Ketua Permabudhi Hadiri Perayaan Dharma Santi Waisak 2570 TB/2026 Buddhis Tamil Mengusung Tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia”

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Ketua Permabudhi Sumut , Drs Wong Chun Sen Tarigan M.Pd.B diwakili wakil Ketua Permabudhi Sumut, Budi Malrm SMt hadiri Perayaan Dharma Santi Waisak 2570 TB/2026 Buddhis Tamil berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan yang diselenggarakan di Adventist Convention Hall, Medan, Selasa (16 no/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan nilai-nilai kasih sayang, serta menumbuhkan semangat toleransi dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Perayaan Dharma Santi Waisak 2570 TB/2026 Buddhis Tamil mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia”, acara tersebut dihadiri tokoh-tokoh agama Buddha, pengurus organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta umat Buddha Tamil dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan berbagai agenda keagamaan dan kebudayaan yang mencerminkan kekayaan tradisi Buddha Tamil.

Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Tri Suci Waisak yang sarat dengan nilai-nilai kebajikan dan spiritualitas.

Dalam sambutannya, perwakilan panitia menyampaikan bahwa peringatan Waisak tidak hanya menjadi sarana refleksi spiritual atas ajaran Sang Buddha, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai cinta kasih, welas asih, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga  Operasi Undercover Satresnarkoba Polres Binjai Berhasil Gagalkan Peredaran Ekstasi

Melalui semangat Waisak, umat diajak berperan aktif menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menciptakan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Perwakilan PD Permabudhi Sumut, Budi Malem, S.M.T., menjelaskan bahwa Dharma Santi Waisak merupakan puncak rangkaian silaturahmi dan perayaan kebersamaan umat Buddha setelah pelaksanaan ibadah Hari Raya Tri Suci Waisak.

“Dharma Santi menjadi wadah untuk merefleksikan nilai-nilai kebaikan sekaligus mempererat persaudaraan. Dharma berarti kebenaran atau ajaran, sedangkan Santi berarti damai atau ketenangan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis serta memperkuat nilai-nilai cinta kasih, toleransi, kepedulian, dan kerukunan,” ujarnya.

Menurut Budi, Dharma Santi juga menjadi bentuk ungkapan syukur umat Buddha setelah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan Waisak, seperti penyampaian Dharma, doa bersama untuk kedamaian bangsa dan dunia, hingga pentas seni dan budaya.

Baca juga  Kapolres Tanah Karo Bersama Forkopimda Lepas Calon Jemaah Haji Kabupaten Karo

Demikian juga Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Sumut Sukasdi, S.E., M.A., menyampaikan bahwa di tengah berbagai tantangan global yang ditandai konflik, perpecahan, dan krisis kemanusiaan, peringatan Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era 2026 menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya merawat perdamaian melalui kebajikan, welas asih, serta penghormatan terhadap keberagaman.

“Dengan mengusung tema nasional Dharma Menjaga Perdamaian Dunia, Waisak tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ajaran kasih sayang, pengendalian diri, dan kebijaksanaan merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis,” ungkapnya.

Selain sebagai perayaan hari suci keagamaan, Dharma Santi Waisak juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarumat Buddha serta memperkuat hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat.

Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi terciptanya kehidupan yang damai, aman, dan sejahtera.

Di akhir acara, seluruh panitia, tokoh agama, dan tamu undangan melaksanakan sesi foto bersama. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif hingga selesai.

Baca juga  Hadapi Bulan Suci Ramadhan 1445 H, PAC PP Medan Tuntungan Bagikan Ratusan Takjil Kepada Pengguna Jalan dan Masyarakat Ladang Bambu

Dengan terselenggaranya Dharma Santi Waisak 2570 TB/2026 Buddha Tamil ini, umat Buddha berharap nilai-nilai kebajikan, toleransi, persaudaraan, dan perdamaian dapat terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Turut menyampaikan sambutan Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shanker Goel, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Sumatera Utara Ir. Eddy Sujono

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Sukasdi, S.E., M.A., Plt. Penyelenggara Buddha Kota Medan Darsono, S.Ag., M.Si., Penyelenggara Buddha Kota Pematangsiantar Gunawan SE.,MM. Penyelenggara Buddha Kabupaten Deli Serdang Rames Khumar, S.Ag., M.Pd., Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Sumatera Utara Ir. Eddy Sujono, Tokoh Buddhis Tamil Narandas, Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shanker Goel, serta perwakilan PD Permabudhi Sumatera Utara Budi Malem, S.M.T. dan Johan.

“Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta” — Semoga semua makhluk hidup berbahagia. (Mabhirink Gutul)