Wakil Bupati Tapsel Jafar Dorong Kemandirian Ekonomi Pascabencana, Siapkan Isbaft Nikah Gratis dan Program Pertanian di Tapsel

oleh

Rimbunnewd.com – Tapanuli Selatan –
Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Jafar Syahbuddin Ritonga, mengajak masyarakat memperkuat kemandirian ekonomi pascabencana melalui pengembangan sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan administrasi kependudukan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Barat di Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, Rabu, 14 Oktober 2026.

Menyampaikan arahan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemulihan Tapsel setelah bencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur dan permukiman, tetapi juga harus diikuti penguatan ekonomi keluarga agar masyarakat semakin mandiri dan sejahtera.

“Melalui program yang telah disiapkan pemerintah, kita ingin masyarakat semakin mandiri secara ekonomi. Pemerintah menyiapkan program dan dukungan, tetapi keberhasilannya membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Mari kita pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” ujarnya.

Menurut Jafar, pemerintah daerah terus mendorong sejumlah program produktif berbasis potensi lokal, di antaranya Program Seribu Kolam, pengembangan seribu hektare jagung, serta pengembangan kopi yang diarahkan untuk memperluas sumber penghasilan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Jafar menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha pertanian, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, pendampingan, hingga akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah dengan skema bunga 0 persen untuk sektor usaha yang memenuhi ketentuan program.

Ia mencontohkan, budidaya jagung memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik. Berdasarkan perhitungan yang disampaikannya, usaha jagung pada lahan satu hektare berpotensi menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp20 juta, meskipun hasil aktual bergantung pada produktivitas, biaya produksi, dan harga jual.

“Kalau masyarakat memiliki lahan, mari manfaatkan untuk kegiatan produktif. Pemerintah berupaya menyiapkan bibit, pupuk, alat pendukung, dan pendampingan. Yang kami harapkan adalah kemauan dan keaktifan masyarakat untuk bersama-sama membangun perekonomian,” katanya.

Baca juga  Residivis Tersangka Curas Diamankan Polsek Sunggal 

Selain jagung, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan komoditas kopi. Jafar menyebutkan, pihaknya merencanakan penyediaan 50.000 batang bibit kopi pada 2027. Masyarakat diharapkan mulai menyiapkan lahan agar program tersebut dapat berjalan optimal, disertai pendampingan teknis dari penyuluh pertanian.

Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan kopi menjadi salah satu peluang untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki kesesuaian lahan dan kondisi agroklimat untuk budidaya komoditas tersebut.

Jafar menekankan, berbagai program ekonomi itu diharapkan menjadi alternatif usaha yang produktif bagi masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman informal berbunga tinggi.

Ia mengajak alim ulama, tokoh masyarakat, dan organisasi keagamaan ikut memberikan edukasi kepada warga agar lebih bijak dalam mengelola keuangan serta memilih sumber pembiayaan usaha.

“Jangan sampai masyarakat terjebak dalam persoalan pinjaman yang justru memberatkan kehidupan keluarga. Mari kita manfaatkan peluang usaha yang ada dan membangun kemandirian ekonomi bersama-sama,” pesannya.

Selain sektor ekonomi, Wakil Bupati turut menyampaikan rencana pemerintah daerah memfasilitasi program isbat nikah bagi pasangan yang telah menikah secara agama, tetapi belum memiliki pencatatan perkawinan resmi.

Menurutnya, kepemilikan dokumen perkawinan sangat penting untuk memberikan kepastian hukum dan membantu masyarakat memenuhi persyaratan administrasi dalam mengakses berbagai layanan publik, termasuk program bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, program isbat nikah telah mulai dilaksanakan di dua kecamatan. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Agama agar pasangan yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti proses penetapan dan memperoleh dokumen perkawinan sesuai prosedur.

Jafar menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan agar biaya fasilitasi program tersebut dapat digratiskan pada 2027 melalui penganggaran APBD.

Baca juga  Antisipasi Lonjakan Harga, Polresta Deli Serdang "Patroli Harga" di Pasar Tradisional

“Kami sedang mengupayakan agar pada 2027 program isbat nikah ini dapat digratiskan. Karena itu, masyarakat yang belum memiliki buku nikah diharapkan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar dapat didata serta mengikuti proses sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia meminta camat, kepala desa, lurah dan perangkat terkait aktif mendata warga yang membutuhkan layanan tersebut sehingga pelaksanaannya tepat sasaran.

Jafar juga mengapresiasi peran BKMT sebagai wadah pembinaan keagamaan, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Ia mendorong agar semangat kebersamaan dalam pengajian turut diwujudkan melalui kegiatan yang mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan ekonomi.

Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan pengajian serupa dapat dikembangkan untuk kaum bapak, sehingga pembinaan keagamaan dan penyampaian informasi mengenai program pemerintah dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, alim ulama, dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus membangun masyarakat yang lebih tangguh.

Ia juga menyambut baik aspirasi yang disampaikan tokoh masyarakat Desa Panobasan dan meminta pemerintah kecamatan serta perangkat daerah terkait menindaklanjutinya sesuai kewenangan, kebutuhan, dan kemampuan anggaran.

Ketua BKMT Kabupaten Tapanuli Selatan, Rosmayanti Ritonga, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut. Ia berharap Bupati beserta seluruh jajaran pemerintah daerah senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas membangun Tapanuli Selatan.

Rosmayanti juga mengajak seluruh organisasi Islam untuk terus menjaga kolaborasi, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kekompakan melalui kegiatan keagamaan.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Panobasan, Zulham Efendi, menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati dan seluruh undangan yang telah hadir. Ia berharap pengajian tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Baca juga  Polres Sergai Laksanakan Patroli KRYD, Antisipasi Aksi Unras

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Desa Panobasan, Marahalim Pane, mengingatkan jamaah agar ilmu dan nasihat yang diperoleh dalam pengajian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak kaum bapak mendukung kegiatan pengajian sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Ketua BKMT Desa Panobasan, Siti Langga Siregar, turut menyampaikan harapan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan dan rahmat sehingga dapat terus berkumpul dalam kegiatan yang mempererat ukhuwah Islamiyah.

Pengajian Akbar BKMT Kecamatan Angkola Barat tersebut diisi tausiyah agama oleh Al-Ustaz Misran Siregar. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa iman merupakan bekal utama manusia dalam menjalani kehidupan dan menghadapi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Ia menyampaikan bahwa harta, jabatan, dan pangkat pada akhirnya akan ditinggalkan, sedangkan iman dan amal menjadi hal mendasar yang harus dipersiapkan setiap manusia.

Ustazd Misran juga mengajak jamaah memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah dan memperbanyak amal saleh. Ia mengingatkan bahwa penyesalan dapat datang ketika seseorang telah meninggal dunia dan tidak lagi memiliki kesempatan untuk kembali memperbaiki amalnya di dunia.

Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan pengajian sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbaiki perilaku, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Tapanuli Selatan Ibnussalam Harahap, sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Tapsel, Camat Angkola Barat M. Tohir Pasaribu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Angkola Barat, Ketua UPZ Angkola Barat, perwakilan Muslimat NU Angkola Barat, pengurus BKMT kecamatan dan desa, alim ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah BKMT Kecamatan Angkola Barat. (Nurdin Nasution)