Rimbunnews.com – Sunggal – Ketua Tridharma Komda Sumut , Budi Malem Smt hadiri Perayaan HUT Dewa Kai Sua Tai Te di Cetiya Dhammakaya Jalan Tapian Nauli Pasar 1 MAS C 23 Medan Sunggal Kamis 1 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut disambut baik dari pengurus Cetiya Dhammakaya, Henghuat karena kehadiran tersebut merupakan suatu kehormatan bagi kami pengurus Cetiya Dhammakaya
Pada kesempatan itu Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem Smt menyampaikan selamat ulang tahun Kai Sua Tai Te.
Semoga dalam ulang tahun ini kita diberi kesehatan dan rezeki yang melimpah serta kita mendoakan semoga negara kita khususnya Sumatra Utara dalam keadaan aman, nyaman dan kondusif.semoga para pengurus Cetiya Dhammakaya diberi kesehatan dan kesuksesan agar kedepannya dapat melayani umat dengan lebih baik bahwa keberadaan Cetiya Dhammakaya .
Budi Malem mengharapkan dapat memberikan manfaat bagi umat serta menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai keagamaan dan kerukunan di tengah masyarakat.
Keberadaan rumah ibadah Cetiya Dhammakaya bukan hanya menjadi tempat untuk menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi tempat pembinaan umat serta mempererat kebersamaan dan kerukunan masyarakat,”ujar Budi Malem.
Kepala lingkungan IX Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Bonando Siagian menyampaikan, atas nama pemerintah Kota Medan kita turut mendukung kegiatan keagamaan yang dilakukan warga di Cetiya Dhammakaya tetap mendukung dan memberikan keamanan bagi masyarakat untuk beribadah.
Apa lagi dalam kegiatan hari ulang tahun Dewa Kai Sua Tai Te seperti ini, kita siap dukung , kata Bonando.
Suhu Enghuat menjelaskan bahwa Dewa Kai Sua Tai Te atau dikenal dengan nama Hokkien Kai San Ta Ti / Kai Tian Da Di adalah salah satu dewa pelindung dalam kepercayaan Taoisme dan masyarakat Tionghoa yang sering dihubungkan atau disamakan dengan Xuan Tian Shang Di atau Hian Thian Siang Te atau sebagai dewa perintis/pembuka tanahNama Kai Tian Da Di atau Kaisar Agung Pembuka Langit atau Kai San Ta Ti atau disebut Kaisar Agung Pembuka Gunung/Wilayah sering digunakan secara bergantian dalam tradisi lokal untuk memuja Xuan Tian Shang Di (Hian Thian Siang Te) atau manifestasi roh suci yang berjasa membuka daerah baru, menolak bala, dan melindungi para perantau.Berdasarkan wiracarita tradisional, Xuan Tian Shang Di aslinya adalah seorang pangeran dari negeri Jing Luo yang menolak tahta kerajaan dan memilih untuk bertapa di gunung demi mencapai kesempurnaan TaoSetelah bertapa puluhan tahun dan menaklukkan berbagai siluman, ia diangkat oleh Kaisar Langit menjadi penguasa Langit Utara dengan wibawa yang sangat tinggi.
Digambarkan sebagai seorang panglima perang agung berwajah gagah, berambut terurai, mengenakan pakaian keemasan, memegang pedang penakluk iblis, dan menginjak simbol kura-kura serta ular.Kedua hewan tersebut melambangkan elemen kekuatan spiritual utara yang telah ditundukkan oleh sang dewa selama masa pertapaannyaBanyak dipuja oleh masyarakat Tionghoa perantauan terutama kelompok Hokkien dan Tiochiu sebagai pelindung keselamatan, penolak bala, serta dewa yang memberkati pembukaan lahan atau tempat tinggal baru ungkap Suhu Enghuat saat di wawancarai Mitra Poldasu News di sela sela acaraPantauan wartawan Mitra Poldasu News di lokasi tampak ramai para tamu undangan yang hadir untuk memgikuti acara ritual sembayang berdoa meminta keselamatan,kesehatan serta kelancaran usaha dan dijauhan dari mara bahaya.
Acara memperingati hari ulang tahun Kai Sua Tai Te di Cetiya Dhammakaya dimeriahkan oleh atraksi barongsai dari Lion Dence Hisosu Binjai. (Mabhirink Gutul)


