RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews.com – Medan  – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., bersama pejabat utama (PJU) Polda Sumut turun langsung ke jalan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Lapangan Merdeka, Medan, Senin (19/10/2026) pagi.

Dalam kegiatan itu, Kapolda Sumut bersama jajaran hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu kelancaran arus lalu lintas, terutama pada aktivitas pagi hari. Selain melakukan pengaturan lalu lintas, Kapolda juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, Irjen Pol. Sonny Irawan turut membagikan helm dan masker secara langsung kepada para pengendara. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat melalui pelayanan yang nyata dan dapat dirasakan secara langsung.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program Kapolri, “Polisi Bersama Masyarakat”, yang langsung ditindaklanjuti oleh Kapolda Sumut bersama jajarannya.

“Program Polisi Bersama Masyarakat merupakan wujud komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Hal ini langsung ditindaklanjuti oleh Bapak Kapolda Sumut dengan turun ke lapangan, membantu pengaturan lalu lintas, memberikan imbauan, serta membagikan helm dan masker kepada para pengendara,” ujar Ferry.

Menurutnya, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan, perlindungan, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir sebagai sahabat dan pelayan masyarakat. Polri tidak untuk ditakuti, tetapi harus dipercaya dan menjadi tempat masyarakat mendapatkan perlindungan serta bantuan. Karena itu, seluruh personel, khususnya di jajaran Polda Sumut, didorong untuk mengedepankan sikap humanis, responsif, dan mengutamakan pelayanan,” katanya.

Kombes pol Ferry menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Penggunaan helm sesuai standar, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta sikap saling menghormati sesama pengguna jalan merupakan faktor penting dalam mencegah kecelakaan lalu lintas.

Ia mengajak masyarakat untuk mendukung upaya kepolisian dengan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan membangun budaya tertib di jalan raya.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, dan menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com –  Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama memerangi peredaran narkoba. Ajakan tersebut disampaikan saat melaksanakan sholat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Abidin, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sabtu (17/10/2026) pagi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat Polda Sumatera Utara untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Kapolda Sumut hadir bersama Wakapolda Sumut dan sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Sumut. Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan keagamaan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat komunikasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumut menyampaikan rasa bahagia dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan masyarakat melalui ibadah sholat Subuh berjamaah. Ia juga mengapresiasi jajaran yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik.

“Melalui program Polisi Bersama Masyarakat ini, kami ingin menegaskan bahwa polisi merupakan bagian dari masyarakat. Polri harus senantiasa hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujar Sonny.

Menurutnya, Polri harus menjadi mitra sekaligus sahabat masyarakat yang mudah dijangkau dan siap membantu ketika dibutuhkan. Karena itu, kedekatan antara polisi dan masyarakat perlu terus dibangun melalui komunikasi, silaturahmi, serta kegiatan bersama.

Ia menegaskan, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan oleh Polri sendiri. Diperlukan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda.

Kapolda juga mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan harus disikapi dengan saling menghormati dan menghargai agar kerukunan serta keharmonisan tetap terpelihara.

“Jangan sampai perbedaan yang ada justru melemahkan persatuan dan kesatuan kita. Mari bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tidak mudah dipecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Selain mengajak masyarakat menjaga persatuan, Kapolda Sumut memberikan perhatian khusus terhadap ancaman peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda, menghancurkan keluarga, dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Ia menjelaskan, luas wilayah Sumatera Utara, besarnya jumlah penduduk, serta karakteristik geografis yang berdekatan dengan jalur perairan internasional menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mencegah masuk dan beredarnya narkoba.

Karena itu, Kapolda menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba, memberikan perhatian kepada generasi muda, serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” tegasnya.

Kapolda juga menegaskan bahwa Polri tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Setiap personel yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku, baik melalui proses disiplin, kode etik profesi Polri, maupun proses pidana sesuai dengan jenis pelanggarannya.

Apabila pelanggaran yang dilakukan memenuhi ketentuan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), proses tersebut akan dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku.

Kapolda Sumut selanjutnya mengajak masyarakat untuk memulai upaya menjaga keamanan dan ketertiban dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Ia berharap kebersamaan melalui kegiatan keagamaan dan pendekatan langsung kepada masyarakat dapat semakin memperkuat hubungan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat di Sumatera Utara.

“Dengan kebersamaan dan sinergi antara Polri dan masyarakat, saya yakin kita dapat mewujudkan Sumatera Utara yang aman, damai, harmonis, dan terbebas dari ancaman narkoba,” tutupnya.

Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polda Sumut terus mendorong terbangunnya komunikasi yang terbuka, hubungan yang harmonis, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program “Polisi Bersama Masyarakat”. Program tersebut menjadi upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat, termasuk jemaat gereja, dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di Sumatera Utara.

Komitmen itu disampaikan Kapolda Sumut saat melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja GBI Rumah Persembahan, Medan, Minggu (18/10/2026) sore.

Kapolda Sumut mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Kapolri yang mendorong kehadiran polisi di tengah masyarakat, termasuk melalui silaturahmi dengan warga yang sedang menjalankan ibadah.

“Pada hari ini kami menjalankan program Bapak Kapolri, yaitu ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Kami hadir di tengah masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah. Tujuannya untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan, keamanan dan ketertiban, serta lingkungan di wilayah Sumatera Utara,” ujar Irjen Pol. Sonny Irawan.

Menurutnya, sebagai Kapolda Sumut yang baru, silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun komunikasi serta memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia menegaskan, upaya menjaga kondusivitas wilayah tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Kapolda Sumut juga berharap program Polisi Bersama Masyarakat dapat semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat, sehingga kehadiran polisi benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Harapan kami, melalui tagline Bapak Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’, Polri benar-benar dapat diterima oleh masyarakat, bukan ditakuti. Kami ingin memberikan pelayanan yang baik dan membangun hubungan yang semakin dekat dengan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, Polda Sumut terus mendorong terjalinnya komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat toleransi, kebersamaan, dan kepedulian dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Kapolda Sumut berharap sinergi yang terbangun bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Sumatera Utara.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Belawan – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aksi tawuran, Tim Khusus (Timsus) Macan Polres Pelabuhan Belawan bergerak cepat ke Jalan Aluminium Raya, tepatnya di kawasan TPU Porta, Tanjung Mulia, Minggu (18/10/2026) dini hari. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan dua orang laki-laki yang diduga berkaitan dengan aksi tawuran.

Patroli yang dipimpin Kasat Samapta Polres Pelabuhan Belawan AKP Rudi, S.Sos.I., itu merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Sekitar pukul 02.30 WIB, petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan sejumlah orang yang diduga hendak melakukan tawuran. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung menuju lokasi dan mengamankan dua orang sekitar pukul 02.45 WIB.

Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan sejumlah barang bukti, yakni satu bilah senjata tajam jenis sabit, satu busur beserta dua anak panah, serta satu kaleng lem merek Kambing.

Saat diamankan, kedua orang tersebut tidak mengakui kepemilikan senjata tajam yang ditemukan petugas. Selanjutnya, keduanya bersama barang bukti dibawa ke Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring, M., S.I.K., melalui Kasat Samapta AKP Rudi, S.Sos., menyampaikan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya tawuran dan potensi gangguan keamanan lainnya.

“Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari, agar tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan langkah cepat yang dilakukan jajaran Polres Pelabuhan Belawan sejalan dengan program Kapolri dalam meningkatkan pelayanan kepolisian serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan gangguan kamtibmas membutuhkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, respons cepat terhadap laporan warga, serta kerja sama seluruh elemen masyarakat.

“Program Kapolri menekankan pentingnya kehadiran Polri yang responsif, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Sejalan dengan itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., terus mendorong jajaran Polda Sumut untuk meningkatkan upaya pemeliharaan kamtibmas, mengoptimalkan patroli, serta menindaklanjuti setiap informasi masyarakat secara cepat dan tepat,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah tawuran dan berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya. Karena itu, masyarakat diimbau segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi tindak kriminal atau gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center Polri 110.

“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada polisi agar potensi gangguan keamanan dapat segera diantisipasi,” katanya.

Polres Pelabuhan Belawan menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan langkah pencegahan guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah hukumnya.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai keagamaan, memerangi penyalahgunaan narkoba, memberantas praktik rentenir yang memberatkan warga, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga. Ajakan tersebut disampaikan dalam Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Saipar Dolok Hole di Desa Batang Garut Parsuluman, Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang turut dihadiri Ketua TP PKK Tapsel, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung pemulihan serta peningkatan kesejahteraan warga pascabencana.

Dalam arahannya, Gus Irawan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari kemajuan infrastruktur, melainkan juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, pembangunan harus mampu meningkatkan taraf hidup, memperluas kesempatan ekonomi, dan menekan angka kemiskinan. Infrastruktur yang semakin baik perlu berjalan seiring dengan meningkatnya kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan agar hasilnya dapat dirasakan secara merata, khususnya oleh keluarga yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.

Bupati menjelaskan, pemulihan Kabupaten Tapanuli Selatan setelah bencana pada November 2025 masih membutuhkan kerja keras, koordinasi, dan dukungan berbagai pihak. Tantangan tersebut semakin kompleks di tengah keterbatasan fiskal daerah dan belum pulih optimalnya aktivitas sejumlah sektor ekonomi. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten Tapsel terus mendorong pemanfaatan program pemerintah pusat, terutama yang berorientasi pada penguatan sektor produktif. Sejumlah program yang menjadi perhatian meliputi pengembangan 1.000 hektare tanaman jagung, perluasan areal perkebunan kopi, program Seribu Kolam, serta pengembangan usaha ayam petelur. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat.

Gus Irawan juga meminta organisasi perangkat daerah terkait memastikan kesiapan kelompok tani, calon petani, dan calon lahan melalui pendataan yang akurat. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat dapat memenuhi persyaratan untuk mengakses program bantuan pemerintah, termasuk yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pemerintah daerah harus proaktif mengidentifikasi peluang program, membangun koordinasi lintas sektor, serta memastikan bantuan tepat sasaran. Dengan demikian, keterbatasan anggaran daerah dapat dihadapi melalui optimalisasi sumber pendanaan yang tersedia, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Selain pemulihan ekonomi, Bupati menyoroti pentingnya penguatan ketahanan sosial melalui kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Ia mengajak BKMT tidak hanya menjadi wadah memperdalam ilmu agama, tetapi juga berperan sebagai ruang membangun kepedulian, mempererat persaudaraan, dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Secara khusus, ia menyerukan gerakan bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda dan mengganggu keharmonisan keluarga. Upaya tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan orang tua, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, masyarakat, serta aparat penegak hukum melalui edukasi, pengawasan lingkungan, dan pencegahan yang berkelanjutan.

Pada saat yang sama, Gus Irawan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai praktik rentenir dan pinjaman berbunga tinggi yang berpotensi memperberat beban keuangan keluarga. Ia mendorong masyarakat memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, serta memanfaatkan akses pembiayaan yang lebih sehat dan sesuai ketentuan. Pengajian diharapkan menjadi sarana menyebarkan edukasi mengenai pentingnya hidup produktif, saling membantu, dan mengembangkan usaha secara bertanggung jawab. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki agenda turun langsung ke desa-desa secara berkala untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memantau pelaksanaan program pembangunan. Dalam kesempatan itu, masyarakat turut diimbau memperhatikan kondisi kabut asap, mengikuti anjuran kesehatan, serta menghindari pembakaran lahan dan hutan yang dapat memperburuk kualitas udara.

Sementara itu, tokoh masyarakat Sumatera Utara yang juga mantan Bupati Tapanuli Selatan, H. Syahrul M. Pasaribu, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kekompakan dan mendukung upaya pemerintah daerah menghadapi tantangan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa tekanan fiskal, efisiensi anggaran, dan belum optimalnya aktivitas ekonomi pascabencana menuntut kerja sama serta kreativitas dalam mencari sumber-sumber pembiayaan pembangunan. Syahrul juga mengapresiasi keberlangsungan BKMT yang telah dirintisnya sejak 2011 sebagai wadah penguatan kehidupan keagamaan hingga tingkat desa dan dusun. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gus Irawan bersama jajaran turut menyerahkan tali asih dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tapsel kepada lima anak yatim, masing-masing sebesar Rp100.000. Pengajian juga diisi tausiyah oleh Al-Ustadz Ilhamsyah dan dihadiri Anggota DPRD Tapsel M. Rawi Ritonga, sejumlah pimpinan OPD, Plt. Camat Saipar Dolok Hole, pengurus BKMT, alim ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah.

Melalui Pengajian Akbar BKMT tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun ekonomi. Penguatan nilai agama, pencegahan narkoba, kewaspadaan terhadap jeratan utang yang memberatkan, serta pengembangan usaha produktif menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang tangguh. Semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan keagamaan diharapkan tidak berhenti pada seremonial, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana, memperkuat ketahanan keluarga, dan mendukung terwujudnya Tapanuli Selatan yang bangkit serta semakin sejahtera. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com – Sunggal – Tim Opsnal Polsek Sunggal berhasil mengamankan seorang pria pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang membobol sebuah rumah di kawasan Medan Sunggal. Pelaku menggasak 5 unit handphone dan uang tunai dengan total kerugian mencapai Rp 20 juta.

Pelaku diketahui berinisial Mhd Ilham alias Asiong (28), warga Jalan Gatot Subroto Gg. Sehat, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal. Pelaku ditangkap di rumahnya pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolsek Sunggal, AKP M. Ainul Yaqin, S.I.K., M.H., membenarkan penangkapan tersebut.
Pelaku ditangkap di rumahnya dan mengakui perbuatannya. Saat ini kita masih terus mengejar penadah barang curian tersebut,” ujar AKP Ainul Yaqin saat dikonfirmasi wartawan Mitra Poldasu News, Rabu (14/10/2026).

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Kamis (02/10/2026) di rumah korban bernama Romi di Jalan Gatot Subroto Gg. Sehat, Medan Sunggal.

Berdasarkan laporan korban, pada saat itu korban dan keluarganya sedang beristirahat tidur di rumah. Seluruh handphone milik keluarga diletakkan di dalam rumah.
Keesokan harinya, Jumat (03/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, istri korban terbangun dan mendapati seluruh handphone yang diletakkan di dalam rumah sudah raib. Ia juga melihat jendela rumah telah terbuka dengan kondisi engsel yang rusak.

Korban yang mengalami kerugian kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Sunggal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Sunggal langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi serta berkoordinasi dengan korban dan para saksi.
Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan langsung melakukan penangkapan.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Ia masuk ke dalam rumah korban melalui jendela dengan cara merusak engsel, saat korban dan keluarganya tertidur lelap. Pelaku kemudian mengambil handphone dan uang tunai.
Kepada polisi, pelaku mengaku telah menjual seluruh handphone hasil curian tersebut kepada seseorang berinisial Yuda yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 477 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sunggal untuk proses penyidikan lebih lanjut, sementara polisi masih memburu penadah barang curian. (Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Medan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, melawan peredaran narkoba, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolda Sumut saat melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja HKBP Sudirman, Jalan H. Misbah Nomor 18, Medan, Minggu (18/10/2026).

Kapolda Sumut tiba di gereja sekitar pukul 08.30 WIB, didampingi Wakapolda Sumut serta sejumlah pejabat utama Polda Sumut, yakni Dirkrimum, Dirsamapta, Kabid TIK, Kabid Dokes, dan Kabid Propam. Kedatangan rombongan disambut oleh pengurus Gereja HKBP Sudirman.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Utara yang merupakan miniatur Indonesia.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan. Masyarakat harus bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu provokatif di media sosial yang dapat memecah belah kerukunan,” pesannya.

Selain menjaga kerukunan, Kapolda Sumut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.

Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama antara Polri dan masyarakat, sehingga pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan sosial.

“Mari kita bersama-sama mencegah dan memerangi peredaran narkoba melalui gerakan Masyarakat Sumut Perangi Narkoba, Polri Bersama Masyarakat. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama demi melindungi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Kapolda Sumut juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kejahatan jalanan, termasuk aksi pencurian dengan kekerasan atau begal, guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Ia turut mengimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Pdt. Mangatur Simanungkalit menyampaikan bahwa pihak Gereja HKBP Sudirman pada prinsipnya mendukung program Kapolri dan Kapolda Sumut, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Kegiatan Minggu Kasih ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat serta tokoh agama.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat dalam menjaga toleransi, mencegah gangguan kamtibmas, dan mendukung terciptanya situasi yang aman dan damai di Sumatera Utara.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., menegaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tapanuli Selatan bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Penegasan itu disampaikan Bupati saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tapanuli Selatan di Gedung Serbaguna/Aula Sekolah Rakyat, Sipirok, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi sekolah untuk memperkenalkan program, fasilitas, proses pendidikan berasrama, serta potensi dan kemampuan para siswa kepada orang tua dan masyarakat.

Turut hadir Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Asisten III Triyanta, PIC dari Universitas Pertahanan (Unhan) Doni Setia Budi bersama para kadet, unsur Forkopimda, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Sipirok, Kepala Sekolah Rakyat Yusmidar, para guru dan tenaga kependidikan, wali asrama, serta orang tua siswa.

Di hadapan para siswa dan orang tua, Gus Irawan mengaku bangga melihat perkembangan anak-anak Sekolah Rakyat yang dinilainya memiliki semangat belajar, kedisiplinan, dan beragam talenta. Penampilan seni dan keterampilan siswa dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan perkembangan mereka selama mengikuti pendidikan berasrama.

“Anak-anak kita ini memiliki kecerdasan yang tinggi dan disiplin yang baik. Karena itu, saya meminta seluruh guru, tenaga pendidik, dan wali asrama membimbing serta mendidik mereka seperti anak sendiri,” ujar Bupati.

Menurutnya, pendidikan berasrama memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar lebih terarah, mengembangkan karakter, dan menggali potensi diri. Sistem ini juga memberikan ruang pembinaan yang lebih luas bagi anak-anak yang sebelumnya telah berhenti sekolah atau menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Gus Irawan menilai kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan dalam waktu dekat, tetapi dari kemampuannya membuka peluang bagi generasi muda untuk memperbaiki kehidupan keluarga dan lingkungan mereka.

“Bapak Presiden memiliki visi jauh ke depan. Anak-anak ini adalah anak Indonesia, anak bangsa yang memiliki hak untuk bahagia dan mempunyai masa depan yang baik. Kita tidak ingin kemiskinan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” tegasnya.

Bupati berharap para siswa kelak mampu menempuh berbagai profesi sesuai cita-cita dan kemampuan masing-masing, mulai dari prajurit TNI, pilot, hingga astronot. Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk terus bersemangat mengikuti seluruh proses pembelajaran, menjaga kedisiplinan, dan berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.

“Kalian adalah generasi pertama di Sekolah Rakyat ini. Kalian ikut menentukan bagaimana sekolah ini akan berkembang ke depan. Karena itu, ikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyebut Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan siap memberikan dukungan agar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang nyaman dan berkualitas.

Ia mengungkapkan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan sekolah tersebut mencapai 10 hektare. Selain kelengkapan sarana pendidikan, ia menginginkan lingkungan sekolah yang asri melalui penanaman pepohonan di sekitar kawasan.

Menurutnya, sekolah yang baik tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga harus nyaman untuk belajar, mendukung pembentukan karakter, dan menghasilkan lulusan berkualitas.

“Kita ingin Sekolah Rakyat Tapanuli Selatan menjadi sekolah yang megah, indah, luas, dan nyaman, tetapi yang paling penting adalah kualitas pendidikannya. Apa pun dukungan yang bisa diberikan pemerintah daerah, akan kita upayakan untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah, pengelola sekolah, tenaga pendidik, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait dalam menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria program.

Ia meminta pendataan dilakukan lebih awal, terutama bagi anak-anak di desa terpencil yang menghadapi keterbatasan jaringan komunikasi dan akses informasi. Dengan demikian, kesempatan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tapanuli Selatan, Yusmidar, menjelaskan bahwa open house digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan, sistem pendidikan, fasilitas, serta perkembangan Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di Tapanuli Selatan selama sekitar satu tahun.

Ia menyampaikan, kegiatan pembelajaran awal dimulai pada 30 September 2025 melalui sekolah rintisan yang berlokasi di Balai Latihan Kerja Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah itu, kegiatan pendidikan berlanjut di gedung sekolah permanen.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tapanuli Selatan menampung 354 siswa, terdiri atas 134 siswa jenjang SD, 134 siswa jenjang SMP, dan 86 siswa jenjang SMA. Para siswa didukung oleh 167 orang guru dan tenaga kependidikan.

Untuk jenjang SD, sekolah memiliki enam rombongan belajar yang mencakup kelas I hingga kelas VI. Jenjang SMP terdiri atas lima rombongan belajar untuk kelas VII dan VIII, sedangkan jenjang SMA memiliki tiga rombongan belajar untuk kelas X.

Yusmidar mengungkapkan, jumlah siswa saat ini belum memenuhi target penerimaan yang direncanakan. Sejumlah calon siswa mengundurkan diri karena belum terbiasa tinggal di asrama, sementara sebagian orang tua masih mengalami kesulitan berpisah dengan anak mereka.

Karena itu, pihak sekolah berharap dukungan Dinas Sosial dan instansi terkait untuk membantu pemenuhan kuota siswa sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain menyoroti pendidikan, Bupati turut mengingatkan seluruh pihak agar memperhatikan kondisi kesehatan siswa menyusul kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti wilayah Tapanuli Selatan.

Ia meminta pengelola sekolah mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila kondisi udara tidak mendukung. Jika kegiatan luar ruangan tidak dapat dihindari, siswa dan tenaga pendidik diimbau menggunakan masker serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan.

Bupati juga meminta Dinas Kesehatan dan puskesmas meningkatkan kewaspadaan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak paparan kabut asap.

Di akhir arahannya, Gus Irawan kembali mengajak seluruh unsur pemerintah, pengelola sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan Sekolah Rakyat.

Baginya, keberhasilan sekolah ini tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan proses belajar mengajar, tetapi juga oleh kepedulian bersama dalam memastikan anak-anak memperoleh pendidikan, pembinaan karakter, dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. (Nurdin Nasution)

Rimbunnews.com – Sibolga – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sibolga mengamankan seorang pria berinisial R (35), warga Kota Sibolga, yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan di sebuah rumah di Jalan Tapian, Kelurahan Hutabarangan, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah barang berharga, termasuk sepeda motor dan 30 kain ulos Batak, dilaporkan hilang dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta.

Terduga pelaku diamankan tim operasional Satreskrim Polres Sibolga pada Jumat (16/10/2026) malam di kawasan Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Huta Tonga Tonga, Kecamatan Sibolga Utara, setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan yang diterima.

Kasus pencurian tersebut diketahui pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa itu terungkap setelah anak pemilik rumah mendapat informasi bahwa rumah keluarganya telah dimasuki orang tidak dikenal.

Saat memeriksa kondisi rumah, pelapor mendapati sejumlah barang telah hilang. Barang-barang tersebut meliputi satu unit sepeda motor Honda Supra X 125, dua set kipas AC, dua tabung gas LPG berukuran 3 kilogram dan 12 kilogram, satu kipas gantung, serta sejumlah kain ulos Batak.

Selain itu, barang lain yang dilaporkan hilang antara lain karpet dan kain songket selendang. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil sebesar Rp40 juta.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim operasional Satreskrim Polres Sibolga melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Polisi kemudian memperoleh informasi mengenai keberadaan R dan bergerak ke lokasi hingga berhasil mengamankannya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, R diduga mengakui perbuatannya. Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya fotokopi STNK sepeda motor, sebuah topi berwarna hitam, satu karpet, satu kain songket selendang, serta 30 kain ulos Batak.

Terduga pelaku beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolres Sibolga untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan saksi, serta melengkapi berkas perkara.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah, serta segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana,” ujar Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum bepergian, termasuk mengunci pintu dan jendela serta meminta bantuan keluarga atau tetangga yang dipercaya untuk memantau rumah ketika ditinggalkan.

Polda Sumatera Utara mengimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera menghubungi kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.(Mabhirink Gutul)

Rimbunnews.com – Karo – Dalam rangka mendukung Program Prioritas Kapolri melalui Quick Wins, Polsek Kutabuluh melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Istiqomah, Desa Kutabuluh, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, Sabtu(17/10/2026) pukul 05.30 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Kutabuluh IPTU Fernando F. Sitepu, S.H., M.H., didampingi Ka SPK C AIPDA Topan Bangun dan Ps. Panit Intelkam AIPDA M. Ginting.

Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, Kapolsek Kutabuluh menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama serta masyarakat setempat. Selain beribadah bersama, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus menyerap aspirasi serta permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kapolsek Kutabuluh IPTU Fernando F. Sitepu, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat serta membangun komunikasi yang baik dengan tokoh agama.

“Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik dengan tokoh agama serta masyarakat. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta tidak ragu menyampaikan informasi maupun permasalahan yang membutuhkan kehadiran Polri,” ujar IPTU Fernando F. Sitepu.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Kutabuluh.

Polsek Kutabuluh berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang humanis dan mengedepankan komunikasi, sebagai wujud pelayanan Polri dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.(Mabhirink Gutul)