RIMBUN NEWS

 

 

Rimbunnews.com – Medan – Kasat Lantas Polrestabes Medan, Kompol Andika T Purba SH SIK MIK memberikan informasi terkini terkait situasi arus lalu lintas di jalur lintas Medan-Berastagi, Selasa (3/12/2024).

Hingga hari kedua pasca pembukaan jalur yang sebelumnya tertutup longsor, lalu lintas terpantau lancar dan aman. Petugas kepolisian tetap bersiaga di sejumlah titik yang dinilai rawan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Kami ingin menyampaikan bahwa arus lalu lintas di jalur Medan-Berastagi hingga saat ini berjalan aman dan lancar tanpa gangguan berarti. Namun demikian, kami mengimbau masyarakat pengguna jalan agar tetap waspada, terutama di lokasi yang rawan longsor,” ujar Kompol Andika T Purba dari lokasi.

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan intensif oleh petugas akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Kompol Andika turut mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya saat terjadi hujan. “Jika cuaca buruk seperti hujan lebat, kami harap masyarakat dapat berhenti sejenak di tempat yang aman atau memilih jalur alternatif yang lebih stabil,” katanya.

Jalur alternatif yang tersedia telah disiapkan untuk meminimalisasi risiko dan menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan. Diharapkan, masyarakat yang melintasi jalur ini tetap mematuhi arahan petugas dan menjaga keselamatan selama perjalanan, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. ( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Samosir – Penemuan jasad seorang wanita di Desa Simbolon Purba Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir, pada Kamis malam (5/12/2024) menggegerkan warga setempat. Tim dari Polsek Palipi, yang dipimpin oleh Aipda Asa Melki Hutabarat, bersama lima personel lainnya, segera mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari perangkat desa. Pengecekan juga melibatkan Kepala Desa Simbolon Purba Ciko Malau dan anggota Koramil 26 Palipi Serda Iwan.

Aipda Asa Melki Hutabarat menjelaskan bahwa laporan pertama diterima sekitar pukul 20.30 WIB. “Kami mendapat informasi bahwa telah ditemukan seorang wanita dalam keadaan terlungkup di kamar mandi rumahnya di Desa Simbolon Purba. Setibanya di lokasi, kami mendapati jenazah korban telah dimandikan dan dikenakan pakaian baru atas persetujuan pihak keluarga. Korban juga telah disuntik formalin,” ungkapnya.

Korban diketahui berinisial RS, berusia 59 tahun dan merupakan warga Desa Simbolon Purba. Dua saksi dalam kasus ini adalah suami korban, HS (63) Suami Korban dan RS (46), seorang tetangga korban.

Kronologi Kejadian
Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula ketika HS pulang dari warung tuak sekitar pukul 19.00 WIB. Saat tiba di rumah, ia mendapati pintu terkunci dan tidak ada jawaban dari dalam meski sudah memanggil istrinya. Karena khawatir, HS membongkar pintu secara paksa.

Setelah memasuki rumah dan melakukan pencarian, HS menemukan istrinya dalam posisi terlungkup di kamar mandi. Ia kemudian meminta bantuan tetangganya RS, untuk mencoba menyadarkan korban. Namun, upaya tersebut tidak berhasil, dan korban dinyatakan telah meninggal dunia di tempat.

Dari pengecekan luar tubuh korban, ditemukan luka lebam di bagian kening kanan. Keluarga menduga luka tersebut disebabkan oleh benturan saat korban terjatuh di kamar mandi. “Pihak keluarga, termasuk suami korban, telah menerima kejadian ini sebagai kecelakaan murni dan mengikhlaskan kepergian korban,” kata Aipda Asa Melki Hutabarat.

Brigpol Vandu P. Marpaung, pejabat sementara Kasi Humas Polres Samosir, menambahkan bahwa keluarga korban menolak autopsi. “Atas permintaan keluarga, autopsi tidak dilakukan. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan yang ditandatangani suami korban. Kami dari Kepolisian meminta kepada masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan informasi hoax atas kejadian tersebut, kita hargai keluarga kita yang sedang berduka,” ujarnya. ( Mabhirink Gutul)

 

 

Rimbunnews.com – Medan – Polsek Medan Baru berhasil menangkap dan melumpuhkan pelaku pencurian sepeda motor di parkiran Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto, Medan Petisah dan menghadiahi peluru panas pada kedua kaki pelaku.

Diketahui, pelaku atas nama Hairy Fadli Rambe alias Rambe (38), warga Jalan Pancing V5, Gang Amalia, Lingkungan III, Kelurahan Besar, Medan Labuhan, berhasil dilumpuhkan setelah mencoba melawan petugas saat proses pengembangan kasus.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan F SIK MH melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan, bahwa kejadian bermula, Selasa (12/11/2024), ketika korban M Hayim (26), seorang karyawan restoran di Plaza Medan Fair, memarkirkan sepeda motor Honda Vario hitam miliknya di area parkir mal.

“Saat hendak pulang pukul 23.00 WIB, korban terkejut mendapati sepeda motornya sudah tidak ada di tempat,” ungkap Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kamis (5/12/2024).

Dari hasil rekaman CCTV, terlihat pelaku bersama rekannya, yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO), menggunakan sepeda motor Honda Vario merah untuk memasuki parkiran. Mereka terekam merusak kunci motor korban sebelum membawa kabur kendaraan tersebut.

“Pelaku bahkan sempat menyerahkan karcis parkir saat keluar, untuk mengelabui petugas keamanan,” jelas Kombes Hadi.

Setelah penyelidikan intensif, Tim Unit Reskrim Polsek Medan Baru yang dipimpin Iptu Dian P Simangunsong berhasil menangkap pelaku, Rabu (4/12/2024), di kawasan Jalan Gatot Subroto. “Barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Scorpio hijau silver dengan nomor polisi H 6242-BLG turut diamankan,” tambahnya.

Namun, saat pengembangan dilakukan untuk mencari barang bukti lain, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. “Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kedua kaki pelaku. Pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan medis,” kata Kombes Hadi.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan pencurian di tiga lokasi berbeda, yakni Plaza Medan Fair, Sun Plaza, dan area belakang Center Point. “Setiap motor curian dijual seharga Rp500.000 dan uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

“Masyarakat diminta untuk membuat kunci ganda demi keamanan kendaraan dan polisi terus meningkatkan upaya pengungkapan kasus, terutama yang berkaitan dengan pencurian kendaraan bermotor,” pungkasnya. ( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Medan – Polsek Medan Tuntungan mengawal dengan aman proses perpindahan logistik Pemilu dari PPK Kecamatan Medan Tuntungan menuju gudang KPU Kota Medan, Rabu (4/12/2024).

Pengawalan tersebut melibatkan sejumlah personel kepolisian dan petugas KPPS.
Ratusan kotak suara dan bilik suara berhasil dipindahkan dengan menggunakan tiga unit truk. Proses pengawalan dilakukan secara ketat untuk memastikan keamanan dan integritas seluruh logistik Pemilu.
Kotak suara diberangkatkan setelah dilakukan penyerahan berita acara dan rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara calon Gubernu dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, calon Walikota dan Wakil Walikota Medan dari seluruh TPS di Kecamatan Medan Tuntungan.
Selain kotak suara dan bilik suara, sejumlah logistik lainnya seperti formulir hasil penghitungan suara juga turut diangkut dalam operasi ini. Seluruh logistik tiba di gudang KPU dalam keadaan aman dan siap untuk proses rekapitulasi suara. ( Mabhirink Gutul)

 

 

Rimbunnews.com – Sergai + Polsek Firdaus Polres Serdang Bedagai (SERGAI) sigap menangani Petani 57 Tahun ditemukan tak Bernyawa ditengah Sawah, pada hari Kamis 05 Desember 2024, Sekira Pukul 08.00 Wib.

Setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa ditemukan sesosok mayat Manusia tepatnya di Dusun XIII Desa Firdaus Kec. Sei Rampah Kab. Sergai. Sesuai Nomor : LP / A / 06 / XII/ 2024 / SPKT /POLSEK FIRDAUS / POLRES SERGAI / POLDA SUMUT, tgl 05 Desember 2024.

Tim personil Polsek Firdaus langsung menuju (TKP)Tempat kejadian perkara pada hari Kamis 05 Desember 2024 sekira pukul 09.00 Wib, Di Dusun III Desa Bakaran Batu Kec. Sei Bamban Kab Sergai. Provinsi Sumatera Utara.

Berikutnya, di ketahui bahwa Korban tersebut bernama Harapan Nainggolan, Lk, 57 tahun, seorang Petani, Alamat Dusun X Desa Sei Belutu Kec. Sei Bamban Kab. Sergai.

“Disebutkan, dalam penemuan Jenazah korban ini sudah telentang di sawah oleh Saksi Abdi Ompusunggu, Lk, 40 tahun, Wiraswasta, alamat Dusun III Desa Bakaran batu Kec. Sei Bamban. Saksi mengatakan, Kronologis Kejadian pada hari Kamis 05 Desember 2024 sekira pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya, Polsek Firdaus mendapat informasi dari masyarakat, di pertengahan sawah di temukan satu orang laki laki telentang dan dalam keadaan telah meninggal dunia.Dari saksi pelapor menyampaikan informasi temuan itu kepada Kapolsek Firdaus AKP Andi Sujenderal, S.H., M.H,

“Kemudian, Kapolsek Firdaus memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Hendri Ika Panduwinata. Beserta personilnya yakni Pawas IPDA MP. Ritonga dan Ka SPK AIPTU Joni Sirait serta personil piket Polsek Firdaus dan tim forensik polres sergai segerakan berangkat menuju tempat terjadian hal penemuan mayat tersebut.

Kapolsek Firdaus Membenarkan bahwa ditemukan mayat seorang laki-laki bernama Harapan Nainggolan korban sudah meninggal dunia dan sudah di pindahkan ke rumah duka.

Dari keterangan saksi-saksi menerangkan, korban ditemukan di Lokasi Persawahan dimana korban dalam keadaan telentang dalam keadaan meninggal dunia, dari hasil olah inafis memaparkan bahwa tidak terdapat tanda tanda kekerasan di tubuh korban.Namun oleh pihak keluarga korban membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan Autopsi. (. Mabhirink Gutul)

 

 

 

Rimbunnews.com – Sergai – Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Dolok Masango, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (4/12/2024) sore. Seorang pria berinisial MDA (31) tega menghabisi nyawa istrinya, LP (31), dengan sebilah parang di rumah orang tua korban.

Tak hanya itu, pelaku juga melukai dan menganiaya ibu mertuanya (orang tua kandung korban), Suyati (57), yang kini mengalami luka berat akibat bacokan di bagian kepala dan punggung. Saat ini orang tua korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit Sri Pamela, Kota Tebing Tinggi.

Kapolres Sergai, AKBP Jhon Hery Rakutta Sitepu, didampingi Kasat Reskrim AKP Donny Pance S, Ps. Kasi Humas Polres IPDA Dhyka N, dan Kanit I (Pidana Umum) IPDA Ibnu Isyady dalam konferensi pers Kamis (5/12/2024) di Halaman Sat Reskrim, mengungkapkan bahwa motif aksi keji ini diduga dendam dan sakit hati.

Kapolres juga menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, hubungan rumah tangga pelaku dan korban sudah lama tidak harmonis. Korban bahkan diketahui telah meninggalkan rumah karena dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan berencana menggugat cerai.

“Pelaku datang ke rumah mertuanya pada Rabu sore dengan membawa parang. Tanpa banyak bicara, dia langsung menyerang korban hingga mengalami luka fatal di bagian perut. Serangan tersebut merusak organ vital dan menyebabkan korban meninggal di tempat. Sementara itu, ibu korban, yang berusaha melindungi anaknya, turut menjadi sasaran amukan pelaku,” ungkap Kapolres.

Barang Bukti dan Proses Hukum Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk sebilah parang, pakaian yang digunakan korban, telepon genggam milik pelaku, sepeda motor, buku nikah antara pelaku dan korban, dan dokumen lainnya.

MDA kini ditahan di Polres Serdang Bedagai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik tengah mendalami kemungkinan penerapan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, yang ancamannya bisa mencapai hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk keluarga, tetangga, dan tersangka sendiri. Ini untuk memastikan apakah pelaku memang merencanakan aksinya atau melakukannya secara spontan,” ujar Kapolres.

Selain itu, Kapolres mengungkapkan bahwa pelaku diduga berada di bawah pengaruh narkotika jenis sabu saat melakukan aksinya, yang kemungkinan memicu emosinya menjadi tidak terkendali.

Tragedi ini menyisakan luka mendalam, terutama bagi kedua anak korban yang masih kecil. Anak pertama, seorang perempuan, duduk di kelas 5 SD, sementara adiknya, seorang laki-laki, masih duduk di taman kanak-kanak. Kehilangan ibu mereka dalam insiden tragis ini menjadi pukulan berat bagi keluarga.

Di akhir, Kapolres Sergai berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini. Kapolres menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berjalan, termasuk berkoordinasi dengan Jaksa pasal mana yang pantas dikenakan kepada Pelaku.

“Kami ingin memberikan keadilan bagi korban dan memastikan pelaku mendapat hukuman setimpal,” tutup Kapolres.Sebelumnya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kepala Desa Dolok Masango, Nazaruddin, kepada awak media menjelaskan bahwa sebelumnya korban sering pulang ke rumah orang tuanya dalam kondisi memar akibat dugaan KDRT.

“Korban sudah lama meninggalkan rumah suaminya dan tinggal bersama kami. Bahkan, dia sudah menyatakan ingin menggugat cerai,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi peringatan serius akan pentingnya penanganan KDRT dan pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika yang kerap memicu tindakan kriminal. ( Mabhirink Gutul )

 

 

Rimbunnees.com ,- , Medan ,- Dalam upaya melestarikan budaya Tionghoa, Ketua PTITD- SI 67, Budi Malem Komda Sumut Hadiri Peringatan  HUT Kwan Kong Guan ping dan  Zhou Cang  di Cetya Setia Sejati  di Jalan Pulau Berayan bengkel no. ,3 kelurahan Pulau Berayan bengkel Kecamatan Medan,

Kehadiran Ketua PTITD- SI 67, Budi Malem Komda Sumut Untuk bersama-sama melestarikan Budaya Tionghoa agar dapat menghargai perbedaan serta menjaga toleransi , kerukunan dan Peduli sesama dalam bingkai kebhinekaan dan juga bersatu untuk NKRI, kata Budi.

Demikian juga dikatakan pengusaha Cetya Setia Sejati, Suwardi Tani  bahwa Guan Yu adalah seorang jenderal terkenal dari Zaman Tiga Negara. Guan Yu dikenal juga sebagai Kwan Kong,  dilahirkan di kabupaten Jie, wilayah Hedong .

Menurut Suwardi Tani kita mempunyai tiga dewa  yaitu Kwan Kong, Guan ping dan Zhou Cang

Tapi pada umumnya orang jarang tau Yang biasa disembah hanya Kwan Kong dan Guan Ping sementara Zhou Cang jarang dirayalan ulang tahunnya , kata Suwardi.

Sementara prinsip Suwardi yang kita sembah itu tiga dewa kenapa  yang dia dirayakan ulang tahun sementara yang satu tidak dirayakan, ada apa kata Suwardi .

Dengan demikian Suwardi merayakan ulang tahun ketiga dewa tersebut agar Vihara atau Cetya yang lain bisa mengikuti, kata Suwandi.

Lebih lanjut kata Suwandi, sebulan lalu beliau asa kunjungan ke Tiongkok , disana dan pineng juga  diperingati ulang tahun Zhou Cang ini, kenapa di Medan atau di Indonesia tidak di tayang, kata Suwardi .

Dengan demikian Suwardi menghimbau kepada seluruh pengurus Cetya dan Vihara agar  merayakan ulangtahun ketiga dewa tersebut agar kita semua seragam salam memperingati HUT ketiga dewa yang kita puja, kata Suwardi. ( Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com, Jakarta,- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan menyebut, saat ini Indonesia bisa dikatakan dalam kondisi darurat narkoba. Untuk menanggulanginya, Desk Pemberantasan Narkoba yang dibentuk Kemenko Polkam akan fokus pada tiga upaya prioritas terdekat.

Hal tersebut dipaparkan Menko Polkam di sesi konferensi pers usai menggelar Rakor Desk Pemberantasan Narkoba di Mabes Polri, Kamis (5/12/2024).

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya mengambil tindakan tegas secara menyeluruh untuk menghancurkan jaringan narkoba hingga ke akarnya. Oleh karenanya hari ini pemerintah, dalam hal ini kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Desk Pemberantasan Narkoba, telah mengadakan rakor hasil capaian pemberantasan narkoba,” kata Budi Gunawan.

Menurut Menko Polkam, Indonesia tergolong darurat narkoba karena posisinya yang tidak lagi hanya menjadi konsumen biasa. Lebih dari itu, Indonesia sudah menjadi target pasar, bahkan menjadi salah satu produsen narkoba di dunia.

Pengguna narkoba di Indonesia juga cukup besar dengan peredaran yang makin meluas. Tidak hanya di kota-kota, melainkan sudah menjangkau daerah terpencil. “Pada 2024 angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai 3,3 juta orang yang didominasi generasi muda, terutama remaja berusia 15-24 tahun,” kata Budi Gunawan.

Sementara berdasarkan laporan intelijen keuangan, dalam kurun 2022 hingga 2024, total perputaran dana tindak pidana pencucian uang narkoba mencapai Rp99 triliun.

Menko Polkam lantas menyebutkan tiga upaya prioritas yang diputuskan dari Rakor Desk Pemberantasan Narkoba kali ini. Pertama adalah komitmen penuh dari seluruh kementerian dan lembaga untuk memperkuat sinergi, dan saling mendukung dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Sinergi ini mencakup koordinasi yang semakin intensif dalam tindakan preventif, penegakan hukum, rehabilitasi, edukasi, dan kampanye pemberantasan narkoba,” kata Budi Gunawan.

Upaya prioritas yang kedua lebih fokus pada ranah penindakan. Antara lain Desk Pemberantasan Narkoba akan memasifkan penelusuran dan pemblokiran dana rekening terkait peredaran narkoba. Akan dikaji pula rencana percepatan eksekusi hukuman mati bagi terpidana narkoba WNI yang sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap, serta tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan. “Sehingga tidak ada lagi ruang peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas,” kata Budi Gunawan.

Langkah ketiga, pemerintah akan terus menggencarkan edukasi dan kampanye bahaya narkoba pada komunitas masyarakat, komunitas pelajar, mahasiswa, dan berbagai kelompok lain melalui penggunaan berbagai platform.

“Tiga hal inilah yang tadi sudah diputuskan dalam Rakor hari ini dan menjadi komitmen bersama, dan akan segera ditindaklanjuti kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Desk Pemberantasan Narkoba,” kata Menko Polkam.

Pada kesempatan yang sama, Desk Pemberantasan Narkoba juga merilis hasil penindakan dalam satu bulan terakhir. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selaku ketua desk mengatakan, sepanjang satu bulan Desk Pemberantasan Narkoba bekerja, sudah terdapat 3.608 perkara yang diproses dengan mengamankan sekitar 3.965 tersangka.

“Serta barang bukti senilai Rp2,88 triliun, yang terdiri dari sabu, ganja, obat keras, happy five, ekstasi, tembakau gorila, kokain, dan lainnya,” kata Kapolri.

SIARAN PERS NO. 337/SP/HM.01.02/POLKAM/12/2024

Pdt .Penrad Siagian dalam rapat dengar pendapat Umum (RDPU) dengan Badan pengawas pekwrja migran Indonesia

Rimbunnews.com, Jakarta – Anggota Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, menyampaikan keprihatinannya terkait kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mengorbankan anak-anak bangsa.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Ruang Rapat BAP di Kompleks DPD RI, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2024.

Ia menyoroti perbedaan signifikan antara data pekerja migran yang dirilis oleh World Bank dan BP2MI, yang menunjukkan potensi banyaknya pekerja ilegal menjadi korban perdagangan manusia.

Menurut yang disampaikan BP2MI, data World Bank tahun 2017 mencatat 9 juta warga negara Indonesia bekerja di luar negeri, sementara data BP2MI hanya mencatat 3,6 juta pekerja migran resmi.

Selisih 5,4 juta pekerja tersebut diindikasikan sebagai pekerja ilegal yang rentan menjadi korban perdagangan manusia dan tidak mendapat perlindungan negara.

“Sebanyak 5,4 juta anak bangsa kita ini tidak masuk dalam rekap perlindungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017. Mereka adalah korban karena tidak tercatat sebagai pekerja migran resmi,” ungkap Penrad.

Ia menilai, ketidaksesuaian data ini menjadi indikasi lemahnya sistem perlindungan dan pengawasan terhadap pekerja migran Indonesia, khususnya di sektor informal.

Penrad juga menyoroti celah dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 yang belum mencakup perlindungan bagi pekerja informal.

Ia mencontohkan banyaknya kasus pekerja informal yang meninggal dunia, tidak digaji, atau menjadi korban penyiksaan.

“Pekerja migran informal sering kali menjadi korban eksploitasi. Undang-undang harus direvisi agar mereka juga mendapat perlindungan, karena bagaimanapun mereka adalah bagian dari anak bangsa,” tegasnya.

Penrad mengungkapkan bahwa sindikat perdagangan manusia melibatkan agen pengiriman pekerja migran atau P3MI (dulu dikenal sebagai PJTKI), yang berperan besar dalam pengiriman tenaga kerja ilegal ke luar negeri.

Ia menyebut laporan khusus sebuah media yang mengungkapkan bahwa sindikat ini mengeruk keuntungan hingga ratusan miliar rupiah setiap harinya.

“Ini adalah sindikat kelas mafia yang beroperasi secara internasional. Perlu ada revisi regulasi terkait P3MI, dan jika ditemukan pelanggaran, agen-agen ini harus ditutup tanpa kompromi,” tegasnya.

Penrad mencontohkan kasus terbaru seorang yang diduga korban perdagangan manusia bernama Zidan Dzil Ikram (18) dari Kamboja, yang berhasil dipulangkan dari Kamboja melalui inisiatif pribadi.

Zidan merupakan warga Jalan Sei Padang, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Tebingtinggi, Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

Ia berhasil dipulangkan setelah Penrad melakukan koordinasi dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto.

Ia menyoroti lambannya prosedur resmi dalam menangani korban, yang sering kali menyulitkan upaya penyelamatan.

Penrad juga menyoroti lemahnya pemahaman pemerintah daerah terkait proses pengiriman tenaga kerja resmi ke luar negeri.

Ia menekankan perlunya strategi pencegahan di tingkat daerah untuk memutus rantai perdagangan manusia.

“Korban perdagangan manusia ini banyak berasal dari daerah. Pemerintah daerah harus dilibatkan dalam strategi pencegahan, sehingga anak-anak bangsa ini tidak mudah terjerat oleh sindikat,” ujarnya.

Penrad mendesak BP2MI dan pemerintah untuk menyederhanakan prosedur penanganan korban TPPO dan memberikan perlindungan bagi semua pekerja migran, baik formal maupun informal.
Ia juga meminta revisi regulasi terkait P3MI agar sindikat perdagangan manusia dapat diberantas hingga ke akar-akarnya.

“Anak bangsa kita harus dilindungi. Jangan ada kompromi dalam menangani mafia perdagangan manusia. Dosa mereka tetap dosa,” tutupnya.[*]

 

 

Rimbunnews.com – Karo – Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam, Polres Tanah Karo menggelar Rapat Koordinasi dan Pelatihan dalam rangka pembentukan Tim SAR 2024 di Kabupaten Karo. Kegiatan berlangsung pada Kamis (6/11/2024) pukul 09.00 WIB di Aula Purpur Sage Tantya Sudhirajati dan Lapangan Apel Mako Polres Tanah Karo.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolda Sumut untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah Sumatera Utara.

Acara dipimpin oleh Waka Polres Tanah Karo, Kompol Zulham, S.H., S.Kom., M.M., dan dihadiri pejabat utama (PJU) serta Kapolsek jajaran. Hadir pula perwakilan lintas sektor seperti TNI, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas PU, PLN, Damkar dan pihak terkait lainnya. Kepala Pelaksana BPBD Karo Juspri Nadeak, turut hadir dalam acara ini.

Kegiatan diawali dengan diskusi koordinasi yang membahas langkah strategis pembentukan Tim SAR. Selanjutnya, pelatihan lapangan dilaksanakan, mencakup simulasi evakuasi dan pemeriksaan kesiapan kendaraan operasional serta peralatan SAR milik Polres Tanah Karo dan BPBD Kabupaten Karo.

Dalam sambutannya, Kompol Zulham menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan kesiapan maksimal menghadapi bencana. “Kesiap siagaan kita sangat bergantung pada kolaborasi yang baik. Dengan pembentukan Tim SAR ini, kita dapat memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Karo Juspri Nadeak, mengapresiasi langkah Polres Tanah Karo dalam memprakarsai pembentukan Tim SAR. “Kami siap bersinergi dengan Polres Tanah Karo dan seluruh instansi terkait untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana di Kabupaten Karo,” ungkapnya.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa keputusan penting, di antaranya:

1. Pembentukan Tim SAR Kabupaten Karo dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
2. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung, termasuk penerbitan surat keterangan operasional oleh BPBD Karo
3. Komitmen untuk mengadakan pertemuan berkala guna meningkatkan koordinasi dan efektivitas penanganan bencana.

Kasat Samapta Polres Tanah Karo, AKP Jonni H. Damanik, S.H., M.H., menambahkan bahwa kesiap siagaan ini diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Dengan terbentuknya Tim SAR Kabupaten Karo, Polres Tanah Karo berharap kemampuan mitigasi bencana di wilayah Karo dapat meningkat secara signifikan. Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Karo.( Mabhirink Gutul)