasan Besitang, Kab.Langkat mewarnai penangkapan, hingga akhirnya petugas harus menabrak mobil pelaku, untuk menghentikan pelariannya.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Rabu (14/10) pagi menjelaskan, pengungkapan kasus itu dilakukan pada, Senin (5/10) dini hari, berdasarkan hasil pengembangan dalam kasus yang diungkap Satresnarkoba Polrestabes Medan sebelumnya.

Petugas yang mendapat informasi adanya upaya pengiriman narkoba dari Lhokseumawe, Aceh menuju Palembang, Sumatera Selatan dengan menggunakan satu unit mini bus, melakukan pengintaian di perbatasan Aceh – Sumut kawasan Kabupaten Langkat.

Sekitar 5 jam melakukan pengintaian, petugas kemudian mendeteksi satu unit mobil Terios BL 1780 NI yang mengangkut narkoba, melaju kencang sejak pertama kali masuk ke Sumatera Utara.

“Saat pembuntuan dilakukan, mobil yang kami identifikasi membawa narkoba semakin kencang lajunya. Kami pun kemudian melakukan pengejaran hingga harus menabrak mobil pelaku untuk menghentikan pelariannya,” ungkap Rafli.

Dari dalam mobil, petugas meringkus AM (31) warga Desa Manasah Meucat, Kab.Aceh Utara. Saat itu, pelaku sempat enggan turun dari mobil, hingga harus diturunkan secara paksa. Pelaku pun, sempat berkilah membawa narkoba.

Petugas yang kemudian melakukan penggeledahan, menemukan narkoba di beberapa tempat tersembunyi, mulai dari lantai mobil bagian belakang, di dalam jok mobil yang sudah dimodifikasi, hingga di dalam dashboard.

“Pelaku sudah mengkonsep sedemikian rupa, kami menyita 24 bungkus narkotika jenis sabu yang beratnya mencapat 24 ribu gram atau 24 kilogram, yang disimpan di berbagai tempat tersembunyi,” tambah Rafli.

Hasil pemeriksaan, pelaku ternyata bukan kali pertama membawa narkoba dari Aceh. Beberapa waktu lalu, pelaku pernah membawa narkoba dari Aceh menuju Batam dengan modus serupa.

Pelaku, tergiur upah fantastis yang dijanjikan kepadanya, yakni Rp.15 juta untuk satu kilogram sabu yang berhasil dikirim, atau jika 24 kilogram sabu yang dibawanya berhasil tiba sampai tujuan, pelaku mendapat imbalan Rp.360 juta rupiah.

“Pelaku sebelumnya pernah membawa narkoba ke Batam, upah Rp.360 juta yang dijanjikan kepadanya membuat pelaku tergiur,” ucap Rafli.

Dalam kasus ini, petugas kini sedang mengejar pemasok sekaligus pengendali dari pelaku. Bos dari pelaku itu, sudah diketahui identitasnya dan kini dalam pengejaran pihak Kepolisian.

“Untuk bandar maupun pengendali, sejauh apapun anda melangkah, hukum akan tetap mengejar anda. Sesuai tagline Bapak Kapolri, pulihkan pengguna narkoba, putus mata rantai bandar narkoba, Polisi bersama masyarakat,” pungkas Rafli. (Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Karo – Polsek Laubaleng bersama Pemerintah Kecamatan Mardingding dan UPTD Puskesmas Mardingding melaksanakan sosialisasi rembuk stunting dan peningkatan kapasitas kader Posyandu di Losd Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Rabu(14/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Kapolsek Laubaleng AKP A. Nainggolan, S.H., Camat Mardingding Dastanta Irfan, S.E., Kepala UPTD Puskesmas Mardingding Rahmad Antonius Masrayana Sinuraya, S.Kep., Ns., serta Kepala Desa Lau Mulgap Davit Tarigan sebagai narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Laubaleng AKP A. Nainggolan, S.H., menyampaikan materi mengenai pencegahan stunting sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan desa.

“Pencegahan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, mulai dari keluarga, kader Posyandu, tenaga kesehatan hingga pemerintah desa. Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Selain itu, mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar AKP A. Nainggolan.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Mardingding memberikan penjelasan mengenai stunting serta pentingnya peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Camat Mardingding juga menyampaikan arahan terkait dukungan pemerintah kecamatan dalam upaya pencegahan stunting di wilayahnya.

Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting sekaligus memperkuat peran kader Posyandu dalam mendukung kesehatan keluarga.

Polsek Laubaleng berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin, baik dalam mendukung program kesehatan maupun menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman dan kondusif.(Mabhirink Gutul)