Kaper BKKBN Sumut Mahyuzar Bincang Bareng Jurnalis Untuk Memperkuat Capaian Program Quick Wins

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Dalam upaya memperkuat capaian Program Quick Wins dan mempercepat pelaksanaan Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting, Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Mahyuzar bersilaturrahmi dengan jurnalis, Rabu (22/7/2026) di Kupi KA Jalan HM Yamin Medan.

Mahyuzar yang masih baru bertugas di Sumut sebelumnya Dr. Fatmawati, ST., M.Eng dan kini menjabat sebagai Kaper BKKBN Sulawesi, Silaturrahmi berlangsung penuh kearkaban, saling berkenalan penuh canda dan ria dengan para jurnalis.

Kaper BKKBN Sumut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga lini lapangan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat program prioritas nasional, termasuk peran media dan yang di dalam jurnalis.

“Program Quick Wins harus benar-benar menjadi gerakan bersama. Optimalisasi tenaga lini lapangan dan media sangat penting mempublikasikan ke publik program dan kegiatan yang dilakukan. Apapun yang dilkaukan jika tidak terpublikasi dengan baik akan kurang maknanya,”ujarnya didampingi para aparatur BKKBN Sumut.

Baca juga  Satreskrim Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sozisokhi Lase, 27 Adegan Diperagakan

Diungkapkannya, Terdapat Lima program quick win yang dicanangkan Kemendukbangga/BKKBN yaitu: Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) , Lansia Berdaya (SIDAYA) dan Supper Apps tentang Keluarga.

Program quick win merupakan sebuah strategi atau serangkaian inisiatif terobosan yang dirancang untuk memberikan hasil yang nyata, terlihat, dan dirasakan manfaatnya dalam waktu singkat. Program ini bertujuan untuk mempercepat target pembangunan, memberikan dampak langsung kepada masyarakat dan membangun kepercayaan.

Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan,dan Keluarga Berencana) yang dikelola oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN berfokus pilar utama: pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

GENTING adalah singkatan dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Ini merupakan program gotong royong dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) yang mengajak berbagai elemen masyarakat untuk menjadi “orang tua asuh” bagi keluarga berisiko stunting.Fokus dan Sasaran ProgramSasaran Utama: Ibu hamil, ibu menyusui, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan balita dari keluarga berisiko stunting atau keluarga kurang mampu.

Baca juga  Kasus Dugaan Penghilangan Barang Bukti di Polsek Perbaungan, Kapolres: Tindak Tegas Anggota yang Melanggar Aturan

Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) adalah inisiatif BKKBN untuk menyediakan tempat penitipan anak (TPA) terintegrasi, aman, dan berkualitas. Program ini memungkinkan orang tua untuk tetap produktif bekerja dengan tenang, sementara tumbuh kembang anak usia dini tetap terpantau dengan baik.

Layanan utama program Tamasya ini untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak:Pemantauan Tumbuh Kembang: Memantau fisik (berat dan tinggi badan) serta mendeteksi indikasi kekerasan atau risiko stunting secara berkala.Kompetensi Pengasuh: Memastikan pengasuh bersertifikasi dan terlatih melalui kelas dan pendampingan.Dukungan Orang Tua: Meningkatkan keterlibatan keluarga dalam pola asuh anak.Sistem Rujukan: Menyediakan rujukan terintegrasi ke fasilitas kesehatan jika ditemukan masalah tumbuh kembang.

Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) merupakan Program ini berfokus meningkatkan peran aktif dan kehadiran emosional ayah dalam pengasuhan anak, mencegah fenomena anak tanpa sosok ayah (fatherless), serta mendukung tumbuh kembang optimal generasi.

Baca juga  Bhabinkamtibmas Polsek Perbaungan Polres Sergai Peduli Keselamatan Anak Sekolah

Sasaran dalam Program Gerakan Ayah Teladan (GATI) ini adalah, remaja laki-laki sebagai calon ayah, para ayah yang memiliki anak usia dini,para ayah yang memiliki anak pra-remaja, dan Para ayah yang memiliki remaja usia 10-24 tahun dan belum menikah.

SIDAYA (Lansia Berdaya) adalah program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Program ini disinergikan dengan Super Apps Keluarga (SAKINA), sebuah platform digital berbasis AI yang menyediakan akses layanan kependudukan, informasi, dan konseling keluarga secara menyeluruh.

Tujuan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dengan memberikan layanan yang bermanfaat dan memastikan lansia tetap aktif, sehat, dan produktif melalui pendekatan 7(tujuh) dimensi lansia tangguh. Pada intinya SIDAYA memberdayakan lansia sesuai kapasitas/kemampuan yang sesuai, demikian Mahyuzar.(Mabhirink Gutul)