Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan –
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan tidak boleh lagi ada lahan pertanian yang dibiarkan menganggur. Pemerintah Kabupaten Tapsel telah menyiapkan dukungan permodalan bagi petani melalui Bank Sumut dengan bunga 0 persen pada tahun pertama.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat menghadiri Panen Raya Jagung di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Sabtu (8/8/2026).
Gus Irawan mengatakan, pengembangan jagung menjadi salah satu upaya Pemkab Tapsel meningkatkan kembali produktivitas pertanian dan pertumbuhan ekonomi daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor pada 25 November 2025. Bencana tersebut menyebabkan lebih dari 3.000 hektare sawah gagal panen.
“Tidak boleh ada lagi alasan lahan menganggur. Kalau ada tanah yang tidak ditanami, mari kita produktifkan. Pemerintah sudah menyiapkan modalnya,” tegasnya.
Menurut Bupati, Gerakan Sepuluh Ribu Hektare Jagung terus didorong untuk mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Desa Damparan Haunatas dinilai berpotensi menjadi salah satu sentra pengembangan jagung karena masih memiliki puluhan hektare lahan yang dapat dikembangkan.
Untuk mempercepat perluasan areal tanam, Pemkab Tapsel juga mendorong mekanisasi pertanian, termasuk penyediaan alat berat, mesin rotary dan mesin pemipil jagung. Namun, pembukaan lahan tetap harus memperhatikan status dan ketentuan kawasan, termasuk memastikan lahan berada di area penggunaan lain (APL).
Bupati menyampaikan, persoalan modal tidak boleh lagi menjadi kendala bagi petani dan pelaku UMKM. Melalui dukungan pembiayaan pascabencana, Bank Sumut menyiapkan kredit dengan bunga 0 persen pada 2026, kemudian bunga 3 persen pada tahun berikutnya sesuai program yang berlaku.
“Modalnya harus disiapkan, cara berproduksinya harus diajarkan, dan hasil produksinya harus ada jaminan pasarnya. Baru program itu bisa berjalan dan berhasil,” ujar Gus Irawan. Nurdin Nasution.(Mabhirink Gutul)


