Sai Kong Lim Ingin Terus Melestarikan Taoisme Kepada Masyarakat

oleh

Rimbunnews.com – Medan – Hengky sofendra  yang lebih dikenal dan  dipanggil sehari – harinya Sai Kong Lim berkeinginan terus melestarikan Taoisme kepada masyarakat yang berkeinginan untuk  mengembangkan Taoisme ke generasi muda

Jadi untuk belajar menjadi Sai Kong ini harus belajar dari nol ( Dasar) dan kala tingkat sekolah mulai dari taman kanak- kanak ( TK) dan setiap hari terus mempelajarinya sampai lima tahun masih setingkatan TK, kata Saikong Lim .

Dengan demikian menurut Sai Kong Lim untuk belajar sebagai Saikong ini tidak bisa hanya dengan kata- kata , tapi harus belajar dan tidak  ada tamat- tamatnya atau tidak ada batas waktu belajar,  kata guru  Sai Kong Lim.

Baca juga  Memperingati May Day Polres Binjai Lakukan Pengamanan dan Pelayanan Humanis

Jadi untuk belajar ini harus terus berlatih dan harus tau bahasa Tionghoa karena tulisannya semuanya bahasa Mandarin. Tapi ada yang tidak sekolah berhasil menjadi seorang Sai Kong  yg berinisial Ac yang dengan mempunyai semangat yang besar setiap hari dan kita bicara dia rekam dan rekaman itu terus didengarkannya maka dia berhasil. padahal di tidak tau baca dan dari tulisan Mandarin diterjemahkan istrinya ke tulisan bahasa Indonesia maka di mampu sebagai seorang Saikong, jelas Saikong Lim.

Sai Kong Lim mengatakan, ‘ saya jadi guru itu tidak mau membodohi masyarakat, ajaran itu harus kita luruskan, kata Sai Kong Lim.

Lebih lanjut Sai Kong Lim menjelaskan, awalnya kita juga  mempelajari tradisi, karena setiap orang atau suku tradisinya berbeda-beda, jadi kita harus tau, jadi sebelum buka doa itu kita harus mengetahui tradisinya dan sukunya apa  terlebih dahulu, baru  aturan ritual nya jelas Saikong Lim.

Baca juga  Rommy Van Boy :  Wajah Baru dari Dapil V Diprediksi Melenggang ke Dewan

Menurut Sai Kong Lim, di Sumatera Utara ini Delapan puluh persen Saikong merupakan ajaran dari Saikong Lim, katanya.

Oleh sebab itu diakhir hidupnya yang sudah memasuki lansia ini Sai Kong Lim tidak rela ilmu Taoisme itu habis ditangannya, dengan demikian beliau ingin Menyalurkan ilmu atau pengetahuan yang dimiliki diajarkan kepada generasi penerus yang mampu agar terlihat nantinya regenerasi untuk melanjutkan ajaran Taoisme dikemudian hari , tutur Saikong Lim mengakhiri.

Sai Kong Lim juga menambahkan Minggu yang akan datang ini beliau menyalurkan baksos kepada masyarakat yang kurang mampu di sekitar Vihara . Ini merupakan kegiatan tahun ke dua  setelah Klenteng atau TITD GEK Ceng Tao Thua, katanya. ( Mabhirink Gutul)