
Rimbunnews.com – Medan – Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi SIK, SH. Polda Sumatera Utara mengajak kaum milenial yang notabene pemuda-pemudi Indonesia untuk menangkal berita bohong (hoax) jelang pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Kabid Humas menuturkan bahwa Dari hal yang terkecil dengan menangkal berita hoax ataupun tidak membagikan sebuah informasi ke media sosial yang belum diketahui validasinya, itu sudah bagian dari prestasi menjaga kondusifitas di lingkungan sosial maupun dunia maya, Ucapnya ketika dimintai tanggapannya, Senin (6/11/2023).
Jelang pemilihan umum pada 2024, jelas Kombes Hadi berkaca dari tahun sebelumnya perhelatan pesta demokrasi itu sempat ada melakukan penyebaran berita bohong dengan menggunakan isu SARA maupun narasi perpecahan antar sesama.
“Jika isu SARA dan testimoni provokatif akan digaungkan lagi dalam Pemilu 2024 dampaknya akan sangat berbahaya bagi sesama rakyat Indonesia. Sehingga sebaiknya pemuda-pemudi diharapkan untuk berpartisipasi untuk menangkal hal tersebut, apalagi saat ini kaum milenial lah yang paling paham media sosial dan dapat mempengaruhi tren positif agar mencegah orang yang berperilaku negatif,” ujar Kombes Hadi.
Seperti yang dikatakan Bapak Proklamator Ir. Soekarno, imbuh Aris, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.”
Dengan petuah Bung Karno itu, artinya 10 pemuda saja bisa dunia diguncang, bagaimana dengan jumlah pemuda-pemudi yang saat ini jumlahnya tak terhingga? Sehingga persoalan ini menjadi tugas bersama.
“Wujudnya menangkal berita hoax dengan saring sebelum sharing, informasi tidak ditelan bulat-bulat, paling tidak jika meragukan sebuah informasi yang belum jelas, tidak sharing kemana-mana. Karena selain merugikan orang lain dapat merugikan diri sendiri, dampaknya bisa terjerat UU ITE karena penyebaran informasi tidak benar di media sosial pertanggung jawabannya masing-masing,” pungkasnya. ( Mabhirink Gutul )


