Rimbunnews.com – Tapanuli Selatan -Sebanyak 125 guru di Kabupaten Tapanuli Selatan memulai langkah baru untuk menjadi pemimpin pendidikan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026.
Program yang diikuti calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP itu resmi dibuka Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Medan, Senin (13/7/2026).
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Madya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Hairun Nissa, Kepala BPMP Sumatera Utara Afrizal Sihotang, Kepala BBGTK Sumut Yusuf, Kepala Dinas Pendidikan Tapsel Efrida Yanti Pakpahan, Direktur Aksara Wiguna Mandiri People Development Ardi Junaidi, para fasilitator, narasumber, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gus Irawan mengingatkan para peserta agar memanfaatkan diklat sebagai bekal untuk menjadi pemimpin sekolah yang mampu menghadirkan perubahan, bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya belajar, mengelola sumber daya, dan meningkatkan mutu pendidikan.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas kepala sekolah merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045. Karena itu, peserta diminta mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh, sebab kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.
Bupati juga berbagi pengalaman saat menggelar Diklat Manajemen Risiko bagi aparatur Pemkab Tapsel. Ia mengaku selalu mengevaluasi hasil pre-test dan post-test peserta untuk mengukur perkembangan kompetensi selama pelatihan. Selain itu, ia memastikan proses seleksi peserta Diklat BCKS dilakukan secara objektif melalui sistem berbasis teknologi tanpa campur tangan pihak mana pun.
Gus Irawan berharap seluruh peserta mampu menjadi kepala sekolah yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu melahirkan berbagai inovasi demi meningkatkan kualitas pendidikan di Tapanuli Selatan.
Sementara itu, Kepala BBGTK Sumut Yusuf menyampaikan Diklat BCKS merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan setiap kepala sekolah memiliki kompetensi sesuai standar nasional. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Tapsel Efrida Yanti Pakpahan melaporkan, diklat berlangsung selama 10 hari, mulai 13 hingga 22 Juli 2026, dengan melibatkan 125 peserta yang dibagi ke dalam empat kelas di BBGTK dan BPMP Sumut.
Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi guru dan calon kepala sekolah. Acara pembukaan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan cendera mata dari BBGTK Sumut kepada Bupati Tapanuli Selatan dan Kepala Dinas Pendidikan Tapsel.(Nurdin Nasution)


