Peresmian Tempat Ibadah Cetiya Dhammakaya Berlangsung Sukses, Khitmad dan Penuh Kekeluargaan 

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Peresmian tempat ibadah Cetiya Dhammakaya yang berlokasi di Jalan Tapian Nauli, Pasar Satu, Komplek Pasar Satu Mas Blok C23–24, berlangsung sukses  dan penuh kekeluargaan, Minggu, 20 September 2026.

Kegiatan peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol diresmikannya tempat ibadah Cetiya Dhammakaya yang diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial dan kerukunan masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, yang juga  Ketua DPRD Kota Medan,  Anggota DPRD Sumut Hasyim, S.E.,  Anggota DPRD Kota Medan Agus Setiawan,  Ketua Tridharma Komda Sumatera Utara Budi Malem, SMT; Pembimas Buddha Provinsi Sumatera Utara Sukasdi, S.E., M.A.; dan pelaksana Pematang Siantar , Gunawan .

Baca juga  Jaga Kamtibmas Selama Ramadhan, Polsek Tanjung Beringin Gelar Patroli Malam 

Dalam rangkaian kegiatan, para undangan bersama pengurus yayasan mengikuti prosesi peresmian dan penandatanganan prasasti.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap keberadaan rumah ibadah sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, yang juga  Ketua DPRD Kota Medan menyampaikan selamat atas peresmian Cetiya Dhammakaya, semoga Cetiya ini bermanfaat bagi masyarakat khususnya warga Tionghoa sekitar Cetiya ini.

Pak Wong berharap agar Cetiya yang baru dikembangkan ini berguna bagi masyarakat secara umum dan semoga terus berkembang kedepan, kata Wong.

Pembimas Buddha Provinsi Sumatera Utara Sukasdi, S.E., M.A. juga menyampaikan selamat atas peresmian Cetiya Dhammakaya yang dulunya satu pintu dan dikembangkan menjadi dua pintu ini merupakan kolaborasi semua pihak.

Baca juga  Polres Samosir Berikan Keamanan dan Kenyamanan pada Kegiatan Politik di Wilayah Hukum Samosir

Sukasdi ibaratkan seperti pemain bola, walaupun dapat melewati satu dan dua lawan tanpa kerjasama tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.

Demikian juga tempat ibadah ini, kalau keberadaannya secara gotong royong maka menghasilkan hasil yang maksimal.

Dengan demikian Sukasdi berharap agar kerjasama semua pihak terus dilakukan seperti sekarang ini, kata Sukasdi.

Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem, SMT, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keberadaan Cetiya Dhammakaya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi umat serta menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai keagamaan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Keberadaan rumah ibadah  Cetiya Dhammakaya bukan hanya menjadi tempat untuk menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi tempat pembinaan umat serta mempererat kebersamaan dan kerukunan masyarakat,” ujar Budi Malem.

Baca juga  Malam Pergantian Tahun 2026, Polresta Deli Serdang Gelar Patroli Skala Besar

pengurus berharap rumah ibadah tersebut dapat terus berkembang sebagai tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan, pendidikan, pembinaan umat, serta turut berkontribusi dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan masyarakat di Kota Medan. (Mabhirink Gutul)