Kajati Sumut CUP II Menjadi Rumah Harapan Atlet Muda

oleh

 

Rimbunnews.com MEDAN – Di Gedung Olahraga Pancing, Kabupaten Deli Serdang, sorak-sorai tak pernah benar-benar reda. Minggu siang itu, ratusan pasang mata menatap podium dengan harap, sementara ribuan karateka muda menunggu giliran naik ke panggung kehormatan — membawa cerita latihan panjang, keringat, dan doa orang tua.

Kejuaraan Karate Kajati Sumut CUP II Tahun 2026 bukan sekadar ajang adu teknik. Ia menjelma ruang mimpi bagi lebih dari 1.500 atlet dari berbagai perguruan. Di sanalah keberanian ditempa, sportivitas diuji, dan masa depan mulai digambar.

Penutupan kejuaraan dilakukan langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dr Harli Siregar, SH, MHum. Dengan nada hangat, ia menyampaikan rasa bangga atas antusiasme luar biasa para peserta — sebuah sinyal kuat bahwa karate masih menjadi magnet pembinaan karakter generasi muda.

Baca juga  Brimob dan Polsek Sipirok Kawal Perbaikan Jalan Longsor Demi Keselamatan Pengguna Jalan

“Terima kasih kepada pengurus, panitia, wasit, para atlet, pelatih, dan orang tua. Ini bukan hanya pertandingan, tetapi proses panjang membentuk mental juara,” ucap Harli.

Bagi Harli, kejuaraan ini adalah investasi sosial. Ia berharap Kajati Sumut CUP kelak menjadi gerbang menuju level nasional, tempat atlet-atlet Sumatera Utara menguji kemampuan di panggung lebih besar.

Di tribun penonton, para orang tua tak henti memberi semangat. Ada yang merekam dengan ponsel, ada pula yang menggenggam tangan anaknya erat-erat sebelum bertanding. Di balik setiap tendangan dan pukulan, tersimpan cerita perjuangan — dari latihan subuh hingga perjalanan jauh demi selembar medali.

Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Sumatera Utara (FORKI Sumut), Rahmatsyah, menilai turnamen ini sebagai tonggak penting pembinaan atlet daerah.

Baca juga  Meriahkan Pesantren Expo 2023, UINSU Akan Undang 16 Pondok Pesantren

“Kami ingin melahirkan karateka yang bukan hanya kuat secara teknik, tapi juga matang secara mental. Insyaallah tahun depan akan lebih meriah,” ujarnya.

Momen paling emosional terjadi saat para juara menaiki podium. Dengan senyum lebar dan mata berkaca-kaca, mereka menerima medali, piagam, serta dana pembinaan langsung dari Kajati Sumut yang didampingi sang istri.

Tepuk tangan panjang mengiringi setiap nama yang dipanggil — seolah memberi restu pada mimpi-mimpi kecil yang baru tumbuh.

Menariknya, kejuaraan ini digelar tanpa sponsorship. Kasi Penkum Kejati Sumut Rizaldi menyebut keberhasilan acara ini tak lepas dari soliditas panitia dan dukungan penuh pimpinan.

“Komitmen Kajati Sumut terhadap pembinaan olahraga patut diapresiasi. Ini sangat positif bagi perkembangan generasi muda,” katanya.

Baca juga  Polres Tanah Karo Buktikan Profesionalitas Penanganan Kasus di Sidang Praperadilan 

Sebelumnya, Ketua Panitia Edmon Purba, melaporkan hasil pertandingan. Juara umum diraih kontingen Ikanas Sumut-A, disusul Shindoka di posisi kedua, dan Wadokai di peringkat ketiga.

Namun di balik klasemen, ada kemenangan lain yang tak tercatat angka: tumbuhnya keberanian, disiplin, dan persahabatan lintas daerah.

Kajati Sumut CUP II 2026 pun berakhir, tapi api semangat para karateka muda baru saja dinyalakan. Dari gelanggang sederhana di Deli Serdang, mereka melangkah pulang membawa lebih dari sekadar medali — mereka membawa harapan.(*)