Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan – Pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur. Penguatan persaudaraan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., DBA., saat mengajak seluruh elemen masyarakat Kecamatan Batangtoru untuk bersatu mempercepat pemulihan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Jafar ketika menghadiri kegiatan Tabligh Akbar bersama Ustaz Muhammad Fikri Haykal MZ, putra almarhum KH Zainuddin MZ, di Lapangan PTPN IV Regional I Kebun Batangtoru, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi PT Agincourt Resources (PT AR) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tersebut diikuti ribuan jamaah dari Kecamatan Batangtoru, Muara Batangtoru, dan wilayah sekitarnya. Dalam kesempatan itu, Jafar juga menyampaikan salam serta permohonan maaf Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., yang belum dapat hadir karena menjalankan tugas penting di luar daerah.
Dalam arahannya, Jafar menyampaikan apresiasi kepada PT Agincourt Resources yang telah menjadi salah satu mitra strategis pemerintah daerah, terutama ketika Tapanuli Selatan menghadapi bencana hidrometeorologi pada November 2025. Ia mengenang situasi sulit ketika akses jalan Sipirok–Batangtoru terputus akibat banjir dan longsor. Melalui kerja sama pemerintah daerah, perusahaan, serta berbagai pemangku kepentingan, pembukaan kembali akses jalan dilakukan dari dua arah hingga akhirnya konektivitas masyarakat dapat dipulihkan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi merupakan kekuatan penting dalam menghadapi keadaan darurat.
“Kalau kita mengenang setahun yang lalu, ketika bencana terjadi, tanpa dukungan dan kolaborasi para mitra, mungkin pemerintah daerah sudah mengangkat bendera putih menghadapi beratnya tantangan saat itu. Kami mengakui PT AR merupakan salah satu mitra yang setia mendampingi pemerintah dan masyarakat melewati masa-masa sulit,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Jafar menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan ekonomi, penguatan kehidupan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Sinergi Tapsel Bangkit, ia mengajak pemerintah, dunia usaha, TNI-Polri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil bagian sesuai peran masing-masing. “Mari kita pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Jangan biarkan masyarakat yang terdampak bencana berjuang sendiri. Kita harus saling membantu, saling menguatkan dan memastikan roda kehidupan masyarakat kembali bergerak,” tegasnya.
Dalam aspek ekonomi, Jafar mengungkapkan bahwa bencana November 2025 sempat memberikan tekanan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebelum bencana, pertumbuhan ekonomi daerah berada pada kisaran 5,7 persen, kemudian mengalami penurunan hingga sekitar 2,7 persen. Namun, berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi telah kembali meningkat menjadi sekitar 5,4 persen. Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam proses pemulihan, meskipun pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melampaui kondisi sebelum bencana.
Jafar juga menekankan bahwa keberhasilan pemulihan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga terdampak bencana, petani, pelaku UMKM, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi berbagai program PPM PT Agincourt Resources, antara lain pemberian beasiswa pendidikan bagi pelajar Tapsel, dukungan pelayanan kesehatan melalui kehadiran tiga dokter spesialis untuk membantu pelayanan di Puskesmas Batangtoru, serta program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Ia berharap berbagai inisiatif tersebut terus dikembangkan melalui koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, menjelaskan bahwa Tabligh Akbar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program PPM dan direncanakan menjadi agenda tahunan di Kecamatan Batangtoru. Ia menyampaikan bahwa kontribusi perusahaan mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat. Di bidang pendidikan, perusahaan setiap tahun mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk program beasiswa bagi pelajar mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Di bidang kesehatan, perusahaan mendukung pelayanan Puskesmas Batangtoru dengan menghadirkan tiga dokter spesialis, sedangkan di sektor ekonomi berbagai program pemberdayaan UMKM terus dilaksanakan. Rahmat juga menyebutkan sekitar 2.500 tenaga kerja dari Batangtoru dan daerah sekitarnya saat ini bekerja dalam proyek perusahaan, sehingga turut memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi lokal.
Rahmat mengakui bahwa pascabencana November 2025, operasional perusahaan sempat mengalami penghentian produksi selama hampir setengah tahun. Setelah berbagai persoalan dan kesalahpahaman terkait bencana diklarifikasi, perusahaan kembali beroperasi meskipun proses pemulihan operasional belum sepenuhnya mencapai kondisi normal. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, menghargai aspirasi, serta membuka ruang komunikasi terhadap berbagai masukan dan usulan terkait program pemberdayaan. “Kami ingin hadir di Batangtoru bukan sekadar menjalankan usaha, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Prinsip kami adalah tidak merugikan masyarakat, menghargai semua pihak dan terus berupaya memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Fikri Haykal MZ mengajak jamaah meneladani Rasulullah SAW dalam mencintai umat, menerapkan kesederhanaan, serta membangun kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan dan tidak dapat menjalani kehidupan secara sendiri-sendiri. Persaudaraan, sikap saling menolong, serta menjaga hubungan baik antarsesama merupakan nilai penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Bahkan, tindakan sederhana seperti memberikan senyuman kepada orang lain merupakan bagian dari kebaikan yang dapat mempererat hubungan sosial.
Tabligh Akbar tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan yang bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan solidaritas sosial, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat pascabencana. Turut hadir unsur Forkopimda yang diwakili Wakapolres Tapsel dan perwakilan Dandim, Asisten II, Kepala Dinas Sosial, unsur Kecamatan Batangtoru, manajemen PT Agincourt Resources, manajemen PTPN IV Regional I Kebun Batangtoru dan Kebun Hapesong, anggota DPRD Tapsel, MUI Batangtoru dan Muara Batangtoru, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta ribuan jamaah. Kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan Tapanuli Selatan untuk bangkit tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada persatuan, kepedulian, dan semangat saling menguatkan. (Nurdin Nasution)


