Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sumut di Desa Kilang Papan, Kecamatan Sipirok, menjadi langkah baru dalam memperluas akses pendidikan di Tapanuli Selatan.
Namun, satu hal yang ditegaskan Bupati Tapanuli Selatan, (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu:
Sekolah Rakyat berjalan, sekolah umum tetap menjadi prioritas!
Buktinya, 65 sekolah umum jenjang PAUD, SD, dan SMP di Tapsel tetap mendapatkan program revitalisasi dengan nilai sekitar Rp48 miliar dari APBN Kementerian Dikdasmen, ditambah dukungan APBD.
Sementara itu, untuk tahun ajaran 2026/2027, SRT 1 Sumut menerima masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sebelumnya, pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 98 siswa telah diterima.
Sekolah Rakyat dirancang untuk siapa?
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (Desil 1 dan 2) serta anak yang sempat putus sekolah, dengan tujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Dengan sistem berasrama (boarding school), kebutuhan siswa ditanggung negara. Para siswa juga mendapatkan pendampingan intensif dari guru dan wali asuh untuk mengejar ketertinggalan, terutama dalam literasi dan numerasi.
Pemkab Tapsel juga telah menyiapkan lahan 10 hektare untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini, melalui sinergi lintas kementerian serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Bahkan, Pemkab Tapsel tengah menjajaki kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk PT Agincourt Resources (PTAR), untuk membuka peluang beasiswa perguruan tinggi bagi lulusan berprestasi.
Sekolah Rakyat bukan pengganti sekolah umum. Keduanya berjalan bersama untuk memastikan semakin banyak anak Tapsel mendapatkan pendidikan yang layak, inklusif, dan berkualitas. (Nurdin Nasution)


