Rimbunnews.com – Sumatra utara, Setelah mengalami rangkaian panjang yang berproses sejak tahun yang lalu, hari ini 2 Komunitas yang menjadi pilot project implementasi praksis Moderasi Beragama yakni GBKP Jalan Rela bersama Masjid Asysyakirin di Delitua Deliserdang dan FKUB Kebersamaan di Klaten, akhirnya menuju launching.

Program yang sejak awal dirancang oleh Kemenko PMK RI (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), PARITAS INSTITUTE dan Friedrich Ebert Stiftung (FES), hari ini telah melakukan Rapat Kordinasi (stakeholder Meeting) bersama 12 Kementerian/Lembaga terkait yang juga dihadiri oleh Pemkab Deliserdang dan Klaten. Berbagai agenda dan program bersama telah disepakati dan lounching program akan dipersiapakan.

Dinamika yang muncul dari perjalanan panjang proses ini adalah hal yang paling menarik dan merupakan jiwa dari Moderasi Beragama itu sendiri. Batapa tidak, dari keberagaman yang terdapat dalam komunitas masing-masing (baik Delitua maupun Klaten), dengan latar belakang agama, budaya bahkan suku yang berbeda, pada akhirnya menemukan ruang dan visi bersama untuk berjalan membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua bahkan dalam perbedaan yang ada. Kemampuan melewati dinamika dan proses hingga sampai pada titik ini, bagi kami adalah sebuah keberhasilan tersendiri, bahwa ternyata perbedaan dan keragaman adalah kekayaan dalam membangun kehidupan bersama yang lebih baik untuk semua.

Terima kasih untuk seluruh proses yang telah dijalani hari ini, ke depan kita akan memantapkan langkah dan akan terus berjuang bersama dalam persaudaraan sebagai sesama anak bangsa untuk menjaga dan merawat ke Indonesian kita yang kaya dalam kemajemukan.

Diakhir pertemuan, kami juga menggemakan semangat bahwa TIDAK SEORANGPUN BOLEH DIABAIKAN; bahwa Moderasi Beragama sejatinya juga adalah sebuah gerakan bagi semua, dan kesejahteraan untuk semua.
(Tim )

Rimbunnews.com – Tanjung Nguda, Agustus adalah bulan Mamre (Kaum Bapa) bagi gereja GBKP. Sebab pada bulan inilah dijadikan tonggak sejarah berdirinya Persekutuan kategorial kaum Bapa. Hampir setiap tingkatan pelayanan dan kepengurusan kategorial kaum Bapa melakukan perayaan HUT Mamre pada bulan ini.

Hari ini, Sabtu 28 agustus 2023 Pdt Penrad Siagian hadir pada acara persekutuan Mamre klasis Kuala Langkat dalam perayaan HUT Mamre seklasis Kuala Langkat bertempat di GBKP Tanjung Nguda.

Di kesempatan Pdt Penrad Siagian tetap mengingatkan bahwa Kaum Bapa/Mamre adalah potensi utama sekaligus “mesin” besar bagi dinamika dan perubahan baik di tengah keluarga, gereja, masyarakat maupun berbangsa bernegara. Karena itu ada peran dan tugas serta tanggungjawab besar dipundak Mamre GBKP. Mamre harus mengkonsolidasikan diri baik potensi dan sumber daya sehingga menjadi kekuatan besar bagi perubahan dan kemajuan di segala sektor, terutama untuk menghadirkan damai sejahtera bagi semua orang tanpa terkecuali hingga TIDAK SEORANGPUN BOLEH DIABAIKAN.

Terima kasih untuk mamre Klasis Kuala Langkat, atas komitmen untuk bergerak dan berjuang bersama dalam gerakan TIDAK SEORANGPUN BOLEH DIABAIKAN (Ril).