Pembimas Sumut Bersama Ketua Tridharma Komda Sumut Disambut Baik Pengurus Cetiya Setia Sejati Medan

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Pengurus Cetiya Setia Sejati Medan Suwardi Tani sambut baik kehadiran Pembimas Kementrian Agama Buddha RI Sumut, Sukasdi SE.MA bersama Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem Smt di Cetiya Setia Sejati Medan Jalan Jalan Bundar No 3A Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Timur Sabtu 27 Juni 2026 .

Kehadiran Ketua Tridharma Komda Sumut, Budi Malem S.Mt bersama Pembimas Kementrian Agama Buddha RI Sumut, Sukasdi.SE.MA dan rombongan menghadiri acara hut dewa Kwan Phing di Cetiya Setia Sejati .

Suwardi mengatakan Dewa Kwan Phing atau Guan Ping adalah putra angkat sekaligus jenderal kepercayaan Kwan Kong (Guan Yu), Dewa Perang dalam kepercayaan Tionghoa dan Taoisme.

Baca juga  Brimob Polda Sumut Perkuat Prestasi Olahraga, Raih Medali di Kejuaraan Karate Kajatisu Cup II 2026

Ia dikenal luas sebagai simbol ketulusan, kesetiaan, dan keberanian Dalam kisah klasik Sam Kok (Kisah Tiga Negara), ia diadopsi oleh Kwan Kong pada usia 17 tahun dan mendampingi sang ayah dalam berbagai pertempuran di masa Kerajaan Shu Han Ia dieksekusi bersama ayah angkatnya oleh pasukan Wu Timur pada tahun 219 Masehi Di kelenteng, ia sering dipuja mendampingi Kwan Kong bersama Zhou Cang (berwajah hitam). Wajah Kwan Phing secara tradisional digambarkan bersih atau berwarna putih, melambangkan kemurnian hati.

Sosoknya menjadi teladan spiritual yang mengajarkan nilai-nilai welas asih, pengabdian, dan toleransi ungkapnya saat di wawancarai Mitra Poldasu News di lokasi Pantauan wartawan Mitra Poldasu News di lokasi tampak ramai masyarakat,tamu undangan yang hadir untuk berdoa, sembayang dan memberikan persembahan dengan tujuan agar di berikan keselamatan, kesehatan dan kelancaran rejeki .

Baca juga  Doa dan Kepedulian di Pengungsian, Polres Sibolga Salurkan Bansos untuk Korban Banjir dan Longsor

Sukasdi mengatakan sangat medukung semua kegiatan kegiatan positif dari tempat ibadah di bawah naungan Tridharma harapanya kedepan Cetiya Setia Sejati ini bisa semakin berkembang dan lebih peduli lagi kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang ras, suku dan agama tutupnya .

Demikian juga di sampaikan Budi Malem juga menyampaikan bahwa Tridharma adalah tempat teloransi,harmonisasi dan kerukunan antar umat, jadi kita sebagai anggota Tridharma harus menjaga kerukunan beragama antar sesama tanpa memandang ras,suku dan agama Perayaan ulang tahun ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar umat dan memupuk semangat berbuat kebaikan dalam masyarakat tutup Budi.

Diakhir acara seluruh pengurus Cetiya Setia Sejati bersama Rombongan Tridharma mengadakan foto bersama. (Mabhirink Gutul)