KAPER KEMENDUKBANGGA/BKKBN SUMUT HADIRI KEGIATAN BERBAGI TALI ASIH BULAN SUCI RAMADHAN DI KANTOR CAMAT MEDAN JOHOR

oleh

 

Rimbunnews.com – Medan – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Fatmawati,ST.,M.Eng menghadiri kegiatan Berbagi Tali Asih dalam rangka menyambut Idul Fitri 1446 H yang diselenggarakan oleh Juang Kencana (Juken) Kota Medan yang berlokasi di Kantor Camat Medan Johor, Rabu 19 Maret 2025.

Selain berbagi kebahagiaan di bulan suci, kegiatan ini juga menjadi momen penting dalam mendukung Program Bersama Kita Cegah Stunting (Ber-Acting). Sebanyak 6 baduta terpilih dan berkesempatan hadir mendapatkan asupan makanan bergizi melalui skema Orang Tua Asuh (OTA) dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara dan Diharapakan ke depannya, pendampingan anak-anak ini akan dilanjutkan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan untuk memastikan tumbuh kembang mereka lebih optimal.

Baca juga  Polri Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh Tamiang, Polda Sumut Pastikan Distribusi Cepat dan Tepat Sasaran

Melalui Kesempatan ini Kaper BKKBN Sumut Fatmawati,ST.,M.Eng juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Juang Kencana kota medan Karena telah berkesempatan Mengadakan kegiatan berbagi tali asih di bulan suci ramadhan ini. “Kepada Bapak/Ibu Juken yang sudah purnabakti terimakasih karena masih mau menyumbangkan Sedikit dari rejeki yang didapat untuk keluarga yang butuh bantuan, kami sangat mengapresiasi hal tersebut, apalagi masih mau bersama-sama mendorong program genting ini”ujarnya

Dikatakannya bahwa tentunya kegiatan seperti ini termasuk salah satu dari kegiatan Genting yang merupakan salah satu quick win dari Kemendukbangga yang disampaikan oleh Bapak Menter yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps ‘Keluarga Indonesia’.

Baca juga  Jelang 2026, KPPU dan Disperindag Sumut Antisipasi Gejolak Harga Beras dan Cabai

Fatmawati juga menambahkan harapannya agar kegiatan ini dapat terus berjalan tidak hanya berhenti sampai tetapi terus berlanjut agar keluarga beresiko stunting dapat merasakan manfaat dari kegiatan berbagi tali asih ini.