Lestarikan Budaya Tionghoa Sekaligus Lahirkan Regenerasi Tatung, Cetiya Dewi Samudra Agung Terus Lakukan Pembinaan Tatung Muda

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Dalam rangka melestarikan budaya Tionghoa dan Regenerasikan Tatung, Cetiya Dewi Samudra Agung terus melakukan Pembinaan Tatung Muda.

Hal ini dapat kita lihat setelah sukses melakukan pembinaan Tatung Meryana pada Jumat 17 Juli 2026 lalu , maka dengan petunjuk dari Sa Ma Co Niu Niu Cetiya Dewi Samudra Agung juga melakukan pembinaan terhadap Tatung Baru bernama Victoria yang dilaksanakan di Cetiya tersebut Jalan Platina Raya Komplek Titi Mas Permai No. AA11 Medan Deli, Senin (10/08/3026).

Demikian disampaikan Ketua pengurus Cetiya Dewi Samudra Agung, Antonius didampingi Sekretaris Cetiya Dewi Samudra Agung, Alex bersama pengurus lainnya kepada wartawan saat pembinaan Tatung tersebut.

Baca juga  OJK Luncurkan Anti Scam dan ‘Sipelaku’ Lindung Masyarakat dari Penipuan

Pembinaan itu dilakukan oleh Sa Ma Co Niu Niu kepada Victoria agar dapat menjalankan keagaam dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Pelaksanaan dari pembinaan tersebut dilaksanakan selama satu malam dua hari dan setelah melaksanakan pembinaan tersebut maka sah menjadi Tatung dan sudah dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara umum.

Alex juga menyampaikan, Tatung baru ini dibina dan dilatih untuk mandiri serta berdedikasi tinggi untuk meningkatkan kemampuan sepritual agar betul-betul memiliki kemampuan supranatural.

Dengan diberikannya pembinaan kepada Victoria , maka Tatung di Cetiya Dewi Samudra Agung semakin bertambah yang secara bersama- sama memberikan pelayanan supranatural kepada umat dan masyarakat sekaligus melestarikan budaya Tionghoa, kata Alex.

Baca juga  Rumah Warga di Desa Simatohir Terdampak Longsor, Aparat Desa Dinilai Lamban

Pada kesempatan itu Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem Smt menyambut baik atas dilaksanakannya pembinaan Tatung Baru tersebut, karena dengan munculnya Tatung Baru dapat melahirkan regenerasi Tatung yang ada di Sumatera Utara .

Dimana para Tatung adalah orang yang dipercaya dirasuki roh, dewa, atau leluhur berperan sebagai medium spiritual untuk menolak roh jahat dan mengusir ketidakberuntungan.

Budi juga menyampaikan, kegiatan ini selain melestarikan budaya Tionghoa juga merupakan salah satu program dari pembinaan PTITD-SI 67 & Matrisia komda Sumut membina para Tatung untuk berdedikasi tinggi membantu sesama menjaga melestarikan budaya merawat etika dan berbakti luhur.

Kegiatan tersebut berjalan dari awal sampai akhir acara dengan aman, lancar, tertib dan kondusif dan tidak kurang dengan suatu apapun .(Mabhirink Gutul)