Rimbunnews.com – Medan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dewi Nang Kwak, Ketua MARTRISIA dan PTITD-SI 67 Budi Malem Smt bersama bendahara MARTRISIA dan PTITD-SI 67 Setiawati Isah dan juga beberapa pengurus MARTRISIA dan PTITD-SI 67 melakukan Kunjungan di Cetiya 7 Bidadari di Jalan Serba Guna Gang Mahoni No. 77 Helvetia, Jumat ( 24/04/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ketua MARTRISIA dan PTITD-SI 67, Budi Malem mengucapkan selamat HUT Dewi Nang Kwak, dimana dalam ulang tahun Dewi ini kita selalu diberkati dalam kesehatan dan kemajuan usaha kita masing-masing, kata Budi.
Budi juga mengatakan semoga Cetiya 7 Bidadari semakin maju dan sukses kedepannya .

Dalam kunjungan tersebut pengurus Cetiya Tujuh Bidadari,(Mei Fung) menyambut dengan ramah tamah dan menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua Tridharma Komda Sumut (Budi Malem S.Mt) Karena kunjungan tersebut merupakan penghargaan besar bagi kami
Mei Fung mengatakan hari ini adalah hari ulang tahun Dewi Nang Kwak adalah sosok dewi atau roh wanita yang paling dikenal di Thailand sebagai simbol kekayaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Sering disebut “Ibu” oleh masyarakat lokal, ia dipercaya mendatangkan pelanggan dan rezeki, sehingga patungnya banyak dipasang di toko-toko atau usaha di Thailand.
Nang Kwak adalah Bodhisattva,dewi rumah tangga,atau Roh dalam cerita rakyat Thailand Ia dianggap membawa keberuntungan, kemakmuran, dan menarik pelanggan ke suatu bisnis. Meskipun Nang Kwak lebih merupakan tokoh cerita rakyat populer dari pada dewa, ada legenda Buddha yang berupaya memasukkannya ke dalam ajaran Buddha.
Selain Nang Kwak, masyarakat Thailand juga sangat menghormati Mae Thorani (Dewi Bumi) dan beribadah kepada sosok welas asih seperti Kwan Im (Bodhisattva Avalokitesvara) tutupnya.
Hal senda juga di sampaikan Budi Asal-usul: Legenda menyebutkan ia berasal dari kisah Supawadee, putri seorang pedagang India, yang membawa keberuntungan bagi bisnis ayahnya. Ia dihormati baik dalam tradisi Brahmanisme maupun Buddha di Thailand.
Posisi Patung: Biasanya diletakkan di tempat usaha, menghadap ke depan untuk “melambaikan tangan” memanggil pelanggan, sering kali disertai persembahan seperti air merah (minuman manis), manisan, dan bunga.
Fungsi: Memohon peningkatan penjualan, kekayaan, dan berkah dalam perdagangan.
Nang Kwak dianggap sebagai salah satu jimat (amulet) paling populer di Thailand untuk mendatangkan rezeki.
Biasanya mengenakan pakaian bergaya Thailand berwarna merah, Nang Kwak adalah inkarnasi dari Mae Po Sop, dewi padi Thailand. Dia mirip dengan dewi Hindu Lakshmi .
Nang Kwak dapat ditemukan di antara toko-toko dan para pedagang.
Budi juga menyampaikan bahwa PTITD tempat teloransi,harmonisasi dan kerukunan antar umat, jadi kita sebagai anggota Tridharma dan Martrisia harus menjaga kerukunan beragama antar sesama
Perayaan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar umat dan memupuk semangat berbuat kebaikan dalam masyarakat tutup Budi .
Pada kesempatan itu juga, pengurus Cetiya 7 Bidadari memberikan bingkisan kepada anak panti asuhan setempat.
Pada kesempatan itu pengurus Cetiya 7 Bidadari mengucapkan terimakasih kepada pakDe atas partisipasinya renovasi Cetiya 7 Bidadari karena dengan renovasi tersebut Cetiya 7 Bidadari dapat dimanfaatkan masyarakat untuk sembahyang.
Mei Dung dan seluruh pengurus Cetiya 7 Bidadari turut berdoa agar kedepannya PakDe tetap sehat dan rezeki nya semakin berlimpah, kata Mei Fung.
Sementara pantauan wartawan di lokasi tampak ramai masyarakat yang hadir memgikuti ritual sembayang mulai dari memasang dupa,lilin serta doa keselamatan dan kelancaran rejeki,usaha. (Mabhirink Gutul)


