
Rimbunnews.com – Patumbak – Pattidāna Itu merupakan kebiasaan warga Tionghoa yang telah melewati masa sulit yaitu perubahan musim dari musim gugur ke musim semi yang dirayakan selama lima belas hari dan di puncak acara adalah tanggal 15 kalender Tinghoa (.Cap Go Me ).

Demikian disampaikan bihkhu Indaguno pada Pattidāna di Vihara Leluhur Abadi Patumbak , Senin 12 Pebruari 2024.
Kenapa banyak warga yang melakukan kebajikan, seperti kebiasaan kita berbagi Angpao, bagi hal-hal baik seperti bakso dalam rangka IMLEK yang tujuannya adalah berbagi kebahagiaan. Kepada orang yang memang perlu kita bantu dan bukan hanya kepada orang- orang yang perlu dibantu tetapi lebih luas yaitu membantu para leluhur karena keluarga Tionghoa itu merasa bakti yang sangat tinggi kepada para leluhur.

Dalam upaya itu mereka melakukan tidak hanya berbagi kepada yang hidup tapi juga berbagi kepada orang yang sudah meninggal, karena memang betul secara tradisi sembahyang leluhur jalankan pas bulan tujuh dan bulan delapan tetapi menurut agama Budha sebenarnya patidana ini harus dijalankan. Setiap saat , demikian juga masa Imlek ini patidana itu tidak salah karena bisa dilakukan kapan saja.
Jadi apa yang dilakukan pimpinan Vihara Leluhur Abadi Patumbak, Hasan Kasim sangat tepat, Karen beliau tidak hanya memberikan pattidāna kepada orang yang membutuhkan akan tetapi pak Hasan juga sangat menghargai leluhur.
Karena kalau kita mengingat leluhur kita, sudah pasti memberikan rezeki, kesehatan dan kebahagiaan dalam hidup kita , kata Bihkhu Indaguno.
Sementara Katua Tri Dharma Komdasu Budi Malem menyampaikan, ketika orang tua sudah meninggal dunia, satu kewajiban yang dapat dilakukan sanak keluarga yang masih hidup adalah melimpahkan jasa kebaikan atau pattidāna.
Budi Malem juga mengatakan, pattidāna
bukan sebuah upacara semata, melainkan praktik dan dedikasi Dhamma yang dianjurkan oleh Sang Buddha, karen itu, perlu modal kebajikan sebelum berdana kebajikan pattidana, kata Budi.
Patitdana adalah praktek dharma, jadi perlu kesungguhan hati dalam kebajikan, itu yang di lakukan biasanya mengambil sila , mendengar dharma dengan tulus . meringankan penderitaan mereka, jelas Budi.
Sebelumnya Pimpinan Vihara Leluhur Abadi Patumbak , Hasan Kasim menyampaikan pagelaran pattidāna ini dilakukan karena kita yakin berbuat kebajikan itu merupakan tindakan yang baik, kata Hasan.
Hasan juga mengatakan, berbuat kebajikan itu tidak hanya kepada orang yang membutuhkan, akan tetapi sangat lebih penting berbuat kebajikan kepada para leluhur kita, karena dengan kegiatan pattidāna kepada leluhur itu merupakan tindakan berbakti kepada para leluhur kita, kata Hasan.
Hasan Kasiman berharap agar Vihara Leluhur Abadi ini dapat terus berkembang kedepan agar kita dapat berbuat kebajikan yang lebih banyak.lagi, harap Hasan. ( Mabhirink Gutul )


