RIMBUN NEWS

Rimbunnews.com – Sergai – Kapolsek Dolok Masihul AKP H. D. Simanjuntak, S.H menerima kunjungan silaturahmi dari para tokoh masyarakat yang tergabung dalam Tim 11 Kecamatan Dolok Masihul di ruang kerjanya, Dusun I Desa Martebing, Jumat (09/05/2025).

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam mempererat sinergitas antara Polsek Dolok Masihul dan para tokoh lintas sektor untuk bersama-sama memerangi tindak kejahatan, terutama narkoba, perjudian, pencurian, serta masalah sosial lainnya yang meresahkan masyarakat.

Ketua Tim 11, H. Andi Ginting, SP, menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolsek, sekaligus menegaskan komitmen Tim 11 yang selama hampir satu dekade aktif dalam pemberantasan narkoba. Ia berharap adanya kerja sama yang lebih intens dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Dukungan juga datang dari Ketua MUI Dolok Masihul sekaligus Wakil Ketua Baznas Kabupaten Sergai, Drs. H. Syahrul Nasution, yang mendorong langkah tegas Polsek dalam mengungkap dan memberantas jaringan narkoba di wilayah tersebut.

Kepala KUA Dolok Masihul, Erwinsyah, S.Sy, menyatakan kesiapan lembaganya untuk bersinergi dan berharap dilibatkan dalam berbagai program lintas sektoral, termasuk forum pemerintahan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Effendi Lubis, tokoh masyarakat sekaligus Penasehat Tim 11, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam pemberantasan perjudian, dan H. Nizar Piliang, S.Pd.I mengusulkan agar Bhabinkamtibmas aktif di seluruh desa untuk mengatasi maraknya pencurian sawit yang belum tersentuh hukum karena tergolong kerugian ringan.

Ketua Majelis Ta’lim Muslimah Dambaan, Hj. Daipah Permas, turut menyuarakan harapannya agar peredaran narkoba di Dolok Masihul dapat diberantas secara tuntas melalui kerja sama antarinstansi.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kapolsek Dolok Masihul AKP H. D. Simanjuntak, S.H menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan masukan para tokoh. Ia menegaskan komitmen Polsek dalam menindak segala bentuk kejahatan, termasuk pengungkapan tiga kasus narkoba yang baru-baru ini telah diproses.

“Kami siap bersinergi dan menerima kritik serta saran dari seluruh elemen masyarakat. Kerja sama ini menjadi kekuatan untuk mewujudkan Dolok Masihul yang aman, bersih dari narkoba, perjudian, dan tindak kriminal lainnya,” tegasnya.

Turut Hadir: Kapolsek Dolok Masihul AKP H. D. Simanjuntak, S.H, Kanit Intelkam Ipda N.L. Sembiring, Ketua MUI Dolok Masihul / Wakil Ketua Baznas Sergai Drs. H. Syahrul Nasution, Ketua Tim 11 H. Andi Ginting, SP,vKepala KUA Dolok Masihul Erwinsyah, S.Sy, Tokoh Agama H. Nizar Piliang, S.Pd.I, Tokoh Masyarakat Effendi Lubis, Ketua Majelis Ta’lim Muslimah Dambaan Hj. Daipah Permas. ( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga meskipun dinamika global menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dipicu oleh tensi perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang dilaksanakan pada 30 April 2025. Rapat ini mencermati bahwa ketegangan perdagangan internasional akibat rencana penerapan tarif impor resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump telah mendorong volatilitas tinggi di pasar keuangan global. Meski penundaan selama 90 hari telah diumumkan, ketidakpastian tetap membayangi.

Lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO telah merevisi turun proyeksi ekonomi global. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun 2025 menjadi 2,8 persen, jauh di bawah rerata historis sebesar 3,7 persen. Sementara itu, WTO memperkirakan volume perdagangan barang global akan terkontraksi 0,2 persen secara tahunan.

Di dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,87 persen pada triwulan I 2025, ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Inflasi tetap terkendali pada 1,95 persen (yoy), dan inflasi inti sebesar 2,50 persen, menandakan permintaan domestik yang cukup stabil.

Meski tekanan eksternal meningkat, pasar saham Indonesia menunjukkan penguatan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,93 persen secara bulanan (mtd) pada April 2025 ke level 6.766,8. Kapitalisasi pasar juga naik menjadi Rp11.705 triliun. Namun, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp20,79 triliun.

Sektor-sektor seperti basic material dan healthcare mencatat kinerja tertinggi, sedangkan sektor teknologi mengalami pelemahan. Aktivitas transaksi harian meningkat menjadi rata-rata Rp12,47 triliun.

Di pasar obligasi, indeks ICBI naik 1,61 persen dengan yield SBN rata-rata turun 15,53 basis poin. Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp7,79 triliun di pasar SBN. Sementara itu, pasar obligasi korporasi mengalami tekanan dengan net sell asing senilai Rp0,01 triliun.

Pada industri reksa dana, nilai NAB tercatat Rp502,10 triliun, meningkat 1,66 persen mtd. Namun, terjadi net redemption sebesar Rp6,24 triliun. Di sisi lain, penggalangan dana melalui pasar modal masih positif dengan total penawaran umum mencapai Rp56,06 triliun dari 6 emiten baru, dan pipeline senilai Rp70,54 triliun.

Sementara itu, penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding mencapai Rp1,53 triliun dari 510 penerbit. Volume transaksi derivatif keuangan juga tinggi dengan nilai akumulasi mencapai Rp1.050 triliun.

Untuk bursa karbon, sejak diluncurkan pada September 2023 hingga April 2025, tercatat 112 pengguna jasa dengan total volume perdagangan sebesar 1,59 juta tCO2e senilai Rp77,92 miliar.

OJK terus menegakkan kepatuhan pelaku pasar dengan menjatuhkan berbagai sanksi administratif. Pada April 2025, OJK menjatuhkan denda sebesar Rp2,25 miliar kepada satu emiten, serta peringatan kepada beberapa perusahaan lainnya. Sepanjang tahun ini, total denda telah mencapai lebih dari Rp22 miliar, termasuk pencabutan izin terhadap pelaku usaha dan individu yang melanggar.

Di sektor perbankan, kredit tumbuh 9,16 persen yoy pada Maret 2025 menjadi Rp7.908,42 triliun. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada kredit investasi sebesar 13,36 persen, diikuti kredit konsumsi 9,32 persen. Kredit UMKM masih tumbuh 1,95 persen dengan pertumbuhan terbesar pada usaha kecil sebesar 8,65 persen.

Dengan profil risiko yang tetap terjaga dan pertumbuhan kredit yang positif, sektor jasa keuangan Indonesia dinilai tetap resilien dan stabil meskipun tantangan global terus meningkat. (Mabhirink Gutul )

 

Rimbunnews.com – Medan  – Kepolisian di jajaran Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan pemberantasan aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) melalui Operasi Pekat Toba 2025.

Dalam serangkaian kegiatan razia yang digelar di berbagai wilayah, petugas berhasil mengamankan sejumlah pelaku pungli bermodus juru parkir liar yang meresahkan masyarakat.

Di Kota Sibolga, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sibolga kembali mengamankan seorang pelaku berinisial HH alias P (53), warga Jalan Kakap, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas, pada Jumat (9/5/2025).

Pelaku diamankan di depan Toko Pakaian Umbaya, Jalan Patuan Anggi, saat memungut uang parkir tanpa dasar hukum. Dari tangan pelaku, petugas menyita uang tunai Rp 10.000 sebagai barang bukti.

“Pelaku menyamar sebagai juru parkir dan memaksa pengguna jalan untuk membayar. Ini bagian dari komitmen kami memberantas premanisme,” tegas Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rudi S. Panjaitan, SH, Sabtu (10/5/2025). Ia menambahkan, pelaku telah dibawa ke Mako Polres Sibolga untuk diperiksa dan dibina lebih lanjut.

Masih di Sibolga, sehari sebelumnya (9/5/2025), dua pelaku pungli lainnya turut diamankan dari kawasan warung bakso di Jalan Gambolo, Kelurahan Pancuran Kerambil. Keduanya adalah SH alias S (45) dan AFT alias T (29), yang memungut uang dari pengendara dengan menyamar sebagai juru parkir. Polisi menyita uang tunai masing-masing Rp 14.000 dan Rp 4.000 dari kedua pelaku.

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Tengah, Polsek Sibabangun juga mengamankan seorang pelaku pungli berinisial AP (41) pada Rabu (7/5/2025), yang melakukan pungli terhadap tukang becak bermotor di sekitar Pasar Sibabangun. Petugas menyita uang Rp 50.000 yang diduga hasil kutipan liar.

“Penindakan ini merupakan bagian dari sasaran Operasi Pekat Toba 2025,” jelas Kapolsek Sibabangun, Iptu Totok CW, SH. Pelaku telah membuat surat pernyataan dan akan dibina oleh kepolisian.

Di Belawan, dua pelaku lain, N (51) dan A alias Dedek Jigong (49), diamankan jajaran Polsek Belawan pada Jumat (9/5/2025). Keduanya tertangkap tangan melakukan pungli terhadap sopir truk di kawasan Simpang Sicanang, Jalan KL. Yos Sudarso, dengan barang bukti uang Rp 7.000.

Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan penindakan. “Kami merespons cepat laporan masyarakat dan tidak akan membiarkan praktik premanisme terus berlangsung,” katanya.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap praktik pungli dan aksi premanisme melalui Call Center 110. Tindakan tegas ini menjadi bagian dari upaya Polda Sumut dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya. ( Mabhirink Gutul )

 

Rimbunnews.com – Medan – Tim Subsatgas Tindak Operasi Pekat Toba 2025 yang terdiri dari personel Ditreskrimum dan Sabhara Polda Sumut kembali menunjukkan ketegasannya dalam menekan angka kejahatan jalanan dan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukum Polrestabes Medan dan Polresta Deli Serdang.

Dalam patroli yang digelar pada tanggal 7 hingga 9 Mei 2025, dua tim yang dikerahkan berhasil mengamankan sejumlah individu yang diduga terlibat dalam berbagai tindakan melanggar hukum, mulai dari perjudian online, membawa senjata tajam, hingga pungutan liar oleh juru parkir liar yang sempat viral di media sosial.

Tim 2 Subsatgas Tindak yang dikomandoi oleh IPDA Alexander Nugraha Samosir, pada Rabu malam (7/5), melakukan patroli di kawasan rawan kriminalitas. Sekira pukul 23.30 WIB, tim mengamankan seorang pria mencurigakan di Jalan Setia Budi, Medan.

Setelah digeledah, pria bernama RRS (41), diketahui sedang bermain judi online jenis slot melalui ponselnya. Pria tersebut tidak kooperatif dan tidak dapat menunjukkan identitas diri saat dimintai keterangan.

Tak lama berselang, tim kembali mengamankan seorang pria bernama BLT (48) di kawasan Jalan Dr. Mansyur. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sebuah senjata tajam berupa kikir yang telah dipertajam di jok sepeda motor miliknya, serta dua STNK roda dua.

Sementara itu, Tim 1 Subsatgas Tindak yang juga menyisir lokasi rawan di Medan dan Deli Serdang pada Kamis (9/5), berhasil menjaring enam orang juru parkir liar yang melakukan pungli di kawasan Jalan Surabaya dan Jalan Multatuli, tepatnya di depan Karaoke Inul Vista.

Lokasi ini sebelumnya sempat viral karena adanya video keributan antara pengunjung dan jukir liar yang memaksa meminta uang parkir.

Petugas mengamankan para pelaku beserta barang bukti berupa uang tunai dari hasil pungli serta beberapa unit telepon genggam. Tak hanya itu, tim juga berhasil menangkap satu pelaku jukir liar yang sempat viral di media sosial karena bersitegang dengan pengunjung toko suku cadang mobil di kawasan Jalan Bandung, Medan Kota.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk keseriusan Polda Sumut dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya menjelang perayaan Hari Raya dan libur panjang.

“Operasi Pekat Toba 2025 terus kami gencarkan untuk menindak segala bentuk penyakit masyarakat, mulai dari perjudian, senjata tajam ilegal, hingga pungli oleh juru parkir liar yang meresahkan. Ini adalah bagian dari upaya preventif dan represif demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Sumatera Utara,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan dalam keterangannya (10/5).

Seluruh pelaku yang diamankan telah diserahkan ke Ditreskrimum Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Tim Subsatgas Tindak juga terus melakukan patroli lanjutan guna mencari target operasi lain yang masih berkeliaran. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan terus berupaya untuk menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Medan dengan berbagai upaya nyata. Adapun salah satu upaya yang dilakukan Disnaker Kota Medan kali ini adalah dengan kembali membuka berbagai pelatihan kerja bagi warga Kota Medan yang sedang mencari pekerjaan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Illyan Chandra Simbolon S.STP M.S.P., mengatakan bahwa saat ini Disnaker Kota Medan akan membuka pendaftaran untuk 4 program pelatihan yang dapat dimanfaatkan para pencari kerja di Kota Medan.

“Saat ini Disnaker Kota Medan telah membuka pendaftaran untuk program pelatihan kerja. Total ada 4 program pelatihan yang kita siapkan,” ucap Illyan Chandra Simbolon kepada wartawan Jumat (09/05/2025).

Dikatakan Kadisnaker Kota Medan yang akrab disapa Chandra tersebut, adapun 4 program pelatihan itu, yakni Pelatihan Tata Kecantikan, Pelatihan Tata Busana, Pelatihan Mesin Pendingin, dan Pelatihan Teknik Kendaraan Ringan.

“Syarat utamanya harus warga Kota Medan yang dapat dibuktikan dengan kepemilikan KTP Medan. Kemudian, berusia minimal 18 tahun dan tidak dalam masa pendidikan,” ujarnya.

Dikatakan Chandra, pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 10 Mei – 14 Mei 2025. Untuk Pelatihan Tata Kecantikan, pencari kerja yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui siduta.medan.go.id. Sementara untuk Pelatihan Tata Busana, dapat mendaftarkan diri melalui siduta.medan.go.id dan bit.ly/TATABUSANA2025.

Kemudian bagi yang berminat untuk Pelatihan Mesin Pendingin, dapat mendaftarkan diri melalui siduta.medan.go.id dan bit.ly/TEKNIKPENDINGIN2025. Terakhir untuk Pelatihan Teknik Kendaraan Ringan, dapat mendaftarkan diri melalui siduta.medan.go.id dan bit.ly/PELATIHANTKR2025.

“Untuk Pelatihan Tata Kecantikan, proses seleksi akan digelar 19-20 Mei. Untuk Pelatihan Tata Busana, seleksi akan digelar 20-21 Mei. Untuk Pelatihan Teknik Kendaraan Ringan, seleksi akan digelar di tanggal 22 Mei. Dan untuk seleksi Pelatihan Mesin Pendingin, akan digelar 23 Mei,” katanya.

 Chandra juga mengatakan, pelatihan akan dilaksanakan selama 20 hari. Namun khusus untuk Pelatihan Mesin Pendingin, akan dilaksanakan selama 18 hari.

“Untuk informasi selengkapnya, dapat dilihat di website pendaftaran yang telah kita siapkan,” jelasnya.

Chandra menegaskan,  nantinya setiap peserta yang lulus pelatihan bukan hanya mendapatkan sertifikat pelatihan. Akan tetapi, setiap peserta yang lulus pelatihan akan langsung dipekerjakan pada perusahaan-perusahaan swasta yang telah bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan.

“Jadi nanti begitu lulus pelatihan, peserta akan langsung dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Pemko Medan. Jadi tidak hanya ikut pelatihan lalu kita lepas begitu saja, tetapi juga diberi kesempatan untuk langsung bekerja dan menerapkan ilmu yang didapatkan selama pelatihan,” tegasnya.

( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Choirul Anam menduga penembakan yang diduga dilakukan Kepala Polres Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, AKBP Oloan Siahaan terhadap pelaku tawuran hingga menyebabkan meninggal dunia, melanggar prosedur.

“Dugaan awal kami, dalam konteks penembakan terdapat pelanggaran standar operasional prosedur,” ujar Anam di Medan, Jumat.

Ia mengatakan terdapat indikasi yang terlihat nyata atas dugaan pelanggaran prosedur itu, yakni ukuran dari level ancaman dan level mengambil tindakan.

Dia menyampaikan sampai saat ini Kompolnas belum bertemu oleh Kapolres Pelabuhan Belawan nonaktif AKBP Oloan Siahaan selaku pelaku penembakan, untuk mengawasi proses lebih lanjut.

“Status Kapolres saat ini berada di Propam Mabes Polri untuk dilakukan proses,” kata Anam.

Adapun Kompolnas menilai tindakan Polda Sumatera Utara (Sumut) menonaktifkan Oloan dari jabatannya, sebagai suatu langkah positif.

“Karena dengan nonaktif dalam proses pengungkapan semakin mudah. Kami mengapresiasi langkah Polda Sumut,” kata Anam.

Ia menambahkan, Kompolnas menyerahkan penilaian secara ilmiah terkait kasus tersebut kepada Inspektorat Pengawas Umum (Itwasum) Mabes Polri.

Di sisi lain, Kompolnas juga mendapatkan fakta di tol Medan Belawan, Medan, dalam peristiwa itu belasan remaja membawa senjata tajam serta menggunakan petasan hingga mengancam ruang steril di tol.

“Kemudian Kapolres berhenti melihat anak itu membawa senjata tajam, oleh karena itu melakukan penembakan. Detail peristiwa penembakan ini, di rekam jejak tidak bisa diurai mata telanjang, harus diurai laboratorium forensik, itu yang kami tunggu,” ucapnya. ( Mabhirink Gutul )

 

Rimbunnews.com – Medan – Perwakilan Kementerian Keuangan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan rilis kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2025.

Penyampaian rilis tersebut dilakukan para pimpinan satuan kerja vertikal Kementerian Keuangan di wilayah Sumatera Utara, yang terdiri dari Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumut sekaligus Kepala Perwakilan Kemenkeu Sumut, Dodok Dwi Handoko; Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumut I, Arridel Mindra; Kepala Kanwil DJP Sumut II, Anton Budhi Setiawan; Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumut, Sugeng Apriyanto; serta Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumut, Indra Soeparjanto.

Hingga akhir Maret 2025, pendapatan negara di wilayah Sumut tercatat sebesar Rp4,97 triliun atau 13,41 persen dari target tahun berjalan. Pendapatan terdiri dari penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Jumat (9/5/2025).

Di sisi lain, belanja negara mencapai Rp13,61 triliun atau 21,36 persen dari total pagu anggaran. Realisasi belanja negara mencakup belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah.

Secara rinci, penerimaan pajak hingga Maret 2025 terealisasi sebesar Rp3,13 triliun atau 9,61 persen dari target. Kontribusi terbesar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor yang mencapai Rp947 miliar, diikuti Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar Rp757 miliar.

“PPN Impor dan PPh Badan menjadi penyumbang utama penerimaan pajak di Sumatera Utara hingga Maret 2025. Capaian ini menunjukkan peran strategis sektor usaha dan aktivitas perdagangan yang mendukung penerimaan negara,” ungkap Arridel.

Penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Maret 2025 mencapai Rp1,04 triliun (45,53% dari target). Bea masuk terealisasi Rp169,44 miliar (73,97% dari target), dengan kontribusi utama dari produk seperti ubin dan paving, pek dan pek kokas residu dari pembuatan pati. Penerimaan bea keluar terealisasi Rp768,93 miliar (687,53% dari target). Sedangkan penerimaan cukai terealisasi Rp99,08 miliar (50,17% dari target).

Penerimaan Negara Bukan Pajak hingga Maret 2025, mencatatkan realisasi sebesar Rp804,84 miliar atau 36,36% dari target. PNBP ini terdiri dari PNBP Lainnya Rp371,02 miliar (52,82% dari target). Sedangkan PNBP Badan Layanan Umum (BLU) Rp433,83 miliar (28,71% dari target).

Sementara, PNBP dari pengelolaan aset, piutang, dan lelang tercatat Rp17,84 miliar (34,69% dari target). Realisasi PNBP aset tercatat Rp9,82 miliar (18,89% dari target), PNBP piutang sebesar Rp14,75 juta (28,69% dari target) dan PNBP Lelang tercatat sebesar Rp8,01 miliar (19,68% dari target).

Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp3,52 triliun (18,98% dari pagu), yang terdiri dari belanja pegawai Rp2,62 triliun (27,16% dari pagu), belanja barang Rp824,46 miliar (12,18% dari pagu), serta belanja modal Rp51,74 miliar (2,56% dari pagu). Sedangkan belanja bantuan sosial sebesar Rp15,84 miliar (22,82% dari pagu). Belanja pegawai meningkat signifikan di Maret 2025 untuk pembayaran THR ASN Kementerian/Lembaga.

Belanja barang yang dominan di bulan Maret adalah untuk pemeliharaan kemanan dan ketertiban oleh satker lingkup Polda Sumut. Belanja Modal yang signifikan adalah untuk pengadaan peralatan dan mesin dalam rangka program PAUD dan Wajib Belajar 12 Tahun di Kemenag.

Transfer ke Daerah (TKD) hingga Maret 2025 mencapai Rp10,10 triliun (22,34% dari pagu) yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp7,44 triliun (27,12% dari pagu), Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Rp2,07 triliun (24,42% dari pagu), Dana Bagi Hasil (DBH) Rp227,70 miliar (9,04% dari pagu), serta Dana Desa Rp357,29 miliar (7,81% dari pagu). Sedangkan DAK Fisik dan Insentif Fiskal sampai dengan Maret 2025 belum ada pencairan.

Pemerintah kabupaten/kota dengan realisasi penyaluran TKD tertinggi adalah Kota Binjai 30%, Kabupaten Batubara 29,7% dan Kota Sibolga 28,7%.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sampai akhir Maret 2025 mencatat realisasi penyaluran TKD sebesar Rp1,53 triliun (26,2%). (Rel )

 

Rimbunnews.com – Sergai – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) diwakilki Kasat Binmas Iptu Inja V. Kaban, S.H, bersama KBO Binmas Iptu P. Tarigan, Kanit Bintibsos Aiptu Havis Daulay, dan Personil Sat Binmas Brigadir Fredly, S.H, melakukan mitigasi, dan penyuluhan kepada masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah aksi premanisme di salah satu Warung di Simpang Bedagai, Desa Sei Rampah, Kecanatan Sei Rampah, Sergai, Sumatera Utara, Jumat (9/5) Pukul.11.00 Wib.

Dalam giat tersebut, Kasat Binmas Iptu Inja V. Kaban, S.H menyampaikan tujuan dari giat mitigasi, dan penyuluhan kepada masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pengusaha umkm atau pengusaha lainnya tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta bahaya premanisme.

Kemudian, meningkatkan kesadaran masyarakat serta peran masyarakat dalam mencegah aksi premanisme, nemberikan informasi, dan menjelaskan prosedur tentang tatacara melaporkan apabila ada aksi premanisme kepada pihak berwenang.

“Giat ini juga untuk neningkatkan kemitraan antara Polisi dengan Masyarakat sehingga masyarakat merasa aman untuk melaporkan setiap kejahatan dan aksi premanisme”, Tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan KBO Sat Binmas Iptu P. Tarigan bahwa, dengan adanya giat mitigasi dan binluh berharap berdampak efektif kepada para Pelaku premanisme.

“Melalui kerja sama dengan masyarakat diharapkan para pelaku premanisme tidak ada lagi, dan masyarakat dapat hidup dalam suasana yang aman dan kondusif”, Pungkasnya. ( Mabhirink Gutul )

 

Rimbunnews.com – Medan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “PEKAT TOBA-2025” yang dimulai sejak 1 Mei 2025.

Hingga 9 Mei 2025, sebanyak 753 kasus berhasil diungkap dengan jumlah pelaku mencapai 855 orang. Dari jumlah tersebut, 102 kasus dengan 125 pelaku telah naik ke tahap penyidikan, sementara 651 kasus dengan 730 pelaku dilakukan pembinaan.

Operasi PEKAT TOBA-2025 yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Sumatera Utara ini menyasar segala bentuk praktik premanisme yang meresahkan masyarakat serta berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan iklim investasi di daerah.

“Operasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Polda Sumut dalam menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang mengintimidasi masyarakat maupun pelaku usaha. Kita ingin menciptakan ruang publik yang aman dan kondusif,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., di Medan.

Adapun rincian pengungkapan kasus selama operasi meliputi 668 kasus pungutan liar, 36 kasus pemerasan, 4 kasus perbuatan tidak menyenangkan, 3 kasus pengeroyokan oleh kelompok atau ormas, serta 42 kasus penganiayaan yang melibatkan kelompok, ormas maupun pelaku perorangan.

Operasi ini menginstruksikan seluruh jajaran Polda dan Polres untuk mengedepankan langkah penegakan hukum secara terpadu, disertai upaya intelijen, preemtif dan preventif.

Dalam pelaksanaannya, Satgas Polda Sumut bersama Satgas Polres/ta/tabes bergerak secara sinergis dengan menggelar razia, penyelidikan, hingga pemeriksaan legalitas terhadap organisasi masyarakat yang diduga terlibat dalam praktik pidana.

“Operasi PEKAT TOBA-2025 bukan hanya soal penindakan, tetapi juga bertujuan membangun ketertiban sosial dan memberikan jaminan kepastian hukum bagi warga serta pelaku usaha di Sumatera Utara,” tegas Irjen Pol Whisnu.

Operasi yang masih akan berlangsung hingga 21 Mei 2025 ini terus digencarkan dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya, guna memastikan stabilitas keamanan yang berkelanjutan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Polda Sumut memastikan akan bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap setiap aksi premanisme, baik yang dilakukan individu maupun kelompok yang berlindung di balik nama organisasi tertentu.

Operasi ini diharapkan menjadi momentum dalam mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan dan memastikan Sumatera Utara menjadi wilayah yang aman, tertib, dan ramah investasi. ( Mabhirink Gutul )

O

Rimbunnews.com – Sergai – Dalam semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, Polsek Teluk Mengkudu kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk “Jumat Barokah” dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako kepada warga kurang mampu dan penderita sakit menahun di wilayah hukum Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (9/5/2025) pukul 10.00 WIB ini dipimpin oleh Wakapolsek Teluk Mengkudu, IPTU J. Butar-Butar, bersama sejumlah personel Polsek Teluk Mengkudu, yaitu IPDA Tober Silaban (Kanit Samapta), IPDA Maslani (Kanit Binmas), dan AIPDA Roman S. Harahap (Bhabinkamtibmas), serta didampingi Kepala Dusun I Desa Bogak Besar, Misno.

Adapun penerima bantuan sosial terdiri dari tiga warga yang benar-benar membutuhkan, yaitu:

Jamilah Damanik (68 tahun), warga Dusun I, Desa Bogak Besar, menderita penyakit komplikasi yang menyulitkannya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Napsiah (78 tahun), warga lanjut usia yang tinggal di Dusun I, Desa Bogak Besar, tergolong kaum dhuafa dan hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Dahlia (65 tahun), warga Dusun II, Desa Bogak Besar, korban kebakaran rumah yang menyebabkan kerugian besar secara material dan emosional.

Setiap penerima bansos mendapatkan paket sembako yang terdiri dari:

Beras 5 kilogram, Minyak goreng 1 liter, Gula pasir 1 kilogram, Teh bubuk satu kotak.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat di wilayahnya, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih karena kondisi ekonomi atau kesehatan.

Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok para penerima, terutama di tengah tantangan hidup yang semakin berat.

“Melalui kegiatan Jumat Barokah ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kehidupan sosial warga,” ujar IPTU J. Butar-Butar saat menyerahkan bantuan secara langsung.

Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan kondusif. Warga yang menerima bantuan tampak haru dan mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dari pihak kepolisian.

Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP Desman Manalu, S.H, yang diwakili dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa program sosial semacam ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari komitmen Polsek Teluk Mengkudu untuk menjadi mitra masyarakat yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Kepala Dusun I Desa Bogak Besar, Misno, juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian jajaran Polsek Teluk Mengkudu.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk turut peduli pada sesama,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan empati, Jumat Barokah di Teluk Mengkudu menjadi bukti bahwa kehadiran aparat negara tidak hanya dirasakan dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam sisi kemanusiaan. ( Mabhirink Gutul)