Rimbunnews.com, Jabar – , Pada 2 juni 2025 . Secara serentak seluruh sekolah dasar di Depok akan mengumumkan kelulusan siswa , untuk sekolah dasar negeri maupun swasta . Dan secara serentak pula akan dibuka penerimaan siswa – siswi baru di SMP negeri di seluruh kota Depok . Pendaftaran siswa – siswi baru untuk SMP negeri di kota Depok ini akan mulai pada 2 junni 2025 juga sampai dengan 5 junni 2025 . Dari hasil pantauan Rimbun news di lapangan , banyak para orang tua murid untuk calon siswa dan siswi SMP yang mengalami kekawatiran karena disinyalir banyak para calo yang berkeliaran di kota Depok . Para calo itu menyebar informasi kepada orang tua calon siswa bahwa anak – anak mereka bisa ” diurus ” untuk masuk ke SMP negeri yang menjadi favorit di kota Depok dengan imbalan sejumlah uang . – Konon , kabarnya . Untuk bisa masuk ke SMP negeri paling favorit di kota Depok , para orang tua calon siswa diwajibkan membayar ” uang pelicin ” dengan nilai nominal paling sedikit Rp. 7 juta . Bahkan menurut informasi yang berhasil dihimpun Rimbun news di lapangan , diduga untuk sekolah terfavorit di Depok para orang tua calon siswa SMP itu bahkan dimintai ” uang pelicin ” sebesar Rp.12 juta . – Beberapa orang tua murid di kota Depok , khususnya orang tua calon siswa SMP mengatakan bahwa praktek suap – menyuap untuk masuk ke SMP negeri itu akan sangat merugikan bagi para siswa – siswi yang berprestasi . Menurut penuturan orang tua murid yang anaknya bersekolah di SD Negeri 8 kota Depok , salah seorang oknum guru disekolah itu mengatakan bahwa untuk masuk ke salah satu SMP Favorit di kota Depok ( diduga SMP Negeri 2 kota Depok ) . Nilai yang diterima di sekolah itu minimal 9,7 . Orang tua murid yang berinisial H itu mengatakan sangat sulit untuk mendapatkan nilai rata – rata 9 , apalagi minimalnya 9,7 . Hal senada diungkapkan oleh salah seorang pengajar dan pemilik kursus matematika dan fisika di kota Depok yang bernama Henny Singarimbun . Menurut Henny Singarimbun , sangat mustahil ada sekolah yang bisa meluluskan siswanya dengan nilai rata – rata minimal 9,7 . ” Otak orang Indonesia mustahil bisa mencapai nilai seperti itu ” . Ucap guru les dengan spesialisasi matematika dan fisika itu . Menurut orang tua murid lainnya , dengan sistem penerimaan murid baru yang tidak transparan seperti itu dan tidak adanya tolak ukur nilai bagi calon siswa . Praktek suap atau sogok akan sangat berpeluang terjadi . ” Ini sangat tidak adil bagi siswa yang berprestasi dan selama ini telah belajar dengan keras , karena mereka bisa dikalahkan oleh siswa yang orang tuanya berani menyuap untuk masuk sekolah negeri . Padahal otak anak mereka kosong ” . Ujar salah seorang orang tua calon murid lainnya . Beberapa kalangan masyarakat di kota Depok mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah , khususnya pemerintah kota Depok dan secara umum pemerintah pemprov Jawa barat supaya melakukan penertiban terhadap para calo – calo yang bersedia ” memuluskan ” calon siswa SMP maupun SMA agar bisa bersekolah di sekolah negeri pilihan mereka . Beberapa warga bahkan meminta agar Rimbun news bersedia melakukan investigasi terhadap praktek percaloan ini . Rimbun news sendiri berjanji untuk melakukan pemantauan terhadap penerimaan siswa negeri baru untuk SMP dan SMA di kota Depok , khususnya dalam tahun ini . Dan juga berjanji untuk meminta konfirmasi kepada pihak yang terkait dengan penerimaan siswa baru di kota Depok ini .(Barus)
PRAKTEK PERCALOAN MARAK DI DEPOK MENJELANG PENERIMAAN SISWA SMP DAN SMA –


