Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Tapanuli Selatan dipilih sebagai lokus Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang diikuti 49 peserta. Mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus pembelajaran dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana.
Bencana banjir bandang dan longsor 25 November 2025 menjadi ujian besar bagi Tapanuli Selatan. Saat ini kami memasuki tahun pertama tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Seluruh perangkat daerah bergerak bersama dengan satu prinsip, yaitu bekerja cepat, berbasis data yang tervalidasi, dan mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
Bencana tersebut mengakibatkan lebih dari 3.000 hektare lahan pertanian gagal panen serta menurunkan pertumbuhan ekonomi Tapsel dari di atas 5 persen menjadi 2,49 persen pada akhir 2025. Alhamdulillah, pada triwulan I tahun 2026 ekonomi mulai pulih menjadi 3,49 persen, namun kami menyadari masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Saya berharap visitasi ini menghasilkan policy brief dan rekomendasi strategis yang aplikatif untuk memperkuat tata kelola penanggulangan bencana. Melalui benchmarking di BPBD, Dinas PUPR, Bappeda, dan Dinas Sosial, kami optimistis akan memperoleh banyak masukan untuk mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Terima kasih kepada BPSDM Provinsi Sumatera Utara, para widyaiswara, pendamping, dan seluruh peserta PKN Tingkat II yang telah memilih Tapanuli Selatan sebagai laboratorium kepemimpinan adaptif. Semoga sinergi ini semakin memperkuat langkah kita untuk pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat, dan mewujudkan Tapanuli Selatan yang tangguh, adaptif, serta berkelanjutan. (Nurdin Nasution)


