Pertama Digelar Seribu Kotak Lebih Dipersembahkan, Kolaborasi Bersama TITD AVALOKITESVARA & GUNUNG NAGA Gelar Festival Budaya Zhong Yuan

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Festival Budaya Zhong Yuan disebut juga Bulan Hantu Dalam Ajaran Taoisme di Tridharma dilaksanakan di Cetiya AVALOKITESVARA Seribu Tangan Jalan Pukat VIII No. 16E Medan , Selasa , 25 Agustus 2026.

Acara Festival Budaya Zhong Yuan atau Bulan Hantu Dalam Ajaran Taoisme dilaksanakan Kolaborasi Bersama TITD AVALOKITESVARA & GUNUNG NAGA, kata Hendra didampingi Dewi .

Lebih lanjut disampaikan Hendra bersama Dewi, bahwa Festival Budaya Zhong Yuan atau juga disebut Bulan Hantu merupakan tradisi masyarakat Tionghoa untuk menIghormati arwah leluhur dan roh yang sedang turun ke bumi.

Waktu Perayaan bulan hantu ini dirayakan pada bulan ketujuh penanggalan lunar (Imlek). Puncak acara atau hari besar festival jatuh pada hari ke-15 di bulan tersebut.

Kepercayaan tersebut merupakan gerbang akhirat diyakini terbuka pada bulan ini, sehingga arwah bebas keluar mencari makan, tutur Hendra selaku pengelola Cetiya Gunung Naga.


Hendra juga menjelaskan beberapa sesi yakni Prosesi Awal di hari pertama , Pelaporan kepada 13 Divisi alam Langit dan alam Bawah. Selanjutnya prosesi Dobrak Pintu Neraka sekaligus Merebut pelita terang sesi 2 dan sesi 3 prosesi Pensakralan Pang Wen untuk pemberitahuan upacara yang di laksanakan kepada para dewata serta para arwah yang terdaftar dalam ritual Lian Du.

Baca juga  Kapolres Karo Hadiri Pemberkatan dan Peresmian Gereja Katolik Stasi St. Antonius Padua Gurukinayan

Selanjutnya, prosesi penyadaran arwah melalui pentaburan Bunga serta pelepasan ikatan dendam duniawi di lanjut prosesi memberikan Tiga Perlindungan dan 9 Sila Utama Taoisme kepada para arwah leluhur dan di berikan naskah Surat Amnesti kepada setiap arwah di tutup dengan prosesi Pemberian Makanan Amerta kepada para arwah, jelas Hendra.

Tujuan peringatan bulan hantu tersebut untun memberikan persembahan agar arwah tenang, tidak mengganggu manusia, dan mendoakan keselamatan bagi yang hidup, Tambah Dewi .

Kertas sembahyang digunakan berupa replika uang kertas emas, perak, baju dan barang-barang kertas lainnya dibakar sebagai simbol pengiriman harta bagi para arwah.

Pembimas Budha Sumut , Sukasdi SE MA, sangat mengapresiasi kegiatan kebajikan yang dilaksanakan MARTRISIA terutama dalam bidang pelimpahan jasa .

Baca juga  Hindari Kemacetan, Personil Sat Lantas Narsama Polsekta Berastagi Antisipasi  Pohon Tumbang

Dalam hal ini banyak dilakukan sesaji-sesaji dengan membakar persembahan-persembahan dengan tujuan supaya jasa-jasa itu dapat melimpah kepada semua arwah baik yang meninggalnya wajar tidak wajar bahkan semua leluhur kita yang telah meninggal semuanya bisa menerima jasa-jasa kebajikan itu dan sampai akhirnya mereka membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, kata Sukasdi.

Seperti perbuatan-perbuatan baik itu juga nanti dilimpahkan pada dewa, karena pada dewa melihat perbuatan dari manusia yang sering membuat kebajikan atau kebaikan maka mereka pun mengayomi dengan memberi kejayaan, kesehatan untuk umat manusia, “Kesemuanya tujuannya semoga mahluk hidup berbahagia,” tegas Sukasdi.

Ketua PTITD-SI 67 & MARTRISIA, Budi Malem Smt menyampaikan, sangat hebat anggota Tridharma Komda Sumut baru pertama kali melaksanakan ritual Festival Budaya Zhong Yuan atau Bulan Hantu dapat menghimpun seribu kitak lebih persembahan dan semoga tahun depan dapat lebih banyak lagi.

Baca juga  Polsek Tanjung Morawa dan Bhayangkari Bagikan Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan

Budi berharap, kegiatan ini harus dapat dicontohkan oleh anggota PTITD-SI 67 MARTRISIA untuk melestarikan budaya Tionghoa, kata Budi.

Sementara peserta Festival Budaya Zhong Yuan kepada Rimbunnews.com menyampaikan baru kali ini mengikuti acara Budaya Zhona Yuan atau Bulan Hantu sangat lengkap dan sakral serta sangat puas mengikutinya, “Karena sudah beberapakaki saya ikuti kegiatan sedemikian rupa tidak pernah sedemikian lengkap acaranya,” katanya.

Acara tersebut dihadiri Pembimas Sumut , Sukasdi SE MA, Ketua Permabudhi Sumut Drs Wong Chun Sen Tarigan M.Pd.B, Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem Smt, Sekretaris PTITD-SI 67 MARTRISIA, William Limitra SH MH, Ketua Penasehat Hukum PTITD-SI 67, Dr. Darman Yusuf SH, Plt. Penyelenggara Buddha Kota Medan, Plt. Irianto Saputra, S.Ag., M.Si.

Kegiatan tersebut mulai dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar, tertib, aman dan sangat teduh diikuti oleh peserta. (Mabhirink Gutul)