Perkuat Kerja Sama Antar Daerah, BI Sumut Lepas Pengiriman Cabai Merah Keriting Karo ke Palangka Raya

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, dan Pemerintah Kota Palangka Raya kembali memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pelepasan pengiriman cabai merah keriting dalam skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD).

Pada kegiatan ini, total cabai merah keriting yang dikirimkan mencapai 1,05 ton dan dilakukan dalam tiga tahap pengiriman.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga dan kecukupan pasokan komoditas pangan strategis, khususnya cabai merah keriting, di tengah dinamika produksi dan distribusi antarwilayah.

Penguatan konektivitas perdagangan antar daerah menjadi kunci untuk mengatasi ketidakseimbangan pasokan dan harga antar wilayah.

Baca juga  Wujud Syukur dan Pengabdian, Polresta Deli Serdang Gelar Doa Bersama HUT Bhayangkara ke-79

Cabai merah merupakan salah satu komoditas utama penyumbang inflasi pangan yang pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan. Saat ini, Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Karo sebagai sentra produksi cabai merah, tengah mengalami surplus pasokan akibat panen serentak sehingga harga di tingkat produsen sempat mengalami tekanan signifikan.

Sebaliknya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menghadapi keterbatasan pasokan yang berdampak pada relatif tingginya harga cabai di wilayah tersebut. Kondisi ini menegaskan pentingnya optimalisasi distribusi antarwilayah sebagai upaya menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah konkret dalam merespons kondisi surplus produksi cabai merah di Sumatera Utara yang sempat menekan harga di tingkat petani hingga sekitar Rp12.000 per kilogram, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan daerah tujuan.

Baca juga  Banjir Tapanuli Selatan: Pdt. Penrad Siagian Serahkan 1.000 Paket Bantuan kepada Warga Terdampak

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menegaskan bahwa Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pendekatan hulu hingga hilir.

Implementasi Kerja Sama Antar Daerah merupakan salah satu strategi utama yang secara konsisten didorong oleh Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memperkuat keseimbangan pasokan dan permintaan antarwilayah serta memitigasi gejolak harga.
Ke depan, TPID Provinsi Sumatera Utara akan terus mendorong penguatan ekosistem pangan daerah yang tidak hanya berfokus pada aspek distribusi, namun juga mencakup peningkatan produktivitas, perbaikan efisiensi rantai pasok, serta pemanfaatan digitalisasi sistem informasi pangan. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengendalian inflasi yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan, guna menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (Mabhirink Gutul)