Ketua Tridharma Komda Sumut Bersama Pembimas Hadiri Acara Syukuran Hut Dewa Kwan Phing Thai Zu Di Cetiya Gunung Naga

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem S.Mt bersama Pembimas Kementrian Agama Buddha RI Sumut, Sukasdi SE.MA menghadiri undangan Acara Syukuran Hut Dewa Kwan Phing Thai Zu di Cetiya Gunung Naga Jalan Brigjen Katamso Gang Lampu 1 no 88 B Medan sabtu 27 Juni 2026 siang .

Suhu Hendra Loe bersama pengurus Cetiya Gunung Naga menyambut baik kehadiran Jajaran Tridharma yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir di acara Hut Dewa Kwan Phing Thai Zu ini merupakan satu penghargaan besar bagi kami .

Suhu Hendra Loe menjelaskan sejarah Dewa Kwan Ping Thai Ze (Guan Ping) ini adalah putra angkat sekaligus jenderal kepercayaan Dewa Perang Kwan Kong (Guan Yu) Dalam sejarah Tiongkok, ia dipuja sebagai simbol kesetiaan, bakti seorang anak, dan keberanian militer.

Lahir pada tahun 178 M, Kwan Ping merupakan putra dari Guan Ding. Menurut novel klasik Kisah Tiga Negara (Romance of the Three Kingdoms), saat Kwan Kong singgah di rumah keluarga Guan Ding, ia diangkat menjadi anak angkat pada usia 17 tahun.

Baca juga  Hangat dan Penuh Haru, BKKBN Sumut Lepas Pengabdian Dr. Fatmawati

Ia dikenal berwajah putih, cerdas, dan sangat mahir menggunakan senjata golok
Kwan Ping selalu mendampingi ayah angkatnya dalam berbagai kampanye militer negara Shu Han pada Periode Tiga Negara.
Pada tahun 219 M, ia bersama Kwan Kong dikepung dan ditangkap oleh pasukan dari Kerajaan Wu Timur.

Acara juga di hibur oleh atraksi Barongsai Serta perjamuan makan siang bersama
Budi juga menyampaikan prosesi Ci Suak ini adalah ritual tolak bala atau buang sial dalam tradisi Tionghoa (Buddha, Tao, dan Konghucu) yang bertujuan untuk menyucikan diri, membuang nasib buruk, dan memohon keselamatan bagi shio yang diramalkan kurang beruntung pada tahun tersebut.

Makna dan Tujuan Tolak Bala Dipercaya dapat menjauhkan diri dari malapetaka, penyakit, dan kesialan.Keseimbangan Shio: Diadakan untuk menyeimbangkan nasib bagi mereka yang shio-nya “berseberangan” atau ciong pada tahun berjalan .

Baca juga  Satlantas Polres Sergai Beri Pelayanan SIM D untuk Penyandang Disabilitas

Umat menyiapkan potongan rambut, kuku, atau benang yang mewakili diri mereka sendiri sebagai simbol pembuangan sial.
Benda-benda simbolis tersebut kemudian dilarungkan ke laut/sungai atau dibakar agar segala penyakit, rintangan, dan nasib buruk sirna dan digantikan dengan berkah di tahun yang baru.

Pada kesempatan itu Sukasdi menyampaikan, selamat ulangtahun Dewa Kwan Phing Thai Zu yang membawa berkah keselamatan dan kesuksesan untuk kita semua, kata Sukasdi.

Sukasdi juga mengatakan, mudah-mudahan umat di Cetiya Gunung Naga ini dapat menjaga toleransi beragama dan lebih mengutamakan kerukunan umat beragama sehingga kerukunan umat beragama menjadi kondusif dan terjalin sangat baik sekali, jelas Sukasdi.

Sukasdi berharap, kedepannya ada pembinaan dan layanan dari majelis yang berkolaborasi dengan kementerian agama untuk menjamin layanan keagamaan dan peribadatan umat yang ada di Kota Medan dan Sumut secara umum, tutur Sukasdi.

Baca juga  Polres Sergai Melaksanakan Salat Ghaib Mendoakan Seorang Driver Yang Meninggal Dunia Akibat Terlindas kendaraan Taktis Brimob Polri

Demikian juga ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem yang sangat mengapresiasi pengurus Cetiya Gunung Naga ini selalu membantu masyarakat yang membutuhkan dan selalu berbuat kebajikan tanpa memandang suku, ras dan agama semoga kedepannya bisa semakin besar dan lebih peduli lagi kepada masyarakat khususnya kota medan .

Budi juga menyampaikan terima kasih kepada Pembimas Kementrian Agama Buddha telah banyak membantu pembinaan dan pemberian legalitas kepada Vihara, Klenteng, Cetiya serta mendukung semua program keagamaan, kata Budi .

di akhir acara seluruh pengurus Cetiya Gunung Naga bersama rombongan Tridharma mengadakan foto bersama dan acara berlangsung aman dan kondusif . (Mabhirink Gutul)