RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews.com, Kabanjahe – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes bersama Forkopimda Kab. Karo ikuti zoom meeting dalam rangka Pengendalian Inflasi Tahun 2025 dan Sosialisasi Sekolah Unggul Garuda di Karo Commend Center (KCC) Dinas Kominfo Karo, Jln. Letjen Jamin Ginting No.17 Kabanjahe, Provinsi Sumatera Utara, Senin (14/04/2025).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jendral Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir. Dalam arahan Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir mengajak seluruh Kepala Daerah untuk aktif melakukan penanaman sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, inflasi daerah menjadi bagian tak terpisahkan dari inflasi nasional sehingga koordinasi lintas sektor sangat diperlukan.

“Pengendalian inflasi yang efektif tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat”, tegasnya.

Selain isu ekonomi, agenda rapat ini juga disertai dengan sosialisasi Sekolah Unggul Garuda, program pendidikan berbasis karakter dan prestasi yang bertujuan untuk mencetak generasi muda unggul.

Program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas tantangan pendidikan sekaligus investasi masa depan daerah dan bangsa.

(anta)

 

Rimbunnews.com, Kabanjahe – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., didampingi oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Drs. Eddi Surianta Surbakti, M.Pd., meninjau secara langsung kegiatan gotong royong massal yang dilakukan sepanjang jalan perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Deli Serdang hingga ke Kota Kabanjahe, kegiatan ini berketepatan pada hari ke 50 beliau menjabat sebagai Bupati Karo.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Karo dan melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karo. Gotong royong ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan ruang publik yang nyaman, serta mendorong masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat melalui lingkungan yang bersih dan tertata.

Bupati terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi mewujudkan Karo yang bersih.
(anta)

 

Rimbunnews.com, Medan Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting,SP.OG.,M.Kes. hadiri sosialisasi pembentukan sekolah rakyat dan dialog dengan pilar-pilar sosial di Provinsi Sumatera Utara bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf yang bertempat di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jl. Pangeran Diponegoro No. 30, Madras Hulu,Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Jumat, (11/04/2025)

Sekolah Rakyat adalah program kerja yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto yang dinaungi oleh Kementerian Sosial. Sekolah ini ditujukan khusus untuk anak anak dari keluarga kurang mampu. Anak yang terdaftar adalah anak anak yang berada dalam kategori desil 1 atau miskin ekstrim yang tinggal disekitar sekolah rakyat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah rakyat membiayai seluruh kebutuhan sekolah muridnya mulai seragam, asrama peralatan sekolah dan lainnya ditanggung negara 100%. Sistem pembelajaran di sekolah rakyat dirancang menyerupai asrama. Anak anak yang bersekolah di sana akan di evaluasi secara berkala oleh Kemensos bersama lembaga-lembaga yang punya kompetensi mengukur beberapa aspek termasuk gizi, kesehatan tingkat IQ, kedisiplinan dan kecerdasan serta kompetensi masing-masing murid. Adapun kurikulum yang akan digunakan oleh sekolah adalah kurikulum multi entry dan multi exit.

Acara yang dihadiri oleh para Bupati dan Walikota di Sumatera Utara ini diawali dengan kata sambutan dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution yang menyampaikan rasa terima kasih atas program yang diberikan pemerintah pusat terhadap masyarakat. “Saya atas nama pemerintah Provinsi Sumatera Utara ucapkan banyak terima kasih untuk Bapak Presiden melalui Bapak Menteri Sosial atas program luar biasa yang langsung menyentuh masyarakat khususnya masyarakat yang berada pada taraf kemiskinan ekstrim. Kami mendukung penuh program tersebut dan akan bekerja sama dengan para kepala daerah, Bupati dan Walikota untuk bersama-sama mensinergikan upaya terbaik untuk mencapai pembangunan sekolah rakyat di tahun ini dan tahun tahun yang akan datang.” ucapnya.

“Di Indonesia sudah ada 53 sekolah Rakyat yang siap beroperasi di tahun ajaran 2025/2026 yang secara umum sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk Provinsi Sumatera Utara kita upayakan di tahun ajaran yang akan datang didirikan 4 sekolah rakyat dari 21 usulan Kabupaten/Kota yang sudah siap dan memenuhi syarat untuk program tersebut. 4 Sekolah di 4 Kabupaten di Sumut dan sisanya akan menyusul lagi di tahun tahun berikutnya.” ucap Menteri Sosial RI dalam paparannya.

Bupati karo sebagai salah satu kepala daerah di provinsi Sumatera Utara tentunya juga berharap agar di Kabupaten Karo sendiri juga dapat memperoleh kesempatan untuk mendirikan sekolah rakyat sesuai dengan program yang telah di arahkan tersebut untuk mendukung pendidikan di Kabupaten Karo menuju Karo yang Unggul Modern dan Sejahtera. Kabupaten karo juga sudah sangat siap menyambut hangat program tersebut dan juga telah mengusulkan permohonan untuk pendirian sekolah namun menunggu arahan dari Kementerian Sosial untuk waktu pelaksanaan atau implementasinya.

(anta)

 

Rimbunnews.com, Karo – Pemerintah Kabupaten Karo melalui koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) bersama Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mendampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) II Medan dalam kunjungan lapangan ke kawasan terdampak banjir di Paya Lah Lah. Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah persiapan jelang kedatangan Direktur Serealia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI, yang dijadwalkan hadir pada 11 April 2025 mendatang.
Kegiatan ini difokuskan pada peninjauan dua titik utama, yakni Jembatan Mandin di Dusun Mandin serta areal persawahan yang saat ini terendam di Desa Lau Solu. Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan tinggi di kawasan hulu Lau Baleng menyebabkan luapan air yang merendam pertanaman padi di wilayah Lau Mulgap dan Lau Solu.
Dari hasil identifikasi di lapangan, BBWS II Medan menegaskan bahwa penanganan banjir di Paya Lah Lah harus dilakukan secara utuh, menyeluruh, dan mendapat dukungan sosial dari masyarakat setempat. “Banjir ini bukan persoalan teknis semata, tapi juga menyangkut kesadaran dan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat. Tanpa dukungan sosial dari warga, solusi jangka panjang akan sulit tercapai,” ujar salah satu perwakilan BBWS II Medan.
Selain itu, ditemukan pula adanya penyempitan dan pendangkalan di sepanjang aliran Sungai Mandin. Kondisi ini menyebabkan kapasitas sungai menjadi sangat terbatas dalam menampung limpasan air, terutama saat terjadi hujan deras di wilayah hulu. Akibatnya, aliran parik dari kawasan Lau Solu—meliputi daerah Siringo-ringo, Sitepu, dan Cina—tidak dapat tertampung secara optimal dan mengalami hambatan untuk mengalir menuju Kali Alas. Hal ini turut memperparah genangan di area persawahan, sehingga memengaruhi aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Sebagai langkah konkret, BBWS II akan melakukan normalisasi Sungai Mandin sepanjang dua kilometer dari cek dam Tanjung Pamah hingga Jembatan Mandin. Selain itu, cek dam di kawasan Paya Lah Lah turut diinspeksi dan akan segera diperbaiki.
Tak hanya BBWS II, peran BBWS I juga dibutuhkan untuk melanjutkan normalisasi sepanjang enam kilometer dari Jembatan Mandin hingga sebelum Kali Alas, dengan lebar sungai yang ditargetkan mencapai 12 meter. Dalam hal pembebasan lahan, masyarakat yang menanam kelapa sawit di sepanjang jalur sungai dari Jembatan Mandin hingga Kali Alas telah menyatakan kesediaan untuk membebaskan lahannya. Sementara untuk segmen antara Jembatan Mandin hingga Tanjung Pamah sepanjang 1,6 km, proses negosiasi masih berlangsung.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Karo, mewakili Pemerintah Daerah, menyatakan apresiasi atas keterlibatan semua pihak dalam upaya penanganan banjir ini. “Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah bersama masyarakat menjadi kunci utama. Kami berharap pada kunjungan 11 April nanti, komitmen bersama bisa semakin kuat agar petani dapat kembali menanam dengan aman dan hasil yang optimal,” ujarnya.
Kunjungan lanjutan oleh Direktur Serealia bersama perwakilan BBWS I dan BBWS II diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan lintas sektor, sehingga solusi menyeluruh terhadap banjir di kawasan Paya Lah Lah bisa segera direalisasikan.(anta)

 

Rimbunnews.com, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) akan membangun sistem drainase atau saluran air guna mengatasi permasalahan banjir yang kerap menggenangi ruas jalan utama Kabanjahe–Tigapanah.

Sebagaimana diketahui, genangan air kerap terjadi di wilayah Tigapanah saat hujan turun, disebabkan oleh tidak berfungsinya saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalan secara optimal. Endapan lumpur serta sampah menyumbat aliran air sehingga menyebabkan genangan.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Karo, Nasib Sianturi, yang didampingi oleh Kepala Dinas PUTR, Edward Pontianus Sinulingga, ST menyampaikan bahwa pembangunan drainase tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini.

“Sesuai dengan instruksi Bapak Bupati, hari ini kami bersama Kepala Dinas PUTR, camat, dan perangkat desa turun langsung melakukan survei ke lokasi. Di titik ini, dan pada tahun ini juga, akan kita bangun drainase untuk mengatasi banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di ruas jalan besar Kabanjahe–Tigapanah,” ujar Nasib Sianturi saat melakukan survei di Desa Tigapanah, 10 April 2025.

Pembangunan drainase akan difokuskan di Jalan Sungai 2, Desa Tigapanah, Kecamatan Tigapanah. Saluran ini akan mengalirkan air yang selama ini menggenangi jalan menuju  titik pembuangan akhir di Sungai Laudah, Kabanjahe.(anta)

 

Rimbunnews.com, Kabanjahe – Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Lingkungan Hidup, serta Kecamatan Kabanjahe melakukan penataan kawasan inti kota pada Kamis (10/4) sore.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, Frolin A. Perangin-angin, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman, khususnya di Jalan Kapten Bangsi Sembiring dan Jalan Letnan Abdul Kadir.

“Kita memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para pedagang yang menggunakan kendaraan dan berjualan di badan jalan. Kami telah menghimbau agar praktik tersebut tidak lagi dilakukan,” ujar Frolin.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah mengingatkan para juru parkir agar memarkirkan kendaraan sesuai dengan marka atau kotak parkir yang telah disediakan. Penertiban ini juga berlaku bagi pedagang agar tidak lagi berjualan di area yang mengganggu arus lalu lintas.

“Bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kami menghimbau agar tidak ada lagi aktivitas jual beli di badan jalan. Harapan kami, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Kapten Bangsi Sembiring bisa lebih lancar, aman, dan nyaman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dishub Karo mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemui masalah lalu lintas. Saat ini, tim khusus telah dibentuk dan akan melakukan penjagaan secara rutin di kawasan inti kota.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir secara konsisten. Kami juga tengah berkoordinasi untuk membangun pos-pos penjagaan di sepanjang Jalan Kapten Bangsi Sembiring dan Letnan Abdul Kadir,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga dihimbau untuk menaati aturan lalu lintas. Frolin menekankan pentingnya parkir di lokasi yang telah ditentukan dan tidak melanggar ketentuan, termasuk larangan parkir di sisi kiri jalan apabila telah ditetapkan demikian.

“Khususnya bagi pengendara sepeda motor (roda dua) dan becak bermotor (roda tiga), yang selama ini sering kami temukan melanggar arus. Dalam waktu dekat, kami akan memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran tersebut,” pungkas Frolin.

(anta)

 

Rimbunnews.com, Jakarta – Anggota DPD RI asal Sumatra Utara (Sumut), Pdt. Penrad Siagian, menyampaikan pandangan kritis saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini serta Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif, Kamis, 17 April 2025.

Rapat tersebut membahas capaian tahapan penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang disebut telah mencapai 100 persen.

Dalam forum resmi itu, Penrad menyatakan apresiasi atas komitmen dan kerja keras MenPANRB dan BKN yang dinilainya tidak pernah lelah menyelesaikan proses rekrutmen ASN, baik untuk formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ia menyebut capaian teknis tersebut sebagai bentuk kinerja yang patut dihargai.

Namun demikian, Penrad menegaskan bahwa capaian administratif tidak serta-merta mencerminkan terpenuhinya kebutuhan riil di daerah, terutama pada sektor-sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

“Saya salut dan bangga dengan Menteri PANRB dan Kepala BKN yang tidak jemu-jemu menyelesaikan tahapan-tahapan proses penerimaan CASN, baik PNS maupun PPPK, penuh waktu maupun paruh waktu. Tetapi saya ingin bertanya, 100 persen ini dalam pengertian apa?” ujar Penrad dalam keterangannya, Sabtu, 19 April 2025.

Penrad menyoroti bahwa laporan capaian 100 persen yang disampaikan tidak menjelaskan secara rinci apakah formasi yang dibuka benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Ia mengungkapkan fakta bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 1.856 sekolah negeri tingkat SD, SMP, dan SMA di Sumut yang tidak memiliki guru agama Kristen.

Menurutnya, kekosongan tersebut telah dilaporkan sejak awal pertemuan namun tidak mendapat respons dalam bentuk pembukaan formasi yang sesuai.

“Yang pertama, saya berulang kali menyebut bahwa dari capaian 100 persen itu, sekitar 65 persen sekolah negeri di Sumut — SD, SMP, dan SMA — tidak memiliki guru agama Kristen. Ini masih kita bicarakan di sektor pendidikan formal negeri, belum menyentuh sekolah swasta atau lembaga pendidikan lainnya,” jelasnya.

Situasi serupa, lanjut Penrad, juga terjadi di sektor kesehatan. Ia mencontohkan kondisi di Pulau Nias, di mana di salah satu kabupaten kurang memiliki tenaga kesehatan di rumah sakit daerah (RSUD).

Sementara itu, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di wilayah tersebut umumnya tidak memiliki dokter.

“Di empat kabupaten dan satu kota di Pulau Nias, fasilitas kesehatan sangat minim. Ada Puskesmas dan Pustu bersebaran tapi tidak ada dokter. Nah, 100 persen itu dalam konteks apa? Terpenuhinya kebutuhan atau apa?” tanyanya.

Ia menekankan bahwa capaian 100 persen seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi administrasi atau teknis pelaksanaan rekrutmen, melainkan dari seberapa jauh rekrutmen tersebut memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.

”Karena kalau kita melihat dari jumlah kebutuhan layanan publik dari badan-badan atau institusi-institusi pemerintah ini, tidak mungkin itu 100 persen,” sambungnya.

Menurut Penrad, apabila kebutuhan dasar seperti guru agama dan tenaga kesehatan tidak terpenuhi, maka proses rekrutmen ASN belum menjawab persoalan pokok yang dihadapi daerah.

“Kalau kita datang ke daerah-daerah seperti Kabupaten Dairi, Kabupaten Toba, dan wilayah-wilayah lainnya di Sumut, kondisinya sama. Tidak ada tenaga pengajar agama Kristen, tidak ada tenaga medis yang cukup. Lalu bagaimana 100 persen itu dimaknai?” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proses perencanaan dan pembukaan formasi ASN agar lebih responsif terhadap kondisi nyata di lapangan.

Penrad juga menyoroti perlunya koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar kebutuhan masyarakat tidak terabaikan.

Penrad berharap agar pemerintah pada rekrutmen ASN tahap berikutnya, yang dijadwalkan selesai pada Oktober 2025, benar-benar memasukkan formasi-formasi penting yang selama ini tidak terakomodasi.

“Saya berharap sebagai jadwal akhir penerimaan di tahun 2025 untuk mengatasi kekurangan di tahun 2024, itu bisa dipenuhi,” ucap Penrad Siagian.(*)

Rimbunnews.com – Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berharap Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I dapat membantu Pemko Medan dalam mengawasi persaingan usaha di kota Medan khususnya untuk produk -produk UMKM. Hal ini dilakukan guna memberikan keadilan untuk pelaku UMKM.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Rico Waas ketika menerima audiensi Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas di Balai Wali Kota, Rabu (17/4/25). Didampingi Asisten Ekbang Agus Suriyono, Staf Ahli bidang ekonomi keuangan dan pembangunan Emilia Lubis, Kadis Diskopukmperindag Benny Nasution, Wali Kota Medan meminta agar KPPU dapat memberikan barometer untuk persaingan usaha di tingkat UMKM. “Kami berharap KPPU dapat membantu Pemko Medan dalam memberikan masukan untuk mengawasi persaingan usaha khususnya pelaku UMKM guna memberikan keadilan dalam berusaha “, kata Rico Waas.

Menurut Rico Waas, langkah ini perlu dilakukan karena Pemko Medan akan membuat Perda UMKM, dimana Perda tersebut mengatur mekanisme bagaimana produk-produk UMKM dapat masuk ke dalam retail modern. Jadi dari jumlah UMKM yang ada di kota Medan khususnya produk yang bisa masuk ke retail modern, bagaimana agar terciptanya keadilan persaingan usaha. “Selain produk yang memang berkualitas, tentunya ada barometer yang dapat diberikan KPPU agar produk UMKM yang masuk ke retail modern nantinya tidak ada monopoli pasar,” ujar Rico Waas.

Dijelaskan Rico Waas, dalam dunia usaha kita sulit melihat kesetaraan yang ideal, tetapi kita pemerintah berusaha sebaik-baiknya agar tidak terjadi monopoli pasar. Seperti contoh pasar tradisional dan pasar modern dimana kita kembalikan lagi ke masyarakat yang menentukan. “Ini menjadi tantangan kita kedepannya. Untuk pasar tradisional pastinya ada terjadi persaingan usaha yakni posisi pedagang yang didepan dengan yang di bagian dalam. Tentunya kita harus menerapkan aturan yang jelas agar persaingan usaha di pasar tradisional belaku adil,” jelas Rico Waas.

Sebelumnya, Kepala Kanwil I KPPU Ridho Pamungkas menjelaskan bahwa tugas dan fungsi KPPU adalah persaingan usaha dan kemitraan. Artinya kami hadir diminta untuk mengawasi demokrasi ekonomi. Tentunya melalui pertemuan ini KPPU akan berperan dalam menjaga ekonomi terutama terkait persaingan usaha. “Kami siap memberikan masukan dan saran serta pertimbangan untuk kebijakan yang dilakukan oleh Pemko Medan,” sebutnya.(Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Unit II Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik perdagangan manusia.

Kali ini, Ditreskrimum Polda Sumut yang dipimpin oleh Kasubdit IV Renakta AKBP Dr. P. Samosir, S.H., M.H berhasil menggagalkan pengiriman empat orang calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal ke Malaysia.

Empat korban yang semuanya berasal dari Kabupaten Serdang Bedagai itu berhasil diselamatkan setelah personel menerima informasi terkait keberangkatan WNI ke luar negeri secara nonprosedural. Informasi itu diterima pada Senin, 14 April 2025 sekitar pukul 14.00 WIB.

“Begitu kami terima informasi, tim langsung bergerak ke wilayah hukum Polres Serdang Bedagai,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono, Rabu (16/4/2025).

Sekitar pukul 16.00 WIB, tim mengidentifikasi sebuah mobil jenis Isuzu Panther warna hitam BK 1475 XD yang diduga digunakan untuk membawa para CPMI ke Tanjung Balai. Saat mobil tersebut berhenti di SPBU Sukadamai untuk mengisi bahan bakar, petugas langsung melakukan penyergapan.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, Polisi menemukan empat orang calon pekerja migran, seorang kernet, dan satu orang sopir. Setelah diinterogasi, diketahui bahwa keempat korban direkrut oleh seorang pria berinisial MS alias Udin.

“Setelah kami buntuti dan hentikan kendaraan, di dalamnya terdapat empat calon pekerja migran ilegal. Dari pengakuan mereka, diketahui bahwa mereka direkrut oleh seseorang bernama Udin,” jelas Kombes Sumaryono.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan bergerak menuju kediaman Udin di Desa Nagur, Kabupaten Serdang Bedagai. Tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil gelar perkara dan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan Udin sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 81 subsider Pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp15 miliar,” tegas Kombes Sumaryono.

Dalam pemeriksaan terungkap, masing-masing korban membayar sekitar Rp5 juta kepada Udin untuk diberangkatkan ke Malaysia, dengan janji akan dipekerjakan di rumah makan. Tersangka diketahui telah beroperasi sebagai agen pengiriman ilegal selama kurang lebih tiga tahun.

Sejumlah barang bukti turut diamankan dalam pengungkapan ini, antara lain satu unit mobil Isuzu Panther, uang tunai Rp5.150.000, satu unit ponsel milik tersangka, serta empat buku paspor milik para korban.

Polda Sumut menegaskan akan terus memberantas praktik perdagangan orang demi melindungi masyarakat dari jeratan kerja ilegal yang rawan eksploitasi dan pelanggaran hak asasi manusia. ( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com –  Karo – Warga Desa Gurusinga, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria yang meninggal dunia dengan cara gantung diri. Korban yang diketahui berinisial KG(48), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pintu kamar rumahnya pada Rabu(16/4) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Berastagi AKP Hendri D. Tobing menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Adil Gurusinga. “Saksi mencium bau tak sedap dan melihat darah di depan pintu rumah korban. Karena curiga, saksi mendobrak pintu dan mendapati korban telah tergantung di pintu kamar rumahnya,” ujar AKP Hendri.

Sontak kejadian tersebut dilaporkan kepada Kepala Dusun setempat yang kemudian meneruskan informasi ke Polsek Berastagi. Petugas yang datang bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Tanah Karo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi korban juga dibantu oleh masyarakat sekitar dan anggota Koramil 03 Berastagi.

Korban kemudian dibawa ke RSU Kabanjahe untuk dilakukan visum oleh pihak medis. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi untuk menerima kejadian ini sebagai musibah.

Menurut keterangan keluarga, korban selama ini menderita penyakit maag akut yang cukup parah. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi psikologis korban.

Polisi telah melakukan beberapa tindakan antara lain mengecek TKP, memintai keterangan saksi saksi, membawa jenazah ke rumah sakit, serta berkoordinasi dengan pihak medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Berastagi menghimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk kesehatan mental anggota keluarga. “Mari saling memperhatikan dan menjaga satu sama lain agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tutupnya.(Mabhirink Gutul)