H.Gus Irawan Pasaribu : Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan, 354 Siswa Tapsel Disiapkan Jadi Agen Perubahan

oleh

Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., menegaskan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tapanuli Selatan bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Penegasan itu disampaikan Bupati saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tapanuli Selatan di Gedung Serbaguna/Aula Sekolah Rakyat, Sipirok, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi sekolah untuk memperkenalkan program, fasilitas, proses pendidikan berasrama, serta potensi dan kemampuan para siswa kepada orang tua dan masyarakat.

Turut hadir Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Asisten III Triyanta, PIC dari Universitas Pertahanan (Unhan) Doni Setia Budi bersama para kadet, unsur Forkopimda, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Sipirok, Kepala Sekolah Rakyat Yusmidar, para guru dan tenaga kependidikan, wali asrama, serta orang tua siswa.

Di hadapan para siswa dan orang tua, Gus Irawan mengaku bangga melihat perkembangan anak-anak Sekolah Rakyat yang dinilainya memiliki semangat belajar, kedisiplinan, dan beragam talenta. Penampilan seni dan keterampilan siswa dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan perkembangan mereka selama mengikuti pendidikan berasrama.

“Anak-anak kita ini memiliki kecerdasan yang tinggi dan disiplin yang baik. Karena itu, saya meminta seluruh guru, tenaga pendidik, dan wali asrama membimbing serta mendidik mereka seperti anak sendiri,” ujar Bupati.

Menurutnya, pendidikan berasrama memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar lebih terarah, mengembangkan karakter, dan menggali potensi diri. Sistem ini juga memberikan ruang pembinaan yang lebih luas bagi anak-anak yang sebelumnya telah berhenti sekolah atau menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Baca juga  Personil Polsek Palipi Cegah Perpecahan di Tengah Masyarakat Akibat Politik Identitas

Gus Irawan menilai kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan dalam waktu dekat, tetapi dari kemampuannya membuka peluang bagi generasi muda untuk memperbaiki kehidupan keluarga dan lingkungan mereka.

“Bapak Presiden memiliki visi jauh ke depan. Anak-anak ini adalah anak Indonesia, anak bangsa yang memiliki hak untuk bahagia dan mempunyai masa depan yang baik. Kita tidak ingin kemiskinan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” tegasnya.

Bupati berharap para siswa kelak mampu menempuh berbagai profesi sesuai cita-cita dan kemampuan masing-masing, mulai dari prajurit TNI, pilot, hingga astronot. Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk terus bersemangat mengikuti seluruh proses pembelajaran, menjaga kedisiplinan, dan berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.

“Kalian adalah generasi pertama di Sekolah Rakyat ini. Kalian ikut menentukan bagaimana sekolah ini akan berkembang ke depan. Karena itu, ikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyebut Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan siap memberikan dukungan agar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang nyaman dan berkualitas.

Ia mengungkapkan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan sekolah tersebut mencapai 10 hektare. Selain kelengkapan sarana pendidikan, ia menginginkan lingkungan sekolah yang asri melalui penanaman pepohonan di sekitar kawasan.

Baca juga  Polres Tanah Karo dan Pemda Karo Gelar Launching Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Menurutnya, sekolah yang baik tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga harus nyaman untuk belajar, mendukung pembentukan karakter, dan menghasilkan lulusan berkualitas.

“Kita ingin Sekolah Rakyat Tapanuli Selatan menjadi sekolah yang megah, indah, luas, dan nyaman, tetapi yang paling penting adalah kualitas pendidikannya. Apa pun dukungan yang bisa diberikan pemerintah daerah, akan kita upayakan untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah, pengelola sekolah, tenaga pendidik, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait dalam menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria program.

Ia meminta pendataan dilakukan lebih awal, terutama bagi anak-anak di desa terpencil yang menghadapi keterbatasan jaringan komunikasi dan akses informasi. Dengan demikian, kesempatan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tapanuli Selatan, Yusmidar, menjelaskan bahwa open house digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan, sistem pendidikan, fasilitas, serta perkembangan Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di Tapanuli Selatan selama sekitar satu tahun.

Ia menyampaikan, kegiatan pembelajaran awal dimulai pada 30 September 2025 melalui sekolah rintisan yang berlokasi di Balai Latihan Kerja Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah itu, kegiatan pendidikan berlanjut di gedung sekolah permanen.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tapanuli Selatan menampung 354 siswa, terdiri atas 134 siswa jenjang SD, 134 siswa jenjang SMP, dan 86 siswa jenjang SMA. Para siswa didukung oleh 167 orang guru dan tenaga kependidikan.

Baca juga  OJK Kukuhkan Komite Pengembangan Keuangan Syariah, Perkuat Transformasi Sektor Syariah Nasional

Untuk jenjang SD, sekolah memiliki enam rombongan belajar yang mencakup kelas I hingga kelas VI. Jenjang SMP terdiri atas lima rombongan belajar untuk kelas VII dan VIII, sedangkan jenjang SMA memiliki tiga rombongan belajar untuk kelas X.

Yusmidar mengungkapkan, jumlah siswa saat ini belum memenuhi target penerimaan yang direncanakan. Sejumlah calon siswa mengundurkan diri karena belum terbiasa tinggal di asrama, sementara sebagian orang tua masih mengalami kesulitan berpisah dengan anak mereka.

Karena itu, pihak sekolah berharap dukungan Dinas Sosial dan instansi terkait untuk membantu pemenuhan kuota siswa sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain menyoroti pendidikan, Bupati turut mengingatkan seluruh pihak agar memperhatikan kondisi kesehatan siswa menyusul kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti wilayah Tapanuli Selatan.

Ia meminta pengelola sekolah mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila kondisi udara tidak mendukung. Jika kegiatan luar ruangan tidak dapat dihindari, siswa dan tenaga pendidik diimbau menggunakan masker serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan.

Bupati juga meminta Dinas Kesehatan dan puskesmas meningkatkan kewaspadaan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak paparan kabut asap.

Di akhir arahannya, Gus Irawan kembali mengajak seluruh unsur pemerintah, pengelola sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan Sekolah Rakyat.

Baginya, keberhasilan sekolah ini tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan proses belajar mengajar, tetapi juga oleh kepedulian bersama dalam memastikan anak-anak memperoleh pendidikan, pembinaan karakter, dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. (Nurdin Nasution)