Antusias Masyarakat Tinggi, Permabudhi Sumut Gelar Penutupan Festival Mid-Autumn 2026 Berlangsung Meriah dan Sukses

oleh

Rimbunnews.com – Medan – PD Permabudhi Sumatera Utara menggelar perayaan Penutupan Mooncake Festival 2026 berlangsung meriah dan ramai dikunjungi masyarakat Kota Medan serta penuh kehangatan di Mall Centre Point Lantai 3 A Medan, Minggu 11 Oktober 2026 pukul 13.30 wib.

Ketua Permabudhi Sumut Drs Wong Chun Sen Tarigan.M.Pd.B mengatakan Festival Kue Bulan atau Mid-Autumn Festival bermula dari tradisi masyarakat Tiongkok kuno lebih dari 3.000 tahun lalu untuk merayakan dan mensyukuri hasil panen saat musim gugur berakhir.

Bentuk kue bulan (mooncake) yang bulat melambangkan keutuhan, kesempurnaan, dan reuni keluarga atau masyarakat merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga, menyalakan lampion, dan membagikan kue bulan kepada kerabat atau rekan kerja sebagai simbol doa baik dan kemakmuran.

Mooncake Festival atau yang dikenal dengan Festival Kue Bulan merupakan tradisi ritual masyarakat China Kuno setiap tanggal 15 bulan ke-8 berdasarkan perhitungan kalender lunar China.

Ini adalah masa dimana jarak bulan dan bumi menjadi sangat dekat dan melambangkan bersatunya matahari (matahari) dan perempuan (bulan).

Sejarah tradisi Kue Bulan ini dimulai dari kebiasaan para petani yang memohon kepada Dewa Bumi agar diberi musim yang baik sekaligus sebagai rasa syukur terhadap Dewa yang telah memberikan hasil panen yang melimpah.

Baca juga  MAKARO Simpati Masyarakat .... Bus Angkutan Medan - Kaban Jahe Siap Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat 

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen warga dalam menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan lintas agama dan budaya.

Ini bukti bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong mampu melahirkan perayaan Festival Mooncake yang luar biasa tetapi saling menghormati dan mendukung dalam keberagaman,” tegas Wong yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Medan.

Menurut Wong Chun Sen Festival Mooncake ini bukan hanya pesta budaya etnis Tionghoa, melainkan momentum refleksi diri untuk memperkuat toleransi, membangun dialog, dan menjaga suasana kota tetap aman, damai, serta kondusif .

Kota Medan kaya akan suku, agama, dan budaya, dalam keberagaman itulah kita menemukan kekuatan.

Jadikan perbedaan sebagai energi pembangunan, bukan sumber perpecahan,” jelas Wong Chun Sen.

Semoga tahun ini membawa keberkahan, kesehatan, kesuksesan, dan kedamaian bagi kita semua , kata Wong.

Pembimas Kementerian Agama Budha, Sukasdi SE MA yang diwakili Penyelenggara Buddha Kota Pematang Siantar, Gunawan,SE.,MM, sambat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena melalui kegiatan ini kita dapat mengingatkan kembali budaya kita kepada generasi di Sumatera Utara, karena perayaan ini sangat besar memberikan arti tentang kehidupan bermasyarakat, kata Gunawan

Baca juga  Polresta Deli Serdang kawal Unjuk Rasa Damai Dengan Humanis

Gunawan juga menyampaikan terimakasih kepada Permabudhi Sumut dan seluruh panitia yang telah berhasil dan sukses menyelenggarakan acara tersebut, kata Gunawan.

Pada kesempatan itu juga Anggota DPRD Medan Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H mengatakan, perayaan Mid-Autumn Festival merupakan suatu kebudayaan bagi masyarakat Tionghoa, jadi ini harus tetap kita lestarikan, kata Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H.

Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H juga mengatakan, bahwa Kegiatan ini juga untuk mengingat kembali kepada anak- anak kita tentang kebudayaan Tionghoa, agar para generasi kita tidak lupa dengan kebudayaan tersebut, kata Lily.

Sebelumnya Ketua Panitia pelaksanaan Hasan Kasiman diwakili Haris Kristianto menyampaikan selamat datang kepada seluruh undangan dan Pengurus Permabudhi Sumut serta pejabat pemerintah Sumatera Utara serta para donatur yang turut menyukseskan acara ini.

“Kami selaku panitia menyampaikan mohon maaf atas kekurangan baik dalam undangan atau penyambutan dalam acara ini”, kata Haris

Hadir pada perayaan tersebut antara lain Ketua Permabudhi Sumut, Drs.Wong Chun Sen Tarigan.M.Pd.B, yang juga Ketua DPRD Medan, Anggota DPRD Medan Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H, Ketua Tridharma Komda Sumut , Budi Malem S.Mt, Penyelenggara Buddha Kota Pematang Siantar, Gunawan,SE.,MM, Plt.Penyelenggara Buddha Kota Medan, Irianto.S.Balaviriyo, William Limutra.SH.MH , Direktur Center Point Mall, Merry, Jajaran PTITD.SI 67 & Martrisia, Cetiya Nivasa, Yen Valensia, Cetiya Gunung Naga, Hendra Loe, Cetiya Go Lau Sa Pek, Asiang, Vihara Leluhur Abadi, Hasan Kasiman, Cetiya Satya Mahima,vSusanto) 14.Fa Hua (Ven Virya Dharma mahastravira, Altar Jiang Thai Gong, Lexigo, Cetiya Thidharma Mahata, Akim, Cetiya Tissa, Johan SH, Cetiya Istana Tirai Air, Akiong, Perwakilan BIMANTARA , Media Mitra Poldasu News , Media Rimbunnews ,.com, Media Warta Poldasu.

Baca juga  Polres Samosir Amankan Proses Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024 tingkat Kecamatan

Perayaan Penutupan Festival Mooncake akhirnya ditutup dengan foto bersama, ramah tamah, serta dihibur atraksi Barongsai, Kim Hock Association Medan, Artis Singer Kota Medan ,Giveaway 500 Pcs Mooncake,The Bless Band yang semakin menghangatkan suasana .

Budi Malem menyampaikan Terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah hadir dan mendukung tanpa kebersamaan acara ini tidak mungkin berjalan sukses,” kata Budi Malem

Kegiatan ini membuktikan bukan sekedar selogan bahwa Kota Medan sebagai rumah besar keberagaman tetapi dapat bersatu mewujudkan persatuan . (Mabhirink Gutul)