Rimbunnews.com – Medan – Dalam rangka acara Pho Tho atau Ulambana pelimpahan jasa kepada leluhur Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem Smt kunjungi Vihara Panca Manggala Metta di jalan persatuan raya gang saudara no 88 D, Kamis , 10 September 2026 dan Pukul 10.00 wib acara sembahyang bersama dan Pukul 16.00 wib acara makan dengan anak- anak panti asuhan.
Kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut bersama tim disambut hangat oleh pengelola Vihara Panca Manggala Metta, Bob.
Bob mengatakan , pada hari yang baik ini marilah kita beramai ramai datang berdoa memohon kepada TYME agar negara kita aman sentosa , serta kita diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah .
Bob mengatakan, kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut merupakan penghargaan besar bagi pengurus Vihara Panca Manggala Metta untuk perkembangan rumah ibadah tersebut ke depan, kata Bob.
Pengelola Panca Manggala Metta, Bob menyampaikan, acara Pho Tho atau Sembahyang Rebutan / Cioko merupakan ritual persembahan masyarakat Tionghoa untuk mendoakan arwah leluhur serta roh-roh yang tidak memiliki keluarga, kata Bob didampingi Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem.
Lebih lanjut Bob mengatakan, sembahyang ini dilakukan pada bulan ketujuh penanggalan imlek atau biasanya mencapai puncak pada hari ke-15.
Karena berdasarkan kepercayaan, pada bulan ini gerbang akhirat terbuka agar para arwah dapat berkunjung ke dunia manusia, jelas Bob.
Tujuan dari sembahyang ini untuk mengirimkan doa agar arwah leluhur atau roh terlantar mendapat ketenangan dan jalan menuju alam baka.
Biasanya sembahyang ini dengan menyiapkan meja berisi makanan, buah, hingga replika pakaian dan harta benda dari kertas yang kemudian dibakar sebagai simbol bekal bagi para arwah.
Di beberapa kelenteng atau vihara, ritual ini juga diisi dengan pembagian beras atau paket sembako kepada warga kurang mampu sebagai wujud amal kebajikan.
Budi Malem Smt sangat mengapresiasi kegiatan Pho Tho yang diselenggarakan Vihara Panca Manggala Metta, karena kegiatan ini merupakan salah satu untuk melestarikan budaya Tionghoa, dimana kegiatan ini adalah ritual persembahan masyarakat Tionghoa untuk mendoakan arwah leluhur serta roh-roh yang tidak memiliki keluarga.
Budi berharap anggota PTITD-SI 67 dan MARTRISIA turut melestarikan budaya Tionghoa agar tidak punah kedepannya, kata Budi .
Kegiatan Pho Tho ini juga dilaksanakan menyantuni seratus orang anak yatim dan diakhiri dengan makan bersama. (Mabhirink Gutul)


