Tahap Keempat, Senator Penrad Siagian Salurkan Bantuan dan Serap Aspirasi Korban Bencana Tapanuli Raya

oleh

Rimbunnews.com, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Pdt. Penrad Siagian, kembali turun langsung menyalurkan bantuan tahap keempat bagi korban bencana alam di wilayah Tapanuli Raya pada awal tahun 2026.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima pada Minggu, 11 Januari 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Penrad dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah lokasi terdampak, antara lain masyarakat Tapanuli Tengah yang berada di Bonan Dolok, Pantai Barat, Huta Nabolon, dan Sipange.

Kemudian Hutagodang, lokasi yang turut terdampak dari Aek Ngadol Garoga di Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Muara Ampolu serta Desa Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Baca juga  Bahas Konflik Agraria di Sumut, Anggota DPD Penrad Siagian: Harusnya Satgas PKH Sasar Perusahaan, Bukan Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Penrad menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak.

Bantuan juga dilengkapi dengan peralatan memasak seperti kuali, piring, cangkir, sendok, dan garpu, serta perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, pensil, dan kebutuhan belajar lainnya.

Ia menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi bencana tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan serap aspirasi masyarakat.

Lebih lanjut, dia juga melihat langsung kondisi lapangan sekaligus mendengarkan kebutuhan dan keluhan warga pascabencana.

Aspirasi tersebut, kata Penrad, akan menjadi bahan penting dalam memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Seluruh temuan di lapangan akan disampaikan dan diperjuangkan di tingkat pusat agar penanganan pascabencana di Tapanuli Raya dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca juga  Banjir Bandang-Longsor Tapanuli Raya: Penrad Siagian Soroti Kerusakan Ekologis, Desak Audit Total PT TPL

Menurutnya, fase rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah.

Dukungan kebijakan dan anggaran dinilai sangat penting agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Namun, Pdt. Penrad Siagian mengingatkan agar pendanaan dan pembiayaan tidak membebani anggaran daerah.[anta)