Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) dan Majelis Rohaniwan Tridharma Seluruh Indonesia (Matresia) Sumatera Utara turun langsung menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Vihara Leng An Bio” jalan Pelita No. 72 Kelurahan Batang Kuis Pekan Kecamatan Batang Kuis Deli Serdang dan Masyarakat Helvetia Timur, Minggu ( 28/12/2025).
Banjir yang merendam kawasan padat penduduk itu tak hanya merusak rumah dan perabot warga, tetapi juga memutus aktivitas ekonomi dan meninggalkan beban psikologis bagi keluarga korban.

Bantuan yang disalurkan tersebut berasal dari donasi PTITD-SI dan MARTRISIA Pusat Surabaya.
Ketua Permabudhi Sumut Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B bersama Ketua PTITD-SI dan Matresia Komda Sumut Budi Malem, SMt turun langsung menyapa warga dan menyerahkan bantuan secara simbolis.
Di hadapan warga, Wong Chun Sen Tarigan menyampaikan empati mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kehadiran Permabudhi dan Matresia bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga dukungan moril agar warga tetap kuat menghadapi cobaan.
“Wilayah ini memang dekat dengan aliran sungai dan rawan banjir, namun kejadian kemarin benar-benar di luar perkiraan.
Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban bapak dan ibu, sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit kembali,” katanya.
Paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, teh, mi instan, dan minyak goreng.
Wong juga menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada warga, seraya berharap tahun mendatang membawa kesehatan, keselamatan, dan kehidupan yang lebih baik.
Demikian juga Ketua PTITD-SI dan Matresia Komda Sumut Budi Malem menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bantuan yang terus digulirkan ke berbagai daerah terdampak banjir di Sumatera Utara.
“Hari ini kami berada di Helvetia Timur, sebelumnya kami juga membantu warga di Batangkuis. Ke depan, kami berencana menyalurkan bantuan ke Aceh Tamiang yang kondisinya cukup memprihatinkan. Ini adalah panggilan kemanusiaan, tanpa melihat latar belakang apa pun,” katanya.
Pembagian sembako tersebut diprakarsai pengelola Vihara Leng An Bio, Robert dangan jeli dan telaten serta teratur membagikan seratus paket sembako tersebut kepada masyarakat terdampak banjir di sekitar Vihara tersebut.
Rasa haru dan syukur pun tergambar dari wajah warga penerima bantuan. Salah satunya, Ny. Simbolon Br. Pasaribu, yang mengaku sangat terbantu dengan kepedulian tersebut.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Di saat kondisi sulit seperti ini, perhatian dan kepedulian sungguh menguatkan hati. Semoga kebaikan bapak dan ibu dibalas oleh Tuhan,” tuturnya lirih.
Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa di tengah bencana, nilai kemanusiaan dan kebersamaan tetap hidup, memberi harapan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari musibah. (Mabhirink Gutul)


