Luar Biasa …! Pelatihan dan .Penataran Kerohanian Digelar PTITDSI Bersama Matrisia Komdasu Disambut Hangat Umat Tridharma 

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Setelah sukses Persatuan Tempat Ibadah Tri Dharma  ( PTITD ) Se- Indonesia Komda Sumatera Utara Gelar Seminar Implementasi Dalam Pembelajaran Tri Dharma, maka PTITDSI bersama Matrisia Komda Sumatrta Utara  langsung mengadakan pelatihan dan .Penataran Kerohanian kepada . anggota Tri Dharma  di Royal Garden Restauran  jalan Tapanuli No. 109 Medan, Minggu ( 28/04/2024).

Umat Tridharma Sumatra Utara yang terdiri dari 62 lebih pengusaha atau pemilik Cetia, klenteng dan Vihara  sangat antusias pelatihan dan .Penataran Kerohanian kepada anggota Tri Dharma  yang langsung menghadirkan narasumber dari pusat.

Narasumber yang dihadirkan tersebut langsung dari pucuk pimpinan yang tidak asing lagi dikenal di wadah Tri Dharma baik dalam maupun luar negeri.

Ia adalah Ardian Cangianto  selain dikenal  sebagai penelitian dan pengembangan ( Litbang } PTITD  juga Kepala Devisi Humas Internasional.

Dalam kesempatan itu Ardian Cangianto memberikan penjelas kepada umat Tridharma Komda Sumatera Utara tentang  “Makna Dibalik Sembahyang ‘ dan Tata cara sembahyang menurut Tri Dharma .

Baca juga  Kapolda Sumut Melayat ke Rumah Duka Korban Tawuran di Belawan, Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Mengapa kita sembayang , Ardian menyampaikan kita sembahyang untuk meminta agar dimurahkan rezeki dan Hokky dan setelah itu terkabul kita sembahyang meningkat kan permintaan kita untuk aman dan setelah hidup serta permintaan empiris yakni.kesaktian, kebijakan dan kebijaksanaan, kata Adrian.

Selain itu Adrian juga menyampaikan tentang ‘ Rupang’ yang dihidupkan melalui proses kaiguang dan Zangzhuangdan seolah- olah hadir bagaikan CCTV, kata Adrian .

Adrian jugaengatakan bahwa Rupang’ bagaikan cermin dirikita sendiri yangemanaacatkan sifat- sifat tiada henti  terpancar dan harus disadari oleh umatnya yang mengandung tidak tampak oleh yang tampak, jelas Adrian.

Lebih lanjut Adrian menyampaikan, Tujuan akhir sembahyang yaitu membangun empat jalan yaitu berbakti kepada orang tua , berbakti kepada orang lain , mistiqal merawat qi Jing dan jeng, karya melalui kemampuan  masing – masing  yang memberikan kontribusi positif kepada masyarakat serta pengetahuan .

Baca juga  PENELITIAN PUSLITBANG POLRI DI POLRES SERDANG BEDAGAI

Selain itu Adrian juga menyampaikan tentang seni medium Tiongkok yang disampaikan secara Theurgy dan Hierophany.

Adrian juga mengatakan, jangan sekali-kali  meremehkan sila, karena sila itu hadir sebelum ada tindakan atau masih dalam hati. Hal itu lain dengan undang – undang karena undang – undang setelah  ada tindakan.

Pada kesempatan itu hadir Penyelenggara Budha kota Medan, Dwiyanti SAg atau sering disapa Wiewiek menyampaikan bahwa selama ini bekerjasama dengan Katua Tridharma Sumut , Budi Malem, keren tanpa kerjasama ini  saya tidak tau berapa  ceria, klenteng dan Vihara dibawan naungan Tridharma , kata Wiewiek.

Wiewiek juga menyampaikan, kita berterima kasih kepada pengurus Tridharma karena kita sudah dihimpun dan tidak berantakan atau dihimpun menjadi satu serta memenuhi legalitas sebuah tempat beribadah, kata Wiewiek.

Oleh sebab itu , kita harus memiliki legalitas baik akta perkawinan karena kalau tidak ada legalitas timbul masalah kebelakangan hari akan menjadi sulit untuk menyelesaikanya.

Baca juga  Brimob Polda Sumut Teruskan Dapur Lapangan dan Pembersihan Rumah Warga di Batang Toru

Dengan demikian nantinya kita akan buat pembaharu legalitas dengan perkawina massal gratis  agar dapat menyelesaikan masalah masalah yang timbul kebelakang hari, jelas Wiewiek.

Pada.kesempatan itu Weiwei pamit pindah tugas ke Jambi, Weiweik .mengatakan walaupun saya pindah ke Jambi hubungan kita untuk mengembangkan Tridharma terus berjalan , karena zaman canggih sekarang ini kita terus dapat berkomunikasi, kata Weiweik.

Pada.kesempatan itu penyerahan Penghargaan diserahkan kepada Dunia Eka Sari, Suanto, Yuniwati yang telah sukses mengikuti pelatihan walaupun domisilinya jauh.

Setelah menerima penghargaan, Yuniwati kepada wartawan menyampaikan, ” Saya salut dan bangga kepada ketua Tridharma Komda Sumut, karena seumur hidup gua belum pernah mendapatkan pelatihan seperti ini. Hendaknya pelatihan seperti ini dibuat setiap bulan untuk menbah.ilmu dan pengetahuan para pengurus cetia, Klenteng dan Vihara kedepan,” kata Yuniwati mengakhiri. ( Mabhirink Gutul )