RIMBUN NEWS

Rimbunnews.com – Sergai – Perkuat Sinergi Daerah, Pemkab dan Polres Sergai Kolaborasi Gelar Pembinaan Karakter Pelajar di Ruang Kerja Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin, 28 September 2026.

Bupati Sergai H. Darma Wijaya dan Wabup H. Adlin Tambunan menerima kunjungan audiens/silaturahmi dari Kapolres Sergai AKBP Sah Udur T. M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati penguatan kerja sama antarlembaga, khususnya mengenai rencana Polres Sergai yang akan menggelar kegiatan sosialisasi dan pembinaan karakter, kedisiplinan, etika, serta pergaulan positif ke sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Sergai.

Bupati Sergai, H. Darma Wijaya / Bang Wiwik menyambut positif kunjungan Kapolres Sergai serta berharap kerja sama antara Pemkab dan Polres semakin erat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bupati juga menyampaikan, mendukung penuh rencana sosialisasi ke sekolah-sekolah karena pembinaan karakter generasi muda sejak dini sangat penting untuk mencetak penerus pembangunan yang berdisiplin dan bertanggung jawab.

Bupati smSsrgai menegaskan pentingnya peran bersama antara pemerintah, kepolisian, sekolah, dan orang tua dalam membina pergaulan anak.

Sementara Wakil Bupati Sergai, H. Adlin Tambunan turut mendukung penguatan sinergi edukasi untuk pelajar.

H.Adlin menilai sekolah sebagai tempat strategis untuk menanamkan kedisiplinan dan kepatuhan aturan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Jajaran Pemkab Sergai yakni Sekdakab Sergai: Suwanto Nasution, S.Pd, MM,  Asisten Pemerintahan & Kesra: Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si,  Kasatpol PP: Muhammad Wahyudi, S.STP, M.Si dan Kadishub Sergai: Gunawan Jaya Wardana Hasibuan, S.STP.

Sementara dari Jajaran Polres Sergai antara lain Kapolres Sergai: AKBP Sah Udur T. M. Sitinjak, SIK, MH,vKasat Narkoba: AKP Erikson David, SH, MH,  Kasat Reskrim: Iptu Toman F. Sibuea, S.Tr.K, SIK, MH,  Kasat Lantas: AKP Gokma W. Silitonga, SH,  dan Kanit Tipidkor: Ipda Susanto, SH, MH. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu bersama Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, sejumlah pimpinan OPD, unsur Forkopimcam serta anggota DPRD Tapsel kembali turun langsung ke desa dan kelurahan dalam rangkaian kunjungan kerja di Kecamatan Angkola Selatan dan Kecamatan Angkola Sangkunur, Minggu (27/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Bupati untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah, menyerap aspirasi warga sekaligus menentukan skala prioritas pembangunan di tengah keterbatasan ruang fiskal dan proses pemulihan pascabencana.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau sejumlah lokasi dan kegiatan, di antaranya penebaran bibit ikan di Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, peninjauan perbaikan jembatan gantung dan Huntap Tandihat, penyerahan benih padi varietas Gamagora di Desa Aek Natas, peninjauan lahan pertanian masyarakat, serta pembukaan Lubuk Larangan di Garonggang, Lingkungan I Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan.

Bupati mengatakan, kunjungan langsung ke desa dilakukan secara berkala bersama Kapolres Tapsel untuk memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami bersepakat paling tidak setiap dua minggu pada akhir pekan turun ke desa-desa bersama Pak Kapolres. Selain mengecek program kegiatan yang berlangsung pada tahun berjalan, kami juga ingin melihat langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Gus Irawan.

Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran menuntut pemerintah daerah lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan. Karena itu, kunjungan lapangan menjadi penting agar kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar diarahkan kepada kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di Desa Sibongbong, Bupati menyerahkan sekaligus menebar 15.500 ekor benih ikan untuk mendukung pengembangan Lubuk Larangan yang dikelola masyarakat melalui Pokmaswas Naposo Nauli Bulung (NNB) Sibongbong.

Bibit tersebut terdiri atas 3.000 ekor ikan jurung, 3.000 ekor ikan mas, 4.000 ekor ikan tawes, 4.000 ekor ikan baung dan 1.500 ekor ikan gurami. Bibit ditebar pada aliran sungai dengan batas pengelolaan sekitar 1,2 hingga 1,5 kilometer.

Selain itu, terdapat kelompok Pokmaswas Rap-Rim Sibongbong yang juga menerima 14.500 ekor bibit ikan untuk dikelola pada kawasan sungai sepanjang sekitar 1,8 kilometer.

Bupati menegaskan bahwa penebaran benih ikan bukan semata-mata untuk menambah populasi ikan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem sungai sekaligus membangun manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia meminta masyarakat bersama pemerintah desa dan kelompok pengawas menjaga kawasan tersebut, termasuk bagian hulu sungai.

“Bukan hanya ikannya yang harus dijaga, tetapi hulunya juga. Jangan membuang sampah ke sungai dan jangan menangkap ikan dengan cara yang merusak. Kalau ekosistemnya kita jaga, ikan berkembang dan pada akhirnya manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga berharap seluruh sungai yang memiliki potensi dapat dioptimalkan melalui program Lubuk Larangan dan pengembangan perikanan berbasis masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Bupati membuka Lubuk Larangan Nurul Falah di Garonggang, Lingkungan I Kelurahan Pardomuan.

Lubuk Larangan tersebut telah berdiri sejak 2006 dan selama dua dekade telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurut laporan panitia, hasil pengelolaan Lubuk Larangan antara lain telah dimanfaatkan untuk penyediaan lahan bagi fasilitas publik, termasuk pertapakan kantor lurah, sekolah dan pembangunan Masjid Nurul Falah.

Pada tahun 2026, peserta yang terdaftar dalam kegiatan pembukaan Lubuk Larangan mencapai sekitar 290 orang. Meski hasilnya dipengaruhi kondisi alam dan curah hujan, masyarakat tetap bersyukur karena tradisi tersebut terus memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

Bupati mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga Lubuk Larangan. Ia menyebut program tersebut sejalan dengan program Seribu Kolam yang dikembangkan Pemkab Tapsel sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produksi ikan daerah.

Gus Irawan menjelaskan, optimalisasi Lubuk Larangan juga mendapat perhatian dalam ajang Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025 atau Indonesia’s SDGs Action Award, karena dinilai tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai dan lingkungan.

“Program ini bukan sekadar soal seribu kolam. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mencapai swasembada ikan, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga alam dan sungai,” katanya.

Bupati juga melihat potensi Lubuk Larangan dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam. Keberadaan komunitas pemancing dari berbagai daerah, menurutnya, dapat menjadi peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui wisata memancing dan kegiatan pendukung lainnya.

Di Desa Aek Natas, Bupati turut menyaksikan penyerahan bantuan benih padi varietas Gamagora kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara melaporkan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program APBD untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
Sebanyak 500 kilogram benih Gamagora disiapkan untuk areal sekitar 20 hektare.

Varietas Gamagora dinilai adaptif pada kondisi lahan dengan ketersediaan air terbatas. Berdasarkan hasil demplot yang disampaikan Dinas Pertanian, produktivitasnya dapat mencapai rata-rata sekitar 9,2 ton per hektare, dengan hasil pengujian bervariasi sesuai kondisi pengairan dan lahan.

Bupati meminta jajaran penyuluh pertanian lapangan (PPL) memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar bantuan benih tersebut tidak berhenti pada pemberian sarana produksi, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Menurut Gus Irawan, perubahan iklim dan berkurangnya debit air membuat pemerintah perlu mendorong varietas tanaman yang lebih adaptif serta pola tanam yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Ia juga mendorong penerapan rotasi tanaman padi dan jagung, terutama pada lahan sawah yang mengalami keterbatasan air.

“Kalau air cukup, kita tanam padi. Ketika musim kemarau dan kondisi air memungkinkan untuk jagung, kita dorong jagung. Dengan rotasi tanaman, lahan tetap produktif dan pendapatan petani bisa meningkat,” jelasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya mengoptimalkan lahan pertanian yang terdampak kerusakan infrastruktur irigasi akibat bencana.

Ia menyebut lebih dari 3.000 hektare sawah di Tapsel terdampak gagal panen atau puso akibat bencana banjir bandang pada 25 November Tahun lalu, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga produktivitas lahan dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
Salah satu yang didorong adalah pengembangan tanaman jagung.

Menurut Bupati, jagung memiliki siklus panen relatif singkat dan pasar yang dapat diperkuat melalui peran BUMD sebagai offtaker. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumut serta dukungan zakat produktif Baznas bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai penerima.

“Jangan sampai lahan-lahan itu menganggur. Kalau belum bisa digunakan untuk padi karena irigasinya rusak, kita lihat peluang menanam jagung. Yang penting lahannya tetap produktif dan masyarakat memperoleh penghasilan,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah fungsi sawah secara permanen. Rotasi tanaman menjadi salah satu pilihan agar lahan pertanian tetap produktif sekaligus menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan air.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bupati juga menyampaikan kembali komitmennya dalam menangani aktivitas penambangan tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.

Menurutnya, penertiban harus diikuti dengan solusi ekonomi bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.

Ia menyebut sejumlah alternatif pemberdayaan yang dapat dikembangkan, antara lain peternakan ayam petelur, perikanan, pertanian jagung maupun usaha produktif lainnya sesuai potensi desa.

“Yang kita dorong adalah masyarakat berhijrah dari pekerjaan yang melanggar hukum menuju usaha yang legal, produktif dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga,” katanya.

Bupati meminta pemerintah kecamatan dan desa melakukan pendataan masyarakat yang membutuhkan alternatif mata pencaharian sehingga program pemberdayaan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Untuk usaha masyarakat yang membutuhkan permodalan, Pemkab Tapsel juga terus mendorong akses pembiayaan melalui KUR Bank Sumut, sementara masyarakat yang memenuhi kriteria mustahik dapat diarahkan untuk memperoleh dukungan zakat produktif melalui Baznas.

Selain di Kecamatan Angkola Selatan, pengembangan perikanan juga dilakukan di Kecamatan Angkola Sangkunur.

Di Kelurahan Rianiate, tiga kelompok usaha bersama menerima bantuan bibit ikan untuk pengembangan kawasan sungai sepanjang sekitar 1,5 kilometer.

Kelompok Usaha Bersama Aek Palas yang diketuai Arsad Nasution menerima 11.500 ekor bibit ikan, sedangkan KUB Haboran yang diketuai Imam Syafii menerima 11.500 ekor. KUB Rianiate Saroha yang diketuai Sarihon Tumanggor juga menerima 11.500 ekor.
Masing-masing bantuan terdiri atas ikan jurung, mas, tawes, baung dan gurami.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan perikanan berbasis masyarakat, sekaligus mendorong masyarakat menjaga kualitas sungai dan kawasan perairan.

Rangkaian kunjungan Bupati Tapsel bersama Kapolres dan jajaran Pemkab Tapsel juga mencakup peninjauan perbaikan jembatan gantung di Desa Sibongbong serta peninjauan Huntap Tandihat di Kecamatan Angkola Selatan.

Bupati menegaskan bahwa kunjungan lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

“Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita melihat langsung kondisinya, mendengar aspirasi masyarakat, kemudian menentukan apa yang menjadi prioritas,” pungkasnya.

Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan upaya Pemkab Tapsel mengintegrasikan pemulihan ekonomi, ketahanan pangan, pengembangan perikanan, pelestarian lingkungan, pemulihan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat dalam satu agenda pembangunan berbasis kebutuhan desa. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com – Helvetia – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun  (HUT ) Thai Seng Hut Co, Cetiya  Istana Tirai Air Salurkan 820 Paket Sembako kepada warga yang membutuhkan di Desa Manunggal Kecamatan Helvetia Deli Serdang, Minggu 27 September 2026.

Sembako yang diserahkan itu berupa beras 5 Kg, minyak goreng 1 kg, gula 1 kg, bubuk teh dan telur , kata Akiong.

Pembagian sembako tersebut disaksikan langsung Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem S.Mt bersama tim ke lokasi pendistribusian sembako.

Kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem disambut hangat oleh Pengurus Istana Tirai Air , Suhu Akiong menyampaikan kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut merupakan penghargaan besar bagi pengurus Istana Tirai Air  untuk perkembangan rumah ibadah tersebut ke depan, kata Akiong

Akiong juga mengatakan, kegiatan seperti ini rutin diadakan setiap tahunnya dan sudah menjadi agenda tahunan dan kegiatan Bansos berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu seperti : tukang becak,distabilitas,para janda,tukang sapu jalanan dan lainnya.

Suhu Akiong menjelaskan bahwa dewa Thai Seng Hut Co  adalah nama Hokkien dari Sun Wukong atau Sun Go Kong, sang Raja Kera Sakti yang dimuliakan sebagai dewa dalam kepercayaan tradisional Tionghoa
lahir dari sebuah batu suci di Gunung Bunga Buah yang menyerap energi alam selama ribuan tahun,kemudian beliau belajar ilmu dewa dan jurus 72 perubahan serta kemampuan terbang awan kintan dari Guru Subodhi, kata suhu Akiong.

Pembagian sembako tersebut juga dihadiri oleh Babinsa setempat, Topik Soleh yang sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Cetiya Istana Tirai Air , Suhu Akiong, karena dengan kepedulian Suhu Akiong masyarakat khususnya warga Desa Manunggal Kecamatan Helvetia ini sangat terbantu, dengan demikian saya selaku pribadi  mengucapkan banyak terimakasih kepada Suhu Akiong, kata Topik Soleh.

Topik Soleh juga menyampaikan, kami bersama warga Desa Manunggal selalu berdoa agar Suku Akiong selalu diberi kesehatan dan dilapangkan rezeki agar terus dapat melakukan kebajikan seperti ini, kata Topik Soleh.

 Demikian juga bimbingan dan arahan yang disampaikan Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem Smt agar tempat ibadah dibawah naungan Tridharma agar selalu membuat kebajikan kepada masyarakat.

Budi juga menyampaikan terimakasih kepada Cetiya Istana Tirai Air , Suhu Akiong yang sudah memberikan perhatiannya kepada masyarakat banyak .

‘ Karena Tridharma mengajar agar umatnya selalu menjaga toleransi dan  harmonisasi dan saling mengasihi kepada sesama umat manusia, ” kata Budi.

Kepala lingkungan setempat juga menyampaikan terimakasih kepada pengurus Cetiya Istana Tirai Air, Suhu Akiong , karena sudah banyak membantu warga setempat, kata Kepling.

Kepling juga menyampaikan, jika ada kegiatan dari Cetiya Istana Tirai Air, jangan segan-segan melibatkan kami , kami siap membantu, kata Kepling.

Pembagian sembako tersebut dihadiri Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem Smt , para pengurus Cetiya Istana Tirai Air, Babinsa setempat Topik Soleh , Kepala Lingkungan dan tokoh masyarakat. (Mabhirink Gutul)

 

 

Rimbunnews.com – Karo – Polsek Tigapanah memberikan sosialisasi tentang pentingnya menghentikan aksi perundungan atau bullying kepada siswa-siswi SD Negeri 040541 Suka Sipilihen, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Senin(28/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Tigapanah AKP Imanuel Sembiring, S.H., M.H., didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Ferdinando Bukit. Kegiatan turut dihadiri kepala sekolah, para guru serta seluruh siswa SD Negeri 040541 Suka Sipilihen.

Dalam arahannya, Kapolsek mengajak para siswa untuk saling menghargai, menjaga pertemanan dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik maupun melalui perkataan.

AKP Imanuel Sembiring juga mengingatkan para siswa agar lebih fokus belajar, membangun pergaulan yang positif serta berani menyampaikan kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun melihat tindakan perundungan.

“Kami mengajak anak-anak untuk saling menghargai dan tidak melakukan bullying kepada teman. Jadilah pelajar yang rajin belajar, saling membantu dan menciptakan suasana sekolah yang aman serta nyaman,” ujar AKP Imanuel Sembiring.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Kapolsek dan para siswa. Seluruh rangkaian sosialisasi berjalan dengan baik, tertib dan mendapat perhatian dari para peserta. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – “Satu Klik, Sejuta Dampak” menjadi tema Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026. Tema tersebut sejalan dengan pesan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengenai perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi, dan peran strategis pemuda dalam menghadapi perubahan.

Dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru UMSU, Kapolri menekankan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan berlangsung sangat pesat. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks sehingga membutuhkan pemimpin masa depan yang mampu membaca arah perubahan dan mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus mengembangkan ilmu dan kemampuan beradaptasi. Kapolri juga menekankan pentingnya membangun karakter dan integritas, menguasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya, serta mengambil peran di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan kondisi ruang digital Indonesia. Dalam paparannya, Kapolri menyoroti tingginya penggunaan media sosial yang belum sepenuhnya diikuti literasi digital yang memadai. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing, hingga berbagai bentuk kejahatan digital.

Di tengah kondisi tersebut, pemuda memiliki posisi penting untuk menjaga ruang digital sekaligus menjadi bagian dari solusi. Kapolri mendorong mahasiswa untuk menangkal hoaks dan provokasi, menjaga kerukunan, serta menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan.

Peran pemuda tidak berhenti pada ruang digital. Di lingkungan kampus, mahasiswa didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi. Sementara di luar kampus, pemuda diharapkan menjadi agen perubahan, mendukung program pembangunan sesuai bidang keilmuan, mendorong kemajuan masyarakat, serta mengembangkan kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Peran tersebut menjadi semakin strategis karena Indonesia memiliki momentum bonus demografi pada 2030–2035. Dalam paparannya, Kapolri menempatkan pendidikan berkualitas, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan keterampilan sebagai bagian penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja, tetapi juga untuk menjadi pemimpin yang mampu menghadapi perubahan dan memberikan kontribusi nyata. Kemampuan akademik perlu berjalan bersama karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, dan pemanfaatan teknologi secara produktif.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia.”

Masa depan tersebut dipersiapkan melalui proses panjang sejak hari ini. Di ruang pendidikan, ruang masyarakat, maupun ruang digital, generasi muda memiliki kesempatan untuk terus belajar, berkarya, membangun kolaborasi, dan mengambil peran dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk menguasai teknologi digital secara bijak dan produktif agar tidak menjadi korban maupun bagian dari berbagai kejahatan di ruang siber.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).

Kapolri mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan berkarya. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti beragam ancaman, mulai dari penipuan daring, pencurian data, phishing, judi online, hoaks, disinformasi, deepfake, hingga kejahatan berbasis AI.

“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik. Sebab, ruang digital menjadi salah satu saluran utama masyarakat dalam menerima informasi.

Data Digital News Report 2026 mencatat 64 persen responden di Indonesia memperoleh berita melalui media sosial. Sementara itu, 48 persen responden menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai sumber utama informasi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya generasi muda, perlu lebih kritis dalam menyaring setiap informasi. Kapolri mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah percaya, menyebarkan, ataupun mengikuti narasi yang belum jelas kebenarannya.

Kapolri juga menyoroti fenomena bandwagon effect, yakni kecenderungan seseorang mengikuti pandangan atau tindakan yang telah dilakukan banyak orang. Dalam ruang digital, fenomena ini dapat mempercepat penyebaran hoaks, membangun sentimen publik, hingga mendorong ajakan kolektif yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, kejahatan digital terus berkembang dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat. Peredaran narkoba, penipuan berkedok lowongan kerja luar negeri, perdagangan orang, dan penyebaran paham ekstrem turut menggunakan ruang digital sebagai sarana.

Karena itu, Kapolri mendorong mahasiswa UMSU menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan perkembangan digital untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat.

Kapolri berharap mahasiswa baru UMSU dapat menjadi generasi yang kuat secara karakter, cakap dalam memanfaatkan teknologi, serta mampu menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan kampus maupun masyarakat.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com –  Medan – Polda Sumatera Utara bersama seluruh jajaran Polres terus memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan konvensional. Dalam periode 14 hingga 27 September 2026, polisi mengungkap 441 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) dengan total 485 tersangka.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Utara.

“Selama periode 14 sampai 27 September 2026, Polda Sumut bersama Polres jajaran telah mengungkap 441 kasus curas dan curat dengan 485 tersangka. Ini merupakan bentuk keseriusan jajaran dalam menindak tegas berbagai tindak pidana yang meresahkan masyarakat,” ujar Ferry.

Dari total pengungkapan tersebut, kasus curas sebanyak 23 perkara dengan 28 tersangka, sedangkan kasus curat mencapai 418 perkara dengan 457 tersangka.

Dalam rangkaian pengungkapan itu, petugas juga menyita berbagai barang bukti yang berkaitan dengan perkara yang ditangani. Di antaranya 80 unit sepeda motor, 62 unit telepon seluler, 52 buah tabung gas, 525 tandan kelapa sawit, serta uang tunai sekitar Rp26,5 juta.

Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain, mulai dari peralatan elektronik, pakaian, dokumen, peralatan rumah tangga hingga berbagai perlengkapan yang berkaitan dengan tindak pidana.

Ferry menegaskan, upaya menjaga kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan langkah pencegahan melalui kegiatan kepolisian di lapangan.

“Selain melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan, Polda Sumut dan jajaran juga terus mengintensifkan patroli dan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” katanya.

Menurut Ferry, patroli tersebut difokuskan pada sejumlah potensi gangguan keamanan, termasuk pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kehadiran personel di lapangan, lanjutnya, diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Patroli akan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya curas, curat dan curanmor. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi tindak pidana,” ujar Ferry.

Polda Sumut memastikan langkah penegakan hukum dan pencegahan akan terus berjalan secara berkelanjutan bersama jajaran kewilayahan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumatera Utara.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan – Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sungai sangkunur dan sungai malombu meluap ke permukiman warga di 4 wilayah di Kecamatan Angkola Sangkunur, yaitu Kelurahan Sangkunur, Desa Simataniari, Desa Tindoan Laut dan Desa Bandar tarutung pada hari Sabtu (26/9/2026). Curah hujan tinggi terjadi mulai pukul 16.15 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah kawasan permukiman warga terendam dengan ketinggian berkisar 30 cm hingga hampir 1 meter.

Genangan air yang terus mengalir memasuki kawasan permukiman warga menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Kondisi tersebut semakin meluas hingga sekitar pukul 19.15 WIB membuat warga harus berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang berharga dari ancaman genangan air yang memasuki rumah warga.

Kejadian ini tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman, tetapi juga menyentuh sejumlah lahan persawahan masyarakat dan hewan ternak masyarakat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kerugian material dan keberlangsungan mata pencaharian mereka.

Di tengah situasi tersebut, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Sebagian Warga yang terdampak  berupaya mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi dan dianggap aman, di antaranya SMP Negeri 5 Angkola Sangkunur, Kantor Camat Angkola Sangkunur, rumah dinas Camat dan kawasan Kampung Situmbabaru. Langkah evakuasi mandiri ini menjadi bentuk kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat akibat meningkatnya genangan air.

Salah seorang warga, Edy (48), menyampaikan bahwa masyarakat yang terdampak saat ini membutuhkan perhatian dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar karena selama kejadian belum sempat menyelamatkan bahan pangan. Menurutnya, dukungan berupa bahan pangan dan perlengkapan sehari-hari sangat penting untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Di tengah kejadian tersebut, atas koordinasi pemerintah kecamatan melalui camat Angkola Sangkunur ke pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan melalui Sekretaris Daerah dan Kalaksa BPBD tapsel bantuan sosial dan pangan segera datang dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang langsung disalurkan oleh Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu dan Kapolres Tapanuli Selatan pada Hari Minggu sore tanggal 27/09/2026 di halaman kantor Kecamatan Angkola Sangkunur secara simbolis dan telah disalurkan oleh camat kepada warga lain yang terdampak. Bantuan yang diserahkan berupa bantuan pangan ( mi instan, beras, telur ) dan selimut untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan mendesak warga tersampak. Ketersediaan bahan pangan, perlengkapan tidur, serta kebutuhan dasar lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi dan kenyamanan warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi di tengah2 kondisi cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang tinggi  serta penguatan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah kondisi ini, kepedulian, gotong royong dan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat akan menjadi kekuatan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini dengan  semangat Bupati Gus Irawan Pasaribu membangun Tapanuli Selatan “Sinergi Tapsel Bangkit”.(Nurdin Nasution)

 

Rimbunnews.com – Medan – Setelah berhasil dan sukses melaksanakan Waisak Bersama 2570 BE/2026 mengakhiri kegiatannya panitia Waisak juga menggelar bakti sosial (Baksos) di Tiga Titik tempat ibadah yang dianggap sangat membutuhkan.

Adapun ketiga titik tersebut antara lain : untuk guru-guru sekolah agama Budha SE Sumatera Utara bertempat di Klenteng Kara Manggala Sunggal , Sabtu, 26 September 2026 Pukul 14.30 wib dibagikan 150 paket sembako.

Kemudian di Pusdiklat LBTI (Antonius) Polonia Minggu , 37 September 2026, pukul 14.30 wib dibagikan  100 paket sembako . Dan pada pukul 16.00 wib langsung menuju Vihara Ratana Stupa Agung Sunggal juga membagikan 100 paket sembako.

Selain itu, Khadirin juga menyampaika disamping pembagian sembako tersebut juga diberikan bantuan dana pembangunan Pusdiklat LBTI yang diterima langsung oleh Antonius.

Pembagian sembako tersebut langsung dipimpin ketua panitia Waisak  2026, Khadirin dan juga wakil ketua Permabudhi Sumut didampingi wakil ketua Permabudhi Sumut Budi Malem Smt dan Pembimas Kementerian Agama Budha, Sukasdi SE MA.

 Pembagian sembako Bersama 2570 BE/2026 ini dilaksanakan secara bersama-sama yakni Permabudhi Sumut, Walubi Sumut dan Kementerian Agama Budha.

Khadirin mengatakan, sembako yang diberikan ini semoga bermanfaat bagi penerimanya dan jangan dinilai dari harganya , tapi itu merupakan bantuan dari keikhlasan dari lubuk hati yang paling dalam panitia Waisak 2026, kata Khadirin.

Sementara Pembimas Kementerian Agama Budha, Sukasdi SE MA menyampaikan terimakasih atas kepedulian yang disampaikan kepada pengurus dan umat Budha yang ada di Sumatera Utara dan semoga bermanfaat kepada penerima bantuan tersebut, kata Sukasdi. ( Mabhirink Gutul)

 

 

Rimbunnews.com – Karo – Personel Polsek Munte Polres Karo melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui Patroli Blue Light untuk mengantisipasi tindak pidana 3C (curas, curat dan curanmor) serta aksi geng motor di wilayah hukum Polsek Munte, Sabtu(26/9/2026).

Patroli tersebut menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas, di antaranya Bank BRI Unit Munte Desa Singgamanik, SPBU Desa Singgamanik serta Jalan Rakutta Brahmana Desa Sarinembah, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda dua maupun surat-surat kendaraan. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap pengendara untuk mengantisipasi adanya narkotika, minuman keras, senjata tajam maupun barang lain yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindak kejahatan.

Selain melakukan patroli, personel juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya pada malam hari. Kehadiran personel dengan kendaraan dinas dan lampu biru di sejumlah titik diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kapolsek Munte AKP Donal Tambunan, S.H., mengatakan kegiatan patroli tersebut merupakan upaya preventif Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Patroli Blue Light kami laksanakan secara rutin untuk mencegah terjadinya tindak pidana 3C maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” ujar AKP Donal Tambunan.

Selama pelaksanaan patroli, situasi di wilayah hukum Polsek Munte terpantau aman dan lancar. Personel tidak menemukan pengendara yang membawa narkoba, minuman keras, senjata tajam maupun barang berbahaya lainnya.

Kegiatan tersebut turut memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap tindak kejahatan serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga.(Mabhirink Gutul)