Kasi Humas Polres Serdang Bedagai Klarifikasi Adanya Issu di Group, Wartawan Wajib Tes Urine

oleh

 

Rimbunnews.com – Sergai – Kasi Humas Polres Serdang Bedagai (SERGAI) Klarifikasi Issu Wartawan Wajib Tes Urine Itu Tidak Benar dan Hanya Candaan di Group saja, penyebab Sebuah pesan beredar di grup WhatsApp Media Mitra Humas Polres Sergai yang menyebutkan bahwa seluruh wartawan yang bermitra dengan Polres Sergai diwajibkan mengikuti tes urine.

Dari adanya humoris Pesan tersebut sempat menghebohkan kalangan jurnalis mitra polres sergai, dan memunculkan berbagai spekulasi. Namun, pihak Kepolisian Resor Polres Sergai akhirnya buka suara untuk meluruskan informasi tersebut.

PS Kasie Humas Hubungan Masyarakat, Polres Sergai, Iptu Zulfan Ahmadi, SH, MH, memberikan klarifikasi resmi bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berasal dari institusi kepolisian, khususnya Humas Polres Sergai.

Baca juga  Ketua KPPU Kanwil I Silaturahmi ke Ketua DPRD Medan

“Itu tidak benar. Informasi tersebut hanya merupakan usulan spontan dari salah satu rekan wartawan di dalam grup WhatsApp media mitra humas Polres Sergai. Bukan instruksi dari kami selaku Humas,” tegas Iptu Zulfan saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/4) ini.

Zulfan menjelaskan, usulan tersebut awalnya muncul dalam konteks obrolan santai antara mitra wartawan di grup, namun sayangnya, candaan tersebut justru ditanggapi serius oleh beberapa pihak dan bahkan sempat diangkat menjadi berita oleh salah satu media tanpa melakukan klarifikasi lebih lanjut.”Ujarnya.

“Itu hanya gurauan. Tapi rupanya ada rekan media yang membaca sepintas dan langsung menafsirkan bahwa itu kebijakan resmi dari Polres Sergai, padahal sama sekali tidak ada arahan seperti itu,” Pihak Humas Polres Sergai pun mengaku terkejut dengan beredarnya pemberitaan yang menyebut institusinya mewajibkan tes urine bagi wartawan.

Baca juga  Pencarian Korban Longsor Panggugunan Dihentikan Sementara, Personel Polres Humbahas Tetap Siaga di Lokasi

Menurut Zulfan, jika memang ada keinginan dari para jurnalis untuk menjalani tes urine sebagai bentuk komitmen bersama dalam memberantas narkoba, hal tersebut harus dibahas secara resmi dan melalui mekanisme yang berlaku.”Ujarnya.

“Kalau memang teman-teman wartawan ingin melakukan tes urine, tentu itu harus dibicarakan dulu dan disampaikan kepada pimpinan, kami tidak bisa serta-merta memutuskan hal seperti itu,” Tuturnya.

Isu ini menjadi perbincangan hangat di kalangan jurnalis dan publik karena menyangkut integritas profesi wartawan yang kerap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan isu sosial, termasuk pemberantasan narkoba.”Sebutnya.

Namun di sisi lain, munculnya informasi yang belum terverifikasi ini juga menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya cek dan ricek sebelum menyebarkan atau mempublikasikan sebuah kabar.

Baca juga  Polsek Kutalimbaru Buka Puasa Bersama dan Santuni Anakpp Yatim

“Kami berharap rekan-rekan media juga dapat menjaga komunikasi yang baik dan profesional, terutama dalam hal informasi yang sensitif. Jangan sampai candaan di grup justru menjadi pemicu kesalah pahaman,” tutup Zulfan. (Mabhirink Gutul)