Setu Pitara
Rimbunnews.com, – Kota metropolitan Depok merupakan salah satu kota yang menjadi penyangga ibu kota Jakarta . Sebagai kota metropolitan , Depok berkembang menjadi kota modern dan menjadi salah satu tujuan bagi kaum urban dari berbagai daerah di Indonesia . Sebagai kota metropolitan dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup besar , sudah pasti kota Depok tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang kerap terjadi di beberapa kota besar di Indonesia . Salah satunya adalah permasalahan banjir . Untung saja , kota Depok sudah punya perencanaan terkait dengan pencegahan banjir . Perencanaan itu berupa keberadaa Situ ( danau kecil ) yang ada di salah satu kecamatan , yaitu kecamatan Pancoran mas . Selain situ , di kecamatan Pancoran mas juga terdapat hutan dalam kota atau cagar alam yang bernama Cagar alam TAHURA ( Taman Hutan Raya ) .
Keberadaan cagar alam dan Situ Pancoran mas itu tentu saja sangat berguna bagi pencegahan banjir yang bisa saja terjadi setiap saat , terutama pada musim hujan . Apalagi kota Depok berbatasan langsung dengan Bogor yang terkenal dengan banjir kirimannya . Tapi sedikit disayangkan , karena dari hasil pengamatan langsung Rimbun news dilapangan . Cagar Alam Pancoran mas dan Situ Pancoran mas itu terlihat tidak terawat . Seperti cagar alam Pancoran mas , kondisi cagar alam yang memiliki luas 7 ha itu terlihat carut – marut . Sampah dan semak belukar yang tinggi menghiasi bagian dalam dari cagar alam tersebut . Karena keberadaan cagar alam itu dikelilingi oleh rumah – rumah penduduk yang cukup padat , tentu saja semak belukar yang berada di dalam cagar alam itu dikhawatirkan akan menjadi tempat berkembang biaknya hewan – hewan melata yang sangat berbahaya seperti ular . Menurut informasi dari salah seorang warga yang tinggal di dekat cagar alam itu , pada musim hujan sering sekali ular – ular berkeliaran di dekat rumah warga . Somad , demikian nama warga yang memberi informasi itu . Tidak jarang pula ular – ular itu masuk kedalam rumah warga , untungnya sampai dengan saat ini belum ada warga yang menjadi korban gigitan hewan melata itu . Sementara itu , di situ Pancoran mas . Keadaan yang kurang lebih sama juga terlihat . Di danau kecil yang ukurannya sekitar 1 ha itu , pendangkalan akibat menurunnya curah hujan juga cukup terlihat jelas . Di beberapa titik , terlihat jelas lumpur seperti mengambang di permukaan Situ . Menurut salah seorang warga yang bernama pak Yono , lumpur yang berada di Situ itu cukup tinggi . Bahkan jika diukur kedalaman lumpur itu bisa mencapai 1 meter bahkan lebih ujarnya . Masih menurut pak Yono , jika hal itu terus dibiarkan maka bisa saja suatu saat Situ itu akan tertutupi oleh lumpur dan akhirnya akan mengering . Salah seorang warga lainnya yang bernama Firman Silitonga . ” Seharusnya pihak pemerintah kota Depok melakukan penggalian minimal setahun sekali , supaya kedalaman Situ tersebut tidak terganggu oleh lumpur – lumpur itu ” . Sayang sekali , Rimbun news tidak berhasil menemui ketua RW setempat . Dan ketika Rimbun news ingin mengonfirmasi kepada lurah Pancoran mas , salah seorang staf kelurahan mengatakan bahwa pak lurah sedang ada rapat di kantor walikota Depok .(Barus)


